Homemade Chicken Nugget With Cheese and Veggie (Bilingual Recipe)

Sudah lama pingin buat nugget ayam rumahan yang diisi sayur dan keju. Enaknya bisa diisi keju dan sayur sesuai selera kalau homamade. Kalo nugget pabrikan itu emang ada yang berisi keju dan brokoli tapi itu pun berisi brokoli dikit banget. Lagian bikin sendiri buat anak-anak kan bisa nggak pakai pengawet dan penguat rasa.

 

Saat ini saya coba pakai keju cheddar biasa, ntar saya mau coba lagi dengan cara kejunya diselipkan di dalam adonan keju dan memakai keju yang lumer. Maklum keju lumer lebih mahal, jadi percobaan pertama pakai keju cheddar ajah.. Entah kenapa buat nugget ini bikin ketagihan, lho. Seru aja, dan puas saat udah ada stok frozen food di kulkas buat anak-anak. Untuk yang kedua kali saya coba nggak pakai daging ayam aja, tapi juga pork.

Resep ini diambil dari Majalah AyahBunda No.13 24 Juni-07 Juli 2013. Resep aslinya sih adonan nugget dicetak jadi satu dulu di loyang persegi lalu dikukus, setelah dikukus baru dipotong-potong. Tapi saat saya bikin nuggetnya saya bentuk dulu dengan dua sendok makan, lalu dibalur tepung roti baru dikukus. Jadi semua bahan nuggetnya sudah fully-cooked dan bisa langsung dimakan tanpa di goreng lagi.

Lalu di resep asli dari majalah, kejunya diselipkan di dalam adonan nuget bukan di campur. Tapi nggak tau juga gimana caranya, kan adonan mentah nuggetnya digabung jadi satu untuk dikukus? Jadi ini resep saya modifikasi sesuai dengan cara saya memasak. Jumlah sayur dan kejunya pun saya pakai setengahnya dari resep asli karena ternyata 200 gr sayur dan 100 gr keju  itu kebanyakan, euy!

Tapi tetap aja bisa diatur sesuai selera, kalo suka keju ya bisa aja pakai banyak keju. Kalau anaknya nggak terlalu suka sayur dan takut si anak nggak mau makan kalo kebanyakan berisi sayur, ya dikurangi aja.

Homemade Chicken Nugget With Cheese and Veggie

Bahan: – Ingredients:

16122017(006)

I use two kind of meat: chicken and pork, I also add celery to my nugget dough

  1. 500 gram ayam bagian dada tanpa kulit potong kecil – 500 gr chicken breast without the skin
  2. 100 gram buncis, iris tipis – 100 gr sliced beans
  3. 100 gram wortel, potong dadu kecil – 100 gr chopped carrot
  4. 1 batang seledri cincang halus – 1 minced celery leaf
  5. 1 butir telur, kocok lepas – 1 egg, beat it an a bowl
  6. 2 sendok makan tepung terigu – 2 tbs flour
  7. 50 gram keju cheddar, potong dadu kecil – 50 gr cheddar cheese
  8. 2 siung bawang putih diuleg halus – 2 cloves of minced garlic
  9. 1 sendok teh garam – 1 tsp salt
  10. ½ sendok teh lada halus – ½ tsp pepper powder

Bahan Pelapis: – Coating Ingredients:

  1. 200 gram tepung roti – 200gr breadcrumb

Cara Membuat : – How To Make:

  1. Cincang halus ayam. Tambahkan wortel, buncis, seledri, keju, 1 butir telur, bawang putih, garam, lada dan tepung terigu aduk rata. – Mince the chicken meat, add chopped carrot, sliced bean, minced celery, cheese, beaten egg, minced garlic, salt, pepper and flour. Mix well.
  2. Cetak adonan bentuk dengan sendok berbentuk bulatan atau sesuai selera. – Form the nugget mixture into a ball shape or something else as long as you like it.
  3. Balurkan ke tepung roti dan saya remas-remas sedikit biar tepung rotinya nempel. – Roll the nugget mixture into the breadcrumb and squeeze a little bit so the bread crumb is attached deeper to the dough.
  4. Kukus selama 15-20 menit. – Steam all of the nugget mixture for 15-20 minutes.
  5. Masukkan nugget ke freezer atau bisa langsung digoreng hingga kecokelatan. – Keep in the freezer or fry some until they become golden brown.

Saya memang balurkan adonan nugget ke tepung roti dulu baru dikukus, kalau resep dari majalah AyahBunda, adonan dikukus dulu baru diberi bahan pencelup (susu cair, tepung terigu dan telur) dan dibalurkan ke tepung roti. Saya rasa dengan diberi tepung roti saat adonan masih mentah, tepung rotinya lebih bisa nempel, lalu ikut terkukus semua adonannya jadi tidak ada yang mentah. Saat mau dimakan pun saya tidak perlu menggoreng nugget dengan cara deep-fried, tapi bisa di tumis dengan minyak sedikit saja.

Untuk trik menabur tepung roti, sebaiknya ditabur sedikit-sedikit. Karena saya sudah menuang 100 gr tepung roti di mangkok, lalu nuggetnya dibalur tepung roti di mangkok jadinya tepung roti sisanya pun menggumpal terkena adonan nugget. Kalau tepung roti udah meggumpal udah susah deh nempel di permukaan nugget. Lebih baik ditaburi dengan di tuang sedikit-sedikit dengan tepung roti sisanya dibiarkan di kemasan atau wadah terpisah.

Saya buat dengan mencetak menggunakan 2 sendok makan, yang satu bentuknya bulat sempurna yang satu sendok makan biasa yang oval. Itu bisa menjadi 24 nugget. Tapi saya rasa 1 sendok makan itu cukup banyak, sehingga cetakan adonan nuggetnya nggak kebesaran. Lain kali saya mau cetak setengah sendok makan aja.

Stok nuggetnya lumayan buat bekal Kalki ke sekolah besok nih…. Saya udah coba bikin nugget 5 kali, 4 Kali dengan daging ayam dan 1 kali dengan pork.

16122017(010)

left: chicken nugget, right: pork nugget just after being steamed

Yuk ibu-ibu bikin nugget sendiri di rumah yang sehat buat anak-anak. Selamat mencoba… Ibu-ibu udah pernah bikin nugget sendiri di rumah? Lebih suka mana, homamade nugget atau produk nugget yang sudah ada di pasaran?

Intan Rastini.

 

Advertisements

Ganti Kacamata Baru dengan BPJS Kesehatan

Posting lalu kan sudah saya tulis mengenai pengalaman odontectomy atau operasi cabut gigi bungsu menggunakan BPJS Kesehatan, kali ini saya mau cerita tentang prosedur pelayanan untuk mendapatkan kacamata bagi peserta BPJS Kesehatan sesuai pengalaman saya.

 

By the way, mata saya emang udah ketahuan minus sejak mau masuk SMP, jadi saya udah cek kesehatan berkala dan menggunakan kacamata dari dulu. Tapi setelah saya menikah, saya nggak pernah cek kesehatan mata lagi, kacamata yang saya pakai pun masih dengan ukuran lensa waktu terakhir periksa di masa kuliah. Akhirnya saya memutuskan untuk periksa mata saat sudah punya BPJS Kesehatan. Sebenernya banyak optik yang menawarkan periksa mata gratis, tapi kan saya juga perlu ganti lensa kalau ukurannya berubah.

 

Kok, kebetulan gagang kacamata lama saya sempat patah, trus udah dilem jadinya longgar, nggak megang gitu. Kan nggak nyaman banget dipakai. Eh trus, Jon, anak Bu Yuli pengelola yayasan tempat saya bekerja, nawarin frame kacamata biru punya volunteer yang ketinggalan. Awalnya saya nolak karena udah punya kacamata, tapi segera berubah pikiran karena langsung inget kalau gagang kacamata lama saya udah longgar. Karena butuh frame kacamata baru, akhirnya saya ambil, deh.

20171219_110732

Kacamata saya yang lama framenya berwarna hitam dan gagangnya berwarna cokelat, kalau kepala nunduk suka hampir jatuh gitu karena gagangya udah longgar abis patah engselnya

Tanggal 20 Oktober 2017 lalu saya ke puskesmas Suraberata bilang mau periksa mata karena mata saya minus dan udah lama nggak cek mata lagi. Lalu diberi surat rujukan untuk periksa ke dokter spesialis mata di BRSU Tabanan. Setelah itu saya pun mencoba ambil antrean online di web BRSU Tabanan yang sudah mulai diberlakukan sejak Agustus 2017. Ambil antrean online ini berlaku untuk kunjungan ke BRSU Tabanan 2 hari kemudian. Saya langsung dapat nomor antrean 1 untuk ke poli mata.

 

Saat ke BRSU Tabanan, saya langsung mengkonfirmasi antrean online saya di loket pendaftaran beserta menunjukkan surat rujukan dan kartu BPJS Kesehatan. Nggak lama kemudian langsung disuruh ke poli mata. Di poli mata saya perlu menunggu sampai dokter spesialis mata datang. Saat diperiksa ternyata kedua mata saya minus 1,75 dan mata kanan saya silinder 0,25.

 

Saya juga sempat mengeluhkan mata kanan saya yang sering sakit jika tiba-tiba dibuka saat terbangun tengah malam atau terlalu pagi. Kata dokter, sih, sebabnya karena mata saya lelah, maka saya diresepkan obat tetes mata dan resep untuk ukuran lensa mata kacamata yang baru. Saya pun masih perlu melengkapi resep kacamata dengan legalisir dan SEP (Surat Elegibilitas Peserta) dari BPJS center yang ada di area BRSU Tabanan.

 

Di kantor BPJS Center, saya diberi daftar alamat optik di Tabanan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Nilai pertangungan pembelian kacamata baru yang saya dapat adalah Rp 150.000 karena saya peserta BPJS Kesehatan kelas III. Dan sebagai info tambahan, pembelian kacamata baru yang ditanggung adalah untuk lensa spheris minimal 0,5 Dioptri dan untuk lensa silindris minimal 0,25 Dioptri. Kacamata dapat diberikan paling cepat dua tahun sekali sesuai dengan indikasi medis. Oh ya, untuk nilai pertanggunagan kelas II Rp 200.000 dan kelas I Rp 300.000.

 

Setelah pegang resep dokter spesialis mata yang dilegalisir dan SEP, saya tinggal pilih mau beli kacamata di optik mana. Saya sempat tanya-tanya ke tiga optik yang berbeda di Tabanan yang masih bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Saya cuma tanya harga lensa plastik untuk minus 1,75 dan silinder 0,25 karena saya udah punya frame kacamatanya.

 

  1. Optik Arie cabang Bajera Jl Rajawali No. 9, harga lensa plastik yang ditawarkan Rp350.000.
  2. Optik Internasional di dekat pasar senggol Tabanan Jl. Gajah Mada No. 13, harga lensa plastik biasa Rp350.000. yang ada anti UV Rp 500.000an.
  3. Optik Erlangga di Jl. Pahlawan No. 25 Tabanan, harga lensa plastik Rp250.000, lensa plastik biasa Rp200.000

 

Saya dapat best price di optik Erlangga dan saya ambil lensa plastik dengan harga Rp 200.000, maka saya perlu nambah bayar Rp50.000 secara cash. Dan setelah sempat ngobrol sama tante saya yang juga punya kacamata baru, ternyata Optik Erlangga emang terkenal lebih murah karena beliau beli kacamata barunya disana, periksa mata pun gratis.

Selain Optik yang tersebut di atas yang telah saya kunjungi ada pula optik lainnya yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di Tabanan, yaitu:

  1. Optik Indra di Jl. A. Yani No. 50 Kediri
  2. Optik Arie cabang Tabanan di Apotek Restu Farma

Di Optik Erlangga saya serahkan resep ukuran lensa dari dokter spesialis mata, SEP, fotokopi kartu BPJS Kesehatan dan tidak lupa frame kacamata yang saya bawa untuk dibuatkan lensa dengan ukuran baru dan dipasangkan ke frame kacamata saya. Katanya sih, seminggu selesai dan akan dihubungu ke nomor HP saya. Tapi ternyata baru 2 hari saja saya sudah terima sms yang memberitahukan bahwa kacamata saya sudah selesai.

 

Untuk ambil kacamata saya perlu menunjukkan nota pembayaran saja. Udah deh… saya jadi punya kacamata baru! Next kalau mau periksa mata lagi bisa Oktober 2019. 🙂

 

Ini dia kacamata baru saya, warnanya biru bening dengan gambar sulur-sulur tanaman di gagangnya tapi nggak terlalu kelihatan di foto ini. Matching kan dengan kebaya dan tasnya? 😀

Bagus nggak menurut kalian? Saya sebenernya kurang suka dan kurang PD dengan frame kacamata warna-warni, maunya sih yang warnanya tidak terlalu mencolok seperti hitam, tapi namanya juga frame kacamata dikasi, ya kan? Ternyata framenya cukup kuat dan megang, kok. Worth it.

Intan Rastini.

Trip to the Secret Waterfalls

We love to be in the nature. I have been living in a natural village in Bali for about 6 years. This village is not the center of tourist attraction like Penglipuran Village, so it is quiet and quite remote. Our village is Angkah Village which is surrounded with paddy fields and the woods.

 

Before I got pregnant I had explored the Balian river and dam in our village. It has a long and wide stream with several big rocks. After I have Kalki and Kavin, I work as an English teacher in Samsaman Village. I got an information from my students at the learning center that there are waterfalls in the village we can visit I guess there are two different waterfalls, one in Angkah village and the other one is in Samsaman Village. Angkah and Samsaman are closed to each other.

 

My first time visiting the waterfalls in Samsaman, it was with my students and a volunteer from the USA. The access to the waterfalls was still new. Probably the residents had just opened a new road through the forest to the waterfalls with an excavator. However the road to the waterfall is only for the beginning. Next we still need to hike on the path down the hill in the woods.

That’s why I call it as secret waterfalls because before they opened the road, just certain villagers who had known or accessed the waterfalls. It is located behind the villagers’ residence. Almost hidden, I could say. We can go there by motorcycle or car first until flat road ends. On the new road is just bare land without asphalt or cement. We can park our vehicles on the new road, because the slopes begin there, so we have to go on foot.

After the new road ends, we will walk in the woods with small path. The road and the path are really steep sometimes. We need to keep hiking downward to go to the waterfalls. Until we arrive at the cliff edge and we have to climb the cliff down about 1.5-2 meter height. It is very dangerous if the cliff is wet because of the rain. So, we always make sure to go to the waterfalls on a sunny day.

 

There are two waterfalls there. The first is very wide and we can walk on the top of it. The first waterfall is near from the start point but we need to climb down the cliff  a little bit to get there. It’s more narrow and there is a stream with rocks just like a pool where we can play splashing water or soak our body. The depth is only 1 meter. From the first waterfall we can see the view from a high hill because there will be still the second waterfall which is the highest and it flows down the hill straightly to the Balian River below.

IMG_20170702_144633

The top of the first waterfall, my husband walked across to be on the top of it

 

IMG_20170702_145435

Touch down the first waterfall

IMG_20170702_145346

There are many rocks

20170702_150607

I could see rainbow below the waterfall

20170702_150409

It was beautiful

 

20170702_150915

The view from the top of the second waterfall, we can see the Balian river down there

20170702_161036_tgzzkp

The last waterfall

Both of the waterfalls are connected to each other. The last waterfall is very massive, it is about 20 m height. To go to the last one we need to hike further to the forest downhill with more dangerous and difficult path. At the bottom of the waterfall there is a pool surrounded by the natural rocks and the water of the pool keep flowing straightly to the Balian River. The pool depth is about 1.5-4 meters.

IMG_20170702_145441

we need to climb down the cliff a little bit to get to the first waterfall

I have been to the waterfalls twice. At first with my students and a volunteer was only until the first waterfall. We played in the pool and took some photos. We could stand up on the big rock on the top of the second waterfall and we could see the magnificent view of green hills and the stream of Balian River from above the highest waterfall.

This slideshow requires JavaScript.

The second time I went there with Kalki and my husband. We didn’t take Kavin with us because it is quite dangerous and tiring to a smaller kid. We went down until the second waterfall. If we kept walking down the hill we would have arrived on the Balian River. At the second waterfall, we had to leap over rocks until we arrived at the pool as the bottom of the waterfall. Me and Kalki ate some snacks on a giant rock while my husband was swimming on the pool.

20170702_161847

My husband couldn’t stand not to swim there

20170702_161546

Swimming in the cold cold water

20170702_161005

Massive waterfall

20170702_160125

We went down hill to the second waterfall where the water falls from 20 m height

It was cold to be at the waterfall, moreover to swim there. My husband was shivering just after swimming. It became colder as it was getting dark in the afternoon. We decided to went back before it was too late, in the dark we would see nothing in the forest. We had to hike the hill upward on our way home. It was very tiring for us espescially Kalki. My husband carried Kalki on his back whenever he said that he was tired to walk. We also stopped to take a rest or drink for several times.

20170702_170919

My husband carried Kalki when he was tired to walk

After all it was always a fantastic journey to explore the new waterfalls near our home. We really enjoyed the natural scenery and the challenging adventure. Me and Kalki was using wood sticks as walking cane to help us hike the hill down and up during the trip. It just wasn’t really help when we needed to climb some rocks. I’ve heard that some international volunteers from my work place also visited the waterfalls. The Portuguese boys even did cliff jumping at the last waterfall. Wow! Do you have the gut to try?

 

Intan Rastini.

Lagu Anak-anak, Yuk Nyanyikan Bersama

Selain untuk hiburan, lagu anak-anak tentu saja sebagai sarana pembelajaran. Mau nggak mau kita perlu mengoleksi beberapa lagu anak-anak kalau sudah punya anak, ya… 😀 Koleksi dalam bentuk apa aja? Baik secara ingatan di dalam benak, secara tertulis dalam bentuk lirik dan secara audio dalam bentuk file lagu.

Ini ada beberapa lirik lagu yang udah mama catat buat dinyanyikan ke Kalki dan Kavin. Untuk mendapatkan liriknya mama putar berulang-ulang lagu anak-anak yang ada di HP lalu tulis dengan cepat :). Supaya nggak lupa kalau mau nyanyi lagi, jadi mama posting juga di blog.

Lagu anak-anak untuk Kalki dan Kavin Tersayang…  

Photo9102

 

 

“Ulang Tahun”

Selamat ulang tahun

Kami ucapkan

Selamat panjang umur

Kita kan doakan

 

Selamat sejahtera

Sehat sentosa

Selamat panjang umur

Dan bahagia…

Selamat panjang umur

Dan bahagia…

 

20170513_133632

“Heli”

Aku punya anjing kecil

Kuberi nama Heli

Dia senang bermain-main

Sambil berlari-lari

 

Heli! Guk guk guk

Kemari! Guk guk guk

Ayo lari-lari….

 

Heli! Guk guk guk

Kemari! Guk guk guk

Ayo lari-lari….

 

Heli! Guk guk guk

Kemari! Guk guk guk

Ayo lari-lari….

 

 

“4 Sehat 5 Sempurna”

Sepiring nasi sehari tiga kali

Itu baru cukup kalori

Lauk-pauknya yang sederhana

Cukup gizi dapatlah terberi

 

Buah-buahan paling banyak disini

Nusantara tak tertandingi

Sayuran segar semangat mekar

Berseri cerah setiap hari

 

Empat sehat lima sempurna

‘Tuk masa depan kita

Nasi lauk sayur dan buah

Kalau dapat ditambah susu

 

IMG04889-20151208-1549

“Jual Buah-buahan”

Aku menjual buah-buahan

Bengkoang, jambu, nanas, durian

Rasa lezat, harganya murah

Marilah teman, belilah-belilah

 

Buah murah, kujual buahku

Pepaya, belimbing, manggis dan duku

Mari teman beli semua

Rasanya lezat, murah harganya

 

“Kapal Api”

Lihatlah sebuah titik

Jauh di tengah laut

Makin lama makin jelas

Bentuk rupanya

 

Itulah kapal api

Yang sedang berlayar

Asapnya yang putih

Mengepul di udara

 

IMG04903-20151210-1424

“Nama-nama Rasa”

Siapa tahu apa rasa gula?

Manis manis manis itu rasanya

Siapa tahu apa rasa cabe?

Pedas pedas pedas aku tak suka

 

Cobalah katakan apa rasa garam?

Asin asin asin…

Itu semua nama-nama rasa

Kita harus tahu janganlah lupa

 

Siapa tahu apa rasa kopi?

Pahit pahit pahit itu rasanya

Siapa tahu apa rasa lada?

Pedas pedas pedas aku tak suka

 

Cobalah katakan apa rasa cuka?

Asem asem asem…

Itu semua nama-nama rasa

Kita harus tahu janganlah lupa

Kita harus tahu janganlah lupa….

 

 

“1, 2, 3, 4”

Satu dua.. tiga empat..

Lima enam.. tujuh delapan..

Siapa rajin ke sekolah

Cari ilmu sampai dapat

 

Sungguh senang amat senang

Bangun pagi-pagi sungguh senang

 

IMG04348-20150716-1131

“Anak-anak Indonesia”

Kita anak-anak Indonesia

Harus sehat jiwa kuat tunas bangsa

Dengan wajah yang ceria

Penuh semangat bekerja

Selalu bergotong royong dan

Menggalang persatuan

Hey hey!

 

Maju pantang mundur

Cita-cita…

Berangkat ayo bangun

Sejahtera…

Satu nusa satu bangsa

Dan satu bahasa kita

Penuh semangat membangun

Nusantara…

 

Bersatu… kita teguh

Bercerai… kita runtuh

Merah putih, pemersatu nusa bangsa

 

Bersatu… kita teguh

Bercerai… kita runtuh

Merah putih, pemersatu nusa bangsa

Gotong-royong… Indonesia makin jaya

 

 

“Teka-teki”

Ada sebuah benda, selalu menunjuk saja

Tidak berkaki, tidak bertangan

Tetapi dapat berjalan

Kikuk… kikuk…

Kikuk… kikuk…

Kikuk… kikuk… kikuk….

 

Tidak pernah berhenti

Kadang kala berbunyi

Setiap masa, sehari-hari

Selalu mengingati kami

Kikuk… kikuk…

Kikuk… kikuk…

Kikuk… kikuk… kikuk….

 

Mari kita lestarikan lagu anak-anak Indonesia! Menyanyi bersama anak itu menyenangkan, untuk itu lagu yang dinyanyikan harus bagus. Tidak hanya yang catchy namun juga liriknya harus berbahasa yang baik serta berisi pesan-pesan yang mengedukasi. Betul nggak, moms?

Kalau moms and dads suka menyanyikan lagu apa saja kepada anak-anaknya?

 

Lirik lagu ditulis dari memdengarkan masing-masing lagunya

Koleksi foto pribadi.

♡ Intan Rastini

TB Bisa Dicegah dan Disembuhkan #AyoTOSSTB

November tahun lalu saya sebagai kader Posyandu sempat diundang oleh Ibu Ketua Posyandu untuk mengikuti penyuluhan seputar kesehatan di Balai Banjar Angkah Pondok. Saat itu saya tidak kepikiran untuk menuliskannya di blog sehingga tidak ambil foto sama sekali. Ternyata undangan tersebut berasal dari PPTI cabang Tabanan dan acaranya cukup resmi. Mereka, tim PPTI, memasang spanduk mengenai Tuberkulosis sebagai backdrop begitu datang, saya pun akhirnya jadi tau ternyata penyuluhan ini tentang Tuberkulosis. Sebelumnya, sih, hanya diberi informasi penyuluhan kesehatan saja. Karena materinya cukup penting, maka saya coba rangkumkan di sini supaya ilmunya nggak terbang begitu saja dengan berakhirnya punyuluhan tersebut.

balipostcom_ketuk-1.000-rumah-untuk-penanganan-tbc_01-696x464

diambil dari Balipost

PPTI adalah Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia. Merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bersifat sosial kemasyarakatan untuk mewujudkan masyarakat sehat sejahtera dan Tuberkulosis tidak lagi menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat. Tugas dan fungsi PPTI adalah melaksanakan penyuluhan, penanggulangan dan pemberantasan Tuberkulosis serta mengupayakan santunan kepada penderita. Penyelenggaraannya melalui: penyuluhan, pendidikan, pelatihan dan upaya lain, baik bersama pemerintah (sesuai dengan program-programnya) maupun melakukannya sendiri.

82229542b7862cfaa69b6bd44cf1df33

Logo PPTI diambil dari blog PPTI Tabanan

Dewasa ini peringkat “global” Indonesia dalam hal TB memang ada “penurunan” dari rangking 4 ke 5 (setelah Cina, India, Afrika Selatan dan Ghana) tetapi jumlah penderitanya tetap banyak. Di Tabanan, Bali sendiri hasil penjaringan di BRSU Tabanan yang dihimpun oleh Petugas PPTI, setiap bulan ditemukan penderita dengan BTA Positif sebanyak 5-8 orang penderita dari puluhan suspect yang diperiksa atau memeriksakan diri. Yang tidak dapat kita ketahui secara pasti (karena tidak adanya petugas PPTI secara khusus) adalah di:

  1. Unit Pelaksana Kesehatan / Puskesmas-puskesmas sekabupaten Tabanan
  2. Berbagai Rumah Sakit Swasta
  3. DPS (Dokter Praktek Swasta)

Apa itu TB?

TB atau dulu dikenal dengan TBC adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium tuberculosis). TB dapat menyerang siapa saja terutama usia produktif/masih aktif bekerja (15-50 tahun) dan anak-anak. Apabila tidak diobati 50% dari pasien meninggal setelah 5 tahun.

Apa gejala TB?

Gejala utama berupa batuk terus-menerus dan berdahak selama 2 minggu atau lebih

Gejala lainnya:

  • Batuk bercampur darah
  • Sesak napas dan nyeri dada
  • Badan lemah
  • Nafsu makan berkurang
  • Berat badan turun
  • Rasa kurang enak badan (lemas)
  • Demam meriang berkepanjangan
  • Berkeringat dingin di malam hari walaupun tidak melakukan kegiatan

Ingat ya, tidak semua batuk itu suspect TB, hanya batuk berdahak saja. Tetapi untuk batuk berdahak pun perlu dipastikan dengan sample dahak supaya pasti apakah TB atau bukan.

Bagaimana penularan TB?

Sumber penularan adalah pasien yang dahaknya mengandung kuman TB, pada waktu batuk atau bersin menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan dahak. Sekali batuk dapat menyebarkan sekitar 3.500 kuman dan ketika bersin 4.500-1.000.000 kuman yang terkandung dalam percikan dahaknya.

Penularan terjadi melalui percikan dahak yang dapat bertahan selama beberapa jam dalam ruangan yang tidak terkena sinar matahari dan lembab.

Semakin banyak kuman yang ditemukan dalam tubuh pasien berarti semakin besar kemungkinan penularan kepada orang lain.

Bagaimana risiko penularan TB?

Pasien TB dengan BTA (Basil Tahan Asam) positif memberikan risiko penularan lebih besar dari pasien TB dengan BTA negarif.

Risiko seseorang terpapar kuman TB ditentukan oleh jumlah percikan dahak dalam udara dan lamanya menghirup udara tersebut.

Apa Jenis TB?

TB Paru: Tuberkulosis Paru adalah tuberkulosis yang menyerang jaringan paru

TB Ekstra Paru: Tuberkulosis yang menyerang organ lain selain paru, yaitu selaput otak, selaput jantung, kelenjar getah bening, tulang, persendian, kulit, usus, ginjal, saluran kencing, alat kelamin, dll.

Iiih ngeri ya? Khusus dalam penyuluhan yang saya hadiri yang dibahasa adalah TB Paru.

Bagaimana cara mengetahui seseorang terkena TB?

Untuk Pasien TB Paru Dewasa dilakukan pemeriksaan dahak secara 3 kali, yaitu Sewaktu-Pagi-Sewaktu (SPS) dalam 2 hari berturut-turut.

Hari pertama: dahak diambil sewaktu (S) kunjungan pertama ke rumah sakit/Puskesmas

Hari kedua: dahak diambil saat bangun tidur pagi (P) sebelum makan dan minum. Sewaktu (S) mengantar dahak pagi ke Puskesmas/rumah sakit, dahak diambil lagi.

Pengobatan TB

Pengobatan berlangsung 6-8 bulan yang terbagi dalam 2 tahap, tahap awal dan tahap lanjutan.

Apa akibat tidak minum obat secara tuntas?

Pengobatan TB harus lengkap dan teratur, bila pasien berhenti minum obat sebelum selesai pengobatan akan berisiko:

  1. Penyakit tidak sembuh dan tetap menular ke orang lain
  2. Penyakit bertambah parah dan bisa berakibat kematian
  3. Obat Anti TB (OAT) yang tersedia saat ini tidak dapat membunuh kuman sehingga pasien tidak tuntas pengobatan harus disembuhkan dengan penanganan lebih mahal dan lebih lama.

Untuk itulah diperlukan PMO. Kata bapak narasumber, pasien yang tidak tuntas pengobatan TB bisa menimbulkan bakteri TB  yang resisten dengan obat TB yang disebut TB kebal obat. Kalau sampai kebal, pengobatannya lebih lama tidak sekedar 6-8 bulan tetapi 9 bulan hingga 2 tahun dengan biaya per pasien mencapai Rp 335.300.000.

Apa itu PMO?

Pengawas Menelan Obat untuk menjamin keteraturan pengobatan TB hingga tuntas. PMO dapat berupa seseorang yang secara sukarela membantu pasien TB dalam masa pengobatan hingga dinyatakan sembuh.

Apa syarat menjadi PMO

  • Sehat jasmani dan rohani serta bisa baca tulis
  • Bersedia membantu pasien dengan sukarela
  • Tinggal dekat dengan pasien
  • Dikenal, dipercaya, dan disegani oleh pasien
  • Disetujui oleh pasien dan petugas kesehatan
  • Bersedia dilatih dan atau mendapat penyuluhan bersama-sama dengan pasien

Apa tugas PMO?

  1. Memastikan pasien menelan obat sesuai aturan sejak awal pengobatan sampai sembuh
  2. Mendampingi dan memberikan dukungan moral kepada pasien agar dapat menjalani pengobatan secara lengkap dan teratur
  3. Mengingatkan pasien TB untuk mengambil obat dan periksa ulang dahak sesuai jadwal
  4. Menemukan dan mengenali gejala efek samping OAT dan merujuk ke Unit Pelayanan Kesehatan
  5. Mengisi kartu kontrol pengobatan pasien TB
  6. Memberikan penyuluhan tentang TB kepada keluarga pasien atau orang yang tinggal serumah

Pencegahan Penularan TB

Upaya pencegahan penularan TB yang terbaik adalah menemukan dan mengobati pasien TB.

Maka dari itu bapak narasumber berpesan, jika Anda memerhatikan masyarakat sekitar Anda lalu menjumpai ada tetangga atau sanak saudara yang memiliki gejala-gejala TB, sebaiknya Anda sarankan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Semakin cepat diketahui semakin cepat pengobatannya. Penularan ke lebih banyak orang pun dapat dihindari . Ini juga merupakan kepedulian terhadap kesehatan komunitas atau kesehatan masyarakat.

Kesadaran diri sendiri pun diperlukan supaya mau memeriksakan diri ke Puskesmas apabila diduga menderita TB. Sebagai anggota masyarakat Anda dapat pula memberitahukan kader TB atau petugas kesehatan terdekat jika ada pasien yang diduga menderita TB di wilayah tempat tinggal Anda.

  1. Bagi pasien TB, minumlah obat TB secara lengkap dan teratur sampai sembuh
  2. Pasien TB harus menutup mulutnya pada waktu bersin dan batuk atau mengenakan masker

Kuman TB yang dikeluarkan pasien TB saat

  • Bicara: 1-200 kuman
  • Batuk: 0-3.500 kuman
  • Bersin: 4.500-1.000.000 kuman
  1. Tidak meludah dan membuang dahak di sembarang tempat, tetapi buang di tempat khusus dan tertutup diberi cairan anti bakteri seperti Lisol.
  2. Menjalankan hidup bersih dan sehat (PHBS) antara lain:
    1. Menjemur peralatan tidur secara rutin
    2. Mencuci sprei dan selimut secara berkala
    3. Membuka jendela dan pintu setiap pagi agar udara dan sinar matahari masuk
    4. Aliran udara (ventilasi) yang baik dalam ruangan dapat mengurangi jumlah kuman di udara. Sinar matahari langsung dapat mematikan kuman
    5. Makan makanan bergizi
    6. Tidak merokok dan tidak minum minuman keras
    7. Lakukan aktivitas fisik atau olah raga secara teratur
    8. Mencuci peralatan makan dan minum dengan air bersih mengalir memakai sabun
    9. Mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan menggunakan sabun

Bagaimana cara batuk yang benar?

  1. Palingkan muka dari orang lain dan makanan
  2. Tutup hidung dan mulut dengan tisu atau saputangan ketika batuk dan bersin
  3. Jangan bertukar saputangan atau masker dengan orang lain
  4. Hindari menyentuh muka, hidung atau mulut, jika menutup mulut dengan tangan segeralah mencuci tangan
  5. Hindari batuk di tempat keramaian
  6. Pasien TB memakai masker sebagai penutup mulut dan hidung di tempat umum
PKRS Etika batuk

Gambar diambil dari sini

PPTI merupakan mitra kerja pemerintah dalam menanggulangi TB, sesungguhnya banyak hal yang dilakukan PPTI, namun karena masalah ketersediaan pembiayaan, sedikit hal yang bisa dilakukan. Untuk itu bapak-bapak narasumber penyuluhan yang merupakan pengurus PPTI dengan tangan terbuka menerima ajakan untuk memberikan penyuluhan mengenai TB di komunitas atau kelompok-kelompok sosial seperti PKK, kelompok pengurus Posyandu, dll. Biayanya pun gratis. Bagi saya dengan menyebarluaskan ilmu yang telah saya dapat ini merupakan bentuk kontribusi saya untuk menyehatkan masyarakat Indonesia dengan memberikan informasi yang benar.

TB adalah penyakit pembunuh terbesar no. 3 di Dunia dan bisa disembuhkan asal mau berobat tepat waktu dan tepat dosis selama 6-8 bulan.  Obatnya pun diberikan secara gratis di Puskesmas terdekat. Cara penularan TB gampang, lewat udara dan saluran pernapasan. Cara mencegahnya dengan PHBS, membiasakan menjemur tikar, bantal, kasur dan guling karena kuman TB mati terkena sinar matahari langsung, mencuci sprei dan selimut secara berkala, memelihara sanitasi – lingkungan yang sehat, serta mengatur ventilasi rumah yang baik.

Kalau Anda mendapati informasi ini berguna dan bermanfaat, silakan share ke media sosial Anda dengan klik tombol ikon media sosial di akhir tulisan ini. Terima kasih telah membaca dan berkontribusi, ayo dukung Indonesia bebas TB dengan TOSS TB! Temukan Obati Sampai Sembuh TB.

#AyoTOSSTB

Silakan cek web http://www.ayotosstb.com

Anda bisa ikut kompetisi Vlog sebagai proyek yang sedang dilakukan untuk kampanye “Ayo Temukan Obati Sampai Sembuh TB” atau #AyoTOSSTB dan juga bisa mengecek risiko terkena TB.

Sumber rangkuman: materi yang dibagikan secara tertulis oleh pengurus PPTI Cabang Denpasar.

Intan Rastini.

Berat Badan Kalki dan Kavin Juli – Desember 2017

Dalam 6 bulan terakhir saya rekap berat badan Kalki dan Kavin sebagai berikut:

Juli 2017

Kalki: 16,9 kg (turun 300 gr dari bulan Juni 2017)

Kavin: 12,3 kg (naik 100 gr dari bulan Juni 2017)

 

Agustus 2017

Kalki: 17,1 kg (naik 200 gr)

Kavin: 12, 1 kg (turun 200 gr)

 

September 2017

Kalki: 18 kg (naik 900 gr)

Kavin: 12,9 kg  (naik 800 gr)

 

Oktober 2017

Kalki: tidak timbang karena terlambat datang dari sekolah

Kavin: 12,2 kg (turun 700 gr)

 

November 2017

Kalki: 17,2 kg (turun 800 gr dari bulan September)

Kavin: 12,1 kg (turun 100 gr)

 

Desember 2017

Kalki: 17,4 kg (naik 200 gr)

Kavin: 13,2 (naik 1100 gr)

 

Catatan tambahan: karena bulan ini sudah posyandu di tanggal 11 Januari  2018, maka saya tulis sekalian berat bada Kalki dan Kavin bulan Januari 2018.

Kalki: 18,1 kg (naik 700 gr)

Kavin: 13,3 kg (naik 100 gr)

IMG_20180108_104828_1.jpg

Kakak Kalki dan Adik Kavin sudah biasa cukur rambut. Habis cukur rambut dapat hadiah es krim

Hari ini genap adik Kavin berusia 2 tahun 9 bulan atau 33 bulan. Adik kavin sudah bisa apa saja?

  • Kavin 2 tahun 8 bulan di pertengahan Desember saat Kakak Kalki liburan 2 minggu di Surabaya, udah nggak nangis lagi kalau mama sikatin giginya
  • Kavin 2,5 tahun udah mulai mau kencing di luar atau di atas WC tapi tetap masih ngompol di clodi
  • Udah mulai ngomong, “aduh”, “udah”, “mobil”, “mati”, “jatuh”, “itu”, “ini”, “halo”, “oma”, “kumpi”, “papa”. Kalau ditanya apa adik sudah mandi jawabnya “udah”, lalu saat ditanya siapa yang mandiin atau kapan mandinya jawabannya “udah” juga 😀
  • Kavin mengerti permintaan orang tuanya jika diminta ambil bantal dia akan mengangguk jika mau mengambilkan, lalu diambillah bantal, kadang juga masih ada yang salah saat mama minta ambil bantal eh yang diambil guling.
  • Suka menggunting kertas atau karton. Kalau dia lihat gunting pasti minta diambilkan kertas atau karton untuk digunting.

Untuk Kakak Kalki yang sudah masuk PAUD, apa aja ya yang sudah bisa dia lakukan?

  • Sudah bisa meniru tulisan angka dan huruf
  • Menggambar mobil dan truk keruk kesukaannya
  • Menulis nama sendiri meski kadang suka lupa huruf i terakhir di namanya
  • Bisa bercerita yang dia karang sendiri
  • Bertanya Bahasa Inggrisnya benda-benda yang dia inginkan seperti, “Bahasa Inggrisnya baju apa?”

Sepertinya itu saja dulu. Sampai 6 bulan berikutnya, ya… semoga anak mama sehat selalu, pintar dan ceria. Untuk adik Kavin semoga makin fasih dan lancar ngomongnya.

Intan Rastini.

How to Make a Cartoon Wayang

Hello, weekend is coming and we will have more spare time with the kids. Here is one of my idea to make a creative activity with Kalki and Kavin. My sons need figures to play instead of dolls, so I tried to make them cartoon wayangs with their own characters, Kalki and Kavin. With wayang Kalki learns about storytelling and confidence 🙂

Let’s go, I’ll show you how to make some…

Tools and Materials

24112017(009)

  1. Piece of carton
  2. Palm sticks
  3. Tape
  4. Pencil
  5. Coloring Pencils
  6. Scissors
  7. Needle
  8. Thread
20171124_090338

I use the carton from my toddlers’ milk boxes to recycle them too

How to make

  1. Draw a character on a piece of carton. What I drew was my sons, Kalki and Kavin figures. You can draw your children figures or any animation characters.
  2. Color the character or let your children do the coloring.
  3. Cut out the character and then also cut off the joints: the arms, elbows and knees.
  4. Join each arm to the shouldres and join the elbows together as well as the knees by sewing them with the thread and needle. I just need to make two holes to sew the joints.
  5. Attach the palm stick to the character’s center body on the backside of the carton. Use the tape to stick it.
  6. Attach a palm stick to each hands and fix it with the tape.
  7. A cartoon wayang made on carton is done! Ready to play…!
13122017(002)

The backside of the carton, I use transparent tape to attach the palm sticks

 

Just after I have finished making the Kalki and Kavin cartoon wayang, Kalki asked me for Oma and Opa cartoon wayang. And then Maybe he would ask for more characters…

So I made him two cars cartoon wayang instead. Because they are easier, I didn’t need to sew the carton. I just draw, color, cut out and then attach the stick and it’s done.

 

Kalki played the cartoon wayang in the dark with a white screen and a shooting lamp behind the screen. So there were the shadows of the wayang on the screen. He made up a story while playing the characters. But you don’t need to play with the screen and lamp. You can make a scenery background instead.

 

Happy playing cartoon wayang 🙂

Intan Rastini.