Posyandu Kenanga Baru di Februari

Ada yang baru di Posyandu Kenanga bulan Februari ini…
Udah tau kan bulan Februari ini bulan pemberian vitamin A kepada bayi dan balita?

Nah, kalo udah tau segera bawa bayi dan balita ibu-ibu ke posyandu atau puskesmas terdekat. Karena hari ini Kalki dan Kavin baru aja datang ke posyandu dan pulang bawa 2 bungkus biskuit MPASI untuk balita. Gratis!

Rasanya enak, lho… mamanya aja ikut nyemilin. Awalnya langsung dibuka di Posyandu buat adik Kavin trus sisa dikit papa yang nyobain bilang ke mama kalo rasanya enak. Eh, ternyata memang bener enak. Nyam… nyam… nyam…

Berat badan Kalki dan Kavin setelah ditimbang cuma naik 1 ons aja mereka. Huuh.

Kalki
BB:16,1 kg
TB: 99,5 cm
LK: 51 cm

Kavin
BB:11,5 kg
TB: 83 cm
LK: 49,5 cm

Sudah dapat vitamin A masing-masing 1 butir kapsul merah.

Dan bulan ini mama mulai jadi kader posyandu jadi nggak bisa langsung pulang bareng papa dan anak-anak melainkan masih harus catat-mencatat buku register posyandu bersama ibu-ibu kader lainnya. Lumayan.. pas mau pulang bubur kacang hijau masih ada dan mama ditawari untuk bawa pulang :).
♡ Intan Rastini

Pembuatan SIM C Baru di Tabanan

Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui… maunya seperti peribahasa begitu, sih, meskipun alhasil dayungnya berkali-kali juga untuk sampai ke tujuan. Saat cetak kartu kepesertaan BPJS Kesehatan di Tabanan, saya juga sekalian ngurus pembuatan SIM baru di Polres. Kan Polres Tabanan cukup dekat tuh, ada di seberang jalan dari kantor BPJS Kesehatan. Jadi sekalinya ke pusat kota Tabanan saya rencanakan bikin SIM C baru juga, toh cetak kartu JKN-KIS nggak lama cuma 15 menit.

Pertama-tama terima kasih kepada Polri karena sekarang sudah bergerak Saber Pungli (sapu bersih pungutan liar). Di Polres ngurus SIM jadi bersih dan nggak perlu calo. Saya aja datang sendirian ke Polres bisa dengan mudah mengikuti alur proses pembuatan SIM dengan baik dan lumayan lancar.

Yang perlu dipersiapkan saat akan mengurus SIM C baru yaitu untuk kendaraan bermotor roda dua:

  1. Foto copy KTP
  2. Surat keterangan sehat dari dokter
  3. Surat keterangan hasil tes psikolog
  4. Stopmap untuk tempat berkas di atas
  5. Bawa uang tunai

Sebelum saya berangkat ke Tabanan, saya sudah mampir dulu ke Puskesmas Selemadeg buat bikin surat keterangan sehat dari dokter. Pembuatan surat keterangan sehat dari dokter relatif cepat. Cuma antre bentar lalu cek tensi dan dituliskan hasil cek kesehatan dan keperluan suratnya untuk apa. Bayar di Puskesmas Rp 21.000. Sebenarnya ada juga praktek dokter swasta di area dekat Polres dan kata suami saya pemohon SIM bisa minta surat dokter disana dengan biaya Rp 25.000 karena kalau udah on the spot tapi belum siap surat dokter ya disarankan kesana dulu.

Nah, saya udah bawa tuh foto copy KTP dan surat keterangan dokter. Pas sampai di depan loket 1, ternyata dibutuhkan juga hasil tes psikologi. Akhirnya petugas di loket memberi tahu supaya tes psikologi dulu di luar. Pas saya tanya pak polisi dimana tempat tes psikologi… Aah ternyata ada di gang sebelah kompleks polres. Ya udah jalan kaki lah saya kesana, ada juga orang yang kesana sepertinya juga sebagai pemohon SIM butuh melengkapi berkas pemohon.

Ada biaya lagi yang perlu dikeluarkan yaitu tes psikologi Rp 60.000 pas ditawari beli stopmap di tempat registrasi psikolog untuk bawa surat hasil tesnya, saya bilang sudah bawa map  (dan itu map EF bagus dari mika lagi). Surat-surat kelengkapan sudah semua lalu saya serahkan ke Loket 1 kan, eh tapi petugasnya nanya map.. ya saya kasi map mika beningnya EF. Bapaknya sempat bingung juga ngeliat mapnya, akhirnya diminta beli stopmap polio dulu yang dari karton biasa itu supaya bisa ditulisin gitu deh kayaknya di depannya kode bikin SIM apa. Disaranin belinya di koperasi ada di belakang. Tapi pas saya kesana stopmap lagi habis. Duh, balik lagi deh saya jalan kaki ke tempat psikolog cuma buat beli map Rp 2.000.

Setelah selesai berkas lengkap beserta stopmap. Petugas loket akan memberikan formulir untuk diisi sesuai contoh yang ada di atas bangku seperti meja. Setelah selesai mengisi, diberikan lagi ke petugas loket lalu kita diminta bawa berkasnya ke ruang AVIS untuk tes teori. Ruangannya ada di lantai dua sebelah bangunan loket. Kelihatan jelas karena ada namanya Gedung AVIS. Sayangnya saat itu langsung turun hujan jadi saya bingung mau nunggu hujan reda atau lanjut. Akhirnya saya terobos aja hujannya kan cuma nyeberang jalan kurang lebih 5 meter.

Masuk di ruang AVIS nanti kita akan mengisi daftar hadir seperti absen kuliah gitu. Lalu dipersilakan duduk di depan komputer dan diberi penjelasan mengenai aturan ujian teori SIM menggunakan komputer. Untuk SIM C akan ada 30 soal dan jawabannya hanya benar atau salah dengan mengklik mouse tombol kiri atau kanan. Dari 30 soal akan lulus jika minimal salah jawab 9 soal. Setiap soal ada waktu untuk menjawab selama 10 detik saja. Jawabnya pas di antara 1 hingga 10 detik, jangan lebih awal saat perhitungan waktu belum mulai maupun pas waktunya sudah habis.

Saya langsung lulus dengan hasil benar 23 soal, yeeaaah. Hahaha sempat deg-deg juga lho karena kesempatan buat kesalahan tinggal 2 aja. Hasil ujian pun dicetak dan masuk ke stopmap. Setelah ujian teori lulus kita bisa langsung ujian praktek ke lapangan. Cuman hujannya masih awet jadi saya duduk-duduk bentar disitu. Pas peserta ujian lainnya yang cuma 2 orang remaja laki-laki menerobos hujan ke lapangan, saya pun ikut juga.

Di lapangan sebenernya kita bisa langsung ujian praktek naik motor untuk pemohon SIM C tapi karena hujannya lamaaa banget ga berhenti-berhenti sampai jam 1 siang.. kami pun disuruh pulang dulu dan lanjut besok jam 8 pagi langsung aja ke lapangan. hmm.. akibat hujan, sebelumnya saya sempat nunggu di pinggir lapangan lama dari jam 11 siang dengan 4 orang lain yang akan ujian juga lalu sempat saya tinggal makan siang di kantin jam setengah 12, tuh. Pas disuruh pulang itu pun masih dalam kondisi hujan sampai rumah.

Besoknya hari juga hujan dari pagi. Begitu agak terang meski masih hujan ringan, saya berangkat dari rumah ke polres pukul 10 pagi. Sesampainya di Polres pukul 11 dan ternyata ada briefing kepada para peserta ujian praktek SIM di lapangan meski gerimis. Saya seneng banget akhirnya bisa ujian praktek juga meski masih gerimis. Pas isi daftar hadir, petugasnya bilang, “ibu pakai celana pendek ya?”

Saya jawab, “iya. Karena hujan pak.”

Petugasnya menjelaskan bahwa nanti bisa nggak dikasi foto kalau pakai celana pendek… Ya ampun… untung di dekat sana ada rumah saudara sepupu saya sehingga saya ijin pulang dulu ganti celana. Pas balik lagi ke polres dengan bercelana panjang, hujan udah reda dan lapangan udah sepi. Petugas udah ganti orang dan itu petugas yang sama saat kemarin nyuruh pulang aja karena hujan. Akhirnya sesi ujian praktek diluluskan dan saya diminta membawa berkasnya kembali ke loket 1.

Di loket satu berkasnya dicek-cek lalu diberi sehelai kertas slip untuk bayar ke bank BRI di sudut belakang loket. Letaknya di sebelah deretan kantin. Tinggal memutar sedikit ke belakang loket arah ke parkiran dan lapangan. Di bank BRI cuma ada satu petugas teller dan ngga ada antrean. Pembuatan SIM C baru kena biaya Rp 100.000 dan saya bayar dengan uang tunai. Lalu dapat bukti pembayaran. Nah, kembali lagi le Loket 1 dan akhirnya berkas 1 stopmap + bukti pembayarannya bisa diberikan ke loket pendaftaran untuk foto SIM.

Nggak lama kemudian dipanggil dua nama untuk masuk le ruang foto tapi proses fotonya satu per satu. Saat giliran saya, dimintai tempel ibu jari kiri lalu kanan, tanda tangan, difoto dan selesai. Tunggu di luar lagi buat ambil SIM. Saat menunggu itu udah tepat jam 12 siang. Ada ibu-ibu nganter anaknya mau daftar pembuatan SIM baru di loket 1 tapi ditolak karena loketnya sudah tutup. Ada ketentuan tertulis di papan bahwa tutupnya loket pendaftaran pukul 10.00 WITA. Sambil nunggu, sambil baca-baca…eh emang ada banner besar yang ditempel di tembok bahwa dilarang menggunakan celana pendek, tank top dan rok mini.

Nah, saat dipanggil akhirnya SIM saya sudah dicetak dan tinggal tulis di buku bahwa sudah mengambil SIM. Saya duduk-duduk dulu di kursi tunggu untuk mengamati SIM baru saya dan merasa puas udah ngurus sendirian kesini. Wuah lega rasanya berkendara nggak perlu was-was si razia lageeee….! Hehehehe..

Penting banget tuh baca-baca ketentuan di Polres Tabanan dan belajar dari pengalaman saya… Seperti:

  • Datang untuk medaftar pagi sebelum pukul 10 WITA
  • Rencanakan pas hari cerah untuk membuat SIM baru. Kalau perpanjangan SIM kan tidak perlu tes jadi nggak terlalu masalah.
  • Pakai celana panjang dan baju rapi yang bagus untuk difoto SIM apalagi buat dilihat-lihat selama 5 tahun ke depan, ya kaan…
  • Siapkan fotocopy KTP karena dibutuhkan di loket 1 lembar
  • Buat surat keterangan sehat dulu dari dokter di Puskesmas/klinik terdekat supaya tidak antre di tempat praktek dokter dekat polres yang belum tentu cepat. Ini untuk antisipasi nunggu kelamaan dan di polres kayaknya udah nggak menerima ujian praktek lagi tuh jam 1 siang alias tutup seloket di depannya juga.
  • Untuk tes psikologi relatif cepat waktu saya ke sana, jadi masih nggak masalah
  • Bawa stopmap sendiri juga boleh tapi stopmap folio polos biasa yang dari karton itu lho
  • Bawa minum dari rumah. Saya selalu bawa botol minum sendiri, sih. Biar kalau grogi saat ujian bisa minum dulu dan tenggorokan nggak seret karena nervous.

Jadi saya menghabiskan biaya sebesar:

  1. Surat keterangan dokter di Puskesmas Selemadeg sebenernya 21ribu tapi nggak ada kembalian bayarnya Rp 22.000
  2. Tes psikologi oleh psikolog praktek swasta dekat Polres Tabanan Rp 60.000
  3. Beli stopmap Rp 2.000
  4. Biaya pembuatan SIM bayar di Bank BRI Rp 100.000
  5. Fotocopy KTP udah punya banyak duluan jadi ga masuk perhitungan

TOTAL Rp 184.000

Biaya lain-lainnya:

  1. Makan siang di kantin, nasi dadar jagung dan cap cay Rp 7.000
  2. Kerupuk dan snack kentang Rp 3.000
  3. Bensin Rp. 20.000

Total pengeluaran tambahan Rp 30.000

Grand Total Rp 214.000

Bisa diperkirakan segitu cost-nya untuk bikin SIM baru di Tabanan. Biaya pembuatan SIM hanya Rp 100.000 tapi biaya lain-lainnya mengikuti. Pelayanan para petugas selama saya buat SIM sudah bagus apalagi jika hari cerah sebenernya SIM saya bisa 1 hari langsung jadi. Sehingga bagi saya yang rumahnya jauh ga perlu bolak-balik ke Polres… Hmmm, seandainya saja pilih buat SIM di musim kemarau 😀

P.S. SIM-nya berlaku sampai 5 tahun lagi dan habis pada tanggal yang sama dengan hari ini. Sebaiknya jika masih perlu untuk mengemudi kendaraan bermotor, diurus perpanjangannya satu bulan sebelum habis masa berlakunya 😉

♡ Intan Rastini

Pengalaman Daftar JKN-KIS di BPJS Kesehatan Tabanan

Di Bali, Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) yang diregulasi oleh Gubernur Mangku Pastika sudah tidak berlaku lagi dan mulai diintegrasikan secara nasional ke Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS Kesehatan.

Dulu kalau kami ke Pustu atau ke Puskesmas cukup tunjukkan fotocopy KTP atau fotocopy KK bagi anak-anak lalu bisa berobat tanpa bayar. Tapi awal Januari 2017 ini saya pulang dari Surabaya dan berobat ke Puskesmas karena sakit gigi, ternyata jika tidak memiliki KIS (Kartu Indonesia Sehat) bayar biaya pemeriksaan dan pengobatan sesuai dari tindakan pemeriksaan yang dilakukan dokter.

Akhirnya tanggal 16 Januari lalu kami berangkat sekeluarga ke kantor BPJS di Tabanan di Jl. Pahlawan No. 1 yang persis bersebelahan dengan kantor JNE. Tepatnya di seberang Kantor Pos Tabanan. Sebelumnya udah cari tau dulu dong, apa-apa yang perlu dipersiapkan buat daftar ke BPJS Kesehatan:

  1. Fotocopy KK
  2. Fotocopy KTP setiap anggota keluarga yang akan didaftarkan
  3. Pas foto berwarna 3 x 4 setiap anggota keluarga yang didaftarkan kecuali anak-anak di bawah 5 tahun
  4. Fotocopy halaman depan buku tabungan calon pendaftar (ini bagi yang ingin mendaftar layanan kelas I dan II)

Karena kami mau mendaftar layanan kelas III jadi ga perlu bawa poin no. 4.

Sesampainya di kantor BPJS pukul 9 pagi ternyaya cukup ramai, padahal baru buka. Ternyata ramai karena banyak orang minta nomor antrean ke satpam. Saya sendiri sampai kehabisan nomor antrean. Untung ada orang yang pulang karena tidak jadi ngurus BPJS dan nomor antreannya boleh saya minta. Maka saya dapat nomor… 59.
Selagi menunggu antrean, saya mengisi form pendaftaran. Berupa data-data diri calon peserta JKN dan menentukan fasilitas kesehatan pertama. Nah, disini saya bingung pilihnya karena faskes terdekat dari rumah adalah Puskesmas Bajera tetapi area pelayanan kesehatan kami masuk ke Puskesmas Surabrata yang aksesnya lebih jauh dari Bajera. Bisa juga pilih praktek dokter swasta tapi kan tidak selengkap fasilitas puskesmas yang langsung jadi satu ada poli umum, poli gigi, UGD dan laboratorium. Akhirnya saya pilih Puskesmas Surabrata.

Setelah sempat ngobrol dengan bidan di Pustu saat kontrol KB, jika saya pilih Puskesmas Surabrata maka bisa periksa di Pustu juga dengan KIS. Tapi kalau pilih Puskesmas Bajera sebagai faskes I JKN maka saya sekeluarga perlu bayar jika periksa di Pustu nantinya. Maka pilihan faskes yang agak meresahkan ini saya pikir sudah tepat.

Lalu untuk pilihan kelas layanan rawat inap saya pilih kelas III dan iurannya Rp 25.500 /orang. Untuk satu keluarga yang didaftarkan kelasnya harus sama semua. Anggota keluarga saya yang berjumlah 4 orang kena total iuran Rp 102.000 perbulannya. Nah, setelah selesai mengisi form, tanda tangan dan tempelkan foto-foto pendaftar di kertas formulirnya dan gabungkan dengan fotocopy KTP, fotocopy KK, dll.

Saat nomor antrean saya dipanggil itu sudah sekitar jam 3 sore dan saya serahkan berkas pendaftaran kepada petugas BPJS Kesehatan. Sempat ditanya apa tujuannya untuk mendaftar baru lalu konfirmasi faskes yang dipilih. Nggak lama kemudian akan diberi cetakan kertas nomor Virtual Account (VA) untuk membayar iuran pertama paling cepat 2 minggu lagi dan paling lambat 30 hari. Setelah bayar bisa bawa bukti pembayaran ke kantor untuk dicetakkan kartunya. Untuk cetak kartu tidak perlu antre lagi langsung masuk saja ke dalam kantor dan bilang ke petugas.

Saat mendaftar tanggal 16 maka tanggal 30 Januari kemarin saya sudah bisa bayar iuran BPJS pertama. Tapi saya bayarkan tanggal 1 Februari di ATM BRI. Caranya cukup mudah:

  1. Masukkan kartu ATM
  2. Pilih Bahasa
  3. Masukkan PIN
  4. Pilih menu “Pembayaran”
  5. Cari menu “BPJS kesehatan”, jika belum ketemu tekan pilihan “Lainnya” hingga ke halaman selanjutnya, tekan “Lainnya” lagi jika belum ada
  6. Tekan menu “BPJS Kesehatan”
  7. Masukkan no. VA 888880xxxxxx
  8. Maka akan muncul nama peserta dan jumlah tagihan yang sudah terakumulasi untuk satu keluarga, jika sudah benar tekan “Ya”
  9. Jika tidak ada transaksi lagi, ambil kartu ATM dan bukti pembayaran

Kalau kurang jelas, tips saya pilih ATM di dekat lokasi bank sehingga bisa tanya ke satpam.

Abis dari ATM cusss bablas ke kantor BPJS Kesehatan di Tabanan. Saya langsung sodorkan ke petugas berkas pendaftaran dan bukti pembayaran iuran pertama bahwa mau cetak kartu. Kira-kira 10 menit kemudian nama kepala keluarga saya dipanggil lalu saya sudah pegang 4 kartu BPJS Kesehatan. Sebelumnya disuruh cek dulu data yang tercetak di kartu apakah sudah benar semua. Setiap kartu berisi nomor kartu, nama, alamat, tanggal lahir, NIK dan faskes tingkat I yang dipilih. Yap, udah bener semua langsung pulang, deh.


Nah sekarang udah pada punya KIS bisa periksa ke Puskesmas Surabrata dan Pustu Angkah.
Untuk catatan aja, waktu periksa gigi yang lalu di Puskesmas Surabrata bayar Rp 15.000 dan mau cabut akar gigi yang kemungkinan masih tertinggal bayar Rp 65.000. Selain itu saya cek golongan darahnya Kavin bayar Rp 10.000.

Sempat juga bikin surat keterangan sehat dari dokter di Puskesmas Bajera untuk pembuatan SIM C bayar Rp 21.000. Tapi saya belum tau juga sih, bisa nggak pakai KIS untuk buat surat keterangan dokter.

Selebihnya pelayanan di kantor BPJS Kesehatan Tabanan mulai dari satpam, petugas di luar kantor dan yang di dalam kantor ramah-ramah. ANTREAN DIBATASI setiap harinya sampai 70 atau 100 nomor saja. Jadi penting untuk ambil nomor antrean saat kantor buka pukul 9 pagi. Kalau mau cepet dan nggak antre, daftar online saja dulu lalu dapat VA dan bayar iuran pertama pada tanggal yang ditentukan, jadi ke kantor untuk cetak kartu saja.

Sayang banget BPJS Kesehatan ini tidak memfasilitasi peserta untuk dapat periksa ke fasilitas kesehatan dimana saja yang sudah terdaftar oleh BPJS Kesehatan. Karena harus periksa ke faskes pertama yang sudah dipilih dan ditentukan itulah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan jadi kurang fleksibel dan membatasi akses peserta jika bepergian.

Semoga kedepannya pelayanan BPJS Kesehatan semakin maju lagi dengan memberikan keleluasaan bagi pesertanya supaya dapat berobat di fasilitas kesehatan dimana saja.

Alamat web BPJS Kesehatan: 

https://www.bpjs-kesehatan.go.id/

Twitter: @BPJSKesehatanRI

IG: @bpjskesehatan_ri
♡ Intan Rastini

Rekap Posyandu Oktober-Januari

Oktober 2016

  • Kalki

BB: 15,1 kg

TB: 97,5 cm

  • Kavin (18 bulan)

BB: 10,9 kg

LK: 49 cm

TB: 79,5 cm
November 2016

  • Kalki

BB: 15,3 kg

  • Kavin

BB: 11 kg
Desember 2016

  • Kalki (3,5 tahun)

BB: 15,5 kg

  • Kavin

BB: 11,2 kg
Januari 2016

  • Kalki

BB: 16 kg

LK: 51 cm

TB: 99,5 cm

  • Kavin (21 bulan)

BB: 11,4 kg

LK: 49,5 cm

TB: 83 cm

Bulan ini Kalki dan Kavin batuk disusul sedikit pilek selama 1 mingguan.
Ini buat catatan pribadi pertumbuhan anak. Maunya mulai tahun ini nyatet beginian setiap 3 bulan atau 6 bulan sekali gitu biar terangkum jadi satu. Ditambah catatan sakit.

Untuk pembanding, nih ada daftar berat badan (BB), lingkar kepala (LK), dan tinggi badan (TB) dari Pokojang. Simak yuk… gambar diambil dari FB Mamy Poko.​

Anak-anak kita sudah ideal belum? Jangan sampai kekurangan gizi maupun kelebihan gizi, ya!
♡ Intan Rastini

Mooncup is Totally My Wonderful Bestfriend!

Udah 1 tahun lebih bersama Mooncup, nih. Rasanya seneng banget karena misi mengurangi limbah pembalut wanita sekali pakai sudah berhasil!
Kenalin, sahabat baru saya, Mooncup. Dia itu praktis dan nyaman banget menemani hari-hari datang bulan saya. Saya jadi nggak perlu ribet buang sampah sisa pembalut dan ga perlu beli-beli pembalut lagi.

Pokoknya puas banget berteman sama Mooncup. Dulu saya pakai menstrual pad yang dari kain, sekarang udah dapat temen baru, temen lama masih bisa menemani secara fleksibel, kok… tenang aja, teman-teman saya semua ramah lingkungan hihihi.

Ada yang belum tau Mooncup?


Ini sahabat wanita berbentuk cup atau cawan terbuat dari plastik lentur berstandar untuk penggunaan medis yang berfungsi menampung darah saat haid. Jadi karena lentur dan lunak, letak penggunaannya seperti tampon, ada di liang miss V. Tapi tidak seperti tampon yang sekali pakai dan fungsinya menyerap, ini bisa dicuci dan pakai lagi hingga 10 tahun dan fungsinya menampung.
Ada kesulitan saat pakai Moon Cup pertama kali?

Bagi saya sih kesulitannya untuk membuat Mooncup vakum saat masuk ke miss V. Karena kalo ga dipastikan dalam keadaan udah vakum, bisa jadi bocor. Untuk memasukkan ke dalam sih nggak terlalu masalah karena dilipat seperti bunga tulip gitu.

Selebihnya enak-enak aja kok, pakai Mooncup. Saya jadi ngefans banget sama produk ini. Penggunaan selama haid mudah, tinggal kosongkan setiap 4-8 jam terutama saat heavy flow agar tidak kepenuhan hingga bocor. Tapi kalo udah nggak heavy flow, pakai semalaman pun worry-free. Ngosongkannya dengan buang darah ke toilet lalu bilas Mooncup dengan air hingga bersih dan pastikan lubang udara kecil-kecil di tepiannya tidak tersumbat.

Jika sudah selesai haid, Mooncup bisa dicuci dengan mild soap non fragrance seperti sabun kewanitaan Lactacyd. Keringkan dan simpan kembali ke pouch kainnya. Nah, 3 bulan sekali bisa disterilkan dengan cara direbus, direndam dalam larutan pensteril atau tablet pensteril. Saya pernah pakai Sleek Hygiene Solution cairan pensteril botol susu bayi. Sisanya direbus pakai panci khusus buat sterilin Mooncup.

Tipe ukuran Mooncup ada dua, A dan B. Saya pakai yang A karena sudah pernah melahirkan normal. Bedanya begini:

Kalau usia di atas 30 tahun pakai size A. 

Untuk di bawah usia 30 tahun tapi sudah pernah melahirkan secara normal pakai size A.

Di bawah usia 30 tahun belum pernah melahirkan atau sudah pernah melahirkan tapi secara Caesarean maka pakai size B.

Gampang kan menentukan size yang cocok kalo berminat pakai Mooncup?

Tambahan lagi nih, saya juga pakai alat kontrasepsi IUD di dalam rahim dan selama ini berbarengan dengan penggunaan Mooncup nggak ada masalah.

Beda dengan pakai pembalut atau menspad, Mooncup itu nggak “ganjel”. Rasanya bebas dan leluasa, nggak takut geser, nggak perlu risih karena lihat permukaan merah-merah di pembalut saat pipis atau risih karena si pembalut lembap rasanya. Totally clean! Bahkan bisa aktif olahraga seperti berenang, lho….

Dimana bisa beli Mooncup?

Saya beli online di Momselect Shop setelah baca review di Urbanmama.com 🙂 waktu beli bedah tabungan dulu… harganya Rp 600.000  mahal ya, tapi worth it banget convinience-nya. Malah pingin beli lagi biar pakai Mooncup terus sampai menopause hehe.

Selamat menjalin pertemanan baru dengan Mooncup, say hi to our friend from UK!

Ayo dong tahun baru, gaya hidup baru 😉

♡ Intan Rastini.

Kalki Bertemu Tuan Belalang (Master Mantis)

Sore ini Kalki pergi ke kebun bersama papa dan pekak naik motor. Saat sudah sampai kebun, motor pun diparkir. 

“Pa, ada belalang pa,

Itu pa, ada belalang di atas motor, pa…” seru Kalki.

“Belalangnya bagus pa..” tambah Kalki.

“Ya.” Jawab papa.

“Ada matanya,” kata Kalki

“Ya.” Jawab papa.

“Ada mulutnya,” kata Kalki

“Ya.” Jawab papa.

“Ada sayapnya,” kata Kalki

“Ya.” Jawab papa.

“Ada kakinya,” kata Kalki

“Ya.” Jawab papa.

“Kok, nggak pakai topi, pa?” Tanya Kalki

“Ha ha ha ha….” Papa nggak bisa jawab lagi.



This is a little story about My Trip My Adventure Toddler 😀

Ooh yaa, happy new year 2017 all!

Resep Rempeyek Kacang Tanah

Siapa suka makan pecel ayam lengkap dengan tahu-tempe dan lalapannya pagi-pagi? Nah, jika Anda suka makan pecel pasti tau dong dengan yang namanya rempeyek?

Karena nasi pecel aja banyak macamnya, maka rempeyek pun juga ada macam-macam… Ada rempeyek kacang tanah atau rempeyek udang bahkan rempeyek ikan teri. Tapi satu yang pasti adalah sama-sama gurih, bergizi, garing dan renyah untuk menemani makan nasi.

Karena saya kelamaan tinggal di Pulau Jawa, jarang juga nemu pedagang pecel satu paket dengan rempeyek di Bali, meskipun memang ada sesekali dijual rempeyeknya aja di kios atau warung nasi. Lah kok kemudian desa tempat saya tinggal ini kedatangan mahasiswa-mahasiswi KKN Undiksa dari Singaraja yang memberikan demo memasak rempeyek di rapat rutin ibu-ibu PKK. Ya udah resepnya saya catat dan saat menggorengnya pun saya ikutan praktek dipandu oleh adik-adik mahasiswi.

Yuk mari kita coba di rumah….

Bahan:

Adonan Kering

1. Tepung beras 250 gram

2. Tepung Kanji 2 1/2 sdm

Adonan Basah

3. Santan 1 bks (saya pakai Sunkara kemasan pouch segitiga)

4. Air secukupnya

5. Telur 1 butir

Bumbu

6. Garam 1/2 sdt

7. Bubuk Kaldu sesuai selera

8. Bawang merah 2 siung

9. Bawang putih 4 siung

10. Kemiri 2 butir

11. Cabe sesuai selera

12. Ketumbar secukupnya

Isi

13. Kacang tanah

14. Daun jeruk limau

15. Kunyit 2 ruas kecil

16. Minyak goreng 300ml


Cara membuat adonan rempeyek:

1. Campur tepung beras, garam dan 2 1/2 sdm tepung tapioka lalu aduk rata

2. Campur 1 bks Santan aduk dengan air 2-3 gelas belimbing tambahkan telur 1 butir lalu aduk rata

3. Uleg bumbu 2 bawang merah, 4 bawang putih, 2 butir kemiri,ketumbar secukupnya dan kunyit plus cabe sesuai selera Anda

4. Uleg kasar kacang tanah

5. Iris tipis jeruk limau

6. Campurkan adonan kering lalu bumbu dan isi rempeyek, aduk-aduk agar komposisi tetap bercampur rata

7. Panaskan minyak goreng di wajan melengkung dengan permukaan yang kalis. Jika wajan dirasa kurang kalis bisa dengan menyiramkan sedikit minyak ke pinggirannya secara berkala

8. Siapkan soup laddle (sendok bundar berceruk khusus memasak sup) berbahan stainless steel untuk menyendok adonan rempeyek sambil diaduk-aduk sebelumnya lalu tuangkan adonan rempeyek melebar ke sekeliling pinggiran wajan di atas permukaan minyak dan biarkan adonan mengalir ke dalam minyak

9. Jika adonan yang menempel di pinggiran wajan sudah kering akan bisa lepas lalu goreng ke minyak di tengah wajan, maka rempeyek akan menjadi tipis dan renyah

10. Angkat jika sudah berwarna kuning kecoklatan dan tiriskan dari minyak

Sudah. Selesai deh… Jika sudah tiris minyaknya, rempeyek bisa disimpan di dalam wadah kedap udara. Karena jika dibiarkan di wadah terbuka akan melempem dalam waktu semalam :).

Terima kasih untuk mahasiswa-mahasiswi Undiksa Singaraja yang sudah berbagi ilmunya kepada kami semua.

Saya sudah dua kali produksi rempeyek, nih… Kalki dan Kavin suka juga nyemilin hihihi.

Yang renyah-renyah cocok juga untuk menemani yang berkuah-kuah :-d


Selamat mencoba dan selamat makan siang, ya.
♡ Intan Rastini