Homemade Spinach Chips!

I love potato chips, but it is difficult to slice the potato very thin to have a crispy homemade potato chips. Instead I have a bunch of spinach given by my relatives, so I made this veggie chips. This recipe I got from Radita Puspa‘s mom. So thank you for the recipe!

I consider the spinach chips as snacks and complements for my meal. As a snack I eat the chip with tomato sauce, and it is delicious!

Scroll down if you want the recipe in English.

Spinach cips with thin flour mixture

Keripik Bayam

Bahan:
1. Daun salam 3 lembar
2. Air 500 ml
3. Minyak goreng 300 ml
4. Daun Bayam yang lebar dan tua
5. Tepung beras 5 sdm
6. Garam 1/4 sdm dan lada 1/4 sdt

Cara membuat:
1. Cuci bersih daun salam dan daun bayam dan petik dari batangnya
2. Rebus daun salam dengan air sampai mendidih, setelah mendidih biarkan dingin
3. Campur tepung beras dengan garam, lada bubuk dan gula secukupnya aduk rata
4. Ambil air rebusan daun salam yang sudah dingin sebanyak 10 sendok makan, campurkan dengan tepung beras, aduk perlahan sampai tercampur rata dengan kekentalan yang cukup
5. Siapkan wajan dan panaskan minyak goreng
6. Celupkan daun bayam ke adonan tepung lalu goreng, angkat jika tepung sudah berwarna kuning kecokelatan
7. Ulangin proses mencelup setiap daun bayam ke adonan tepung dan goreng sampai semua bahan habis atau dirasa jumlah keripik bayam sudah cukup
8. Tiriskan semua keripik bayam yang telah digoreng saat sudah dingin simpan dalam wadah kedap udara supaya tetap renyah
9. Keripik bayam siap disajikan sebagai pelengkap hidangan Anda

Jumlah: 20 keripik bayam dengan ukuran bervariasi. Dominan yang berukuran setelapak tangan saya.

Spinach chips with nutritional yeast

Spinach Chips

Ingredients:
1. 3 pcs of bay leaves
2. 500 ml of water
3. 300 ml of frying oil
4. 20 spinach leaves, choose wide and old ones
5. 5 tbs of rice flour
6. 1/4 of salt, and 1/4 tsp of pepper powder

How to cook:

1. Clean the bay leaves and spinach with water, remove the spinach branch from each leave
2. Boil the bay leaves with water, after it’s boiling, let it be cool by air temperature
3. Mix rhe rice flour with salt and pepper well
4. Take 10 tablespoon of boiled bay leaves water, mix and stir with the flour. Stir until it is well-mixed
5. Prepare the frying pan or wok, pour the frying oil and heat it
6. Dip a spinach leave to the flour mixture then fry it. Take it from the frying pan when its color is already golden brown. Or the leave is felt stiff just like a chip
7. Redo the process until all the spinach is fried or until yoi think you have enough spinach chips
8. Drain all spinach chips until they are not hot anymore then keep in air thight storage to preserve its crispiness
9. Spinach chips are reay to serve as the complements to your meal

I have tried this recipe 4 times. I tried with thick flour mixture, thin flour mixture, I mix the mixture with flaxseeds and then I mix with nutritional yeast. All of them are just fine! If you use thicker mixture the chips will be hard when they are not crispy anymore but if you use very thin flour mixture it will be soft and chewy when it loses ita crispiness.

With my recipe you will have about 20 spinach leaves with various size of the leaves, but mostly they are as big as my palm. My kids really love the spinach chips!

A heap of spinach chips for my sons

💚 Intan Rastini

Advertisements

Membuat Acar Jerman “Sauerkraut” dari Kubis

Suami saya suka banget dengan acar. Biasanya yang saya buat cuma acar mentimun dan wortel dikasi bawang merah pakai cuka dan gula. Kali ini ada acar baru yang enak juga dan bagus untuk saluran pencernaan karena mengandung probiotik dari tanaman. Tanaman apa yang dipakai? Yaitu, kubis! Acar ini saya ketahui dari adik saya, Ryandi. Sekarang dia udah gemar makan makanan sehat dan yang plant-based karena dia udah vegan. Saya jadi ketularan dan akhirnya nyobain sauerkraut bikinan dia dan mama dari kubis merah. Rasanya asyeeeewwmmm bangeetss! Kayaknya karena proses fermentasinya berjalan terus jadi asemnya ga ketulungan apalagi buatnya di Surabaya yang panas.

Sauerkraut kubis merah buatan Ryandi dan mama dari Surabaya

Di rumah, saya coba sendiri bikin sauerkraut pakai kubis putih atau hijau. Saya fermentasi dalam waktu 3 hari aja langsung panen supaya asemnya bisa ditoleransi lidah dan perut. Tapi adik saya bilang kalau baru 3 hari koloni probiotiknya kurang banyak itu. Nggak apa-apa deh dari pada perutku perih. Kenapa ada probiotik? Karena kubis secara alami mengandung asam laktat yang disukai bakteri baik tersebut. Yuk cuss buat… Ryandi bilang “gut is our second brain, so take a good care of your gut!”

Kita coba dengan membuat sedikit dulu, next time saya mau coba bikin dengan 1 kg kubis 😙

Bahan:

1. 250gr kubis putih

2. 1/4 sendok makan garam Himalaya atau pink salt

Alat:

1. Talenan bersih

2. Pisau

3. Mangkok besar buat mencampur

4. Toples kaca ukuran 500ml yang bermulut lebar

5. Kain bersih

6. Karet atau pita buat mengikat kain yang menutup toples

**

Sebelum membuat: Pastikan semua peralatan yang akan digunakan bersih, ya.. dicuci dengan sabun lalu dibilas hingga tidak ada sisa sabunnya. Keringkan hingga tidak lembab. Termasuk tangan, karena akan menggunakan tangan untu meremas kubis.

Cara Membuat:

1. Cuci kubis dengan air matang, lalu tiriskan

2. Buang bagian kubis yang layu atau jelek

3. Iris-iris tipis helai kubis seperti pita, buang bagian tengahnya yang keras

4. Masukkan irisan kubis ke dalam mangkok besar dan taburi garam Himalaya

5. Remas-remas kubis yang sudah ditaburi garam sampai layu dan keluar sari airnya. Saya meremas kira-kira 7 menit.

6. Mulai masukkan irisan kubis yang sudah diremas ke dalam toples dan tuang juga ke toples sari air kubis yang keluar hasil peremasan tadi di mangkok

7. Tekan-tekan kubis di dalam toples agar semua bagian kubis terendam air garam, jangan sampai ada bagian kubis yang tidak terendam air garam, ya!

8. Tutup toples dengan kain dan ikat dengan karet atau pita dengan kencang, letakkan di tempat gelap yang terhindar dari sinar matahari dan biarkan hingga besok untuk memulai proses fermentasi

9. Setelah 24 jam cek lagi apakah semua bagian kubis terendam air garam, jika air garam dirasa kurang merendam seluruh kubis yang ada, bisa tambahkan larutan garam 1/2 sendok teh dengan air 250 ml. Cek tiap hari apakah ada bagian kubis yang tidak terendam, jika ada, tekan-tekan dengan sendok bersih

10. Setelah 3 hari, cicipi apakah rasa sauerkraut sudah sesuai selera. Jika asamnya masih kurang bisa difermentasikan hingga beberapa hari sampai derajat asamnya pas

11. Tidak ada patokan khusus sampai berapa hari sauerkraut yang asamnya pas bisa dipanen, tergantung suhu udara tempat tinggal. Semakin dingin, semakin lambat proses fermentasi berlangsung. Jika dirasa udah pas untuk dipanen, silakan lepas tutup kain dan tutup dengan tutup toples yang sesuai lalu letakkan ke dalam lemari es

12. Sauerkraut bisa dinikmati sebagai tambahan saat makan mie goreng, nasi goreng, mie ayam, dan lainnya sesuai selera!

Rasanya gimana? Asem-asem segeeeer gitu. Ada gurih dari garam ada sedikit manis dari hasil fermentasi kubisnya sendiri. Teksturnya ada renyahnya ada lembutnya. Hihihihi campur aduk, ya rasanya? Cobain sendiri, deh! Pokoknya appetizing banget, menggugah selera makan.

Mudah ya bikinnya? Jangan lupa sauerkraut memgandung bakteri baik untuk saluran pencernaan tapi bakteri baiknya datang dari tanaman bukan susu sapi atau dairy products. 😉😚

Saya tinggal di tenpat yang relatif dingin di daerah perbukitan, maka setelah 3 hari rasa asam sauerkrautnya saya rasa pas langsung aja saya panen. Rasa asamnya bisa berbeda setiap hari apalagi kalau di tempat panas seperti di daerah pesisir yang membuat proses fermentasi berjalan cepat.

Ada tips supaya seluruh bagian kubis terendam air garam semua yaitu dengan memasukkan toples yang lebih kecil berisi batu ke dalam toples berisu sauerkraut agar ada pemberat yang menjaga kubis tetap terendam. Seperti ini, diambil dari thekitchn.com.

Emang kalau ga terendam semua kenapa? Bisa muncul bakteri yang tak baik atau jamur! Air garam bisa mengawetkan dan menjamin proses fermentasi berjalan aman. Saya pernah mendapati noda putih jamur di kubis yang tidak terendam, tapi saya cicipi sih nggak sampai sakit perut (jangan ditiru ya…. Hehehe). Mending dibuang saja bagian yang berjamur, sisanya, kubis yang masih terendam air garam masih aman, kok!

Suami saya suka dong dengan sauerkraut bikinan istrinya, apalagi ini baru baginya. Saya suka juga! Waktu makan mie kuah pakai sauerkraut berasa kayak makan mie ayam pakai acar! Karena asem-asemnya itu menyegarkan, nggak tau kok kombinasinya bikin terasa seperti mie ayam di dagang-dagang pinggir jalan gitu, lho? Nggak percaya, cobain aja!

Selamat mencoba, ya!

💚 Intan Rastini

Homemade Chicken Nugget With Cheese and Veggie (Bilingual Recipe)

Sudah lama pingin buat nugget ayam rumahan yang diisi sayur dan keju. Enaknya bisa diisi keju dan sayur sesuai selera kalau homamade. Kalo nugget pabrikan itu emang ada yang berisi keju dan brokoli tapi itu pun berisi brokoli dikit banget. Lagian bikin sendiri buat anak-anak kan bisa nggak pakai pengawet dan penguat rasa.

 

Saat ini saya coba pakai keju cheddar biasa, ntar saya mau coba lagi dengan cara kejunya diselipkan di dalam adonan keju dan memakai keju yang lumer. Maklum keju lumer lebih mahal, jadi percobaan pertama pakai keju cheddar ajah.. Entah kenapa buat nugget ini bikin ketagihan, lho. Seru aja, dan puas saat udah ada stok frozen food di kulkas buat anak-anak. Untuk yang kedua kali saya coba nggak pakai daging ayam aja, tapi juga pork.

Resep ini diambil dari Majalah AyahBunda No.13 24 Juni-07 Juli 2013. Resep aslinya sih adonan nugget dicetak jadi satu dulu di loyang persegi lalu dikukus, setelah dikukus baru dipotong-potong. Tapi saat saya bikin nuggetnya saya bentuk dulu dengan dua sendok makan, lalu dibalur tepung roti baru dikukus. Jadi semua bahan nuggetnya sudah fully-cooked dan bisa langsung dimakan tanpa di goreng lagi.

Lalu di resep asli dari majalah, kejunya diselipkan di dalam adonan nuget bukan di campur. Tapi nggak tau juga gimana caranya, kan adonan mentah nuggetnya digabung jadi satu untuk dikukus? Jadi ini resep saya modifikasi sesuai dengan cara saya memasak. Jumlah sayur dan kejunya pun saya pakai setengahnya dari resep asli karena ternyata 200 gr sayur dan 100 gr keju  itu kebanyakan, euy!

Tapi tetap aja bisa diatur sesuai selera, kalo suka keju ya bisa aja pakai banyak keju. Kalau anaknya nggak terlalu suka sayur dan takut si anak nggak mau makan kalo kebanyakan berisi sayur, ya dikurangi aja.

Homemade Chicken Nugget With Cheese and Veggie

Bahan: – Ingredients:

16122017(006)

I use two kind of meat: chicken and pork, I also add celery to my nugget dough

  1. 500 gram ayam bagian dada tanpa kulit potong kecil – 500 gr chicken breast without the skin
  2. 100 gram buncis, iris tipis – 100 gr sliced beans
  3. 100 gram wortel, potong dadu kecil – 100 gr chopped carrot
  4. 1 batang seledri cincang halus – 1 minced celery leaf
  5. 1 butir telur, kocok lepas – 1 egg, beat it an a bowl
  6. 2 sendok makan tepung terigu – 2 tbs flour
  7. 50 gram keju cheddar, potong dadu kecil – 50 gr cheddar cheese
  8. 2 siung bawang putih diuleg halus – 2 cloves of minced garlic
  9. 1 sendok teh garam – 1 tsp salt
  10. ½ sendok teh lada halus – ½ tsp pepper powder

Bahan Pelapis: – Coating Ingredients:

  1. 200 gram tepung roti – 200gr breadcrumb

Cara Membuat : – How To Make:

  1. Cincang halus ayam. Tambahkan wortel, buncis, seledri, keju, 1 butir telur, bawang putih, garam, lada dan tepung terigu aduk rata. – Mince the chicken meat, add chopped carrot, sliced bean, minced celery, cheese, beaten egg, minced garlic, salt, pepper and flour. Mix well.
  2. Cetak adonan bentuk dengan sendok berbentuk bulatan atau sesuai selera. – Form the nugget mixture into a ball shape or something else as long as you like it.
  3. Balurkan ke tepung roti dan saya remas-remas sedikit biar tepung rotinya nempel. – Roll the nugget mixture into the breadcrumb and squeeze a little bit so the bread crumb is attached deeper to the dough.
  4. Kukus selama 15-20 menit. – Steam all of the nugget mixture for 15-20 minutes.
  5. Masukkan nugget ke freezer atau bisa langsung digoreng hingga kecokelatan. – Keep in the freezer or fry some until they become golden brown.

Saya memang balurkan adonan nugget ke tepung roti dulu baru dikukus, kalau resep dari majalah AyahBunda, adonan dikukus dulu baru diberi bahan pencelup (susu cair, tepung terigu dan telur) dan dibalurkan ke tepung roti. Saya rasa dengan diberi tepung roti saat adonan masih mentah, tepung rotinya lebih bisa nempel, lalu ikut terkukus semua adonannya jadi tidak ada yang mentah. Saat mau dimakan pun saya tidak perlu menggoreng nugget dengan cara deep-fried, tapi bisa di tumis dengan minyak sedikit saja.

Untuk trik menabur tepung roti, sebaiknya ditabur sedikit-sedikit. Karena saya sudah menuang 100 gr tepung roti di mangkok, lalu nuggetnya dibalur tepung roti di mangkok jadinya tepung roti sisanya pun menggumpal terkena adonan nugget. Kalau tepung roti udah meggumpal udah susah deh nempel di permukaan nugget. Lebih baik ditaburi dengan di tuang sedikit-sedikit dengan tepung roti sisanya dibiarkan di kemasan atau wadah terpisah.

Saya buat dengan mencetak menggunakan 2 sendok makan, yang satu bentuknya bulat sempurna yang satu sendok makan biasa yang oval. Itu bisa menjadi 24 nugget. Tapi saya rasa 1 sendok makan itu cukup banyak, sehingga cetakan adonan nuggetnya nggak kebesaran. Lain kali saya mau cetak setengah sendok makan aja.

Stok nuggetnya lumayan buat bekal Kalki ke sekolah besok nih…. Saya udah coba bikin nugget 5 kali, 4 Kali dengan daging ayam dan 1 kali dengan pork.

16122017(010)

left: chicken nugget, right: pork nugget just after being steamed

Yuk ibu-ibu bikin nugget sendiri di rumah yang sehat buat anak-anak. Selamat mencoba… Ibu-ibu udah pernah bikin nugget sendiri di rumah? Lebih suka mana, homamade nugget atau produk nugget yang sudah ada di pasaran?

Intan Rastini.

 

Ganti Kacamata Baru dengan BPJS Kesehatan

Posting lalu kan sudah saya tulis mengenai pengalaman odontectomy atau operasi cabut gigi bungsu menggunakan BPJS Kesehatan, kali ini saya mau cerita tentang prosedur pelayanan untuk mendapatkan kacamata bagi peserta BPJS Kesehatan sesuai pengalaman saya.

 

By the way, mata saya emang udah ketahuan minus sejak mau masuk SMP, jadi saya udah cek kesehatan berkala dan menggunakan kacamata dari dulu. Tapi setelah saya menikah, saya nggak pernah cek kesehatan mata lagi, kacamata yang saya pakai pun masih dengan ukuran lensa waktu terakhir periksa di masa kuliah. Akhirnya saya memutuskan untuk periksa mata saat sudah punya BPJS Kesehatan. Sebenernya banyak optik yang menawarkan periksa mata gratis, tapi kan saya juga perlu ganti lensa kalau ukurannya berubah.

 

Kok, kebetulan gagang kacamata lama saya sempat patah, trus udah dilem jadinya longgar, nggak megang gitu. Kan nggak nyaman banget dipakai. Eh trus, Jon, anak Bu Yuli pengelola yayasan tempat saya bekerja, nawarin frame kacamata biru punya volunteer yang ketinggalan. Awalnya saya nolak karena udah punya kacamata, tapi segera berubah pikiran karena langsung inget kalau gagang kacamata lama saya udah longgar. Karena butuh frame kacamata baru, akhirnya saya ambil, deh.

20171219_110732

Kacamata saya yang lama framenya berwarna hitam dan gagangnya berwarna cokelat, kalau kepala nunduk suka hampir jatuh gitu karena gagangya udah longgar abis patah engselnya

Tanggal 20 Oktober 2017 lalu saya ke puskesmas Suraberata bilang mau periksa mata karena mata saya minus dan udah lama nggak cek mata lagi. Lalu diberi surat rujukan untuk periksa ke dokter spesialis mata di BRSU Tabanan. Setelah itu saya pun mencoba ambil antrean online di web BRSU Tabanan yang sudah mulai diberlakukan sejak Agustus 2017. Ambil antrean online ini berlaku untuk kunjungan ke BRSU Tabanan 2 hari kemudian. Saya langsung dapat nomor antrean 1 untuk ke poli mata.

 

Saat ke BRSU Tabanan, saya langsung mengkonfirmasi antrean online saya di loket pendaftaran beserta menunjukkan surat rujukan dan kartu BPJS Kesehatan. Nggak lama kemudian langsung disuruh ke poli mata. Di poli mata saya perlu menunggu sampai dokter spesialis mata datang. Saat diperiksa ternyata kedua mata saya minus 1,75 dan mata kanan saya silinder 0,25.

 

Saya juga sempat mengeluhkan mata kanan saya yang sering sakit jika tiba-tiba dibuka saat terbangun tengah malam atau terlalu pagi. Kata dokter, sih, sebabnya karena mata saya lelah, maka saya diresepkan obat tetes mata dan resep untuk ukuran lensa mata kacamata yang baru. Saya pun masih perlu melengkapi resep kacamata dengan legalisir dan SEP (Surat Elegibilitas Peserta) dari BPJS center yang ada di area BRSU Tabanan.

 

Di kantor BPJS Center, saya diberi daftar alamat optik di Tabanan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Nilai pertangungan pembelian kacamata baru yang saya dapat adalah Rp 150.000 karena saya peserta BPJS Kesehatan kelas III. Dan sebagai info tambahan, pembelian kacamata baru yang ditanggung adalah untuk lensa spheris minimal 0,5 Dioptri dan untuk lensa silindris minimal 0,25 Dioptri. Kacamata dapat diberikan paling cepat dua tahun sekali sesuai dengan indikasi medis. Oh ya, untuk nilai pertanggunagan kelas II Rp 200.000 dan kelas I Rp 300.000.

 

Setelah pegang resep dokter spesialis mata yang dilegalisir dan SEP, saya tinggal pilih mau beli kacamata di optik mana. Saya sempat tanya-tanya ke tiga optik yang berbeda di Tabanan yang masih bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Saya cuma tanya harga lensa plastik untuk minus 1,75 dan silinder 0,25 karena saya udah punya frame kacamatanya.

 

  1. Optik Arie cabang Bajera Jl Rajawali No. 9, harga lensa plastik yang ditawarkan Rp350.000.
  2. Optik Internasional di dekat pasar senggol Tabanan Jl. Gajah Mada No. 13, harga lensa plastik biasa Rp350.000. yang ada anti UV Rp 500.000an.
  3. Optik Erlangga di Jl. Pahlawan No. 25 Tabanan, harga lensa plastik Rp250.000, lensa plastik biasa Rp200.000

 

Saya dapat best price di optik Erlangga dan saya ambil lensa plastik dengan harga Rp 200.000, maka saya perlu nambah bayar Rp50.000 secara cash. Dan setelah sempat ngobrol sama tante saya yang juga punya kacamata baru, ternyata Optik Erlangga emang terkenal lebih murah karena beliau beli kacamata barunya disana, periksa mata pun gratis.

Selain Optik yang tersebut di atas yang telah saya kunjungi ada pula optik lainnya yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di Tabanan, yaitu:

  1. Optik Indra di Jl. A. Yani No. 50 Kediri
  2. Optik Arie cabang Tabanan di Apotek Restu Farma

Di Optik Erlangga saya serahkan resep ukuran lensa dari dokter spesialis mata, SEP, fotokopi kartu BPJS Kesehatan dan tidak lupa frame kacamata yang saya bawa untuk dibuatkan lensa dengan ukuran baru dan dipasangkan ke frame kacamata saya. Katanya sih, seminggu selesai dan akan dihubungi ke nomor HP saya. Tapi ternyata baru 2 hari saja saya sudah terima sms yang memberitahukan bahwa kacamata saya sudah selesai.

 

Untuk ambil kacamata saya perlu menunjukkan nota pembayaran saja. Udah deh… saya jadi punya kacamata baru! Next kalau mau periksa mata lagi bisa Oktober 2019. 🙂

 

Ini dia kacamata baru saya, warnanya biru bening dengan gambar sulur-sulur tanaman di gagangnya tapi nggak terlalu kelihatan di foto ini. Matching kan dengan kebaya dan tasnya? 😀

Bagus nggak menurut kalian? Saya sebenernya kurang suka dan kurang PD dengan frame kacamata warna-warni, maunya sih yang warnanya tidak terlalu mencolok seperti hitam, tapi namanya juga frame kacamata dikasi, ya kan? Ternyata framenya cukup kuat dan megang, kok. Worth it.

Intan Rastini.

What’s in My Beauty Pouch

20171124_145813

I have skincare and makeups in my pouch. I used to have moisturizer, night cream, and make up remover as skincares. Then the makeups were only loose powder, lip balm, lipstick, powder blush, eyeshadow and eyebrow pencil from the same brand, my favorite makeup brand, Maybelline. I really love Maybelline mineral makeups. But I can’t get them anymore because the series isn’t available at the stores nowadays.

My skin type is oily and acne prone with tanned skin color and warm undertone. All of my first makeup was mineral makeup series by Maybelline and it was just suitable to my skin type right away. Now I don’t use them anymore, because Maybelline discontinued producing the mineral makeup series. Currently I have more variative cosmetic brands and beauty kits in my pouch.

Let’s open the pouch!

20171124_143739

1. Moisturizer to moist my face. I actually have an oily skin but I still use moisturizer daily. I use Pond’s White Beauty moisturizer cream with SPF 15 to protect my face from the sunlight.

20171124_144856

2. Bio Oil mostly as my night oil. I don’t use any night cream, just Bio Oil instead. I need to get rid of my dark spots and acne scars.

20171124_144916

3. B.B cream. I bought a lighter shade (Cream) because that shade was the only one that available at the store at that time. For my skin tone it doesn’t look great so I use it very slightly. Next time I will buy the darker shade: Ochre. This B.B Cream from Pixy has SPF 30 & PA+++ to protect from UVA and UVB. It is said that noncomedogenic and cointains natural whitening extract and vitamin C.

20171124_144830

4. Loose Powder

I have two jars of different loose powder because one of my loose powder is almost running out so I bought the other one, also to compare them.

What I bought first was The One Loose Powder by Oriflame. It is quite translucent. So despite the fact that it is still in lighter shade than my face, it doesn’t really matter. I use Medium shade, this is the darkest shade they have.

20171124_144710

The second one I have is Bare with Me Mineral Loose Powder by Emina. The shade is darker (04 Ebony) than my The One Loose Powder in Medium. It has high coverage, so it looks very cakey and bright if I put too much.

20171124_144741

5. Powder Brushes

One powder brush for each loose powder. Giordani Gold Professional Powder Brush for Emina and The One Powder Brush for The One Loose Powder. Emina provides powder puff inside its jar but I prefer to use powder brush. And I don’t want to mix the loose powder shades by using only one brush for all.

6. Blush. I use Color Show Blush by Maybelline in Creamy Cinnamon color. It is a compact blush without any puff, so I just tap my finger to use it. Handy and practical unlike the former powder blush that I used to apply before. I still love my old blush, the Mineral Loose Powder by Maybelline. They provide a mini brush to apply the powder blush. Unfortunately Maybelline doesn’t produce it anymore.

20171124_144636

7. Eye Shadow. Trivia eye shadow by Make Over provides three different colors and a mirror. I was confused to pick the natural color combinations between “Emperor Brown” or “Enchanting Nude Spell” because they are quite similar. I picked the “Enchanting Nude Spell” because it has a darker brown color. It provides shimmery white, shimmery beige/peach and matte dark brown colors.

20171124_144406

8. Eyebrow Pencil. Still in love with Maybelline so I picked Fashion Brow Cream Pencil in brown color. They used to provide eyebrow brush on the pencil lid, but now… not again!

20171124_144549

9. Lip Balm

I love lip balm rather than lipstick. So I used to have more lip balm variants than lipsticks. My favorite one is the Baby Lips Cherry Kiss from Maybelline because it has a very light pink color and it has SPF 16! Sorry I have no picture because I’m running out of it.

And then I have Love Nature Cherry Lip Balm with sheer red color. I have to make sure my finger is clean to put the lip balm on my lips so I am a little bit lazy to use this kind of lip balm in a jar.

20171124_145611

Baby Lips Candy Wow. It has more bold tint than the original Baby Lips. The packaging is bigger and just like a crayon so it is pretty cool. But I don’t like the red tint in Cherry because I want more natural look not to be eye-catching. However the tint stays very long enough. Unfortunately it doesn’t have SPF to protect the lips from UV. Maybe I should try the pink color. Or not. Because it is more expensive than the original one.

20171124_145444

10 Lipstick

Giordani Gold Iconic Lipstick by Oriflame in Copper Shine. I like this lipstick because it has SPF 15, but the color doesn’t suit my dark lips. The color is shiny and shimmery orange to brown.

20171124_145331

Kiss Proof by Menow. This lipstick is soft and powdery so I don’t feel like wearing lipstick. It doesn’t stain when you drink or kiss. If you put a little lip balm before using this lipstick, it becomes more moist but it would stain.

20171124_145213

The color Number 001 is really shiny with shimmers. My lips look cracking with this color because my lips are darker than this shade and the texture of the lipstick pigment is almost dry. I need to put lip balm first so the color could be completely blended on my lips.

Number 011 is dark red or maroon. This color is truly matte. I have to apply really thin unless I would look like Gothic. Actually this shade is quite similar with the color of my upper lip.

11. Milk Cleanser and Toner by Pond’s White Beauty to remove my make up. I use them to clean my face in the morning sometimes or before sleeping if I don’t take a bath and wash my face with facial foam.

20171124_145655

12. Pencil Sharpener that can be used for eyebrow pencil and my Menow Kiss Proof soft lipstick. There is a part like a stick that can be taken off to clean up the clogged hole.

20171124_144244

13. Mirror by Giordani Gold. It has a flat mirror and a concave mirror to magnify the reflection.

20171124_144131

14. Folding Scissors just in case I need to cut or trim something. I will trim my split end hair if there is any.

20171124_145713

That’s all inside my beauty pouch. I don’t use makeups every day, just for events and special occasions. Even when I go out somewhere I don’t usually use makeup. If you have a makeups or cosmetic products to be reviewed. Just let me know, I can write a honest review for you.

Now, you tell me what’s in your beauty pocket in your blog and give me the link to your blog post. I’ll be right there soon to check it out. Thank you for reading mine. Now, let me zip my pouch back!

20171124_145907

X.O.X.O

Intan Rastini.