Pasang IUD setelah punya Kalki dan Kavin

wp-image--82797631

Six months after our marriage

Saya termasuk orang yang mendukung program Keluarga Berencana alias “KB”. Emang awalnya, sih nggak nerima sesuatu yang tidak alami dimasukkan ke dalam tubuh untuk mencegah terjadinya proses biologis. Tapi kalau dipikir-pikir lagi manfaatnya lebih banyak daripada ruginya dan saya nggak pertahankan lagi memandang alat KB sebagai sesuatu yang manipulatif. Takut pasang alat kontrasepsi dalam rahim? Sudah nggak dong… Setelah mengalami sendiri pasang alat kontrasepsi ini, saya bisa ceritakan prosesnya hampir sama seperti saat Pap Smear atau tes IVA.

Sudah selama 1 tahun lebih saya pakai IUD, tepatnya pasang pada tanggal 10 Juni 2016 lalu. IUD sendiri adalah metode kontrasepsi di dalam rahim. Kepanjangannya adalah IntraUterine Device. Macam-macam alat kontrasepsi kan ada banyak tuh, yang untuk wanita sendiri dibagi dalam hormonal dan nonhormonal.

 

Yang saya sebut disini metode menunda kehamilan (kontrasepsi) yang berlangsung sementara waktu ya, jadi tidak permanen. Untuk yang hormonal ada pil KB dan suntik KB. Keduanya bekerja dengan mempengaruhi hormon dalam tubuh. Sedangkan yang tanpa mempengaruhi hormon ada IUD dan Implan. Tapi kata bu bidan di Pustu (puskesmas pembantu) Angkah, kalau mau pasang implan itu perlu disuntik KB dulu awalnya, lalu dilihat perkembangannya cocok atau tidak.  Jadi implan itu termasuk ke hormonal juga, ya, awalnya?

IMG_20171122_121909

Tahun lalu saat Kavindra anak kedua saya sudah berusia 1 tahun, saya sudah mulai memberanikan diri memilih alat kontrasepsi IUD. Karena saya sudah mau stop punya anak lagi. Saya percaya dengan menyusui secara eksklusif selama 6 bulan itu sudah menjadi KB alami untuk mencegah kehamilan, selain itu saya dan suami juga sebelumnya menerapkan sistem kalender. Tapi akhirnya saya jadi was-was kalau misalkan jadi mengandung.

 

Nah, saat Kavin usia 1 tahun ini udah waktu yang tepat untuk pasang IUD, Karena pengalaman dari anak pertama, kami pakai KB alami setelah Kalki lahir, tapi setelah Kalki usia 1 tahun saya pun mengandung lagi. Kelahiran Kavin saya rasa sudah menjadi penutup saja bagi saya dan suami. Dua anak sudah cukup. Saya nggak ngotot, kok pengen anak perempuan. Prinsip saya dua anak cukup, laki-laki atau perempuan yang penting sehat. Pro program Keluarga Berencana banget, kan saya? Cocok juga, nih dengan program GenRe “Generasi Berencana” dari BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional)  hehehe… Udah ah, berasa kayak aktivis aja.

20170717_104032-1

Salah satu hal yang menarik di Pustu bagi suami saya

Memang setelah kelahiran Kavin, bu bidan yang membantu persalinan saya selalu mengingatkan untuk pasang alat kontrasepsi, tapi saya bilang masih pakai KB alami dulu hehe… sambil nabung biaya pasang alat kontrasepsinya. Saat itu biayanya Rp 250.000 (pasang di Pustu Angkah) jadi tepat kalau saya bilang mau nabung dulu juga.

 

Untuk pasang IUD dianjurkan oleh bu bidan saat hari terakhir haid. Jadi untuk saya yang rentang haidnya biasa 5-6 hari. Saya pilih untuk pasang IUD saat hari ke-6 haid di Bulan Juni. Saat hari pasang KB saya merasa sudah siap secara mental dan finansial apalagi nanti pasang IUD-nya dengan bidan yang sudah saya kenal.

 

Saya pasang IUD ini di Pustu Angkah, jaraknya cuma 1 km dari rumah. Awalnya janjian dulu dengan bu bidan yang telah membantu proses kelahiran Kalki dan Kavin. Sehingga alat-alat pendukung dan IUD-nya sudah dipersiapkan terlebih dahulu disana. Saya bilang saya mau pasang IUD tapi yang merk Andalan, karena kata bu bidan itu IUD yang bagus.

 

IMG_20170427_130817_297

Menunggu di Pustu ditemani Kavin dan Papa saat kontrol

Lalu saya diantar suami dan Kalki ke Pustu. Di Pustu diperlihatkan kemasan dus alat kontrasepsinya dan bu bidan menggambarkan di atas dus IUD-nya seperti apa alatnya terpasang di dalam rahim. Lalu selanjutnya proses pemasangannya di ruang KB. Saya berbaring di atas ranjang yang ada tempat kakinya itu yang biasa buat periksa IVA atau Pap Smear.

 

Pertama-tama area intim kita dibersihkan lalu dipasang alat seperti corong atau cocor bebek kali yang membantu membuka jalan agar meletakkan alatnya lebih mudah. Setelah alatnya diletakkan di rahim, benang dari alat IUD-nya dipotong. Setelah selesai alat corong seperti cocor bebek itu dilepas. Udah deh kira-kira cuma gitu aja sepengetahuan saya. Selama proses tersebut saya diminta untuk rileks dan mengatur napas agar otot-otot di sekitar area kewanitaan jadi lemas gitu. Sambil pasang IUD, bu bidan juga ngajak ngobrol saya.

 

Saat saya bangun, saya sempat lihat tuh ada baskom di ujung ranjang yang berisi darah. Saya berpikir apa itu darah haid saya atau dalam prosesnya sempat membuat berdarah ya? Saya tidak tau pasti, karena saya nggak tanya ke bu bidan. Tapi setelah pulang ke rumah ya darah itu masih keluar tapi nggak terasa sakit, kok. Ya seperti masih haid aja, padahal haid saya udah hari terakhir saat itu alias udah mulai bersih.

 

Selesai pasang IUD saya diberi kartu keterangan tanggal memakai IUD dan jadwal kontrol selanjutnya. Saya diminta untuk kontrol 1 bulan kemudian. Saat kontrol akan ditanyakan apakah ada keluhan atau tidak dan selanjutnya akan dicek seperti cek Pap Smear lagi dan ini cuma sebentar aja. Setelah dilihat oleh bu bidan ternyata kedaannya bagus, sudah deh, selesai.

IMG_20171122_122248

Bagian depan kartu berisi nama dan tanggal pasang IUD

Selanjutnya akan diminta kontrol 2 bulan kemudian dengan proses yang sama. Setelah kontrol yang kedua kalinya, saya diminta untuk kontrol ke-3 pada 6 bulan kemudian. Setelah kontrol yang ke-3, saya diminta kontrol ke-4 setelah 1 tahun. Nah untuk kontrol yang setelah 1 tahun ini jadwalnya akan jatuh pada bulan Januari 2018 nanti. Selama ini saya kontrol bayar Rp 10.000 setiap cek KB. Tapi setelah jadi anggota BPJS Kesehatan bakalan nggak bayar lagi.

IMG_20171122_122258

Bagian belakang kartu berisi tanggal kontrol

Yang saya keluhkan selama pemakaian IUD ini adalah durasi haid saya jadi panjang. Pada haid pertama saya setelah pakai IUD lamanya jadi 10 hari. Pada bulan-bulan berikutnya durasinya semakin berkurang jadi 9 hari, lalu 8 hari dan hingga sekarang jadi 6-7 hari. Selain itu periode haid saya datangnya jadi lebih cepat, maju rata-rata seminggu setiap bulan. Kalau dulu sih saya haid bisa setiap 30 hari. Setelah pasang IUD jadi kira-kira tiap 23 hari.

 

Untuk keluhan dari suami sih nggak ada. Jadi aman aja… Tapi untuk keluhan saya, kata bu bidan itu normal. Memang sebelum pasang IUD saya sudah dijelaskan bahwa efek pasang IUD bisa jadi durasi haid lebih panjang dan lebih banyak darah haid yang keluar. Bu bidan sendiri yang pakai IUD juga mengalaminya. Mama saya juga pakai IUD dan mama saya pun mengalami hampir sama seperti saya, selama 3 hari haidnya deras dan 4 hari sudah mulai menurun intensitas keluar darahnya.

 

Yang saya suka dari IUD ini adalah tidak mempengaruhi hormonal saya. Selama haid pun pakai Mooncup juga nggak masalah. Justru saat heaviest flow pakai Mooncup membantu sekali sehingga nggak boros pembalut (lagi pula saya udah lama nggak pakai pembalut sekali pakai tapi pakai Mooncup dengan  dibantu pembalut kain). Yang ingin tau tentang ulasan saya tentang Mooncup baca disini ya…

 

IUD yang saya pakai adalah IUD Andalan Tcu 380A Safeload yang bisa mencegah kehamilan hingga 10 tahun. Kan udah mau stop punya anak jadi sekalian aja pakai IUD yang mengontrol kehamilan dalam jangka waktu lama, lebih hemat dan ekonomis serta nggak perlu bolak-balik lepas-pasang IUD. Ada juga IUD yang mengontrol kehamilan selama 3 tahun dan 5 tahun. Saya tau tentang IUD Andalan ini dari majalah AyahBunda.

IMG_20171122_121831

Saya pakai IUD yang gambar boxnya paling atas

Selama memakai IUD ini so far so good. Nggak ada rasa cemas lagi bakalan kebobolan.  Suami dan saya pun nyaman dengan playing safe. Yang paling bikin senang bagi saya dengan memakai alat kontrasepsi IUD ini adalah tidak ada lagi rasa was-was bahwa akan mengandung tanpa perencanaan matang. Gimana, apa Anda berminat pakai IUD? Atau malah udah pakai alat kontrasepsi?

 

“I’ll be with you feon dusk till dawn” -Zayn Malik ft. SIA

Pakai IUD ini telah menambah keharmonisan hubungan saya dengan suami. Kami jadi bebas dari rasa khawatir karena udah komitmen cukup dua anak saja, Kalki dan Kavin. Kasih sayang dan perhatian jadi tercurah hanya kepada mereka. Ikut asuransi kesehatan dari pemerintah (BPJS Kesehatan) pun jadi fix karena anggota keluarga kami empat. Mudah-mudahan perencanaan pendidikan kami untuk mereka juga bagus. Semoga.

Selamat hari ulang tahun Pernikahan yang ke-6, Papa Ambara. Kamis, 28 Desember 2017.

“But you’ll never be alone, I’ll be with you from dusk till Dawn… I’ll be with you from dusk till Dawn… Baby, I’m right here…” nyanyiannya Zayn malik dan Sia yang lagi terngiang-ngiang di kepala saya. The 6th wedding anniversary is symbolized as “candy”. I  am very grateful we have been through the six years with our sweet boys, Kalki and Kavin.

 

Love,

Intan Rastini.

Advertisements

Lirik Lagu Anak Pilihan Berbahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan Bahasa Bali

“THOMAS AND HIS FRIENDS”

They’re two, they’re four
They’re six, they’re eight
Shunting trucks and hauling freight
Red and green and brown and blue
They’re The Really Useful Crew

All with different roles to play
Round Tidmouth Sheds or far away
Down the hill and round the bends
THOMAS AND HIS FRIENDS…

THOMAS he’s the cheeky one
JAMES is vain but lots of fun
PERCY pulls the mail on time
GORDON thunders down the line
EMILY really knows her stuff
HENRY toots and huffs and puffs
EDWARD wants to help and share
TOBY, well let’s say – he’s square!

Back to top↑
______________________
😀
Lyric is written from television.

image

Kakak Kalki dan adik Kavin kalo udah denger lagu Thomas di TV suenenge rek… mereka suka joget sakarepe dan sebisanya adik Kavin hihihi.

“IBU KITA KARTINI”

Ibu kita Kartini putri sejati
Putri Indonesia harum namanya

Ibu kita Kartini pendekar bangsa
Pendekar kaumnya untuk merdeka

Wahai ibu kita Kartini putri yang mulia

Sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia
___________________
🙂
Lirik lagu ditulis dari sumber referensi buku Kesenian SD (milik Eka Dharmawan, sepupu saya. Maaf lupa judul bukunya yang lengkap)

“SIAP SANGKUR”

Siap sangkur di sawahne notol jagung gung gung

Awak lacur nagih ngelah motor sangkur kur kur

Siap sawah milu milu nagih menang nang nang

Awak pawah milu milu mapak kacang cang cang

___________________
🙂
Lirik lagu ditulis dari sumber referensi buku Kesenian SD (milik Eka Dharmawan, sepupu saya. Maaf lupa judul bukunya yang lengkap)

Lagu Siap Sangkur hmmm… kalo tidak salah.. adalah tentang ayam berekor pendek. Selanjutnya syairnya itu seperti pantun. Ada sampiran ada isi. Hihihi saya sendiri baru belajar sedikit-sedikit Bahasa Bali ^^.

Menyanyikannya lagu Bali ini, saya pun kurang tau nadanya hehehehe… hanya tau lirik lagunya dapat dari Putu Eka, saudara sepupu saya di Sekartaji yang paling kecil 😉 MAKASIH YA, TU EKO 😀

Bye bye… write you later gator!
Mwuah ♡♥

♡ Intan Rastini

My 25 Birthday

Yesterday (10th of February) was a rainy day. I woke up early in the morning to prepare my sons’ needs like today’s breakfast and lunch also to check all the clothes and toiletries for them are well-packed to blue baby bag. That morning not really sunny… almost cloudy.

However, the night before I already prepared for the porridge in the slow cooker.
I couldn’t sleep early at night because I was happy enough knowing that I got a birthday present from my long time bestfriend since I was in the elementary school, Karina.

She is very generous by giving me a gift voucher to shop at a baby and kids shop on my birthday. Before that she already gave me a pack of baby and kids’ clothes for me. So the voucher shall be redeemed in the month of February. That’s why on my birthday I went to Denpasar city with my sons and my husband on that rainy weather. Wet wet and wet everywhere we walked. We had the trip from Tabanan to Denpasar by motorcycle with 4 persons on the ride.

image

I bought a nursing bra for myself and then I chose a wooden toy for my sons and… three bracelets of anti-mosquitoes. You know.. rainy season, wet everywhere.. prone to mosquitoes attack. I presented one pink anti-mosquitoes bracelet for baby Khanza, Kalki n’ Kavin got the yellow and green ones. Unfortunately we couldn’t afford to buy more for Iqbal 😦

We ate lunch at Tiara Dewata. Kalki was enthusiastic and he found new world of playing! First we took a shelter from the rain at the ATM center and to fed baby Kavin. Next we ate lunch at the food court together. I ordered a soto and a tahu campur at the Surabaya culinary kiosk for me and for my husband. While we were waiting… I bought a pair of potato doughnuts with grated cheese as the topping 🙂

Kalki was really hungry and he ate my husband’s soto and my lontong 🙂 he was very cute acting that he could eat by himself :’)

image

Mommy.. this is delicious, said Kalki in his heart

And we were proud of him. Because he tried to handle his meal on his own. He went to the wash basin to wash his hands by the help of his mom and dad. Until he found an automatic hand dryer machine.. he played it to dry his hands.. again and he tried again and again… Hihihi… we are so sorry for our katrok attitude… but we couldn’t help our son!

image

Papa, what's that... Kalki was in an awe

Next we walked around and we saw a play zone for kids! Of course Kalki was really eager to stay and look around. He saw the train and cars buzzing around and the noisy children sounds… whoaaa what a joyful zone here, he thought! There was a boom boom car and a pool of colorful balls and the trampolin zone! What can I say here to describe my children’s eyes of festive area like that?

This is my day, I thought. But that day went quite fast. Would my life went so fast just like on my birthday?

image

I’m turning 25 and I expect to do 25 things before the next 26

Thank you my husband to accompany me through the rain… taking care of me and most of all our sons. Be strong be strong sons!

image

We walked when the rain had stopped

image

The wooden toy: farm train for Kalki and Kavin from Alden

Thank you Anin, Medina and Karina… my elementary school bestfriends. Karina said we must be bestfriend trough all times ♡♡♡. Your nursing tops package as my birthday gift has arrived. And I really really love it. Your love and care make me believe that I still have good friends with good moments to share.

image

Kalki really likes the anti-mosquitoes bracelet. He wears it everytime he goes outdoor and at home

And thank you my family…  for the long lasting supports and energy. ♥♥

This is a late post and I regret I couldn’t post it on time.
Happy birthday also to Shankara, Iqbal and my Aunty ♡♥ long lasting love for you all. Many happy return of the days… and good bye February. May the new month bring a joy, good health and wealth.

♡ Intan Rastini

Lirik Lagu Anak-anak Favorit Kalki dan Kavin

Salah satu kegunaan lagu anak-anak adalah membuat suasana riang gembira. Terima kasih kepada Opa Kalki karena sudah mendownload banyaaaaak lagu anak-anak Bahasa Indonesia saat mama dan kalki main ke Surabaya tahun 2014 lalu.

Selanjutnya Kalki jadi senang berjoget ria dengan mendengarkan lagu-lagu anak yang diputar (dulu lewat komputer, sebelum komputernya rusak mungkin karena dipencet-penceti oleh Kalkiboy). Sekarang dia suka bersenandung dan menunjukkan kemampuan berbahasanya yang mulai meningkat dengan menirukan suara penyanyinya hihihi… meski belum lancar dan jelas kosa katanya tapi semangat nyanyi terus ya, nak!

Eh, trus Mama Khanza juga kirimin Kalki dan Kavin lagu anak berbahasa Inggris yaitu ‘ABC Song’ dan ‘Twinkle, Twinkle, Little Star’. Kalki pun tau kalo mamanya nambah lagu baru itu dan dia suka putar ulang lagu-lagu yang dia paling sukai. Lagu ABC Kid’s Song itu ramai dan dinyanyikan oleh banyak anak… Kalki seneng banget denger pas anak-anak lagi rame karena si penyanyi bilang, “I can sing the alphabet backwards!”
Trus ada yang nyahut, “Backwards!?”
“Yes. Let’s start from Z and sing it to A! Listen to me first…”
Dan berlanjut dengan dinyanyikan lagu ABC dalam bahasa Inggris tapi kebalikannya. MULAI DARI Z…
” Z.. W.. X.. and W…” tentu spellingnya ‘zi.. wai.. ex.. en dabel yu’ kira-kira begitu kan.
Hmmmm hahahaha saya aja mikirnya ‘busyeet dah!’
Until… “well you sure have made my day…” and carry on!

Lagu anak yang ceria bisa untuk menyenangkan anak saat mandi atau juga saat bermain sambil bertepuk tangan bersama. Nah,kalau lagu ‘Twinkle, Twinkle, Little Star’ itu cocok banget buat lullaby. Tapi masing-masing anak punya lagu favorit pengantar tidurnya, nih.

Kalki sudah tau caranya mau nyetel musik dari hp, nih… kalau dia dapat lagu yang dia suka.. dia akan putar ulang, ulang, lagi dan lagi ;D
Sampaiiii mama kudu ikut nyanyi aja karena jadi hapal lirik lagunya 😀
Mama dan papa juga suka nyanyiin kok, buat kakak dan adik ketika main atau mau bobok 🙂

image

Salah satu lagu favorit Kakak Kalki

★☆★☆ “BINTANG KEJORA” ☆★☆★

Kupandang langit penuh bintang bertaburan…
Berkelap-kelip seumpama intan berlian…
Tampak sebuah lebih terang cahayanya…
Itulah bintangku Bintang Kejora yang indah selalu…

Kupandang langit penuh bintang bertaburan…
Berkelap-kelip seumpama intan berlian…
Tampak sebuah lebih terang cahayanya…
Itulah bintangku Bintang Kejora yang indah selalu…
Itulah bintangku Bintang Kejora yang indah selalu…

image

Salah satu lagu favorit adik Kavindra

♧♣♧♣ “KELINCIKU” ♣♧♣♧

Kelinciku, kelinciku, kau manis sekali…
Melompat kian kemari, sepanjang hari…
Aku ingin menemani, sepulang sekolah…
Bersamamu lagi, menari-nari…

Kelinciku, kelinciku, kau manis sekali…
Melompat kian kemari, sepanjang hari…
Aku ingin menemani, sepulang sekolah…
Bersamamu lagi, menari-nari…
Bersamamu lagi, menari-nari…

▲▲▲▲▲▲▲
Selamat tidur ya udah malam.
Abis lumayan pegel nih, saya baru aja jahit-jahit kaus singletnya anak-anak yang sobek pinggirannya, jahit kancing kemeja Kalki yang copot dan jahit celana Kalki yang sedikit sobek bagian tengahnya. Yah, pakaian anak-anak ini emang dipakai mulai Kalki dan lalu dilanjut pakai ke Kavin jadi masih agak awet meski aktivitas anak laki-laki itu lebih heboh.. jumpalitan, manjat jendela, loncat-loncat di kasur dan sofa sehala macem, deh! Adik Kavin pun sudah mulai seperti kakak Kalki begitu.

Setelah perayaan Galungan dan manis Galungan… Nanti lanjut lagi ya ceritanya dan lagunya… karena masih ada agenda untuk bulan Februari ini. Dan perayaan Kuningan di Sabtu depan. Mau siapin ini-itu dan luangin waktu buat istirahat.

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan…
Rahajeng Nyanggra Rahina Galungan lan Kuningan Semeton Sareng Sinamian. (Maaf kalau ada salah kata, masih belajar Bahasa Bali)

Ayo… berbagi koleksi lagu anak-anak! Lagu anak apa yang mommy n’ daddy suka nyanyikan buat anak-anak kalian?

Love love love… ♥♡♥♡
Mama Kalki dan Kavin (Kalvin)

♡ Intan Rastini

Lirik Lagu Anak Pilihan Mama Kalki

“YOK MAKAN BERSAMA”

Sebelum kita makan, dek!
Cuci tangan dahulu…
Sebelum kita makan, dek!
Jangan lupa berdoa…

Banyak-banyak makan jangan ada sisa..
Makan jangan bersuara…
Banyak-banyak makan jangan ada sisa..
Ayo makan bersama…!
3x

Ending:  Banyak-banyak makan jangan ada sisa..
Makan jangan bersuara…
Banyak-banyak makan jangan ada sisa..
Ayo makan bersama…!

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

“BURUNG KAKAKTUA”

Burung kakaktua.. hinggap di jendela…
Kakek sudah tua.. giginya tinggal dua….
Let jung let jung let jung ha la la… 3x
burung kakaktua..

Ada botol kosong.. diisi air gula…
Ada anak ompong.. giginya tinggal dua….
Let jung let jung let jung ha la la… 3x
Burung kakaktua..
Burung kakaktua…

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

“4 SEHAT 5 SEMPURNA”

Yah meskipun pedoman makan sekarang sudah dipebarui dengan PGS alias Pedoman Gizi Seimbang… tapi lagu ini ceria dan bersemangat sehingga mama suka nyanyiin buat Kalki dan juga Kavin 😉

Sepiring nasi sehari 3 kali..
Itu baru cukup kalori…
Lauk-pauknya yang sederhana..
Cukup gizi, dapatlah terberi….

Buah-buahan paling banyak disini..
Nusantara tak tertandingi…
Sayuran segar semangat mekar..
Berseri, cerah s’tiap hari…

Empat sehat, lima sempurna..
‘Tuk masa depan kita…
Nasi, lauk, sayur dan buah..
Kalau dapat ditambah susu….

Lirik dari lagu anak-anak yang udah lama seperti:
Anak Kuat, Dua Mata Saya, Potong Bebek Angsa, Satu-satu Aku Sayang Ibu, Pok Ame-Ame, Burung Kutilang, ‘1, 2, 3, 4’, Cublak Suweng, Bunda Piara, Bangun Tidur, Balonku, Cicak-cicak di Dinding, Lompat Katak, Lihat Kebunku, Ke Ladang, Anak Kambing Saya, Kasih Ibu, Jual Buah-buahan, Hujan, Helli, Sayonara, Anak Ayam, Semut-semut Kecil, Nama-nama Rasa, Sang Kodok, Satu Tambah Satu, si Kancil, Kapal Api, Topi Saya Bundar..

dan masih banyak lagi… semuanya meski udah lama… tapi berkualitas. Nggak percaya?

Nah,  silakan dengarkan atau nyanyikan lagu anak-anak tersebut tadi. Contohnya nih, kalau masih ingat….

Lagu “Dua Mata Saya”.. untuk mengenalkan anggota badan. Ini penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak untuk mengetahui anggota badannya sendiri mulai dari rambut, mata, hidung, mulut, tangan, kaki dan contoh benda-benda yang dikenakan sehari-hari yaitu sepatu dipakai di kaki dan topi itu di kepala. Apa kegunaan mata, hidung dan mulut. Lalu lagu “Menari” yang mengajarkan menyanyi dan menari bersama kawan-kawan menggerakan badan dan menggoyangkan pinggang.

Lagu “Topi Saya Bundar”.. untuk mengenalkan bentuk dari benda yang dapat dikenakan di kepala yaitu topi. Topi yang bulat yaitu berbentuk lingkaran. Lagu “Balonku” menjelaskan tentang benda kesukaan anak yaitu balon yang berwarna-warni terdapat nama-nama warna dan cara menghitung jumlah balon setelah dikurangi yang pecah.

Lagu “Kapal Api”.. untuk memperkenalkan pada alat transportasi laut yang anak-anak sukai dan bisa dijumpai di pesisir atau pelabuhan. Juga untuk transportasi darat ada lagu “Naik Delman” untuk memperkenalkan transportasi jaman dulu tapi masih lestari sebagai wahana wisata keliling kota (Yogyakarta) atau keliling salah satu tempat pelesir (di alun-alun kota).
“Kereta Apiku”. Pasti anak-anak suka melihat kereta api yang melintasi jalanan di atas rel dengan suara bisingnya yang khas, tapi di lagukan dengan suara ‘naik kereta api…tuuuut… tuuut… tuuuut!”. Juga mengenal nama kota besar di Indonesia yaitu Bandung dan Suarabaya.. 😀 tidak lupa.. bahwa kereta itu berhenti di stasiun. Wah tempat yang menarik untuk diceritakan kepada anak-anak bukan? Bahkan Harry Potter saja pergi ke Hogwarts dari stasiun kereta api ;).

Lagu “Sayang Semuanya” yang liriknya ‘satu-satu aku sayang ibu” itu mengajarkan anggota keluarga inti dan menyanyangi mereka 😉

Lagu “Nama-nama Rasa” untuk mengajarkan anak mengingat apa yang dapat dikecap dari makanan yang berbeda seperti manis dari gula, asin dari garam, kopi itu pahit dan cabe itu pedas.

Lagu “Jual Buah-buahan”… lagu yang menyenangkan karena memperkenalkan macam-macam buah dan mengajak anak untuk main berjualan bersama.

Selebihnya masih banyak yang bermanfaat seperti lagu berhitung “1, 2, 3, 4”, “Satu Tambah Satu”, “Anak Ayam” dan “Sayang Semuanya” yang tadi dibahas juga.

Lagu yang menghargai jasa para pahlawan kemerdekaan bangsa kita juga ada kan, seperti lagu “Layu Melati”.. meski sendu dan melow tapi dalam maknanya, lho. Kalki saja tertarik dengan lagunya. Tapi dia lebih banyak suka lagu yang riang dan ceria.

Lagu berbaha daerah seperti “Cublak Suweng” yang memperkaya bahasa pribumi nan lucu liriknya. Kalau lagu Bali ada “Meong Meong” lagu tentang kucing yang diminta menangkap tikus pengganggu, “Cakup-cakup Balang” mirip dengan “Pok Ame-ame”, yap. Tapi tentang belalang yang melompat dan berhubungan dengan anak kecil yang lagi tumbuh gigi dan belajar jalan. Hihihi imutnya…

Lagu “Bangun Tidur”, “4 Sehat 5 Sempurna”, “Anak Kuat” dan “Aku Anak Sehat”, “Yok Makan Bersama”…. semuanya berisi tentang pola makan dan rutinitas yang baik untuk dilakukan sehari-hari. Mengajarkan membentuk kebiasan yang baik sejak dini seperti bangun tidur lalu membereskan kamar, rajin mandi dan gosok gigi, cuci tangan sebelum makan, makan makanan begizi supaya sehat dan kuat, serta ajakan ke Posyandu :).

Lagu-lagu tentang lingkungan pun ada dan beragam seperti “Lihat Kebunku”, “Hujan”, “Pelangi-pelangi”, “Desaku”, “Ke Ladang”, “Naik-naik ke Puncak Gunung”, Bintang Kecil dan Bintang Kejora yang isinya mengenai keindahan alam dan kelestarian lingkungan. Mengajak anak mengamati dan menikmati alam sekitarnya dan menjaga supaya tetap lestari.

Tentang tebak-tebakan…. coba deh dengarkan lagu “Kukuruyuk” dan “Teka-Teki”….  nah asyiknya nyanyi bareng nih buat sahut-sahutan jawabannya.

Lagu yang mengajarkan macam-macam binatang dengan perilaku unik mereka seperti lagu terkenal “si Kancil”. Lalu ada “Semut-semut Kecil”, “Anak Ayam” pun juga masuk hitungan lagi, “Cicak-cicak di Dinding”, “Sang Kodok”, Lompat Katak”, “Burung Kutilang” tak lupa “Helli” untuk mengajarkan tentang hewan peliharaan anjing yang lincah.

Lalu ada lagu lucu
“Anak Kambing Saya” dengan nada ceria dan lirik seperti pantun. Juga “Burung Kakaktua” Ada juga lagu “Anak Monyet” yang ga kalah serunya hingga lagu “Potong Bebek Angsa” yang mengajak berdansa 😀

Semua lagu anak-anak lama itu seperti lagu “4 Sehat 5 Sempurna” yang meski udah ganti PUGS (Pedoman Umum Gizi Seimbang) atau PGS yah.. tapi liriknya tetap bagus untuk anak-anak…. dari pada anak-anak nyanyi lirik lagu orang dewasa yang maknanya bukan untuk usia mereka, kan, maka dari itu semoga lagu anak-anak semakin banyak dan bervariasi didukung oleh penyanyi-penyanyi anak yang pandai-pandai dalam mempopulerkanya. Inget nggak tuh;

Lagu “Rame-rame”, “Jangan Marah” oleh Trio Kwek-kwek (Dea Ananda, Alfandi dan Leoni),

“Du Di Dam” oleh Eno Lerian,

“Dibok-obok” oleh Joshua Suherman,

Lalu ada Chikita Meidi, Meisy (penyanyi dan pembawa acara “Ci Luk Ba!),

Tasya, Giovanni, Agnes Monica, Eza Yayang dan siapa lagi ya…? Sampai lupa gimana nulis nama-nama mereka saking udah lamanya mereka mempopulerkan lagu anak bermutu baik dalam lirik dan musiknya.

Dulu itu jaman saya masih kecil tahun 90-an, orang tua saya sempat membelikan saya album Trio Kwek-kwek yang saya ingat betul, mama saya mencarikan kaset albumnya di pertokoan di Sidoarjo :’) dan album lagu kompilasi anak-anak di Jembatan Merah Plaza (JMP) di Surabaya.

Makasih banyak ya… ayah dan mama. Intan sayang ayah dan mama.

I’ll represent their love and compassion to my sons

image

Album Good Puppies yang isinya foto-foto pilihan saya. Saya bawa saat saya keluar rumah orang tua saya. Untuk kenangan seperti saat ini, setelah menikah dan punya dua anak.

Lirik lagu ditulis dari memdengarkan masing-masing lagunya

Koleksi foto pribadi

♡ Intan Rastini

Happy 7 months Kavindra!

Ini late post banget namanya, mah… kenapa? Karena adik udah 7 bulan lebih 1 minggu hari ini.

Huhihi… kerjaan mama sejak adik mulai MPASI yaitu: siapin bahan-masak-siapkan bubur-cuci peralatan-siapkan bahan ‘tuk selanjutnya-masak-blender-simpan-cuci peralatan makan.
Dan seterusnya dan seterusnya… berlangsung tiap hari. Apalago itu lho perabotan lenongnya adik abis masak&makan MPASI lumayan banyak jugaa ! Kudu cuci bersih trus tiriskan sampai kering. Kalo dilap pakai tisu dan serbet kan seratnya nempel di permukaan wadah makanannya.

Sekalinya jam makan… kakak Kalki dan adik Kavin perlu disuapin. Belum mama sendiri yang makan. Papa sih bisa gampang makannya. Kakak Kalki belum mahir makan sendiri… mudah-mudahan cepet bisa ya, sayang.

Aish ya capek ya repot mau nulis blog curi-curi waktu nih sambil nyusuin Bakabon Vindra. Pakai rambut mama dijambak ditarik-tarik segala! Soalya baru aja si Bakabon makan siang dengan gravy ati ayam buatan papa ditambah beras cokelat dan puree wortel plus minyak kelapa. Papa bantuin mama buat gravy ati ayam dini hari tuh. Paginya pas udah dingin gravy tinggal mama blender trus masukkin toples selai yang udah mama bersihkan dan rebus sebelum mau dipakai. Nah, tutup rapat lalu masuk deh 1 kotak makanan dan 1 cup pigeon mag mag isi Gravy ati ayam ke kulkas. Ada yang ke freezer 1 toples.

image

Oma bawa hadiah banyak banget buat Kalki dan Kavin salah satunya mainan pohon kayu ABCD 123 ini lalu juga baju-baju, legging, jeruk baby, kabocha, kacang hijau kupas, kacang merah, mangkok bayi dan semuaanya masih banyak lagi kasih..

Karena ngomongin MPASI bisa panjaaaang banget.. beralih yuk ke perkembangan Bakabon usia 7 bulan ini. Secara kalender Bali Kavin yang sipit seperti kartun Jepang Bakabon ini juga sudah 1 oton tanggal 9 November kemarin. Makanya papa dan mama juga masih sibuk beres-beres rumah dan peralatan masak sebelum dan sesudah upacara oton adik Kavin.

Astungkara acara oton Kavin berjalan dengan lancar. Keluarga saja yang cukup mengikuti prosesi upacara. Ada opa, oma dari surabaya dan nini dalung juga datang dari Banyuwangi abis nengok adik Khanza. Lalu makciek Ratih dan Iqbal. Ada Tude Jaya dan Meisinar juga. karena otonnya hari Senin banyak yang udah datang duluan pas hari Sabtu dan Minggu. Ceritanya bisa di post terpisah ya.. kalau sempat, euy

Adik Kavin Bonbon udah bisa duduk pas 7 bulan lebih 3 hari. Dia udah duduk sendiri, bukan diposisikan duduk. Lah kalo diposisikan duduk oleh ortunya emang udah bisa sejak jalan 6 bulan.

Adik lagi tumbuh gigi! Pertama gigi seri bawah yang kiri udah berhasil muncul ujungnya semua. Sekarang bakalan muncul sebelah kanannya. Semua digigitin nih… pundak mama, paha kakak Kalki, mainan, karet rambut mama, jepitan rambut, pinggiran ember… hihi…

Ngoceh babbling lucu banget. Kalo marah bisa mengerang kayak suara mesin motor. Trus udah bisa cetak cetak pakai lidahnya. Ctk ctk ctk gitu bunyinya sejak dikasi maem agar2 markisa hehe… memekik girang, ketawa, bergumam, brrtt main ludah juga asik sendiri.

Kavin udah makin kenceng merayapnya dan kayaknya bakal mau merangkak nih… tapi kebanyakan kalo dia nemu pegangan kokoh malah bagun n’ berdiri deh jadinya. Seperti kalo dimasukkan ke ember buat maem karena mamanya ga bisa megangin sendirian karena ga punya bouncer, highchair, bumboo chair dan lain-lain itu.. adanya dia malah pegangan bibir ember dan berdiri!

Ada aja yang menarik perhatiannya. Semut kecil di lantai juga di tepok-tepok gemes. Kakaknya masih bobok, pipinya ditepokin biar bangun. Hahaha Gantian. Kalo adik tidur lah kakaknya kadang pingin adiknya bangun. HP ada suara musik anak-anak atau enggak juga pingin diambil. Bahaya… kakak Kalki aja udah cukup sering banting atau jatohin HP apalagi kalo baby Kavin yang pegang?! HP itu udah cukup lah copot batere, simcard atau memory card gara-gara nggak ngontak pasca dijatohin bocah Kalki… jadi jangan lagi ditambah oleh Kavin.

Kavin seneng banget diajak main oleh kakaknya. Main ciluk ba di jendela, kakaknya di luar lari-larian dan adik di kamar, mereka ketawa-ketiwi saat bertatap muka di jendela. Main air pas mandi, adiknya udah mencoba berdiri-berdiri lihat kakaknya main air di ember lainnya pakai selang dan ember itu udah diisi penuh mainan plastik kakak kalki kayak bola, bebek plastik, gayung, botol-botol shampo dan sabun bayi yang udah kosong ck ck ck. Lalu main mobil-mobilan di lantai dan di gelebeg. Kalo main di lantai ini adik baru-baru aja setelah oton. Karena udah upacara jadi bisa main di lantai. Seperti abis upacara turun tanah bagi bayi gitu.

Lihat orang banyak si Kavin sih tetap kalem selama masih digendong orang tuanya. Tapi kalo udah orang yang baru2 aja dia lihat coba menggendong.. dia mewek trus nangis. Masih butuh penyesuaian. Seperti oma yang baru datang, pertama kali nggendong masih nangis minta mama atau papanya tapi lama2 udah mau. Setelah kenal jadi lengket lah sama omanya…

image

Kami sempat rekreasi keluarga ke Bedugul. Pasar Pancasari dan Kebun Raya Bali. Si Kalki dan Kavin fine.. selama perjalanan nggak rewel malah dapat tidur. Ini baru pertama kali, lho jalan-jalan piknik sekeluarga yang ditemanin opa dan oma karena kami jarang-jarang bisa pergi sekeluarga apalagi bawa balita dan bayi sekaligus. Opa yang nyetir selama perjalanan dan oma membantu ngemong gantian Kalki atau Kavin.

image

Senangnya bisa dapat kesempatan melakukan perjalanan ke Kebun Raya Bali di Bedugul karena ada Opa dan Oma. Transport dan makanan aman. Pas perjalanan sempat hujan, sempat sedikit kesasar lalu tanya penduduk setempat yang ramah-ramah. Tapi akhirnya kami sampai ke tujuan dengan selamat dan anak-anak masih cukup riang. Kami dapat suasana sejuk pegunungan dan penyegaran pikiran selama abis beberes di rumah toh.

image

Ini Kalki lihat kelinci di pasar Pancasari Bedugul. Kalem banget, sementara adiknya digendong oma beli buah markisa, buah salju, stroberi, brokoli dan jagung rebus.

Nah cerita masih banyak dan fotonya juga. Tapi cuma bisa pilih beberapa aja biar bisa keupload dengan baik. Nanti dilanjutkan lagi ya… dan selamat 7 bulan adik Kavindra sayang! Semoga sehat selalu dan makannya makin pinter. Mwuah… ★★☆☆★★☆

♡ Intan Rastini

Romantisme Sesungguhnya

Kalau aku bikin warning sign serupa tapi karena sedang membonceng bayi, apa juga boleh ya? 🙂 “mohon jaga jarak dan sabar yaaa… sedang membonceng bayi dengan hati-hati.” ❤

Kisahku

Romantisme Sesungguhnya?

Iya, aku berani bilang begitu saat lihat tulisan ini di sebuah motor di depanku. Tak perlu satu buket mawar merah, makan malam dengan sinar lilin, tapi cukup perhatian yang menandakan kasih sayang pada pasangan.

Perbesar gambarnya untuk lihat tulisan ini. “Mohon jaga jarak dan sabar yaa, sedang bonceng ibu hamil”

20140430-120503.jpg

View original post