Perkembangan Kalki di bulan Mei 2018

Kalki udah lulus Posyandu bulan ini…. Yeaaaay….!!! Udah nggak perlu datang ke posyandu lagi, deh tapi masih bisa timbang badan, dong di fasilitas kesehatan secara teratur, timbangnya ga perlu pakai kain gendongan lagi.

Kalki belum 5 tahun sih, dia baru genap 5 tahun nanti di penghujung Mei, tapi udah selesai ikutan posyandu karena posyandunya kan tiap tanggal 11, jadi bulan ini adalah posyandu terakhir Kalki.

photo_2018-05-21_05-40-16

Salah satu perkembangan Kalki akhir-akhir ini, dia udah mau pakai kaos kaki dan sepatu sendiri. Sebelumnya Kaos kaki masih minta dipakaikan dan dia tinggal pakai sepatu, gitu.

Mandi Pakai Air Dingin di Tempat yang Dingin

Bulan ini dia udah pinter mandi pakai air dingin, padahal bulan ini cuaca lagi dingin banget kan karena sering mendung, berhembus angin dan hujan. Tapi akhirnya dia mau mandi air dingin dengan trik yang diajarin papa yaitu Kalki diminta bernyanyi saat diguyur air dingin supaya perhatiannya konsentrasi ke menyanyinya bukan ke dinginnya air. Selain itu menyanyi itu juga bakar kalori, lho!

Kenapa saya bilang mandi pakai air dingin itu pinter? Ya karena kami tinggal di daerah perbukitan yang sejuk, jadi setiap kali mandi bakalan merasakan air lebih dingin dari pada air di pemukiman pesisir sana yang hawanya panas. Dan Kalki itu udah dari dulu dicobain mandi air dingin di saat harus mandi buru-buru tanpa sempat menunggu masak air panas dulu, dan dia tuh rewel banget masalah mandi dengan air dingin!

Bahkan saat kami menginap di lokasi yang panaaaassss banget seperti di Sidoarjo, dia udah jelas kegerahan tiap hari rambutnya basah karena keringat tapi tetap aja nggak mau mandi air dingin. Kami kudu masak air panas dulu tiap doi mandi. Tapi eh sekarang ditawari mandi air dingin kok mau, malah adiknya yang nolak. Padahal biasanya Kavin mau dimandiin air dingin di saat-saat hawanya gerah.

Senang Mengerjakan Maze

Sejak masuk Paud di usia 4 tahun, Kalki mulai suka mengerjakan lembaran tugas yang berisi mencari jalan dari satu titik ke titik lain. Bahkan mama sempat beberapa kali bikinkan kalki sebuah “maze” atau jalan meliuk-liuk beserta gambar mobil-mobilnya.

Kebetulan pada akhir April lalu saya menerima e-mail dari Cassie Yoshikawa yang bekerja di Education.com dan dia menawarkan worksheets gratis. Salah satu worksheetnya adalah sebuah maze! Seneng dong saya, kok bisa pas banget! Akhirnya saya print dan kasi ke Kalki. Saat dikasi Kalki eeeh adiknya ngeliat dan rebutan kertas worksheet deh, mereka.

Karena pada berantem, papa turun tangan dan menyembunyikan worksheet itu. Kalki pun diberi pengertian supaya mengerjakannya saat adik sudah tidur saja. Setelah adik tidur siang barulah Kalki punya kesempatan mengerjakan maze-nya tanpa diganggu sang adik. Saya temani Kalki saat ia mengerjakan tapi saya biarkan dia menyelesaikan sendiri dalam mencari jalan keluar.

Bahkan saat melihat hanya jalanan yang ruwet dia berkata, “ini cari apa?”

Ooh rupanya Kalki terbiasa mencarikan subjek sebuah objek sebagai goal-nya di tujuan akhir. Maka saya gambarkan sebuah capung di sisi jalan terbuka kiri bawah dan sebuah apel di tujuan sisi kanan atas. Lalu Kalki pun menambahkan gambar buah pir dan juga bunga-bunga hahaha…

Screen Shot 2017-11-21 at 12.13.42 PM

Beberapa saat saja di kemudian bilang, “sudah.”

“Lho, sudah selesai?” Tanya mama.

“Iya.”

Begitu saya cek, ternyata memang benar sudah selesai dan kunci jawaban untuk mencari jalan yang benar itu mudah, toh! Nggak menelusuri jalan yang njelimet tapi hampir lurus dan belok satu kali aja. Hahaha, pantesan! Tapi Kalki sempat tertipu dan mencoba menelusuri jalanan yang rumit tetapi ujung-ujungnya buntu.

photo_2018-05-21_05-05-08

Hasil pengerjaan Kalki

Kalau mom and dad mau cari worksheet yang sesuai untuk anaknya silakan cari di referensi ini. Banyak banget tersedia macam-macam tipe worksheet dengan berbagai tingkatan usia dan kemampuan anak.

Macam-macam worksheet yang bisa dipilih ada:

  • Maze (jaringan jalan yang ruwet)
  • Matching list of words with images (mencocokan kata dengan gambar)
  • Word search (mencari kata)
  • Crossword puzzle (puzzle teka-teki silang)
  • Word scramble (kata acak)
  • Addition (penjumlahan)
  • Subtraction (penguragan)
  • Division (pembagian)
  • Multiplication (perkalian)

Sejauh ini Kalki masih suka dengan worksheet maze. Enak kan saya ga perlu capek-capek menciptakan jalan yang ruwet karena bikin maze itu emang susah, bo! Cukup lihat-lihat aja di resource Education.com dan print! Setiap worksheet dihiasi tema dengan gambar-gambar yang lucu. Seperti little crawlies yang imut yaitu lady bug dan catterpillar di worksheet maze-nya Kalki. Bikin gemes dan anak tertarik kaaaan…

Yang bikin terpesona lagi ternyata di koleksi Maze Education.com ada yang bertemakan eco-friendly, lho! Jadi maze-nya berhubungan dengan mencari jalan untuk mematikan saklar lampu, mecari jalan untuk menutup keran air, dan selain lembar keja maze juga ada ide aktivitas seperti membuat kolase dari potongan kertas kecil membentuk bola dunia. Cocok nih, buat ngajarin anak supaya hemat energi dan sumber daya air bersih.

Dari maze yang paling gampil sampai maze yang terlihat lebih membingungkan lagi pun ada yaitu “Rapunzel Tower Maze” yang banyak dan padat banget jalurnya untuk si pangeran dapat bertemu Rapunzel. Tapi tenaaang semua worksheet dilengkapi kunci jawaban, kok. Jadi mom and dad yang pusing cari jalan keluar dari maze-nya tinggal klik answer key aja.

Next saya mau cetak maze yag pemadam kebakaran nih, buat Kalki, soalnya dia suka banget sama fire trucks. Mengerjakan lembaran maze ini ampuh lho mengurangi screen time Kalki 🙂

Selamat mencoba!

❤️ Kalki

♡ Intan Rastini

Advertisements

Kalki Mau Jadi Polisi

Pada suatu hari yang panas dan terik saya mengendarai motor bersama Kalki. Kami menempuh perjalanan pulang dari Tabanan ke rumah. Namun Kalki yang duduk dibonceng di depan mulai mengantuk karena sudah seharian pergi dan ini jam tidur siang.

Karena saya tidak membawa kain gendongan atau selendang untuk menjaga badan Kalki terikat ke badan saya, saya memutuskan untuk berhenti. Kami berhenti di pertigaan Megati tepat di depan warung jus yang memajang buah-buahan.

“Kak, bangun, kak… Ayo minum jus.” Ajak saya.

Kalki masih saja mengantuk hingga duduk di depan meja pun ia menyandarkan kepala di atas meja.

“Kakak mau jus buah naga?” Tanya saya.

“Nggak. Jus apel.” Jawab Kalki.

Akhirnya kami memesan dua jus yaitu jus apel dan buah naga.

Kami minum di pinggir jalan. Tau-tau di warung sebelah ada pak polisi yang menyapa Kalki.

Pak polisi menyapa Kalki, “mau kemana, dik?”

Kalki diam saja.

“Kok diam saja? Sudah sekolah belum?”

“…”

“Kalau sudah sekolah kok diam saja?”

Akhirnya Kalki menjawab setelah beberapa kali pertanyaan pak polisi hanya didiamkan saja.

Lama-kelamaan Kalki jadi akrab dengan pak polisi dan dia sudah mau ngobrol dengan ceria. Awalnya efek ngantuk juga yang membuat dia enggan menjawab.

Karena sedang batuk dan minum jus apel dingin, Kalki sempat beberapa kali diledek oleh pak polisi, “ye, sudah batuk minum es!”

Pak polisi pun menunjukan ‘lepri’ atau peluit karena Kalki tertarik melihatnya. Saya yang membawa peluit pun mengeluarkannya dan memberikan kepada Kalki untuk ditiup.

Sontak pak polisi bercanda kepada Kalki, “jangan ditiup nanti kendaraan yang lewat pada berhenti!”

Tapi Kalki tetap meniup peluitnya dengan sesuka hati. Setelah bosan meniup peluit, Kalki berkata, “Kalki mau jadi polisi.”

img_20180509_192840

Pak polisi yang mendengarnya jadi senang. “Mau jadi polisi seperti om?”

“Iya,” kata Kalki dengan berbinar. “Mana motor polisinya?”

“Disana (pak polisi menunjuk ke arah kantor TAC atau Traffic Accident Center).”

Bahkan pak polisi sempat beberapa kali bercanda kepada Kalki seperti, “Disini aja ya tinggal sama om, biar mamanya pulang duluan, nanti sekolah disini. Disini TK ada, SD ada, SMP ada…”

Tetapi Kalki tidak mau 😀.

Kalki senang sekali bisa bercengkrama dengan pak polisi dan mendapat kesempatan melihat kantor pak polisi dan motornya 😊.

img_20180509_192910

Semoga kamu dapat mengejar impianmu, Kalki.

❤️ Intan Rastini.

Perkembangan Berat Badan Kalki dan Kavin 2018 I

Perkembangan Berat Badan Kalki dan Kavin Tahun 2018 untuk trimester pertama Januari – Maret.

Januari 2018
Kalki: 18,1 kg
Kavin: 13,3 kg

Februari 2018
Bulan ini karena sakit flu sekeluarga, jadi pada absen posyandu. Dan sebagai gantinya, anak-anak ditimbang di Puskesmas Suraberata dengan timbangan digital. Mama seneng deh kalo Kalki dan Kavin ditimbang pakai timbangan digital, soalnya kan lebih akurat, mana di timbangannya ada gambar ikan-ikan pausnya, jadi lucu dan nggak susah untuk membujuk anak-anak naik ke atas timbangan hihihi.

Tenaaang, meski absen posyandu, ibu ketua posyandu datang ke rumah membawakan obat cacing dan kapsul merah vitamin A buat Kalki dan Kavin. Terima kasih bu ketua. Oh ya, mama mulai jadi kader posyandu di bulan Februari 2017. Jadi mama sudah satu tahun, nih bekerja jadi kader posyandu. Sama seperti di Yayasan Eka Chita Pradnyan, mama juga sudah satu tahun bekerja di sana.
Kalki: 18,2 kg (N 0,1kg)
Kavin: 12,8 kg (T 0,5kg)

Maret 2018
Mama masuk sebagai kader posyandu seperti biasa, dan ini udah seminggu lebih mama pasca operasi amandel, jadi suara udah mulai lancar meski kadang timbul serak dikit. Mama pakai seragam kader posyandu lengkap, dong.

Awalnya Kavin ogah ditimbang lagi, tapi setelah pelan-pelan dibujuk papa, dan mama bujuk lagi dengan iming-iming ntar beli es krim, akhirnya dia mau ditimbang. Setelah itu? Lupa deh kalo dijanjiin beli es krim, lagian emang masih batuk tuh bocah-bocah.

Bulan ini di posyandu ada poslansia juga, ada senamnya. Dan karena sudah tutup buku, mama dikasi uang upah kader posyandu sebesar Rp 30.000 karena sudah tutup buku. Katanya, sih karena masih baru dapat upah segitu, padahal mama sudah satu tahun lho jadi kader. Kalau sudah lama bekerja sebagai kader emang dapat berapa, bu? 😀


Kalki: 17,9 kg (T 0,3kg)
Kavin: 13,2 kg (N 0,4kg)

Yeah dua bulan lagi Kakak Kalki lulus Posyandu. Sekalian lulus PAUD. Semoga naik kelas ke TK ya, kakak…. Bulan depan, Kavin akan berulang tahun yang ke-3 dan Kakak Kalki satu bulan kemudian setelah adik Kalki, estafet ya ultahnya, nak.

Sekian dulu update perkembangan berat badan Kalki dan Kavin. Sehat terus ya, nak. Dan kembangkan berat badanmu yang ideal.

Besok udah Nyepi, jadi mau tutup laptop dulu. Selamat hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940~

♡ Intan Rastini

Trip to the Secret Waterfalls

We love to be in the nature. I have been living in a natural village in Bali for about 6 years. This village is not the center of tourist attraction like Penglipuran Village, so it is quiet and quite remote. Our village is Angkah Village which is surrounded with paddy fields and the woods.

 

Before I got pregnant I had explored the Balian river and dam in our village. It has a long and wide stream with several big rocks. After I have Kalki and Kavin, I work as an English teacher in Samsaman Village. I got an information from my students at the learning center that there are waterfalls in the village we can visit I guess there are two different waterfalls, one in Angkah village and the other one is in Samsaman Village. Angkah and Samsaman are closed to each other.

 

My first time visiting the waterfalls in Samsaman, it was with my students and a volunteer from the USA. The access to the waterfalls was still new. Probably the residents had just opened a new road through the forest to the waterfalls with an excavator. However the road to the waterfall is only for the beginning. Next we still need to hike on the path down the hill in the woods.

That’s why I call it as secret waterfalls because before they opened the road, just certain villagers who had known or accessed the waterfalls. It is located behind the villagers’ residence. Almost hidden, I could say. We can go there by motorcycle or car first until flat road ends. On the new road is just bare land without asphalt or cement. We can park our vehicles on the new road, because the slopes begin there, so we have to go on foot.

After the new road ends, we will walk in the woods with small path. The road and the path are really steep sometimes. We need to keep hiking downward to go to the waterfalls. Until we arrive at the cliff edge and we have to climb the cliff down about 1.5-2 meter height. It is very dangerous if the cliff is wet because of the rain. So, we always make sure to go to the waterfalls on a sunny day.

 

There are two waterfalls there. The first is very wide and we can walk on the top of it. The first waterfall is near from the start point but we need to climb down the cliff  a little bit to get there. It’s more narrow and there is a stream with rocks just like a pool where we can play splashing water or soak our body. The depth is only 1 meter. From the first waterfall we can see the view from a high hill because there will be still the second waterfall which is the highest and it flows down the hill straightly to the Balian River below.

IMG_20170702_144633

The top of the first waterfall, my husband walked across to be on the top of it

 

IMG_20170702_145435

Touch down the first waterfall

IMG_20170702_145346

There are many rocks

20170702_150607

I could see rainbow below the waterfall

20170702_150409

It was beautiful

 

20170702_150915

The view from the top of the second waterfall, we can see the Balian river down there

20170702_161036_tgzzkp

The last waterfall

Both of the waterfalls are connected to each other. The last waterfall is very massive, it is about 20 m height. To go to the last one we need to hike further to the forest downhill with more dangerous and difficult path. At the bottom of the waterfall there is a pool surrounded by the natural rocks and the water of the pool keep flowing straightly to the Balian River. The pool depth is about 1.5-4 meters.

IMG_20170702_145441

we need to climb down the cliff a little bit to get to the first waterfall

I have been to the waterfalls twice. At first with my students and a volunteer was only until the first waterfall. We played in the pool and took some photos. We could stand up on the big rock on the top of the second waterfall and we could see the magnificent view of green hills and the stream of Balian River from above the highest waterfall.

This slideshow requires JavaScript.

The second time I went there with Kalki and my husband. We didn’t take Kavin with us because it is quite dangerous and tiring to a smaller kid. We went down until the second waterfall. If we kept walking down the hill we would have arrived on the Balian River. At the second waterfall, we had to leap over rocks until we arrived at the pool as the bottom of the waterfall. Me and Kalki ate some snacks on a giant rock while my husband was swimming on the pool.

20170702_161847

My husband couldn’t stand not to swim there

20170702_161546

Swimming in the cold cold water

20170702_161005

Massive waterfall

20170702_160125

We went down hill to the second waterfall where the water falls from 20 m height

It was cold to be at the waterfall, moreover to swim there. My husband was shivering just after swimming. It became colder as it was getting dark in the afternoon. We decided to went back before it was too late, in the dark we would see nothing in the forest. We had to hike the hill upward on our way home. It was very tiring for us espescially Kalki. My husband carried Kalki on his back whenever he said that he was tired to walk. We also stopped to take a rest or drink for several times.

20170702_170919

My husband carried Kalki when he was tired to walk

After all it was always a fantastic journey to explore the new waterfalls near our home. We really enjoyed the natural scenery and the challenging adventure. Me and Kalki was using wood sticks as walking cane to help us hike the hill down and up during the trip. It just wasn’t really help when we needed to climb some rocks. I’ve heard that some international volunteers from my work place also visited the waterfalls. The Portuguese boys even did cliff jumping at the last waterfall. Wow! Do you have the gut to try?

 

Intan Rastini.

Lagu Anak-anak, Yuk Nyanyikan Bersama

Selain untuk hiburan, lagu anak-anak tentu saja sebagai sarana pembelajaran. Mau nggak mau kita perlu mengoleksi beberapa lagu anak-anak kalau sudah punya anak, ya… 😀 Koleksi dalam bentuk apa aja? Baik secara ingatan di dalam benak, secara tertulis dalam bentuk lirik dan secara audio dalam bentuk file lagu.

Ini ada beberapa lirik lagu yang udah mama catat buat dinyanyikan ke Kalki dan Kavin. Untuk mendapatkan liriknya mama putar berulang-ulang lagu anak-anak yang ada di HP lalu tulis dengan cepat :). Supaya nggak lupa kalau mau nyanyi lagi, jadi mama posting juga di blog.

Lagu anak-anak untuk Kalki dan Kavin Tersayang…  

Photo9102

 

 

“Ulang Tahun”

Selamat ulang tahun

Kami ucapkan

Selamat panjang umur

Kita kan doakan

 

Selamat sejahtera

Sehat sentosa

Selamat panjang umur

Dan bahagia…

Selamat panjang umur

Dan bahagia…

 

20170513_133632

“Heli”

Aku punya anjing kecil

Kuberi nama Heli

Dia senang bermain-main

Sambil berlari-lari

 

Heli! Guk guk guk

Kemari! Guk guk guk

Ayo lari-lari….

 

Heli! Guk guk guk

Kemari! Guk guk guk

Ayo lari-lari….

 

Heli! Guk guk guk

Kemari! Guk guk guk

Ayo lari-lari….

 

 

“4 Sehat 5 Sempurna”

Sepiring nasi sehari tiga kali

Itu baru cukup kalori

Lauk-pauknya yang sederhana

Cukup gizi dapatlah terberi

 

Buah-buahan paling banyak disini

Nusantara tak tertandingi

Sayuran segar semangat mekar

Berseri cerah setiap hari

 

Empat sehat lima sempurna

‘Tuk masa depan kita

Nasi lauk sayur dan buah

Kalau dapat ditambah susu

 

IMG04889-20151208-1549

“Jual Buah-buahan”

Aku menjual buah-buahan

Bengkoang, jambu, nanas, durian

Rasa lezat, harganya murah

Marilah teman, belilah-belilah

 

Buah murah, kujual buahku

Pepaya, belimbing, manggis dan duku

Mari teman beli semua

Rasanya lezat, murah harganya

 

“Kapal Api”

Lihatlah sebuah titik

Jauh di tengah laut

Makin lama makin jelas

Bentuk rupanya

 

Itulah kapal api

Yang sedang berlayar

Asapnya yang putih

Mengepul di udara

 

IMG04903-20151210-1424

“Nama-nama Rasa”

Siapa tahu apa rasa gula?

Manis manis manis itu rasanya

Siapa tahu apa rasa cabe?

Pedas pedas pedas aku tak suka

 

Cobalah katakan apa rasa garam?

Asin asin asin…

Itu semua nama-nama rasa

Kita harus tahu janganlah lupa

 

Siapa tahu apa rasa kopi?

Pahit pahit pahit itu rasanya

Siapa tahu apa rasa lada?

Pedas pedas pedas aku tak suka

 

Cobalah katakan apa rasa cuka?

Asem asem asem…

Itu semua nama-nama rasa

Kita harus tahu janganlah lupa

Kita harus tahu janganlah lupa….

 

 

“1, 2, 3, 4”

Satu dua.. tiga empat..

Lima enam.. tujuh delapan..

Siapa rajin ke sekolah

Cari ilmu sampai dapat

 

Sungguh senang amat senang

Bangun pagi-pagi sungguh senang

 

IMG04348-20150716-1131

“Anak-anak Indonesia”

Kita anak-anak Indonesia

Harus sehat jiwa kuat tunas bangsa

Dengan wajah yang ceria

Penuh semangat bekerja

Selalu bergotong royong dan

Menggalang persatuan

Hey hey!

 

Maju pantang mundur

Cita-cita…

Berangkat ayo bangun

Sejahtera…

Satu nusa satu bangsa

Dan satu bahasa kita

Penuh semangat membangun

Nusantara…

 

Bersatu… kita teguh

Bercerai… kita runtuh

Merah putih, pemersatu nusa bangsa

 

Bersatu… kita teguh

Bercerai… kita runtuh

Merah putih, pemersatu nusa bangsa

Gotong-royong… Indonesia makin jaya

 

 

“Teka-teki”

Ada sebuah benda, selalu menunjuk saja

Tidak berkaki, tidak bertangan

Tetapi dapat berjalan

Kikuk… kikuk…

Kikuk… kikuk…

Kikuk… kikuk… kikuk….

 

Tidak pernah berhenti

Kadang kala berbunyi

Setiap masa, sehari-hari

Selalu mengingati kami

Kikuk… kikuk…

Kikuk… kikuk…

Kikuk… kikuk… kikuk….

 

Mari kita lestarikan lagu anak-anak Indonesia! Menyanyi bersama anak itu menyenangkan, untuk itu lagu yang dinyanyikan harus bagus. Tidak hanya yang catchy namun juga liriknya harus berbahasa yang baik serta berisi pesan-pesan yang mengedukasi. Betul nggak, moms?

Kalau moms and dads suka menyanyikan lagu apa saja kepada anak-anaknya?

 

Lirik lagu ditulis dari memdengarkan masing-masing lagunya

Koleksi foto pribadi.

♡ Intan Rastini

Berat Badan Kalki dan Kavin Juli – Desember 2017

Dalam 6 bulan terakhir saya rekap berat badan Kalki dan Kavin sebagai berikut:

Juli 2017

Kalki: 16,9 kg (turun 300 gr dari bulan Juni 2017)

Kavin: 12,3 kg (naik 100 gr dari bulan Juni 2017)

 

Agustus 2017

Kalki: 17,1 kg (naik 200 gr)

Kavin: 12, 1 kg (turun 200 gr)

 

September 2017

Kalki: 18 kg (naik 900 gr)

Kavin: 12,9 kg  (naik 800 gr)

 

Oktober 2017

Kalki: tidak timbang karena terlambat datang dari sekolah

Kavin: 12,2 kg (turun 700 gr)

 

November 2017

Kalki: 17,2 kg (turun 800 gr dari bulan September)

Kavin: 12,1 kg (turun 100 gr)

 

Desember 2017

Kalki: 17,4 kg (naik 200 gr)

Kavin: 13,2 (naik 1100 gr)

 

Catatan tambahan: karena bulan ini sudah posyandu di tanggal 11 Januari  2018, maka saya tulis sekalian berat bada Kalki dan Kavin bulan Januari 2018.

Kalki: 18,1 kg (naik 700 gr)

Kavin: 13,3 kg (naik 100 gr)

IMG_20180108_104828_1.jpg

Kakak Kalki dan Adik Kavin sudah biasa cukur rambut. Habis cukur rambut dapat hadiah es krim

Hari ini genap adik Kavin berusia 2 tahun 9 bulan atau 33 bulan. Adik kavin sudah bisa apa saja?

  • Kavin 2 tahun 8 bulan di pertengahan Desember saat Kakak Kalki liburan 2 minggu di Surabaya, udah nggak nangis lagi kalau mama sikatin giginya
  • Kavin 2,5 tahun udah mulai mau kencing di luar atau di atas WC tapi tetap masih ngompol di clodi
  • Udah mulai ngomong, “aduh”, “udah”, “mobil”, “mati”, “jatuh”, “itu”, “ini”, “halo”, “oma”, “kumpi”, “papa”. Kalau ditanya apa adik sudah mandi jawabnya “udah”, lalu saat ditanya siapa yang mandiin atau kapan mandinya jawabannya “udah” juga 😀
  • Kavin mengerti permintaan orang tuanya jika diminta ambil bantal dia akan mengangguk jika mau mengambilkan, lalu diambillah bantal, kadang juga masih ada yang salah saat mama minta ambil bantal eh yang diambil guling.
  • Suka menggunting kertas atau karton. Kalau dia lihat gunting pasti minta diambilkan kertas atau karton untuk digunting.

Untuk Kakak Kalki yang sudah masuk PAUD, apa aja ya yang sudah bisa dia lakukan?

  • Sudah bisa meniru tulisan angka dan huruf
  • Menggambar mobil dan truk keruk kesukaannya
  • Menulis nama sendiri meski kadang suka lupa huruf i terakhir di namanya
  • Bisa bercerita yang dia karang sendiri
  • Bertanya Bahasa Inggrisnya benda-benda yang dia inginkan seperti, “Bahasa Inggrisnya baju apa?”

Sepertinya itu saja dulu. Sampai 6 bulan berikutnya, ya… semoga anak mama sehat selalu, pintar dan ceria. Untuk adik Kavin semoga makin fasih dan lancar ngomongnya.

Intan Rastini.

How to Make a Cartoon Wayang

Hello, weekend is coming and we will have more spare time with the kids. Here is one of my idea to make a creative activity with Kalki and Kavin. My sons need figures to play instead of dolls, so I tried to make them cartoon wayangs with their own characters, Kalki and Kavin. With wayang Kalki learns about storytelling and confidence 🙂

Let’s go, I’ll show you how to make some…

Tools and Materials

24112017(009)

  1. Piece of carton
  2. Palm sticks
  3. Tape
  4. Pencil
  5. Coloring Pencils
  6. Scissors
  7. Needle
  8. Thread
20171124_090338

I use the carton from my toddlers’ milk boxes to recycle them too

How to make

  1. Draw a character on a piece of carton. What I drew was my sons, Kalki and Kavin figures. You can draw your children figures or any animation characters.
  2. Color the character or let your children do the coloring.
  3. Cut out the character and then also cut off the joints: the arms, elbows and knees.
  4. Join each arm to the shouldres and join the elbows together as well as the knees by sewing them with the thread and needle. I just need to make two holes to sew the joints.
  5. Attach the palm stick to the character’s center body on the backside of the carton. Use the tape to stick it.
  6. Attach a palm stick to each hands and fix it with the tape.
  7. A cartoon wayang made on carton is done! Ready to play…!
13122017(002)

The backside of the carton, I use transparent tape to attach the palm sticks

 

Just after I have finished making the Kalki and Kavin cartoon wayang, Kalki asked me for Oma and Opa cartoon wayang. And then Maybe he would ask for more characters…

So I made him two cars cartoon wayang instead. Because they are easier, I didn’t need to sew the carton. I just draw, color, cut out and then attach the stick and it’s done.

 

Kalki played the cartoon wayang in the dark with a white screen and a shooting lamp behind the screen. So there were the shadows of the wayang on the screen. He made up a story while playing the characters. But you don’t need to play with the screen and lamp. You can make a scenery background instead.

 

Happy playing cartoon wayang 🙂

Intan Rastini.