Perkembangan Berat Badan kalki dan Kavin 2018 II

April
Kalki: 18,4 kg (N 0,5kg)
Kavin: 13,2 kg (Tetap dari bulan lalu)
Kavin medapat imunisasi JE tanggal 16 April 2018
Sedangkan kakaknya imunisasi JE di Paud tanggal 22 Maret 2018
Di bulan ini adik berulang tahun yang ke-3. Selamat ya adik!

Mei
Kalki: Posyandu terakhir karena kakak udah 5 tahun usianya. Selamat ya kakak!
BB: 17,6 kg (T 0,8kg) timbang dengan timbangan posyandu tanggal 11 Mei 2018
BB: 19 kg (N 1,4kg) timbang dengan timbangan digital di Puskesmas tanggal 24 Mei 2018
Kavin
BB: 12,7 kg (T 0,5kg)
TB: 94 cm
LK: 50 cm
Bulan Mei ini mama dapat honor sebagai pengurus Posyandu dari kantor desa, nih sebesar Rp 38.000 😀 Astungkara~

Juni
Kavin: 13,8 kg (N 1,1kg)
img_20180612_091320-01-600x800107100240.jpeg

Kalki: 19 kg timbang di Puskesmas dan RS Tabanan
Kalki periksa ke Puskesmas karena ada kotoran di telinganya yang susah untuk dibersihkan, sudah di-spooling di Puskesmas tapi karean kotorannya kering jadi belum keluar juga. Akhirnya diresepkan obat tetes telinga Forumen, tapi karena harganya mahal 30.000-35.000 rupiah, papa nggak mau beli dan akhirnya dirujuklah ke Poli THT di RS Tabanan. Kemarin udah ke RS Tabanan dan kotoran sedimennya udah dibersihkan lalu diberi obat tetes hidung dan antibiotik.
Oh ya hari ini Kakak Kalki udah lulus PAUD, kedepan libur panjang sampai tanggal 16 Juli 2016 di kelas TK. Kami mau liburan ke Surabaya, nih. Ikutan mudik ceritanya padahal nggak ngerayain lebaran hihihihi…. Kangen sama kota kelahiran lah!

screenshot_2018-06-13-19-23-00-248_com-instagram-android-01

Sampai jumpa di trimester ke 3 tahun 2018! Sehat-sehat terus ya, Adik Kavin dan Kakak Kalki! Love you much!

♡ Intan Rastini

Advertisements

Proses Pembuatan Kartu Identitas Anak di Tabanan

8:44 WITA serah berkas

8:49 WITA kartu selesai cetak

Ya cuma lima menit aja! Saya sudah dua kali pergi kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tabanan atau yang disingkat sebagai Disdukcapil saja, ya.

Pertama kali kesana, saya kaget ternyata kantor disdukcapil udah berubah modern dan makin terbuka. Dulu sih tertutup.. Waktu saya dan suami ngurus akte nikah 6 tahun lalu itu pun melalui loket dibalik jendela. Kini sudah terdapat banyak helpdesk dan disediakan mesin nomor antrean.

Disana ramai banget orang antre bikin KTP elektronik sepertinya. Saya pun bertanya kepada petugas jaga di dekat mesin nomor antrean, bagaimana kalau mau buat KIA. Beruntung saya ga pakai nomor antrean segala. Petugas berkata langsung naik ke lantai dua.

Saya awalnya sempat bingung, tangga menuju lantai dua itu dimana…. Ternyata ada di balik ruangan yang berisi banyak helpdesk tersebut, soalnya nggak kelihatan kan ada dibalik tembok. Setelah naik ke lantai dua di sisi kiri tangga ada ruangan dengan pintu terbuka khusus untuk pembuatan KIA.

Saya pun segera memberitahukan maksud saya yaitu membuat KIA untuk kedua anak saya. Berkas-berkas yang saya berikan:

  1. Foto copy akta kelahiran anak
  2. Foto copy KK
  3. Pas foto anak 2×3 (untuk anak usia 5 tahun ke atas)

Kavin yang berusia 3 tahun langsung jadi KIA-nya dalam waktu 5 menit. Sedangkan untuk Kalki yang beberapa hari lagi akan berusia 5 tahun tidak bisa terproses muncul fotonya. Ternyata sistem tidak akan memunculkan foto anak di kartu jika si anak belum genap berusia 5 tahun.

Bu petugas pun memberitau supaya saya datang lagi 1 hari setelah ulang tahun Kalki. Lagipula ulang tahun Kalki pada waktu itu tinggal 2 minggu lagi. Kalau mau dicetak KIA-nya sekarang tanpa foto juga percuma karena setelah Kalki 5 tahun harus ganti KIA Baru.

Jadi KIA ada masa berlakunya, dan jika masa berlakunya habis ya harus diperbarui. Masa berlaku KIA Kavin adalah sampai ulang tahunnya ke-5 nanti. Saat kartu KIA Kavin dicetak dia berusia 3 tahun, jadi nanti setelah 5 tahun perlu memperbarui KIA dengan foto. Diperbaruinya masih 2 tahun lagi.

Sedangkan Kalki dari cetak kartu usia 5 tahun akan berlaku hingga dia berusia 17 tahun nanti. Setelah usia 17 tahun kan bukan KIA lagi namanya tapi diperbarui menjadi KTP ;). Eh, ternyata kini ada paket pengurusan akta kelahiran juga sekaligus dengan KIA jadi satu. Ketika anak lahir dicetaklah Akta kelahirannya beserta KIA supaya nggak perlu bolak-balik ngurus.

Kemudian saya pun datang ke Kantor Disdukcapil yang kedua kalinya tanggal 4 Juni 2018 lalu. Kartu KIA Kalki berhasil dicetak dengan prosedur yang sama. Setiap selesai, saya hanya perlu menandatangani bahwa telah terima kartu di buku daftar. Tidak ada biaya apapun!

Cepat, gampang dan gratis! Hebat pelayanan administrasi pemerintahan sekarang sudah semakin maju dan melayani masyarakat tanpa pungli! Bahkan ada spanduk besar yang menyatakan bahwa semua pelayanan cetak administrasi kependudukan seperti akta kelahiran, KK, akta perkawinan, KTP, KIA, Akta kematian semuanya tidak dipungut biaya, alias gratis!

Parkiran di depan Kantor Disdukcapil emang selalu terlihat cukup penuh, tapi ternyata ketakutan saya akan antre lama tidak terbukti. Sebelum saya pulang sempat melihat ada booth Biz.net. sepertinya di kantor Disdukcapil juga telah tesedia wifi. Tapi saya waktu itu nggak coba, sih. Jadi nggak tau itu gratis untuk umum atau untuk kalangan karyawan Disdukcapil.

Oh ya, Disdukcapil kini bisa diikuti di sosmed bahkan bisa dihubungi melalui WA. Kalau perlu informasi sewaktu-waktu bisa tanya langsung lewat IG, adminnya cukup responsif, lho! Bahkan di IG sering diinfokan kegiatan disdukcapil dan infografis seputar administrasi kependudukan.

Kalau mengurus administrasi kependudukan semakin mudah, nggak akan ragu buat ngurus-ngurus sendiri, deh!

Salam “Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan” #GISA

Kontak Disdukcapil Tabanan

Telepon: 0361813542

WA: 0895800180777

IG: @disdukcapiltabanan

❤️ Intan Rastini

Having Haircut with Sameeksha from India

There were two volunteers from India, named Sameeksha and Raghav. They were my first Indian volunteers at the learning center. They are students in Singapore and study at a business school. They helped us at the learning center for an internship.

I had the chance to cook Indian food with them. We made ten rotis and heated instant palak paneer to dip the roti in it. I helped Raghav rolling the roti while Raghav and Sameeksha toast the roti on a flat pan.

Kavin was with me to taste the roti and the curry. We ate the Indian roti and palak paneer with the other volunteers from France. The roti was quite hard because of the refined wheat flour. But it was fine. We did the cooking after class, and we ate it right away. I liked the roti and the palak paneer. For Kavin, the palak paneer was a bit spicy and quite strong. We shared the roti together, so we tore one roti for everyone and dip the small pieces to the palak paneer.

Palak is spinach. So it was like mushed spinach and combined with paneer. The paneer itself which is also called as cottage cheese was really similar to tofu. Paneer is made of milk while tofu is made of soy. I have tasted the paneer and I almost couldn’t tell the difference between paneer and tofu.

~

Once Sameeksha asked me where she could have her haircut, and then she would like me to take her to the salon at the town. Because of our limited time due to Galungan and Kuningan ceremony preparation and she was going to leave to Singapore soon, she almost canceled her plan to have a haircut.

However, before Sameeksha left, I insisted to take her to a salon… because I had never been to a salon in Bali before and I wanted to see her having a haircut. She said it’s funny that I wanted to see her having a haircut so she agreed to let me see and we arranged an appointment on her last day at the learning center.

I even collected some pictures of hair style that I wanted to have it 😀 I kept them on my phone in case I would have a haircut or just a hair trim.

I took Kalki from school at the break time and we went to the learning center at 9 AM. Sameeksha is getting ready and then we cooked two Indian instant meal for breakfast, Punjabi Choley and Aloo Choley. Choley is chick peas and aloo is potato. The two were almost tasted the same, with gravy or curry tomato sauce.

img_20180525_0910001

We just reheat them in pans

We ate the Choley curry with rice, and Ibu Ketut tried with bread. I added some sweet soy ketchup on my dish. Kalki also tasted it but he didn’t really like it. Then, instead he grabbed a slice of bread and added sugar on it. Both with rice and bread were really great! Poor Kalki he didn’t enjoy the Indian meal.

After having a quick breakfast, I went to the salon at Bajera with Kalki and Sameeksha. Actually I was planning to have a haircut too, then because I got a bonus from Ibu Ketut, I was thinking to take a cream bath too 😀 hihihi.

We arrived at Salon Dea at Brembeng just after Bejera. The owner and also the hairdresser is a mother who had just given a birth to a baby girl. We were the first customers but she handled the Salon on her own, so she did it one by one, Sameeksha first and then me. But there was another customer coming so she handled the next customer before me because the customer wanted her hair to be colored.

Both of us were having haircuts and cream baths. We spent a lot of time there for doing it in turn. Sameeksha only wanted to trim her hair to be an oval and layered but she still had a long hair. And then I had my haircut very short like Susannah Cahalan’s hair on the back side of her book. Yes I brought the book to the salon and showed to the hairdresser. My hair looked quite like this, but it was cut longer by the shoulders.

img_20180517_173630

taken from instagram.com

After having haircuts we had cream baths with massages on our heads. We weren’t given any warm towel or a steamer. The hairdresser only left the cream on our head after massaging. While I had my hair treatment, Sameeksha was accompanying Kalki. They had a photo selfie together. Kalki even helped me to take our picture while I had a cream bath and Sameeksha had her hair straightened.

Luckily Sameeksha had the after haircut pictures with Kalki, while I didn’t have any 😦

The price for a haircut was Rp 30.000 and cream bath was Rp 50.000. Sameeksha wanted her hair to be straightened so she paid Rp 40.000 more. While I just had a normal blow dry for my hair.

It was my first experience having a haircut and salon treatment in Bali. Before that I had never gone to salon to have any haircut. My husband who always cut my hair. And the cream bath treatmennt was really good although I think still quite expensive. I expected having haircut is about Rp 15.000-Rp 20.000 and cream bath is about Rp 30.000.

img-20180523-wa0006322345050.jpg

Me and Samey before having haircut

img_20180605_173520

Me after the haircut

We were through at the Salon almost at lunch time. We had new looks and our hair felt very smooth and light in the air. At that time Sameeksha was really in hurry to catch her flight! That’s why we don’t have our picture together after having haircuts. She needed to pack her clothes and get ready in time!

photo_2018-05-30_11-40-12

Auntie Sameeksha and Kalki on the farewell day

Bye bye Sameeksha and Raghav thank you for the good times. See you soon!

♡ Intan Rastini

Brotherhood Kalki and Kavin

Saat mama minta tolong kakak untuk membawakan papan tulis kecil dan ia berkata tidak bisa,

Adik Kavin pun datang dan membantunya. Akhirnya mereka berdua mengangkat bersama-sama papan tersebut untuk diberikan kepada mama. Papan tulis kecil itu awalnya mama pinjam dari yayasan untuk belajar menulis dan menggambar Kalki. Akhirnya setelah merasa cukup menggunakannya, mama kembalikan kemarin.

Hari ini selesai upacara mecaru di rumah, kami harus mengembalikan meja dan kursi yang kami pinjam ke Balai Banjar. Mama pun berusaha mengembalikan delapan kursi plastik.

Adik Kavin sudah siap ingin membantu dan standby di depan tumpukan kursi-kursi tersebut. Kakak Kalki juga tak kalah antusias. Karena 8 tumpuk kursi terlalu berat untuk diangkat, mama membagi dua tumpukan kursi.

Mama membawa 6 tumpukan kursi sedangkan kakak dan adik membawa 2 tumpuk kursi. Mereka bekerja sama membawanya sampai ke Balai Banjar. Kalki dan Kavin terlihat senang bisa membantu, mama dan papa juga senang mereka bahu-membahu saling menolong. 😉

♥️ Intan Rastini

Jogging in The Morning with The Kids

Enaknya kalau lari pagi ada teman lari yang sepadan. Sama kecepatan larinya dan sama kemampuan jarak tempuhnya.

Lari pagi bersama anak-anak sungguh menyenangkan karena bisa menikmati cahaya matahari pagi. Apalagi mulai bulan April hingga kini cuaca lagi dingin banget disini. Dengan lari atau jalan bersama-sama mereka bisa cari hawa hangat dari mentari pagi.

Tapi Kalki dan Kavin nggak sama kemampuannya karena kaki adik Kavin masih pendek dan kecil dari pada kakaknya. Sooo, Kalki biasanya semangat lari duluan sampai di depan mama dan Kavin. Mama berada di tengah, Kavin bisa tertinggal di belakang.

Kalau tuh bocah ditinggal di belakang, bisa berabe. Kadang suka lari di tengah jalan nggak tau kalau ada mobil atau motor lewat di belakangnya.

Kalki lagi libur sekolah sejak akhir bulan Mei. Makanya mama bisa lari pagi ngajak Kavin, kadang-kadang Kalki mau ikut. Mungkin aja Kalki mau nerusin jalan pagi ke sekolahnya saat masuk nanti. 🙂

Selain olah raga di luar, mama juga melakukan aktivitas olah raga di rumah. Biasanya adik Kavin membantu mengambilkan dumbbell dan juga ia suka menggulung matras. Baiknya…. Kavin sayang.

Terkadang saat mama sedang olah raga seperti sit up Kalki mau membantu memegangi kaki mama atau duduk di atas kaki mama. Tapi di lain waktu mereka menggerombol dan juga nimpukin mama haha. 😀

Atau malah si adik minta diangkat-angkat dengan kaki mama kayak akrobatik. Minta diayun-ayun di tungkai kaki mama, ya sudah mama pikir sekalian aja pakai beban berat badan adik Kavin untuk latihan perut.

Pernah juga adik Kavin mama gendong di punggung sambil jalan pagi dan buat beban juga saat jogging. Ide awalnya dari Kakak Kalki waktu jalan pagi sama Tante Hannah, dia kecapekan dan akhirnya mama gendong dari pertigaan Angkah Pondok sampai ke yayasan. Untungnya Kalki mau jalan ga terus-menerus minta gendong, soalnya saat nanjak sambil gendong Kalki mama yang kelelahan.

Senyum manis adik Kavin di pagi hari yang hangat. Menghangatkan hati orang tuanya yang melihat.

♥️️ Intan Rastini

Galungan dan Ulang Tahun Kalki ke-5

Ada yang spesial di Hari Raya Galungan kali ini… Apa itu yang spesial? Yaitu bertepatan dengan hari ulang tahun Kalki yang ke-5. Jadi seluruh umat Hindu merayakan hari raya Galungan dengan bersembahyang ke pura dan bagi kami juga untuk bersyukur kepada Tuhan karena Kalki telah bertambah usianya :).

photo_2018-05-30_11-39-39

Kalki the birthday boy! Happy 5th Birthday Kakak!

Hari Raya Galungan yang kami rayakan memang dihitung melalui kalender Bali jadi jatuhnya bakalan 7 bulan sekali dalam kalender masehi. Hari Galungan tahun ini, juga seperti yang lalu-lalu, kami merayakannya dengan rentetan sebelum hari-H. Salah satunya mempersiapkan segala sesuatu supaya nanti ada pasokan makanan selama sebelum hingga sesudah hari raya.

Pasokan makanan disini tujuannya buat makan orang di rumah sekeluarga juga buat sanak saudara yang datang berkunjung ke rumah. Kan hari raya bakalan sibuk mempersiapkan banten, penjor, hiasan-hiasan seperti gantung-gantungan dan lain-lain… jadi supaya kami nggak perlu repot mikir masak apa ya hari ini, besok, dan seterusnya, toh pasar juga banyak yang tutup lapak.

Kami membeli daging babi 1 kg di pasar Bajera, sampai rumah saya buat jadi pork nugget di-mix dengan wortel dan keju jinten, keju paprika dan Gouda cheese dari Belanda (nanti saya ceritakan lebih lanjut tentang keju ini). Kemudian stok tahu dari belanja di tukang sayur juga saya sikat jadi tofu nugget hihihi… Kali ini dicampur dengan wortel aja dan seledri, nggak pakai keju.

Lumayan ada stok frozen food. Tapi tofu nuggetnya udah abis duluan nih, sebagai gantinya kami juga membeli ikan nila sebanyak 4 kg dan ini dibagi dua dengan mertua. Jadi bagian kami di masukkin ke chiller kalau mau makan tinggal goreng aja potongan-potongan ikannya. Kalau punya mertua sih dikukus jadi pepes ikan.

Galungan kali ini pertama kalinya juga lho, papa nggak dapat ambu di kebun buat bikin penjor. Lagi langka ambu, kali. Ambu itu daunnya pohon jaka atau nira. Sehingga papa harus beli hiasan penjor yang udah jadi di toko. Kebetulan dapat hiasan stok lama seharga Rp 15.000.

Selain itu, pada Galungan kali ini saya lagi haid, jadi tidak bisa sembahyang sekeluarga ke pura. Yang sembahyang hanya papa dan Kalki. Saya di rumah aja sama Kavin. Maka dari itu bisa saya sempatkan menulis di blog hehehe…. Selain itu bisa melakukan exercise juga pagi-pagi (nanti saya tulis exercise buat perut di posting blog selanjutnya). Kalau saya nggak lagi haid, pasti udah sibuk siap-siap sembahyang ke pura, nih.

photo_2018-05-30_11-39-25

Kakak dan adik, ketika baru bangun pagi ini

Terus mau ngerayain ulang tahun Kalki gimana nanti? Yaah, ciri khas keluarga kami dengan merayakannya secara sederhana aja, mungkin bakalan ngajak makan pizza di kedai Pizza terdekat di Bajera., namanya Gembul Pizza. Mumpung ada harga promo Galungan dan Kuningan juga hihihi… Kami juga nggak menyiapkan kado khusus buat Kalki. Ngajak jalan dan makan di luar aja mudah-mudahan udah bikin dia seneng.

Karena Kalki sudah melampaui usia balitanya, ini ada kenang-kenangan kata-kata lucu Kalki waktu masih balita:

“Kodok main hujan,
tidak batuk dia.”

“Adik masih kecil, nanti kalau sudah besar jadi kakak, ya dek.”

“Hujan! Ayo teteskan! Kakak mau cuci tangan! Hujan…, ayo teteskan!” yang ini terjadi saat dia mau cuci tangan sore-sore, lalu Kalki menengadahkan tangannya ke langit 😀

Kalki dapat Taro (merek snack) ukuran jumbo, dia seneng bukan main! Sambil makan snacknya dia berkata, “Wow, nggak habis-habis!”

Haha…. Selamat berulang tahun yang ke-5 tahun ya, nak! Bulan depan udah naik kelas masuk TK, nih. Semoga makin pinter, sehat selalu, berbahagia, sayang papa, mama dan Adik Kavin.

Dan…, selamat hari kemenangan Dharma melawan Adharma! Semoga semua mahkluk ciptaan-Nya berbahagia.

♡ Intan Rastini

Perkembangan Kalki di bulan Mei 2018

Kalki udah lulus Posyandu bulan ini…. Yeaaaay….!!! Udah nggak perlu datang ke posyandu lagi, deh tapi masih bisa timbang badan, dong di fasilitas kesehatan secara teratur, timbangnya ga perlu pakai kain gendongan lagi.

Kalki belum 5 tahun sih, dia baru genap 5 tahun nanti di penghujung Mei, tapi udah selesai ikutan posyandu karena posyandunya kan tiap tanggal 11, jadi bulan ini adalah posyandu terakhir Kalki.

photo_2018-05-21_05-40-16

Salah satu perkembangan Kalki akhir-akhir ini, dia udah mau pakai kaos kaki dan sepatu sendiri. Sebelumnya Kaos kaki masih minta dipakaikan dan dia tinggal pakai sepatu, gitu.

Mandi Pakai Air Dingin di Tempat yang Dingin

Bulan ini dia udah pinter mandi pakai air dingin, padahal bulan ini cuaca lagi dingin banget kan karena sering mendung, berhembus angin dan hujan. Tapi akhirnya dia mau mandi air dingin dengan trik yang diajarin papa yaitu Kalki diminta bernyanyi saat diguyur air dingin supaya perhatiannya konsentrasi ke menyanyinya bukan ke dinginnya air. Selain itu menyanyi itu juga bakar kalori, lho!

Kenapa saya bilang mandi pakai air dingin itu pinter? Ya karena kami tinggal di daerah perbukitan yang sejuk, jadi setiap kali mandi bakalan merasakan air lebih dingin dari pada air di pemukiman pesisir sana yang hawanya panas. Dan Kalki itu udah dari dulu dicobain mandi air dingin di saat harus mandi buru-buru tanpa sempat menunggu masak air panas dulu, dan dia tuh rewel banget masalah mandi dengan air dingin!

Bahkan saat kami menginap di lokasi yang panaaaassss banget seperti di Sidoarjo, dia udah jelas kegerahan tiap hari rambutnya basah karena keringat tapi tetap aja nggak mau mandi air dingin. Kami kudu masak air panas dulu tiap doi mandi. Tapi eh sekarang ditawari mandi air dingin kok mau, malah adiknya yang nolak. Padahal biasanya Kavin mau dimandiin air dingin di saat-saat hawanya gerah.

Senang Mengerjakan Maze

Sejak masuk Paud di usia 4 tahun, Kalki mulai suka mengerjakan lembaran tugas yang berisi mencari jalan dari satu titik ke titik lain. Bahkan mama sempat beberapa kali bikinkan kalki sebuah “maze” atau jalan meliuk-liuk beserta gambar mobil-mobilnya.

Kebetulan pada akhir April lalu saya menerima e-mail dari Cassie Yoshikawa yang bekerja di Education.com dan dia menawarkan worksheets gratis. Salah satu worksheetnya adalah sebuah maze! Seneng dong saya, kok bisa pas banget! Akhirnya saya print dan kasi ke Kalki. Saat dikasi Kalki eeeh adiknya ngeliat dan rebutan kertas worksheet deh, mereka.

Karena pada berantem, papa turun tangan dan menyembunyikan worksheet itu. Kalki pun diberi pengertian supaya mengerjakannya saat adik sudah tidur saja. Setelah adik tidur siang barulah Kalki punya kesempatan mengerjakan maze-nya tanpa diganggu sang adik. Saya temani Kalki saat ia mengerjakan tapi saya biarkan dia menyelesaikan sendiri dalam mencari jalan keluar.

Bahkan saat melihat hanya jalanan yang ruwet dia berkata, “ini cari apa?”

Ooh rupanya Kalki terbiasa mencarikan subjek sebuah objek sebagai goal-nya di tujuan akhir. Maka saya gambarkan sebuah capung di sisi jalan terbuka kiri bawah dan sebuah apel di tujuan sisi kanan atas. Lalu Kalki pun menambahkan gambar buah pir dan juga bunga-bunga hahaha…

Screen Shot 2017-11-21 at 12.13.42 PM

Beberapa saat saja di kemudian bilang, “sudah.”

“Lho, sudah selesai?” Tanya mama.

“Iya.”

Begitu saya cek, ternyata memang benar sudah selesai dan kunci jawaban untuk mencari jalan yang benar itu mudah, toh! Nggak menelusuri jalan yang njelimet tapi hampir lurus dan belok satu kali aja. Hahaha, pantesan! Tapi Kalki sempat tertipu dan mencoba menelusuri jalanan yang rumit tetapi ujung-ujungnya buntu.

photo_2018-05-21_05-05-08

Hasil pengerjaan Kalki

Kalau mom and dad mau cari worksheet yang sesuai untuk anaknya silakan cari di referensi ini. Banyak banget tersedia macam-macam tipe worksheet dengan berbagai tingkatan usia dan kemampuan anak.

Macam-macam worksheet yang bisa dipilih ada:

  • Maze (jaringan jalan yang ruwet)
  • Matching list of words with images (mencocokan kata dengan gambar)
  • Word search (mencari kata)
  • Crossword puzzle (puzzle teka-teki silang)
  • Word scramble (kata acak)
  • Addition (penjumlahan)
  • Subtraction (penguragan)
  • Division (pembagian)
  • Multiplication (perkalian)

Sejauh ini Kalki masih suka dengan worksheet maze. Enak kan saya ga perlu capek-capek menciptakan jalan yang ruwet karena bikin maze itu emang susah, bo! Cukup lihat-lihat aja di resource Education.com dan print! Setiap worksheet dihiasi tema dengan gambar-gambar yang lucu. Seperti little crawlies yang imut yaitu lady bug dan catterpillar di worksheet maze-nya Kalki. Bikin gemes dan anak tertarik kaaaan…

Yang bikin terpesona lagi ternyata di koleksi Maze Education.com ada yang bertemakan eco-friendly, lho! Jadi maze-nya berhubungan dengan mencari jalan untuk mematikan saklar lampu, mecari jalan untuk menutup keran air, dan selain lembar keja maze juga ada ide aktivitas seperti membuat kolase dari potongan kertas kecil membentuk bola dunia. Cocok nih, buat ngajarin anak supaya hemat energi dan sumber daya air bersih.

Dari maze yang paling gampil sampai maze yang terlihat lebih membingungkan lagi pun ada yaitu “Rapunzel Tower Maze” yang banyak dan padat banget jalurnya untuk si pangeran dapat bertemu Rapunzel. Tapi tenaaang semua worksheet dilengkapi kunci jawaban, kok. Jadi mom and dad yang pusing cari jalan keluar dari maze-nya tinggal klik answer key aja.

Next saya mau cetak maze yag pemadam kebakaran nih, buat Kalki, soalnya dia suka banget sama fire trucks. Mengerjakan lembaran maze ini ampuh lho mengurangi screen time Kalki 🙂

Selamat mencoba!

❤️ Kalki

♡ Intan Rastini