Berpetualang di Alam Bebas

Seringkali si kecil bosan bermain di rumah saja. Bagaimana jika mengajak anak bermain di luar? Eh tapi yang saya maksud bukan bermain di arena bermain dalam pusat perbelanjaan atau tempat bermain anak-anak di restoran cepat saji. Memang tempat tersebut biasanya merupakan tempat favorit bermain si kecil.

Bermain di luar yang saya maksud adalah bermain di alam bebas. Selain bagus untuk kebugaran dan sistem kekebalan tubuh si kecil, bermain di alam terbuka baik untuk meningkatkan kecerdasan naturalis si kecil, lho! Kecerdasan naturalis ini berkaitan dengan kemampuan merasakan bentuk-bentuk dan menghubungkan elemen-elemen yang ada di alam.

Berjalan diantara semak bunga Seruni di kebun cokelat

​​

Bermain di sawah dan terus aktif bergerak!

Jika kecerdasan naturalis si kecil menonjol, sejak dini ia akan menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap lingkungan alam sekitarnya, termasuk binatang. Mereka akan mudah menyelaraskan diri dengan alam dan tidak gampang jijik atau bahkan takut memegang binatang. Selain itu mereka juga senang memerhatikan fenomena atau benda-benda di angkasa seperti awan, pelangi, bintang dan bulan.

Bermain dengan Riki, anjing tetangga

Udah jelas kan manfaat bermain di alam terbuka? Untuk mengasah kepekaan si kecil terhadap lingkungan, menumbuhkan kepedulian akan kelestarian lingkungan hidup, agar tidak mudah sakit karena paparan lingkungan alam terbuka membuat sistem kekebalan tubuhnya berkembang, mengajak anak untuk aktif bergerak sehingga kebugarannya terjaga dan menyegarkan pikiran agar tidak penat.

Duduk di atas batang pohon yang rebah di atas sungai kecil

Untuk saya yang tinggal di desa, cukup mudah untuk mengajak anak-anak saya berpetualang ke sawah, kebun, sungai air terjun atau pantai. Tapi untuk Anda yang tinggal di perkotaan, biasanya memiliki sedikit akses ke tempat alam terbuka. Tetapi Anda tetap bisa mengajak si kecil ke taman kota, kebun raya, pantai atau tempat lain yang memiliki ragam mahkluk hidup saat berlibur ke rumah kakek dan nenek di desa.

Sebelum berangkat, perhatikan hal-hal berikut:

  1. Pastikan Anda dan si kecil dalam keadaan sehat jasmani serta rohani yaitu bugar dan bahagia supaya petualangan berjalan lancar dan menyenangkan.
  2. Siapkan bekal makanan, kudapan ringan favorit si kecil, air minum yang cukup dan untuk berjaga-jaga bawalah juga obat-obatan si kecil untuk keadaan darurat seperti Tempra Syrup penurun panas.
  3. Jangan lupa bawa topi agar tidak kepanasan dan bawa baju ganti beserta handuk jika berencana bermain air basah-basahan.
  4. Usapkan minyak telon di badan anak agar ia merasa hangat dan nyaman selama berpetualang serta tidak mudah masuk angin. Usapkan juga minyak telon yang mengandung anti nyamuk pada tangan dan kaki anak agar terhindar dari gigitan nyamuk atau serangga selama di alam bebas.
  5. Selalu lakukan pemanasan sebelum memulai kegiatan fisik. Ajak anak melakukan peregangan ringan untuk mengurangi risiko cidera.

Nah, jika sudah sampai di tempat tujuan:

  1. Berjalanlah pelan-pelan dengan si kecil agar ia tidak mudah lelah dan dapat melihat apa yang ada di sekitarnya.
  2. Ambil istirahat yang sering untuk minum dan makan sebab Anda akan punya banyak waktu untuk menikmati pemandangan dan terhindar daei dehidrasi serta lapar.
  3. Perhatikan tanaman liar, peringatkan si kecil terhadap tanaman yang berduri dan yang berpotensi menyebabkan gatal.
  4. Jika bertemu air, pastikan kedalamannya dengan mencelupkan batang kayu ke dalam air. Bila tidak dalam biarkan kaki Anda yang terendam untuk memastikan aman (apalagi jika ada arusnya) sebelum membiarkan si kecil bermain air.

Anda juga dapat membekali si kecil dengan tongkat kayu agar ia dapat memastikan kedalaman air dan membantu keseimbangannya saat berjalan di aliran air

Istirahat makan siang dulu buat isi tenaga

​​

Jangan lupa banyak minum air dan pakai topi rimba

 
Aktivitas-aktivitas edukatif apa saja yang dapat Anda lakukan dengan si kecil di alam bebas?

Bermain perahu dari sabut kelapa di atas aliran air anak sungai

  • Ceritakan tentang lokasi. Sebutkan apa nama tempat yang Anda kunjungi bersama si kecil dan tempat berlangsungnya kehidupan apa disana. Misalkan Anda mengajak si kecil ke sawah, jelaskan bahwa di sawah adalah tempat tumbuhnya tanaman padi dari bibit hingga menguning. Jika sudah menguning biasanya tanaman padi akan merunduk karena sudah berisi bulir-bulir beras yang bisa dipanen yaitu berupa gabah. Gabah yang diolah nantinya akan menjadi beras. Lalu beras dapat kita masak menjadi nasi yang kita makan sehari-hari
  • Ceritakan tentang hasil bumi. Jika Anda mengajak si kecil ke kebun seperti kebun teh, kebun stroberi atau kebun apel, jelaskan produk apa yang dihasilkan oleh kebun tersebut. Contohnya tanaman teh jika sudah cukup umur akan dipetik daunnya sehingga bisa diolah sampai menjadi teh seduh atau minuman teh.
  • Mengenal warna-warni bunga. Saat mengunjungi taman yang banyak dihiasi oleh bunga, kenalkan warna-warna apa saja yang ditunjukkan oleh bunga-bunga tersebut sehingga Anda dapat mengenalkan macam-macam warna pada anak. Ajarkan juga agar anak tidak selalu memetik bunga di tempat umum supaya keindahannya dapat dinikmati bersama-sama.
  • Menyentuh batang dan daun. Anda dapat menyentuhkan aneka tekstur daun dan batang kepada si kecil sambil menjelaskan nama-nama pohonnya. Ada daun yang kecil, ada yang lebar, ada yang bergerigi, ada yang berbentuk lurus dan panjang, ada pula daun yang bergerak menutup jika disentuh seperti daun tanaman Putri Malu. Begitu juga batang pohon ada yang bercabang-cabang, ada juga yang tegak lurus seperti pohon kelapa dan palem.
  • Ceritakan tentang hewan. Anda dapat menunjukkan berbagai jenis hewan yang tedapat di alam terbuka seperti yang ada dalam buku bergambar milik si kecil. Contohnya dalam ekosistem sawah terdapat burung bangau, ular sawah, tikus, katak, belalang, dan belut. Di kebun terdapat tupai, jangkrik, kupu-kupu, belalang, burung dan ayam. Ajak anak bermain menirukan gerak dan suara setiap hewan yang ada disana.
  • Hewan kesukaan. Minta anak menyebutkan hewan kesukaannya dan tanya mengapa ia menyukainya. Jelaskan daerah asal hewan tersebut dan dimana habitat aslinya jika hewan yang disebutkan oleh anak adalah satwa liar. Seperti orang utan berasal dari Kalimantan, gajah dan harimau berasal dari Sumatera. Deskripsikan kepada anak seperti apa habitat mereka dan cara mereka hidup di alam bebas.
  • Menyaksikan proses tumbuh kembang. Jika menemukan ulat atau kepompong, merupakan hal yang menarik untuk diceritakan kepada si kecil bahwa itu adalah tahapan kehidupan dari kupu-kupu. Perlihatkan proses tumbuh kembang hewan lainnya seperti telur menetas menjadi ayam atau berudu menjadi katak. Bisa juga proses kehidupan tanaman atau bunga dari kuncup menjadi mekar dan dari bunga memjadi bakal buah.
  • Bermain aliran air. Saat Anda mengunjungi sawah, Anda akan menjumpai saluran irigasi sawah. Di sana Anda dapat mengajak si kecil bermain perahu-perahuan dengan helai daun kering. Jelaskan juga bahwa air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah seperti pada air terjun. Jika Anda dan si kecil pergi ke sungai atau ke pantai, Anda dapat menjelaskan bahwa sungai mengalirkan air dari dataran tinggi seperti pegunungan hingga ke tempat yang lebih rendah yaitu ke laut sedangkan pantai adalah tempat bertemunya daratan dan laut.
  • Buang sampah pada tempatnya. Ajak anak untuk selalu membuang sampah pada tempatnya. Saat di alam bebas biasanya tidak tersedia tempat sampah, caranya dengan menyediakan kantong khusus tempat sampah yang nantinya akan di buang ke tong sampah selesai berpetualang. Jelaskan akibat yang dapat terjadi di alam jika anak Anda membuang sampah sembarangan. Contohnya, saluran irigasi sawah dapat tersumbat lalu tidak dapat mengalirkan air ke sawah lagi sehingga tanaman padi mati dan petani tidak dapat memanen beras, keindahan alam tidak dapat dinikmati karena kotoran sampah dimana-mana, sungai tercemar sehingga ikan-ikan jadi mati sampai ancaman terjadinya banjir. Cara itu akan membuatnya belajar tentang kebersihan lingkungan.

Belalang yang berwarna indah di tanaman pakis

Panen pisang satu tandan!

Nikmatnya tiduran di atas panen kelapa

Bunga yang bermekaran berwarna-warni

Belajar manjat pohon supaya berani dan tidak takut ketinggian

berdiri di atas aliran air saluran irigasi sawah

​​

Istirahat dengan duduk di atas batang kayu

Bermain air di pantai berbatu dan merasakan deburan ombak di laut

Menyentuh tanaman padi sambil melangkah di atas pematang sawah

​Bagaimana? Asyik dan seru ya, menghabiskan waktu bersama si kecil di alam terbuka? Anak-anak juga pasti akan menambah perbendaharaan kata mereka mengenai istilah-istilah lingkungan hidup. Tuh, yang masih ragu-ragu berpetualang di alam bebas, ada bonus manfaatnya, nih… yaitu secara tidak langsung dapat menambah kecerdasan linguistik anak.

Yuk, tunggu apa lagi? Ayo bersiap-siap untuk segera memulai petualangan dengan si kecil!

♡Intan Rastini

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

Advertisements

Happy 7 months Kavindra!

Ini late post banget namanya, mah… kenapa? Karena adik udah 7 bulan lebih 1 minggu hari ini.

Huhihi… kerjaan mama sejak adik mulai MPASI yaitu: siapin bahan-masak-siapkan bubur-cuci peralatan-siapkan bahan ‘tuk selanjutnya-masak-blender-simpan-cuci peralatan makan.
Dan seterusnya dan seterusnya… berlangsung tiap hari. Apalago itu lho perabotan lenongnya adik abis masak&makan MPASI lumayan banyak jugaa ! Kudu cuci bersih trus tiriskan sampai kering. Kalo dilap pakai tisu dan serbet kan seratnya nempel di permukaan wadah makanannya.

Sekalinya jam makan… kakak Kalki dan adik Kavin perlu disuapin. Belum mama sendiri yang makan. Papa sih bisa gampang makannya. Kakak Kalki belum mahir makan sendiri… mudah-mudahan cepet bisa ya, sayang.

Aish ya capek ya repot mau nulis blog curi-curi waktu nih sambil nyusuin Bakabon Vindra. Pakai rambut mama dijambak ditarik-tarik segala! Soalya baru aja si Bakabon makan siang dengan gravy ati ayam buatan papa ditambah beras cokelat dan puree wortel plus minyak kelapa. Papa bantuin mama buat gravy ati ayam dini hari tuh. Paginya pas udah dingin gravy tinggal mama blender trus masukkin toples selai yang udah mama bersihkan dan rebus sebelum mau dipakai. Nah, tutup rapat lalu masuk deh 1 kotak makanan dan 1 cup pigeon mag mag isi Gravy ati ayam ke kulkas. Ada yang ke freezer 1 toples.

image

Oma bawa hadiah banyak banget buat Kalki dan Kavin salah satunya mainan pohon kayu ABCD 123 ini lalu juga baju-baju, legging, jeruk baby, kabocha, kacang hijau kupas, kacang merah, mangkok bayi dan semuaanya masih banyak lagi kasih..

Karena ngomongin MPASI bisa panjaaaang banget.. beralih yuk ke perkembangan Bakabon usia 7 bulan ini. Secara kalender Bali Kavin yang sipit seperti kartun Jepang Bakabon ini juga sudah 1 oton tanggal 9 November kemarin. Makanya papa dan mama juga masih sibuk beres-beres rumah dan peralatan masak sebelum dan sesudah upacara oton adik Kavin.

Astungkara acara oton Kavin berjalan dengan lancar. Keluarga saja yang cukup mengikuti prosesi upacara. Ada opa, oma dari surabaya dan nini dalung juga datang dari Banyuwangi abis nengok adik Khanza. Lalu makciek Ratih dan Iqbal. Ada Tude Jaya dan Meisinar juga. karena otonnya hari Senin banyak yang udah datang duluan pas hari Sabtu dan Minggu. Ceritanya bisa di post terpisah ya.. kalau sempat, euy

Adik Kavin Bonbon udah bisa duduk pas 7 bulan lebih 3 hari. Dia udah duduk sendiri, bukan diposisikan duduk. Lah kalo diposisikan duduk oleh ortunya emang udah bisa sejak jalan 6 bulan.

Adik lagi tumbuh gigi! Pertama gigi seri bawah yang kiri udah berhasil muncul ujungnya semua. Sekarang bakalan muncul sebelah kanannya. Semua digigitin nih… pundak mama, paha kakak Kalki, mainan, karet rambut mama, jepitan rambut, pinggiran ember… hihi…

Ngoceh babbling lucu banget. Kalo marah bisa mengerang kayak suara mesin motor. Trus udah bisa cetak cetak pakai lidahnya. Ctk ctk ctk gitu bunyinya sejak dikasi maem agar2 markisa hehe… memekik girang, ketawa, bergumam, brrtt main ludah juga asik sendiri.

Kavin udah makin kenceng merayapnya dan kayaknya bakal mau merangkak nih… tapi kebanyakan kalo dia nemu pegangan kokoh malah bagun n’ berdiri deh jadinya. Seperti kalo dimasukkan ke ember buat maem karena mamanya ga bisa megangin sendirian karena ga punya bouncer, highchair, bumboo chair dan lain-lain itu.. adanya dia malah pegangan bibir ember dan berdiri!

Ada aja yang menarik perhatiannya. Semut kecil di lantai juga di tepok-tepok gemes. Kakaknya masih bobok, pipinya ditepokin biar bangun. Hahaha Gantian. Kalo adik tidur lah kakaknya kadang pingin adiknya bangun. HP ada suara musik anak-anak atau enggak juga pingin diambil. Bahaya… kakak Kalki aja udah cukup sering banting atau jatohin HP apalagi kalo baby Kavin yang pegang?! HP itu udah cukup lah copot batere, simcard atau memory card gara-gara nggak ngontak pasca dijatohin bocah Kalki… jadi jangan lagi ditambah oleh Kavin.

Kavin seneng banget diajak main oleh kakaknya. Main ciluk ba di jendela, kakaknya di luar lari-larian dan adik di kamar, mereka ketawa-ketiwi saat bertatap muka di jendela. Main air pas mandi, adiknya udah mencoba berdiri-berdiri lihat kakaknya main air di ember lainnya pakai selang dan ember itu udah diisi penuh mainan plastik kakak kalki kayak bola, bebek plastik, gayung, botol-botol shampo dan sabun bayi yang udah kosong ck ck ck. Lalu main mobil-mobilan di lantai dan di gelebeg. Kalo main di lantai ini adik baru-baru aja setelah oton. Karena udah upacara jadi bisa main di lantai. Seperti abis upacara turun tanah bagi bayi gitu.

Lihat orang banyak si Kavin sih tetap kalem selama masih digendong orang tuanya. Tapi kalo udah orang yang baru2 aja dia lihat coba menggendong.. dia mewek trus nangis. Masih butuh penyesuaian. Seperti oma yang baru datang, pertama kali nggendong masih nangis minta mama atau papanya tapi lama2 udah mau. Setelah kenal jadi lengket lah sama omanya…

image

Kami sempat rekreasi keluarga ke Bedugul. Pasar Pancasari dan Kebun Raya Bali. Si Kalki dan Kavin fine.. selama perjalanan nggak rewel malah dapat tidur. Ini baru pertama kali, lho jalan-jalan piknik sekeluarga yang ditemanin opa dan oma karena kami jarang-jarang bisa pergi sekeluarga apalagi bawa balita dan bayi sekaligus. Opa yang nyetir selama perjalanan dan oma membantu ngemong gantian Kalki atau Kavin.

image

Senangnya bisa dapat kesempatan melakukan perjalanan ke Kebun Raya Bali di Bedugul karena ada Opa dan Oma. Transport dan makanan aman. Pas perjalanan sempat hujan, sempat sedikit kesasar lalu tanya penduduk setempat yang ramah-ramah. Tapi akhirnya kami sampai ke tujuan dengan selamat dan anak-anak masih cukup riang. Kami dapat suasana sejuk pegunungan dan penyegaran pikiran selama abis beberes di rumah toh.

image

Ini Kalki lihat kelinci di pasar Pancasari Bedugul. Kalem banget, sementara adiknya digendong oma beli buah markisa, buah salju, stroberi, brokoli dan jagung rebus.

Nah cerita masih banyak dan fotonya juga. Tapi cuma bisa pilih beberapa aja biar bisa keupload dengan baik. Nanti dilanjutkan lagi ya… dan selamat 7 bulan adik Kavindra sayang! Semoga sehat selalu dan makannya makin pinter. Mwuah… ★★☆☆★★☆

♡ Intan Rastini

Sepatu-sendal Baru Kiboy, Cihuy!

Tanggal 3 April kemarin opa dan oma datang ke rumah kalkiboy… Akhirnya kami dapet jalan-jalan refreshing keluar!!! YEAaaAaaAaAaaaaAAaaaaAYyyyy *maaf alay*

Seneng banget akhirnya bisa ngajak si bocah JJ (baca: Jalan-jalan) bersama mama, papa, opa dan oma… Pertama opa dan oma dateng itu kamis siang 3 April dan kebetulan ada undangan pernikahan di Lang Linggah. Alhasil, begitu sampai, opa dan oma langsung temu kangen sama kami trus ngajakin siap-siap kondangan! Ga pakai istirahat melepas lelah setelah perjalanan panjang Jawa-Bali naik mobil, duh!

Kali kedua jalan-jalannya ke Sekartaji untuk ketemu kumpinya kalki serta pekak, mbah dan om Eka Darmawan 🙂
Nah kalo itu perginya ngga sama papanya Kiboy 😦 jadinya cuma kami berempat: opa, oma, mama n’ kiboy sayuuung :-*
Tuh, awalnya mau pergi aja, nininya si kiboy udah agak rewel maunya nggak dikasi pergi lagi.. Aruuuh…! Akhirnya mama dan Kalki minta ijin sama papa, kepala keluarga kami, dan kami pun diijinkan untuk refreshing, cari sepatu dan melali ke rumah kumpi di Sekartaji. Capcussssss…! Brrreeeemmmm brrruuuum *suara mobil*

Begitu akan sampai di Sekartaji, kami ngga langsung ke rumah kumpi, tapi yang ada kami pada isi perut dulu mampir di depot ikan bakar Namirasa. Asyik, disana ada ayunan, itung-itung Kalkiboy beneran main bersama mama dan opa-omanya melepas penat! Penyegaran suasana ya Kiboy sayung? :-*
Jadi selagi mamanya makan, Kalki main ayunan bersama oma, trus gantian bersama opa. Setelah kami semua selesai makan baru deh kami foto-foto di taman yang ada bale mini dan ayunannya itu. Asri dan sejuk… Refreshin’ our mind after a misunderstanding moments at papa’s chateau!

Setelah makan siang, baru deh kami caoo ke rumah kumpi Sekartaji… Begitu masuk langsung disambut dengan teriakannya bunik alias embahnya Kalki yang masih muda, “KAaaaaallllkkkkiiiiiiii…!”… Dan suasana temu kangen dengan keluarga Sekartaji berlanjut dengan hangat dan sayang 😉 Ngga taunya pada ngeriyung di paon (dapur) semua. Ada mbah, bunik, Eka dan Rendi (dan kemudian disusul oleh paknik). Ternyata si bocah cenik-cenik lagi bikin miniatur ogoh-ogoh dari tanah legit alias lempung yang dikasi tatakan dan kerangka lidi hehehehehe 😀

lalu mama pun menyiapkan makan siangnya Kalki yang udah berbekal dari rumah pakai lunch box, yaitu… Bubur nasi dan puree tempe.. Hiksss sederhana. Banget yaaa!? Gapapa kalki setelah itu kan mamaa masakin puree brokoli karena dibeliin oma brokoli dan wortel, lalu ati ayam, udang, dll…
Setelah Kalki maem, dia ngga mau langsung bobo siang, tapi asik main terus, diboboin di atas kasur eh sibuk guling-gulingan sama om Ekanya. Pas om Eka keluar kamar untuk belajar mengerjakan LKS bersama (dibantu) opa, Kalki sibuk ikut ke ruang keluarga klethak-klethik asik sendiri gitchuu! Akhirnya mama pun mandiin Kiboy di deket bak penampungan air. Iya, mandinya pakai air dingin soalnya siang itu sekitar pukul 2 siang WITA, suasananya lagi HOT! Mungkin Kiboy gerah banget dan jadi ga tidur-tidur karena ga nyaman badannya sumuk atau ongkeb shhhhhhh *elap keringet*. Setelah dimandiin (mama sendirian nih, ngemandiin si Kalkidut sambil mama pegangin dia supaya tetap mau di posisi berdiri untuk diguyur air pake gayung lalu disabunin trus diguyur lagi untuk dibilas) baru abis mandi rasanya segaaaaar, jadi Kiboy anteng… Eh langsung bobok nyenyak sampai sore jam 4. Yah syukurlah, Kalkiboy bobok, mama ada kesempatan pula untuk ikutan mandi hihihi *byar byur byar byur!!!*.

Sorenya, baru lah kami pulang… Sebelum pulang kami sembahyang di sanggah terlebih dahulu (selagi Kalki masih terlelap di kamar tidur), sedangkan kumpi dan bunik mempenin nangka jawa alias buah sirsak, sayur bayam, terong, dan ikan mujair goreng, telur ayam, juga kerupuk manis buat mama… Terima kasih banyaaaaak… Abis gitu, kami mampir ke rumah mbok Kadek Indra untuk lihat adek Dia yang baru berusia 2 bulan. Iya nih, mbok Kadek Indra punya anak lagi, setelah Rendi (anak laki-laki pertamanya yang udah TK, dan dikasi nama miripan dengan nama adikku Ryandi), belakangan punya adek perempuan, namanya Kadek Nadia ;-*
Jadi kami pun main ke rumahnya nengokin si adek kecil. Eeeh, si Eka dan kroni-kroninya alias adek-adek bocah lainnya pada ngikut dan ngumpul di rumahnya si Rendi.. Yah sudah, difoto bareng-bareng dong momen bersama bocah-bocah unyu minyu ini.. Yuhhuuuu…

Setelah itu kami mampir ke Clandy’s di dekat terminal Pesiapan, Tabanan. Belanja apa? Macem-macem berupa keperluannya Kalkiboy sayung… Ada sepatu-sendal Kumari warna hitam-kuning ukuran 25 (itupun agak longgar di kakinya Kalki tapi gapapa mudah-mudahan seiring dengan bertambah besar dia udah bisa lancar jalannya sehingga sepatunya udah pas untuk dipakai), botol minum bersedotan motif Transformers, pembersih sedotan panjang, sendok melamine motif Sponge Bob, tepung terigu, tepung maizena, havermouth, roti, keju, dll… Selagi mama memilih barang belanjaan, oma menggendong dan menyuapi Kiboy makan sore dengan bekal dari rumah buah naga utuh yang sudah ditumbuk di Sekartaji sebelum berangkat pulang. Setelah selesai belanjanya, dapet sepatu untuk Kalki yang udah mulai belajar berdiri dan minta dititah untuk melangkah dan berjalan, barulah kami pulang. Hehehe terima kasih banyak opa dan oma…

Nah, opa dan oma pun juga sudah balik ke Surabaya kemarin. Sebelum berangkat ke Jawa, mereka sempat mampir lagi ke Angkah bawain Kalki baju Bali warna kuning dan baju barong warna merah dan merah jambu, juga udeng biru dengan motif kain prada. Nggak lupa, mama dibelikan juga sayur gondoh, tahu, tempe, buah wani, cambah, ati ayam, udang, ikan tuna dll dari pasar. Wuuiiiih, untung hari ini udah kemasak sayur bayam dari kumpi, gondoh dan cambah dari oma, sedikit-sedikit tapi pasti dilahapnya, nih. Untuk Kalki, kemarin udah mama kasi ati ayamnya juga untuk menu hari ini dibarengin dengan beras merah dan puree brokoli serta selingan jus wortel, yang semua bahannya dari omaaaaa… ({})

Makasih opa n’ oma udah ngajak Kalki jalan-jalan… Besok-besok lagi ya? Mungkin yang jangkauannya lebih luas lagi seiiring dengan bertambah gedenya si Kalkiboy.. See you again soon!

Ini foto Kalki nyobain sepatu-sendalnya yang kalo diinjek bunyi ciit, ciit, ciit! Kebetulan setelah mama titah si Kiboy untuk jalan-jalan di seputaran ruang tamu-ruang keluarga dengan antusiasnya, trus akhirnya si dia mama ganti clodinya siang tadi. Cheeeeeeers!

Ρ.S. Oh, ya.. Kalkiboy dibelikan opa dan oma kendang juga, atau sejenis ketipung kecil lho dari Bedugul.. Baiknyaaa.. sehingga ada alat musik pukul untuk dimain-mainin Kalki. Yah, meski begitu toples kaleng dan plastik pun masih dipake main sama Kiboy, hihihi (•̯͡.•̯͡)

First Kalki’s Day Out

Senin, 20 Januari lalu kami sempat pergi jalan-jalan karena ada kesempatan mamoth ke Bali jadi bisa naik mobil pergi sama Kalki. Ini baru acara jalan-jalannya Kalki yang resmi setelah otonnya. Sebelum dia oton sempat keluar tapi bukan untuk hang out atau jalan-jalan, cuma untuk yang penting-penting aja kayak ke RS, trus juga sempat mengunjungi rumah sanak saudara sebentar. Nah kali ini Kalki beneran jalan-jalan nih, ke Dalung dulu untuk ketemu Iqbal sepupunya, lalu ke Clandy’s untuk beli keperluan bayi trus terakhir ke Burger King buat emaknya makan hehehe… Lumayan pas ke Burger King jam setengah empatan dapet Big Break Time dengan buy 1 get 1 burger gitu. Entah ini berlaku di seluruh BK atau di BK Sunset Road aja.

Ya, jadi hang out pertama Kalki di tempat umum bersama Mama (so pasti) Oma, Om Ryandi, dan Bunda Ratih adalah ke Clandy’s – semacam supermarket khusus perlengkapan bayi di Bali – lalu ke resto Burger King. Ke BK ini gara-gara Om Ryandi yang ngidam burger. Pas ke Clandy’s dan BK si Kalki mah udah tidur. Jadi aku ga bisa lihat reaksinya dia di kedua tempat yang baru bagi dia itu. Yah sayang sekali, kamu ga tau kalo udah diajak jalan-jalan ke sana dong, nak. Karena kamu asik jalan-jalan duluan di mimpi. Di Clandy’s Buluh Indah merupakan cabang Clandy’s yang lebih besar dari pada yang di Tabanan, karena di denpasar kali ya.. Jadi disana ada buncis baby, labu kuning, brokoli, dan sayur serta buah-buahan lainnya… Wah bisa untuk MPASI, nih! Jadi mama ambil aja buncis baby dan brokoli ke keranjang. Abis cari buncis baby, brokoli dan beberapa bahan pangan yang baby friendly lainnya seperti kabocha, zuccini, labu kuning itu untuk MPASI agak susah sih di pasar desa, jadi ini kesempatan emas.. Labu kuningnya ga beli, soalnya kurang seger. Dan labu kuning itu dijual udah dipotong jadi karena udah kebuka keliatan udah ga fresh, emang enak sih beli porsi kecil begitu. Kan biar sesuai kebutuhan makan bayi yang ga seberapa banyak.

Ga tau ya, menurut tradisi dan kepercayaan yang dianut ibu mertuaku, baiknya bayi nggak jalan-jalan dulu sebelum upacara oton. Sempat bentrok juga mengenai keyakinan ini antara aku dan mertuaku. Tapi kalo diambil dari sisi logisnya, memang bayi itu lebih rentan kena penyakit kalo dibawa keluar ya? Karena kalo keluar kena asap kendaraan, asap rokok, asap bakar-bakaran sampah. Belum lagi ketemu banyak orang, dan kita ga tau orang itu lagi sakit apa deketan sama anak kita atau bahkan pegang anak kita ntar bisa ketularan, trus masalah di tempat umum yang higienitasnya berbeda dengan di rumah. Tapi kalo nggak keluar juga bisa-bisa nggak menter kan ya? Alias nggak tahan banting. Juga biar membiasakan suasana luar dan sedikit hiruk pikuk boleh kan?

Jalan-jalan sama bayi itu melelahkan lho, yang menghandle bayi itu yang lelah. Nah, kalo bayinya sendiri ngerasa lelah nggak ya? Apalagi aku menyusui Kalki, nggendong dia juga (untung dapet bala bantuan dari mamoth), trus bawa-bawa baby bag dan thermal bag untuk keperluan bayi… Wuuuuuh experience banget. Kebetulan perginya nggak sama papa jadi nggak bisa tandem deh.

Next time must go with papa! Biar ada tenaga kuda yang bisa diandalkan hihihihi..

“Each child is …

“Each child is an adventure into a better life, an opportunity to change the old pattern and make it new.”

-Hubert H. Humprey

We hope our son brings new pattern and opens wide opportunity

God be with us always because God is inside us

I need you God, to keep me strong

and to be a great mother for Kalki

and to serve my family well

I need you my family, to keep me spirited

and become always supported