Daily Blue Rice from Butterfly Blue Pea Flower

Bunga telang yang saya tanam dari benih sudah beberapa bulan ini rajin berbunga dengan rutin. Awalnya saya panen untuk diseduh jadi teh bunga telang. Teh bunga telang akan berwarna biru, lalu dicampur markisa yang juga sedang panen di halaman, widiiiih, warna tehnya jadi berubah dari biru ke ungu macam Bali sunset saja. Anak-anak suka lihatnya, dan suka menikmati seduhan teh bunga telang campur markisa, apalagi kalau ditambah gula atau madu 🤪. Ya, namanya juga nak-kanak, sukanya yang manis-manis daripada yang hambar. Kalau hambar, ntar mamanya disembur lagi! 😖

Semakin tumbuh besar, semakin banyak berbunga si Clitoria ternatea ini. Saya pun putar otak gimana caranya supaya panen bunga telang ini bermanfaat tiap hari, soalnya kalau minum air bunga telang terus.. anak-anak bosan, kadang nggak diminum meski mamanya udah siapkan air bunga telang satu pitcher di meja makan. Mereka lebih memilih ambil air minum dari teko di counter dapur yang agak tinggi dan susah buat nuang air ke gelas daripada minum dari pitcher yang lebih mudah dijangkau jadinya.

Baca juga cerita saya tentang Tepache 🥃 (Resep Tepache Minuman Khas Meksiko yang Nyegerin – How to Make Your Own Tepache).

Saya akhirnya pakai bunga telang ini untuk masak nasi! Ya, kami kan sebagai warga Indonesia tidak bisa lepas dari nasi sebagai makanan setiap hari. Jadinya saya petik saja bunga telang sore atau pagi hari, rendam dengan air panas, lalu saat akan masak nasi, air bunga telang itu dituang sebagai tambahan air di beras yang akan ditanak di rice cooker. Air rendaman bunga telangnya tidak banyak, mungkin hanya 500 ml saja. Sebunga-bunga telangnya pun saya cemplungkan ke pot, wadah menanak nasi. Aduk-aduk sebentar supaya seluruh beras tercampur dengan rendaman air bunga telang. Colokkan listrik, dan… dan…, ini yang tak kalah penting! Jangan lupa ceklik “cook”!

Setelah nasi matang gimana? Nasi menjadi berwarna biruuuuu. Warnanya menarik dan cantik sekali. Bunga-bunga yang layu ikut termasak bersama beras pun hadir bercampur dengan nasi yang matang. Saat menyendok nasi untuk makan, ya.. saya makan juga sebunga telangnya. Karena tetangga saya bilang bunga telang ini bisa dibuat nasi goreng dan tidak menambah rasa apapun pada bahan makanan yang tercampur dengan bunga telang. Memang betul rasa nasi biru yang tiap hari kami makan berkat si bunga telang ini tetap hambar, kok! Bahkan jika mau, bunga telang juga bisa dikonsumsi dengan cara dilalap mentah-mentah.

Bunga telang ini termasuk bergizi dan mengandung antioksidan tinggi. Kalau kamu belum coba konsumsi bunga telang dan belum nanam bunga telang di rumah, rugi deh belum merasakan manfaatnya hehehe… Yuk, tanam, yuk! Cara nanamnya mudah, kok! Dari benih, semai saja di tanah yang dicampur pupuk kandang atau pupuk kompos. Bunga telang akan berkecambah dan tumbuh dengan mudah. Setelah agak besar bunga telang membutuhkan rambatan, atau tempat untuk sulur-sulurnya menjalar.

Di rumah, saya tanam bunga telang yang telah disemai di pot lalu bibit muda dipindahkan dari pot ke tanah di halaman dekat pohon palem. Setelah besar, bunga telang ini menjalar sampai tinggi ke ujung atas pohon palem. Jadi makin cantik, deh, pohon palemnya yang monoton karena ada bunga mekar berwarna serba biru di sela-sela daun palem yang lurus-lurus memanjang. Bulan Agustus 2020 ditanam, pada bulan September 2020 tanaman bunga telang sudah memberikan bunganya. Lalu pada bulan Januari 2021, dua tanaman saya mulai tua dan jadi kering, memberikan pod benihnya yang berwarna cokelat. Masih tinggal satu tanaman bunga telang dewasa yang masih hidup dan tumbuh lebat menjalar sampai ke pucuk pohon palem.

Dulu saya dapat benih bunga telang ini dari tetangga saya yang baik hati. Beliau adalah pasangan suami-istri yang sudah lanjut usia dan tinggal berdua saja mengelola warung. Saya mengetahui bahwa beliau punya tanaman bunga telang dari teman saya yang bekerja di Bumdes. Maka saya datanglah ke rumah pasangan suami-istri ini untuk membeli bunga telang. Ya, beliau menjual bunga telang satu wadah kresek seharga Rp2.000. Kemudian saya bilang bahwa saya juga hendak menanam bunga ini, maka saya pun diberi tetangga saya benih bunga telang 2 pods. Cihuy!

Saya hanya tanam 1 pod awalnya. 1 pod berisi 6 benih bunga telang berwarna hitam. Dari 6 benih yang saya tanam tumbuh bibit muda sejumlah 3 saja hihihi. Setelah 5 bulan, yang dua sudah tua dan mengering, sedangkan yang satu masih hidup sampai sekarang. Satu pod benih bunga telang sisanya saya berikan ke adik sepupu saya di Surabaya. Dan akhirnya berkat dua tanaman bunga telang yang sudah tua itu, saya bisa mendapat banyak pod benih bunga telang selanjutnya yang bisa saya simpan dan saya bagikan ke saudara-saudara saya yang ingin menanamnya.

Sekarang saya udah semai beberapa benih bunga telang lagi pada cup-cup bekas minuman dan pada wadah plastik bekas. Setelah bibit muda ini kuat, akan saya pindahkan lagi ke dekat pohon palem atau dekat pagar kawat kasa supaya tumbuh menjalar dengan indah. Tetangga saya di dusun sebelah juga ada yang menanam bunga telang di pinggir tepian batas senderan rumahnya, lho.. Tanpa cagak dan tanpa tiang sebagai media menjalar si tanaman bunga telang. Alhasil bunga telangnya menjuntai agak condong ke bawah.

Selain itu, saya mendapati tetangga saya ini punya bunga telang putih! Wow, saya sendiri baru tau ternyata ada ya bunga telang warna putih. Nah, kamu sendiri tertarik, nggak, menanam bunga telang di rumah setelah tau manfaat-manfaat yang dikandung oleh si bunga unik dan cantik ini? Oh, ya teman blogger saya yang pintar memasak, mbak Rini, bahkan buat kue lapis pakai bunga telang, nih. Bisa cek resep-resepnya di bawah. Bunga telang juga bisa dibuat teh fermentasi yang menyehatkan, lho, yaitu kombucha. Kalau ada kreasi lainnya silakan share, ya, bagaimana cara kamu menikmati si bunga telang 😊. Kalau bagi saya buka jendela kamar lalu melihat bunga telang pada bermekaran pun sudah nikmat sekali rasanya.

Annex: inspirasi resep kreasi mbak Rini:

  1. Lapis Kanji Bunga Telang
  2. Puding Kopyor Telang
  3. Cendol Dawet Biru dari Bunga Telang
  4. Susu Cendol Anget
  5. Bubur Sumsum Biru Bunga Telang
    Sungguh kreasi mbak Rini itu jauh lebih kreatif-kreatif dari pada saya yang cuma super basic buat air seduhan untuk minum dan buat menanak nasi sebagai makanan utama keluarga hehehe 😁.

❤️ Intan Rastini.

22 thoughts on “Daily Blue Rice from Butterfly Blue Pea Flower

  1. Pingback: Acar Timun Wortel – Cucumber Carrot Pickle | Intan Rastini

    • Thank you Monch Weller ☺
      I’m glad you enjoy my post. But wait.. Incidentally?? Didn’t you (or other family members) intend to plant the butterfly plant at home? Yeah, sure you can try. Thank you for visiting my blog too and leaving me a nice comment. 🤩

      • Haha I understand that point when you didn’t expect that much at first. But then… They can grow well. So amazing, now you can wait the flowers to bloom all the time, harvest them to make some butterfly pea tea or blue rice and else 🤩. Just enjoy…

  2. Dl aku prnh pesen nasi tumpeng biru yg terbuat dr pewarna Telang ini mba. Cantiiik tampilannya , walopun lauk pauk sama aja kayak nasi tumpeng kuning. Kliatan bedalaah kalo pake pewarna biru :).

    Tapi aku blm coba teh nya. Padahal yaa zaman msh di Aceh ini bunga banyak bgt di tanam di pinggiran jalan. Dan aku kira cm bunga biasa hahahaha. Baru tahu kalo Telang ini bisa dibuat makanan pas kuliah.

    Krn aku dulu kuliah di Malaysia, di sana ada nasi kerabu yg warnanya biru dibuat dr daun Telang ini juga

    • Iyaps, betul banget memberikan efek yang berbeda emang dengan warna menarik biru ini.
      Trus nasi kerabu dari Malaysia itu pakai bunga telang (bukan daunnya kan mbak?) dan pakai santan, ya.. Jadi lebih gurih rasanya… Kalau saya masak nasi tuh masak nasi biasa cuma ditambah air rendaman bunga telang. Jadi rasa nasinya tetaplah hambar. Sangat berbeda jika menggunakan santan yang berlemak dan berasa agak gurih dari kelapa.

      Ah ntar kapan-kapan nyoba juga ah, bikin nasi kerabu tapi di slow cooker aja soalnya di rumah masak nasi itu untuk makan bersama satu keluarga sekaligus sama bapak dan ibu mertua aku. Mereka nggak bisa makan santan karena kudu jaga kadar kolesterol gitu 🙂

      Di sini bunga telang juga tumbuh dengan mudah di kebun cokelat warga dekat pinggiran jalan aspal. Jadi lumayan melimpah dan tangguh juga bunganya, nggak rewel atau sensitif gitu di medan hidup yang agak wild. Perawatannya juga nggak terlalu khusus 😉

    • Betul, cantik ya mbak.. 😍 Rasanya benar-benar hambar kok. Kalau manis bisa ditambah gula sendiri. Bunganya sendiri kalau dimakan juga nggak ada rasanya 😊. Terima kasih udah mampir ke blog saya ya mbak.

  3. Nampaknya bunga telang ini lagi hits banget Ntan sekarang ini. Aku liat banyak kulineran kekinian juga memanfaatkan bunga telang sebagai salah satu varian rasa, entah dijadikan minuman atau makanan 🙂 Asli belum pernah nyobain dan sejujurnya penisirin juga sih hihi….

    • Nah itu dia.. Tahun 2019 lalu adik saya sempat jualan teh bunga kering. Nah salah teh bunga yang dijual adalah bunga telang. Cuma dilabeli nama tehnya pakai bahasa Inggris, jadi saya belum ngeh gitu. Ketika pandemi banyak teman-teman di dunia maya aktif berkebun, semakin booming lah ini si bunga telang. Dan berujung saya mendapatkan benih bunga telang untuk ditanam, yeaay senangnya… Maka dari itu varian produk-produk olahan menggunakan bunga telang pun jadi ngetrend.

      Cobain deh, mbak. Menanamnya pun gampang!

  4. kemarin pas pelajaran IPA ada bahasan mengenai pewarna alami dari bunga telang ini
    kok ya pas aku nemu
    suka banget pas bagian buat masak nasi
    kalau gini engga harus dijadikan minuman
    jadinya lebih variatif
    nanti aku coba cari di Ol shop bibitnya
    jadi pengen nanam juga mbak hehe

    • Ayo tanam juga mas Ikrom! Oh sempat dibahas ya di pelajaran IPA saat mas SMA? Kalau dulu saya masih sekolah rasa-rasanya hanya daun suji saja yang disebutkan untuk pewarna hijau alami :D.
      Oh ya, di olshop ada kok, mas. harganya Rp 1.000 saja per 1 pod berisi sekitar 6 benih. Itu saya ngga sengaja lihat ada di Green Mommy Zero Waste Shop via Tokopedia maupun Shopee 🙂
      Terima kasih ya mas udah main ke blog saya.

  5. Di rumah setelah mama pergi selamanya, yang rajin melanjutkan hobi bertanam kakak saya. Nah, bunga talang ini jadi salah satu penghuni baru di pekarangan. sudah beberapa kali panen bunganya, hihihi…

    tapi saya belum sempat nyobain baik pas dijadiin minuman atau untuk pewarna makanan. Apa bisa di jadikan lalapan dan di cocol ke sambal gitu? Aku anaknya suka sambel lalap, hihihi

    • Ya betul mbak, adik saya juga dulu jual bunga keringnya untuk diseduh jadi teh. Kalau bunga udah kering memang untuk disimpan bisa, udah lebih tahan lama ☺️👌. Tapi karena saya ada tanamannya di rumah udah pakai stock fresh terus bunga telangnya hehe. Iya cantik dan tidak biasaa… 😍

  6. Dulu pernah liat temen kantor bawa minuman berwarna biru dengan bunga kering di dalamnya. Kirain itu pepsi blue, tapi kenapa harus ditambahkan bunga, ya… 🤣

    Pas saya tanya, dijawab kalau itu teh bunga telang. Dari situ deh saya baru tau tentang teh telang ini. Padahal sering liat bunganya, cuma ga tau kalau itu namanya telang dan bisa dijadiin teh 😅

    • Ya ampun Pepsi Blue! Hahaha…. Kadang suka begitu mbak, sering kita lihat tapi karena belum tau kegunaannya maka kita acuhkan 😁

      Bunga telang bisa diseduh dari bunga kering atau bunga segar, mbak Hicha udah coba yang mana? Sekarang marak juga lho, industri kosmetik natural dan handmade pakai bunga telang sebagai bahan bakunya.

  7. Ya ampuuuun warnanya cantik bangettt, saya sering lihat bunga ini deeeeh dulu tapi nggak tau kalau bunga ini bisa untuk masakan 😍 Woaaah woaaah warnanya so prettyyyyy mbaaa 😆

    Eh terus saya salfok dong sama tahu dan telurnya huhuhu, pakai kerupuk, jackpot. Hahaha. Saya suka makan kerupuk soalnya, sampai pernah dikasih hadiah kerupuk sama teman blogger (mba Fanny) sebab beliau tau saya hardcore fan of kerupuuuk 😂 Wk.

    And nasi teluuur itu salah satu makanan yang saya suka dari jaman bocah, apalagi jika ditambah sedikit kecap, nyam nyam, nikmat, tambah tahu dan tempe goreng juga 🙈 *jadi ileran* Eniho, terima kasih untuk infonya mba, saya jadi belajar hal baru mengenai Bunga Telang 😍

    • Wah, mbak Eno samaan juga dengan mbak Hicha… sering lihat bunga telang tapi belum tau manfaat bunganya bahwa bisa dikonsumsi, ya. Kalau saya malah nggak pernah lihat bunga telang sebelumnya (apa nggak inget pernah lihat mungkin?). Justru saya tau bahwa itu bunga telang saat saya tau manfaatnya hehehe… Yes, so pretty and unsual! Di saat kue-kue lapis dan klepon, contohnya, dominan warna hijau… dengan warna biru si bunga telang kan jadi unik banget. 😍🤩

      Ah samaan dong sama saya, saya juga fans berat kerupuk! Mau kerupuk beras, kerupuk udang, kerupuk kentang, kerupuk apa aja yang ada di warung saya lahap semua hahaha… Asyik kan mbak dihadiahi mbak Fanny kerupuk. Itu dikasi stok buat berapa bulan sama mbak Fanny? Hehehe.

      Kalau saya dulu kecil sukanya makan nasi pakai telur disaus tomatin mbak, adik saya tuh yang suka makan telur dikecapin kayak mbak Eno hehehe. Udah gitu tiap dua hari sekali mama saya nyetok kerupuk satu toples besar di pak kerupuk langganan yang ngider depan rumah. Kerupuknya itu jenis yang keriting warna putih. Mungkin dari sana saya jadi suka makan pakai kerupuk sampai sekarang hahaha. Ya sama-sama mbak Eno, terima kasih juga sudah berbagi cerita bersama saya 🥰.

Thank you for reading my post, hope you enjoy it. Please... don't type an active link in the comment, because it will be marked as a spam automatically. I'd love to visit your blog if you fill the "website" form :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s