Happy First Birthday Kavindra! ♥

Hi hello..! Setelah ada waktu lumayaaaan senggang dikit karena Kalki bersama opa dan omanya dan Kavin tidur siang… ah, akhirnya mama curi waktu luang sebentar untuk menuliskan perayaan ulang tahun adik Kavindra yang pertama.

Jangankan nulis dini hari… pagi aja mama udah ngantukkkk karena itu mulai jarang nulis perkembangan Kavindra lagi. Cuma quick update Kalki dan Kavin. Semua pekerjaan rumah dan ngurus anak-anak dan kegiatan di luar rumah berjalan paralel dan mama kerjakan saja semampunnya.

Fiuuuuuhhh! Ah, never mind. Carry on writing what I can write quickly in a short spare time among household chores, balinese ceremony and praying and so on…

21st of April was Kartini day.. and Kinara’s  b’day too!!! ♥♡ Yesterday? It was an Earth day… and I wanna tell the story about my baby, Kavindra Ambara 🙂 the days walk and run and fly…. maybe

WEDNESDAY, 13rd of April was Kavin’s day. Why? Because he was turning 1 year old! HOORAAAAYY!! ★ ☆ ★ ☆ ☆ ★ ☆ ☆

And his mom is very late to tell the story of his birthday haha 😀 oh pardon me, son!

As the birthday cake… Kavin’s mom was making ” kue mochi ” and it was filled by two kind of flavors: red bean and mung bean.

image

You gotta love it if you try… because this kind of cake is very smooth, delicate but also chewy. I MADE IT BY MYSELF FOR MY SONS. OOOOPPS…. So sorry sometimes my capslock is automatically turned on. OR IT IS ACCIDENTALLY TURNED ON. I beg ur pardon. ^^

Yes. Oui. I made it by myself the “mochi” as Kavin’s birthday cake so I can use salt and sugar in minimum way as enough as I should give to my baby and my toddler.

If you want the Mochi recipe you can scroll down to the repost of the recipe from the Clumsyliciouskitchen.wordpress.com or henipuspita.net ♥♥ ♡♡

image

Ok ok.. kue mochi itu cukup mudah dibuat dan bahan baku utama dari tepung ketan yang dikukus jadi buat anak-anak cukup friendly dan lembut hmmmm… yummyyy. Dalam proses pembuatan saya kukus adonan mochi semalam sebelum ultah kavin sembari membuat isian kacang merah dan kacang hijaunya. Plus dibantu kakak Kalki yang baik hati. Sampai mengantuk buatnya selesai kira-kira pukul sebelas malam O.o ooohoho… makasih ya Kakak Kalki, sayang.

By the way… sebagai hadiah ulang tahun Kavindra… Mama dan papa berikan adik Kavin Softbook atau buku bantal yang berjudul “Seri Kata Santun: Maaf, Tolong, Terima kasih”, “Bermain Bersama Hewan di Pohon”, “Mengenal Angka”, “Mengenal Abjad”, dan “Waktunya Tidur”.

DARI OPA DAN OMA adik kavin dapat kado baju lucu-lucu dan sepatu boots hehehe. Kakak Kalki juga dapat dong. DARI PEKAK DAN NINI kakak Kalki dan tentu sekarang adik Kavin juga bisa minum, dapat hadiah vitamin Scott’s Emulsion yang plain.

image

Inilah acara tiup lilin adik Kavin bon bon… kecil-kecilan dan sangat sederhana. Hanya ada pekak, nini, adik Kavin, kakak Kalki, papa dan mama Kalvin. Kami berenam bernyanyi selamat ulang tahun dan lalu disusul memberi kesempatab adik Kavin tiup lilin pertamanya yang terdiri 1 buah lilin saja di tengah kue-kue mochi yang udah disusun oleh papa.

image

Happy Birtday Kavin…. Happy very blessed first Birhday… May you become a great boy, stay healthy, get stronger and be cheerful to play with you brother, Kalki. Mwuah mwuah… ♥ peluk♡ cium★ uwel ☆uwel heheheheheh :-*

image

And then we walked to Bale Banjar for ‘ngaturang pejati’ adik kavindra…

I CAN’T EXPLAIN WELL… however,what I know is just it’s one kind of Balinese tradition for a new person or a baby to the domestic sacred place where they live for introduce them as new residents.

image

The rain fell down when we was praying. Kalki, Pekak, Papa, Kavin and Mama with Dipa, Mbah Dipa and Pekak Dipa as Jero Mangku Bale Banjar went to the Bale Banjar for praying.

image

HMMM…. I CAN’T HARDLY WRITE ABOUT SOMETHING I DON’T KNOW FOR SURE. For sure we pray for the best wishes I Made Kavindra Ambara 🙂

image

LOVE LOVE YOU KAVIN AND KALKI ♡♡ our shining Bintang kejora in the sky ☆☆☆☆

Oh ya, my husband had just cut my hair 🙂

Love, mama and papa kalki-kavin♥

♡ Intan Rastini

Advertisements

Update Kalki & Kavin Bulan Maret ’16

Bulan Maret bertepatan dengan hari raya Nyepi Tahun Baru Saka bagi umat Hindu.. maka dari itu saya sempat berpartisipasi dalam lomba blog #BloggerPeduliMasaDepan yang diadakan oleh salah satu teman blogger, Mak Rinda Gusvita. Ulasannya bisa dibaca disini.

Tulisan saya mengambil tema no. 27 yaitu Hemat Listrik 🙂 dan ditayangkan juga pada tanggal 27 Maret. Kok ya pas banget bulan Maret ada Earth Hour, mematikan lampu selama 1 jam secara serentak setiap hari Sabtu di minggu ke-3 bulan Maret dan hari raya Nyepi yang tidak menyalakan lampu atau peralatan listrik untuk bersuka ria selama 1 hari. Itu sebagian kecil dari perayaan Tahun Baru Saka ya.. Karena kalau dijelaskan lebih panjang ada dalam catur brata penyepian.

Nah, kalau sempat bisa mampir untuk baca tulisan saya di blog Mak Rinda Gusvita, dan ada tulisan peserta lain juga dengan tema berbeda yang bisa dibaca 🙂 silakan…

Saya dulu juga sempat menulis perayaan Nyepi pertama Kalki tahun 2014. Kini adalah perayaan Nyepi pertama bagi adik Kavin.

Kavin yang udah mulai belajar berdiri sambil berpegangan dan sudah suka merangkak keluar setiap melihat pintu terbuka 😀
Eh, adikjuga udah bisa buka pintu sendiri lho! Juga sudah bisa naik kasur yang tinggi dengan cara ambil dingklik plastik buat pijakan manjat kasur yang mana merupakan inisiatif akalnya Kavin sendiri 😀

image

Karena ada rangkaian perayaan Nyepi dengan diawali tawur agung kesanga dengan melasti, mecaru, ngerupuk lalu setelah Nyepi pun juga ada Ngembak Geni… Posyandu di desa saya yang rutin setiap bulan tanggal 11 mundur jadi tanggal 17 Maret dan PIN (Pekan Imunisasi Nasional) di Bali pun mundur jadi tanggal 15-22 Maret 2016.

Ini Pekan Imunisasi Nasional pertama yang diikuti oleh Kakak Kalki (34 bulan) dan Adik Kavin (11 bulan). Meskipun imunisasi dasar Kalki dan Kavin udah hampir lengkap ya yang wajib dan disubsidi oleh pemerintah, kami tetap datang ke pos PIN yang berada di bale banjar Angkah Pondok waktu itu 🙂 daaaan tentu saja gratis. Hanya membawa buku KIA yang berisi catatan tabel imunisasi anak. Jika sudah mendapatkan vaksin polio (tetes oral) di Pos PIN, nanti kolom imunisasi tambahan akan diisi oleh petugas kesehatan dan anak kita yang sudah ditetesi vaksin diberi tanda tinta pada jari kelingkingnya. Sama seperti habis nyoblos gitu, hehehe…

image

Kalki dan Kavin setelah imunisasi syukur ya tidak ada demam. Dan untungnya kakak Kalki dan adik Kavin saat vaksin dalam keadaan sehat, sudah sembuh dari batuk pilek sebelumnya saat sempat main ke Dalung lihat adik Khanza dan datang ke ulang tahun Abang Iqbal di Denpasar hingga pulangnya malam hari naik motor. Saat Posyandu pun timbangan mereka turun, deh..
Anyway, ini nih, foto adik Khanza yang udah berusia 5 bulan kemarin ♥,♥

image

POSYANDU KENANGA 17 MARET 2016

image

KAKAK KALKI
BB: 14kg (tetap)
TB: 95cm
LK: 50,5cm

ADIK KAVIN
BB: 9,1kg (turun 2 ons)
TB: 73cm
LK: 47,5cm

Pas Posyandu masih sehat-sehat aja tuh dua bocah, tapi setelah posyandu kakak Kalki ke Denpasar lagi nih nganterin nini berobat dan mampir nengok kakak Kinara dan Rania. Ya tentu kakak Kalki maunya naik motor sama papa dan duduknya di depan saat nini sudah naik bis. Pulang dari Denpasar agak petang. Setelah itu Kakak Kalki mulai batuk lagi. Eh… adiknya pun ketularan.. duh! Sampai sekarang nih dua bocah masih batuk pilek meski udah mendingan karena udah periksa ke Pustu dan minum obat. Tapi yaaa… mama dan papa kan kepikiran, soalnya si adik kalo udah batuk, ASI yang udah diminum dimuntahin. Dan kalo tengah malam mama begadang jagain supaya nggak demam dan mengupayakan menyusuinya tidak berbaring sejajar agar adik tidak mudah memuntahkan kembali ASI mama.

image

Oh ya, saat Posyandu juga kebetulan bersamaan dengan Puskemas Keliling. Saya yang awalnya mau pulang setelah selesai timbang berat badan anak-anak, makan kacang ijo dan nabung di tabungan balita.. dianjurkan periksa tensi dulu oleh ibu ketua PKK. Ya sudah saya nurut. Ternyata tensi saya agak rendah sehingga diberi vitamin. Dan saya pun berinisiatif konsultasi gigi dengan pak dokter gigi yang hadir saat itu juga. Tapi yang saya konsultasikan adalah giginya Kavin yang suka dibunyikan seperti menggerus begitu. Kata pak dokter gigi, itu nggak apa-apa. Ibunya diwanti-wanti supaya rajin bersihkan saja dengan kapas dan air hangat. Lalu beri makanan yang agak keras untuk stimulasi giginya bisa berupa apel :). Saya lalu bertanya tentang hubungan gigi-gigi susunya yang suka digemeletukkan dengan tumbuh beberapa gigi seri bawahnya yang miring. Kata pak dokter, itu tidak berhubungan dan sekali lagi tidak apa-apa… Ok baiklah pak dokter, maka saya ucapkan terima kasih.

Nah, sudah itu dulu ya update perkembangan Kalki dan Kavin. Maaf nak, mama udah ga sempat lagi nulis detail perkembangan motorik atau sensorik Kavin seperti KPSP begitu. Mungkin nanti kalau ada waktu senggang ya, sayang. Saat ini kakak dan adik masih sedikit batuk & pilek dan masih dalan proses pemulihan, nih. Semoga ke depannya Kalki dan Kavin sehat terus dan tambah kuat daya tahan tubuhnya. Tambah menter, tahan banting… mau di ajak pergi atau jalan-jalan lebih jauh bisa tahan dan kuat ya, nak ^^

Love love love… ♥♡♥♡ Mama Kalvin.

♡ Intan Rastini

Happy 7 months Kavindra!

Ini late post banget namanya, mah… kenapa? Karena adik udah 7 bulan lebih 1 minggu hari ini.

Huhihi… kerjaan mama sejak adik mulai MPASI yaitu: siapin bahan-masak-siapkan bubur-cuci peralatan-siapkan bahan ‘tuk selanjutnya-masak-blender-simpan-cuci peralatan makan.
Dan seterusnya dan seterusnya… berlangsung tiap hari. Apalago itu lho perabotan lenongnya adik abis masak&makan MPASI lumayan banyak jugaa ! Kudu cuci bersih trus tiriskan sampai kering. Kalo dilap pakai tisu dan serbet kan seratnya nempel di permukaan wadah makanannya.

Sekalinya jam makan… kakak Kalki dan adik Kavin perlu disuapin. Belum mama sendiri yang makan. Papa sih bisa gampang makannya. Kakak Kalki belum mahir makan sendiri… mudah-mudahan cepet bisa ya, sayang.

Aish ya capek ya repot mau nulis blog curi-curi waktu nih sambil nyusuin Bakabon Vindra. Pakai rambut mama dijambak ditarik-tarik segala! Soalya baru aja si Bakabon makan siang dengan gravy ati ayam buatan papa ditambah beras cokelat dan puree wortel plus minyak kelapa. Papa bantuin mama buat gravy ati ayam dini hari tuh. Paginya pas udah dingin gravy tinggal mama blender trus masukkin toples selai yang udah mama bersihkan dan rebus sebelum mau dipakai. Nah, tutup rapat lalu masuk deh 1 kotak makanan dan 1 cup pigeon mag mag isi Gravy ati ayam ke kulkas. Ada yang ke freezer 1 toples.

image

Oma bawa hadiah banyak banget buat Kalki dan Kavin salah satunya mainan pohon kayu ABCD 123 ini lalu juga baju-baju, legging, jeruk baby, kabocha, kacang hijau kupas, kacang merah, mangkok bayi dan semuaanya masih banyak lagi kasih..

Karena ngomongin MPASI bisa panjaaaang banget.. beralih yuk ke perkembangan Bakabon usia 7 bulan ini. Secara kalender Bali Kavin yang sipit seperti kartun Jepang Bakabon ini juga sudah 1 oton tanggal 9 November kemarin. Makanya papa dan mama juga masih sibuk beres-beres rumah dan peralatan masak sebelum dan sesudah upacara oton adik Kavin.

Astungkara acara oton Kavin berjalan dengan lancar. Keluarga saja yang cukup mengikuti prosesi upacara. Ada opa, oma dari surabaya dan nini dalung juga datang dari Banyuwangi abis nengok adik Khanza. Lalu makciek Ratih dan Iqbal. Ada Tude Jaya dan Meisinar juga. karena otonnya hari Senin banyak yang udah datang duluan pas hari Sabtu dan Minggu. Ceritanya bisa di post terpisah ya.. kalau sempat, euy

Adik Kavin Bonbon udah bisa duduk pas 7 bulan lebih 3 hari. Dia udah duduk sendiri, bukan diposisikan duduk. Lah kalo diposisikan duduk oleh ortunya emang udah bisa sejak jalan 6 bulan.

Adik lagi tumbuh gigi! Pertama gigi seri bawah yang kiri udah berhasil muncul ujungnya semua. Sekarang bakalan muncul sebelah kanannya. Semua digigitin nih… pundak mama, paha kakak Kalki, mainan, karet rambut mama, jepitan rambut, pinggiran ember… hihi…

Ngoceh babbling lucu banget. Kalo marah bisa mengerang kayak suara mesin motor. Trus udah bisa cetak cetak pakai lidahnya. Ctk ctk ctk gitu bunyinya sejak dikasi maem agar2 markisa hehe… memekik girang, ketawa, bergumam, brrtt main ludah juga asik sendiri.

Kavin udah makin kenceng merayapnya dan kayaknya bakal mau merangkak nih… tapi kebanyakan kalo dia nemu pegangan kokoh malah bagun n’ berdiri deh jadinya. Seperti kalo dimasukkan ke ember buat maem karena mamanya ga bisa megangin sendirian karena ga punya bouncer, highchair, bumboo chair dan lain-lain itu.. adanya dia malah pegangan bibir ember dan berdiri!

Ada aja yang menarik perhatiannya. Semut kecil di lantai juga di tepok-tepok gemes. Kakaknya masih bobok, pipinya ditepokin biar bangun. Hahaha Gantian. Kalo adik tidur lah kakaknya kadang pingin adiknya bangun. HP ada suara musik anak-anak atau enggak juga pingin diambil. Bahaya… kakak Kalki aja udah cukup sering banting atau jatohin HP apalagi kalo baby Kavin yang pegang?! HP itu udah cukup lah copot batere, simcard atau memory card gara-gara nggak ngontak pasca dijatohin bocah Kalki… jadi jangan lagi ditambah oleh Kavin.

Kavin seneng banget diajak main oleh kakaknya. Main ciluk ba di jendela, kakaknya di luar lari-larian dan adik di kamar, mereka ketawa-ketiwi saat bertatap muka di jendela. Main air pas mandi, adiknya udah mencoba berdiri-berdiri lihat kakaknya main air di ember lainnya pakai selang dan ember itu udah diisi penuh mainan plastik kakak kalki kayak bola, bebek plastik, gayung, botol-botol shampo dan sabun bayi yang udah kosong ck ck ck. Lalu main mobil-mobilan di lantai dan di gelebeg. Kalo main di lantai ini adik baru-baru aja setelah oton. Karena udah upacara jadi bisa main di lantai. Seperti abis upacara turun tanah bagi bayi gitu.

Lihat orang banyak si Kavin sih tetap kalem selama masih digendong orang tuanya. Tapi kalo udah orang yang baru2 aja dia lihat coba menggendong.. dia mewek trus nangis. Masih butuh penyesuaian. Seperti oma yang baru datang, pertama kali nggendong masih nangis minta mama atau papanya tapi lama2 udah mau. Setelah kenal jadi lengket lah sama omanya…

image

Kami sempat rekreasi keluarga ke Bedugul. Pasar Pancasari dan Kebun Raya Bali. Si Kalki dan Kavin fine.. selama perjalanan nggak rewel malah dapat tidur. Ini baru pertama kali, lho jalan-jalan piknik sekeluarga yang ditemanin opa dan oma karena kami jarang-jarang bisa pergi sekeluarga apalagi bawa balita dan bayi sekaligus. Opa yang nyetir selama perjalanan dan oma membantu ngemong gantian Kalki atau Kavin.

image

Senangnya bisa dapat kesempatan melakukan perjalanan ke Kebun Raya Bali di Bedugul karena ada Opa dan Oma. Transport dan makanan aman. Pas perjalanan sempat hujan, sempat sedikit kesasar lalu tanya penduduk setempat yang ramah-ramah. Tapi akhirnya kami sampai ke tujuan dengan selamat dan anak-anak masih cukup riang. Kami dapat suasana sejuk pegunungan dan penyegaran pikiran selama abis beberes di rumah toh.

image

Ini Kalki lihat kelinci di pasar Pancasari Bedugul. Kalem banget, sementara adiknya digendong oma beli buah markisa, buah salju, stroberi, brokoli dan jagung rebus.

Nah cerita masih banyak dan fotonya juga. Tapi cuma bisa pilih beberapa aja biar bisa keupload dengan baik. Nanti dilanjutkan lagi ya… dan selamat 7 bulan adik Kavindra sayang! Semoga sehat selalu dan makannya makin pinter. Mwuah… ★★☆☆★★☆

♡ Intan Rastini

3rd wed anniv n’ Kalki is almost 19mo’s

Sebelumnya, selamat hari raya Galungan dan Kuningan 🙂
Kalki sempat sembahyang Sugihan Bali sambil ngaturan pejati di pura Pangkung Sakti dan Puseh lan Desa, juga saat Galungan bersama-sama mama+adik dan papa, Kalki sembahyang lagi hanya pagi-pagi di Pura Pangkung Sakti. Lalu kami kedatangan oma dan opa bersama Om Ryandi dari Banjarmasin! Bawa oleh-oleh banyak, terima kasih ya semuaaa.. Lalu sempat main ke rumah kumpi di Sekartaji bertemu Om Eka, Rendi dan dek Nadia. Pas ketemu dek nadia, kata Oma respon Kalki ingin menggendong dan merangkul. How cute… Juga ke rumah kakak Esa alias Mbah Nengah Rustika, Kalki seneng banget main sama kakak Esa. Oh ya sempat ke dalung ketemu nini dan Iqbal saat Om Ryandi abis ngider nyariin burger di Sunset Road hujan-hujan!
Kami menghadapi banyak hal memang, tapi aku nggak sempat menuliskan lagi di blog. Internet pun jadi jarang.

Today is our 3rd wedding anniversary and two days ahead Kalki is turning 19 months.

kalki catched a cold. Maybe commom cold and cough. Yesterday he got fever and I quite panic about his quick breath and heart beat. We went quickly to the nearest midwife in Angkah Pondok, but the one who examined Kalki was his daughter, I guess, she was calm and smart by not giving antibiotics. today Kalki’s feeling better, thanks God.

Quick Updating kalki:
8 Dec 14; “Pentavalen” (booster) vaccine
10 Dec 14; Weight 12,5kg height 83cm

The next days is new year 2015, I wish my little family grows strong and resolute. May God always give us health, bliss and prosperity.
God, please protect us and always be with us, guide us to dharma.
Astungkara atas segala asungkertawaranugrahaMu.

Selamat Hari Raya Galungan

Hi, hello… This is my time to update my blog ^_^

~Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan~

Yeap, today I’m quite tired… So let’s just sleep now O.o

Actually, I’m not that sleepy although my body n’ my mind feel tired…

This Galungan day is felt different. Way very different. Maybe because Kalki is getting old, and me too… And Kalki’s papa too? Hehehehe.. (‾⌣‾)♉

Kalki wasn’t with us when we prayed together to the temples in this village, but he was asleep. Yes, asleep because he was up at about 4 am WITA (local time).

So after we prayed from temple to temple, we got family guests… And who were they? Alright, if I’m not mistaken… The first time who came was Tante Ayu, Om Nick, Rania n’ Kinara. And then, Opa Ketut, Oma Shanti, Om Ai and Om Io (they are twins), and then Kumpi Keri, Tante Keri and Tude Jaya after that Mbah Arya came (me and papa almost always call her as Mbah Cakup-cakup Balang hehehehe because she sings about Balinese traditional song for kids “Cakup-cakup Balang”). And then Om Gio, Tante Hera and Gio…

That’s all… Thank you for coming for this Galungan 🙂 I’m sorry because I’m a bit tired by the sunshine heat and maybe I’m not better than the Galungan day before – which was very merrier than this year 😥

Nice to see you again.. And oh yeah, Om Gio is going to go to Europe tomorrow… Hmmm, how lucky he is he could see Italia, Spain, U.Ƙ. Etc! Wonderful!

While when I asked Tante Hera about Lactation Counselor Training by AIMI in Bali Med she doesn’t know about it, because she has moved to a clinic 😦 I wished I could attend the Lactation Counselor Training in the first week of May before…

I’m sorry, about the picture I could present here, Kalki is just curious about the penjor.
Oh by the way, we are in yellow because we like banana. Yes we love cartoon Curious George and it’s very funny to watch the both movie and TV serial 🙂 but, we don’t watch TV again because we don’t have one.

Bubuh di Hari Penyekeban Galungan

Today I woke up in the early morning, while breastfeeding my baby Kalkiboy.. What I did was only online through my Blacberry Gemini 😀 sigh!

Sorry, Kalki your mama was too busy typing and a little bit ignoring you, oh dear, I beg your apology.

And then after you finished your breastfeeding time you went asleep again, but mama had to get up. Hiksss… Yeap, get up and went to the kitchen for boiling water, cooking you some enough porridge of red rice, and then I dunno… These days some small stuffs made me tired 😦

I would say: Enough is ENOUGH! please oh please…

Suguhan “Jaje Khas Bali” di Minggu Pagi

Desa Angkah Gede hari ini mulai disibukkan dengan acara persiapan odalan Pura Puseh. Tak lupa setiap pagi pekaknya (kakek) Kalki berjalan-jalan kaki di pagi hari ke warung di dekat rumah untuk membeli “jaje”. Jaje itu Bahasa Bali dari kue, jika dibandingkan dengan penulisannya yang benar, mungkin adalah “jaja”. Terdengar seperti kosa kata Bahasa Indonesia? Ya, ingat kata “menjajakan” ya? Orang Bali kalau bilang suatu kata berakhiran vokal “a” secara dialeknya menjadi “e” atau bahkan “o”.. Jadilah “jaje” atau “jajo”.. Itu semua sama :).

Apa sih jaje yang dibeli oleh Kak (singkatan dari Pekak, bukan Kakak hehehe) Kalki? Itu lho jajanan basah yang terbuat dari singkong yang dilumatkan lalu dikukus bernama “Ketimus”, ada juga yang terbuat dari tepung dibentuk bundar-bundar dan dibakar di cetakan kayaknya – aku sendiri kurang tau cara membuatnya hihihi tapi aku perhatikan permukaan bawah si jaje bundar imut ini kadang kala sedikit gosong karena terbakar- namanya di sini terkenal sebagai “Lak lak“. Terus ditaburi kelapa parut kukus dan disajikan dengan gula aren cair. Gula aren atau gula merah atau gula Jawa? Ah, sama saja ;).

Selain Lak lak dan si Ketimus, ada juga satu lagi jaje khas tradisional Bali, yaitu “Pisang Rai“! Kalau jaje yang satu itu, sesuai namanya, ya bahan baku utamanya dari pisang :). Pisang dipotong-potong seperti keping uang logam tapi tidak tipis, lalu dibalur tepung dan dikukus hingga matang. Setelah siap disajikan.. ya sama, nanti ditaburi kelapa parut kukus juga supaya gurih… Bedanya kali ini si pisang rai tak perlu gula merah, karena pisang sudah memiliki rasa manis. Tak lupa semua jaje tersebut dibungkus daun pisang. Ya, itulah kemasan tradisional yang ramah lingkungan :). Kan ‘biodegradable’ ;).

Eh, ada lagi lho… Tambahan dari papa Kalki nih.., hehehem. Jaje ini semua orang hampir tau namanya sebagai “Naga Sari”. Tapi di Bali ada sendiri nama bekennya hohoho, yaitu “Sumping“. Sama kok jaje dari adonan tepung beras diisi pisang lalu dibalut daun pisang dan dikukus. Tapi kalau di bali si Sumping ini ngga hanya pisang aja isinya, bisa juga isi labu kuning :). Wah.. enak juga tuh, nggak kalah enak sama yang isinya pisang (ˆڡˆ).

Trus ada lagi, hehehe. Nambah terusssss! Nama jajenya “Bantal“. Terbuat dari ketan putih, dalamnya diisi dengan pisang (nah, ini kesukaanku karena mendiang mbah di Perak biasa bikin ini) ada juga lho yang isi kacang merah rebus, asyik dan bergizi kan? 🙂 Hmmmmm…trus nanti dia berada dalam lilitan janur (daun kelapa yang muda) trus dikukus, deh. Kalau udah matang harum janur dan jaje Bantal berpadu dan menggugah selera, nih (bagi yang suka :p ). Maklum, pembungkus yang alami tersebut memang membuat aroma jaje maupun masakan menjadi berbeda, begitu katanyaaaa… Kalau papa denger pasti akan nimpalin begini, “oooh, mare tiyang nawang, nok!”
Itu untuk tanggapan bercanda ajah (private joke kami, eh udah ngga private lagi karena udah tershare ke public hahaha) :D. Artinya, “oooh, baru saya tau, lho!”.

Trivia:
Oh ya sedikit info tentang panggilan orang tua atau orang yang sudah lingsir di Bali; untuk kakek adalah “pekak” lebih halus lagi adalah “kakiyang”. Untuk nenek adalah “mbah” (sama kayak di Jawa ya?) atau “dadong”, lebih halus lagi ada “tuniyang” atau “niyang” – bener yah? Soalnya aku pernah dengar saja, tapi ngga pernah menyebut nenek sendiri dengan sebutan niyang, yang lebih sering dipakai karena lebih mudah pengucapannya itu “nini” atau “nenek” aja :D. Sepupu-sepupuku dari Pejeng, Gianyar juga memanggil neneknya dengan sebutan “nini”. Yah, lebih lanjut lagi di atas kakek dan nenek, atau orang tua dari kakek dan nenek, biasa aku sebut dengan “kumpi”. Nah para orang tua itu karena sudah sepuh, mereka biasanya sudah tak bisa menikmati makanan yang keras dikunyah, jadi biasanya mereka suka sekali dengan jaje yang lunak seperti apalagi kalau bukan jaje khas Bali tersebut di atas :D.

Selamat menikmati hari Minggu~