Kebun Bibit Surabaya

Salah satu tempat terbuka menyenangkan lainnya selain Taman Prestasi yang ramah anak dan gratis adalah Kebun Bibit Surabaya. Terletak di Jl. Manyar No. 80 A Surabaya, dibuka dari jam 8 pagi – 5 sore. Sebelum pulang balik ke Bali, kami sempatkan mengajak anak-anak main ke sini. Karena selama bertahun-tahun tinggal di Surabaya saya belum pernah sama sekali mengunjungi Kebun Bibit. Padahal dulu waktu bolak-balik rumah ke kampus pas kuliah di ITS ya sering melewati Kebun Bibit dari berbagai sisi jalan.

Taman ini luas banget, ternyata dikenal juga sebagai Taman Flora. Tapi karena kawasan ini digunakan sebagai tempat pembibitan maka dari itu disebut sebagai Kebun Bibit juga. Kami mengunjungi kebun bibit di Minggu pagi dan suasananya rameee banget. Meski rame tetap aja nggak crowded kok karena luas tamannya yang memadai dan lega. Ada tempat parkir di sisi pinggir jalan untuk mobil. Lalu di dekat pintu masuk banyak berjajar pedagang mainan dan makanan. Selain itu juga terdapat kawasan kantin yang teduh.

Saat sampai di Kebun Bibit kami sempat beli batagor dan siomay lalu makan duduk lesehan di atas trotoar. Untuk minumnya kami membeli es jeruk peras. Next oma Kalki juga membeli nasi dan ayam goreng di kantin untuk dibawa ke dalam taman. Masuk ke taman beberapa pedagang mainan menjajakan mainan dan balon. Tentu aja bikin Kalki dan Kavin tergoda, tapi mereka nggak ngotot minta beli kok, cuma lihat-lihat aja.

Di dalam taman atau Kebun Bibit ini kami langsung menuju ke spot bermain anak. Ternyata wahana bermain anak yang tersedia di titik ini adalah wahana permainan fitness semua. Lucu ya… ada beberapa yang masih kegedean alatnya buat dicoba oleh Kavin hihihi. Selain itu tetap masih ada ayunan dan jungkat-jangkit. Tapi unik deh, karena alat permainannya ini bertema gym atau fitness. Untuk main wahana permainan anak-anak, harus antre karena peminatnya banyak.

Di area permainan ini anak-anak bermain sambil disuapi omanya. Setelah selesai makan siang, kami memutuskan untuk menjelajah tempat lainnya. Kami berjalan ke arah tempat bermain yang berbeda, di sana ada prosotan, ayunan besar untuk beramai-ramai dan ada tempat-tempat duduk juga di setiap spot bermain. Bahkan tak jarang orang buka tikar buat lesehan dan berpiknik.

Hampir semua area Kebun Bibit sudah tertata rapi dengan paving blocks. Tapi ada suatu area yang dibiarkan beralaskan tanah, yaitu wahana bermain outbond. Di sana ada rumah pohon, wall climbing dan tali-temali yang tergantung dan diikat di sepanjang atau antara pohon besar. Kalki sempat jatuh karena berusaha berjalan di atas seutas tali besar tapi karena ada anak-anak lainnya yang juga menaiki tali, maka tali menjadi bergoyang dan Kalki kehilangan keseimbangan.

img_20180624_1213421236438118.jpg

cepet adik Kavin, antrean mulai mengular

Ada wall untuk panjat dinding berwarna-warni untuk anak-anak tetapi nggak terlalu tinggi kok. Kalki sempat nyobain sebentar aja lalu dia tertarik yang lainnya. Oh ya, Kavin juga sempat jatuh saat berjalan di area tanah ini karena apa? Tersandung akar pohon! Maklum di area ini terdapat beberapa pohon besar dan akarnya udah menjalar kemana-mana. FYI, area outbond ini dekat dengan toilet. Untuk menggunakan toilet tidak bayar, kok. Tetapi tetaplah jaga kebersihan, ya!

Saat kami berkunjung kesana ada seperti community hall untuk acara temu komunitas atau gathering. Kebetulan memang sedang ada semacam talk session saat itu di sana. Jadi kalau kalian mau mengadakan kopdar atau sharing session bersama-sama bisa, nih dilaksanakan di Kebun Bibit Surabaya. Selanjutnya kami berjalan mengelilingi taman dan menemukan kolam besar yang dipagari berisi kura-kura kecil dan beberapa burung, sepertinya burung bangau.

img_20180624_123217238931730.jpg

adik Kavin kegirangan ditembak gelembung balon oleh kakak kenalan baru

Di dekat area kolam, ada lagi kandang hewan yaitu rusa atau menjangan. Kita bisa memberi makan rusa, karena di dekat kandang ada bak berisi sayuran. Kami petik saja sayurannya dan membiarkan anak-anak yang memberikan makan ke rusa-rusa tersebut. Anak-anak memang antusias sekali memberi makan rusa. Selain kandang rusa, ada juga kandang burung berisi merak. So far, kebun ini jadi semacam mini zoo, ya? Plus ada tempat belajar dan perpustakaan pula. Cuma kami tidak mengunjunginya.

Selama kami disana tempat ini cukup bersih. Banyak tersedia tempat sampah dimana-mana untuk memudahkan pengunjung membuang sampahnya. Di beberapa pohon juga dilengkapi dengan keterangan nama pohon untuk edukasi pengunjung. Ada juga kolam air mancur mini di tengah taman. Untuk cuci tangan, ada lho disediakan washtafel dan sabun di suatu titik. Saya pun bisa mencuci tangan anak-anak saya saat mau makan snack.

Kami sangat menikmati menghabiskan waktu bersama anak-anak di Kebun Bibit. Ini pertama kalinya bagi saya dan anak-anak mengunjungi Kebun Bibit dan sangat puas dengan fasilitas ruang terbuka ini. Uniknya, Kebun Bibit terletak di tengah hiruk pikuk lalu lintas Surabaya, seru aja bisa lihat jalanan dan pengendara di luar dari balik pagar lagi sibuk ke tempat tujuan sedangkan kami di dalam Kebun Bibit santai-santai ngadem seperti dalam suaka di tengah urban life. Saya tentu mau kesana lagi jika ke kembali ke Surabaya. Kalau kalian tertarik?

❤️Intan Rastini

Advertisements

Kebun Binatang Surabaya (KBS)

Selama liburan sekolah, Kebun Binatang Surabaya selalu ramai pengunjung. Saya dan keluarga sendiri menjadikan KBS sebagai tujuan wisata pertama begitu tiba di Surabaya. Saya seribu sayang, di tugu patung Sura dan Baya pengunjung sudah memadati area tersebut dengan berfoto dan di loket masuk KBS antrean membeli tiket juga penuh sesak. Ternyata parkiran mobil pun tak kalah penuh! Sampai akhirnya kami tidak jadi ke KBS dan melanjutkan perjalanan ke Taman Prestasi saja.

Kedua kalinya kami mencoba mengunjungi KBS lebih pagi, ternyata kepadatan pengunjung di bagian luar KBS tidak berkurang. Parkiran mobil di pinggir jalan pun sudah hampir penuh sampai harus antre kalau mau parkir. Dengan kecewa kami melanjutkan kembali perjalanan kami sampai ke Kawasan Ekowisata Hutan Bakau di Wonorejo, Rungkut.

Ada apa, sih di kebun binatang sehingga selalu penuh ketika kami hendak mengunjunginya? Tentu ada beraneka ragam binatang. Dan ini merupakan tempat wisata klasik yang disukai keluarga, terutama anak-anak. It is like our all-time favorite. Dengan mengajak anak-anak ke kebun binatang mereka bisa melihat bermacam-macam hewan yang tidak pernah mereka lihat secara langsung sebelumnya. Mungkin pernah dari layar televisi saja. Ini menjadikan kebun binatang sebagai sarana edukasi yang menyenangkan.

img_20180623_1122121776424848.jpg

Ketiga kalinya kami berusaha berangkat lebih pagi dari rumah, kami sampai di KBS sekitar pukul 8.30 pagi. Akhirnya dapat tempat parkir mobil yang lumayan dekat dengan pintu masuk KBS. Kalki senang banget karena akhirnya dia bisa mengunjungi KBS walaupun ini bukan kali pertama dia ke KBS. Sedangkan bagi adik Kavin ini adalah untuk yang pertama kalinya.

img_20180623_125300672026518.jpg

Di KBS banyak sekali pedagang balon, mainan, jajanan. Jadi jangan kaget kalau begitu masuk kawasan KBS kita akan dijajakan bermacam-macam dagangan oleh pedagang asongan atau emperan. Harga tiket masuk untuk dewasa dan anak-anak sebesar Rp 15.000. Dan tiketnya kini dijadikan gelang di tangan. Ada juga tiket terusan untuk naik gajah, unta dll. Tapi kami beli tiket yang reguler saja. Untuk Kavin yang masih balita, ternyata harus ukur tinggi bada dulu, jika tinggi badannya lebih dari 85 cm berarti sudah kena tiket masuk. Ternyata adik Kavin tinggi badannya udah lebih, nggak bisa gratis deh hihihi…

Di KBS banyak koleksi satwanya, ada orang utan, simpanse, gajah, kijang, harimau, binturong, kelelawar, ular, unta. Untuk gajah dan unta ada yang bisa dinaiki bersama pawangnya kalau punya tiket terusan. Selain melihat berbagai macam satwa, ada juga papan keterangan mengenai nama ilmiah spesies, habitat, makanan dan status populasi di dunia. Tapi kebanyakan papan tersebut terbuat dari kertas cetak yang dilaminating, sehingga tak heran beberapa diantaranya ada yang luntur terkena air dan tidak bisa terbaca.

Untuk lingkungan KBS tergolong rindang dan bersih, disediakan banyak tempat sampah di beberapa titik. Toilet pun juga bersih karena dibersihkan secara berkala pada satu hari itu. Tapi toiletnya tidak gratis, melainkan bayar Rp 2000. Ada juga fasilitas tempat duduk-duduk beratap untuk pengunjung yang ingin melepas lelah. Saya lihat tidak sedikit pula orang duduk-duduk di teras musholla.

Di dalam KBS terdapat petugas-petugas yang berjaga di sekitar kandang agar pengunjung tidak dengan segaja memberi makan satwa dengan makanan yang tidak diperuntukkan untuk satwa dan juga untuk menjaga jarak aman pengunjung dengan satwa. Kalau mau memberi makan sata, ada makanan khusus yang dijual petugas KBS ke pengunjung. Ada juga petugas berpakaian pramuka yang merupakan bala bantuan. Selain petugas penjaga, ada juga petugas yang menawarkan souvenir KBS berupa T-shirt anak berlogo KBS atau foto bersama satwa.

img_20180623_1240071218224712.jpg

Kalau ngasi makan patung kuda nil, sih nggak apa-apa

Selain melihat-lihat satwa, kita juga bisa naik perahu di kolam buatan, atau bermain di wahana outbond. Ada juga panggung pentas seni. Kebetulan saat kami berkunjung ke sana ada pentas dangdut atau orkes melayu gitu, pementasannya menggunakan bahasa daerah juga, yaitu Bahasa Jawa. Cukup banyak orang berkerumun disitu antusias menikmati pertunjukan.

Kalau lapar bagimana? Tenang kami selalu bawa bekal sehingga kami buka perbekalan dan piknik di dekat area naik gajah, tepatnya di depan kandang simpanse hehehe. Enak juga menikmati tingkah laku satwa sambil makan bersama keluarga. Tidak jarang pengunjung yang lain pun melakukan hal yang sama saat sudah jam makan siang. Selesai menyantap makan siang jangan lupa diberesin dan dibuang sampahnya pada tempat sampah.

Kalau yang nggak bawa bekal bagaimana? Di dalam KBS cukup banyak dijajakan panganan. Yang saya tau sih, panganan seperti sate telur puyuh, sate sosis, gorengan, mie instant cup dan es krim. Kalau makanan berat saya kurang tau. Bnayak stand-stand makanan tersebar di seluruh area KBS. Kalau kami hanya membeli rujak buah dan pentol di area parkiran.

So far, saya seneng dengan kunjungan ke KBS setelah sekian tahun nggak pernah kesana lagi. Kalau anak-anak sudah terlihat happy banget lihat satwa-satwa yang nggak mereka lihat sehari-hari di rumah hehehe. Mereka bisa jalan kesana-kemari karena banyak jalur yang bisa dilalui. Hati-hati aja supaya tidak terpisah dengan orang tua, apalagi saat high season pengunjungnya ramai banget!

Next destination is Kebun Bibit Surabaya, our last visit of open public space in Surabaya!

❤️Intan Rastini

Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya

Tempat kedua di Surabaya yang kami kunjungi setelah RPTRA Taman Prestasi Ketabang Kali adalah hutan mangrove di Wonorejo, Rungkut. Ini termasuk kawasan konservasi dan ekowisata. Sebenarnya Surabaya itu panas banget ya, apalagi kalau berkunjung ke ruang terbuka di waktu siang hari seperti kami. Tapi untung di Ekowisata Mangrove Surabaya ini pohon bakaunya udah besar-besar jadi lumayan teduh.

Akses ke hutan bakau di Rungkut ini agak susah karena tidak terletak di pinggir jalan utama, kami harus masuk-masuk sampai ke pemukiman warga hingga ke kompleks perumahan baru. Tempat parkirnya cukup luas, kok. Ada untuk sepeda motor dan ada untuk mobil. Saat itu kami naik mobil dan tarif parkirnya Rp 5.000.

Pertama kali menginjakkan kaki di sana, saya melihat ada gedung kantor dan ada hall terbuka. Selanjutnya akan ada jalan jembatan kayu yang dibangun sepanjang area hutan bakau. Untuk masuk ke kawasan konservasi hutan bakau ini gratis. Di sepanjang jembatan kayu kami bisa melihat ada nama-nama tanaman jenis bakau. Juga ada spot khusus foto dan disediakan fotografer tapi sayang saat itu sedang tutup.

img_20180622_1409091494860974.jpg

Selama menyusuri hutan bakau, kami bisa melihat ada pedagang es, pedagang pentol keliling. Kalki sempat beli es krim, untuk harga es krim yang seharusnya Rp 3.000 dijual seharga Rp 6.000. Tidak lupa juga kami beli pentol hehehe…. Beli pentolnya cukup Rp 5.000 aja itu udah pakai bumbu kacang.

Di sana nggak melulu jalanan jembatan kayu, ada juga jalan aspal dan berpavink. Di jalan aspal kami mendapati bangkai perahu yang masih bagus di pajang di atas tanah yang agak lebih tinggi. Sayangnya perahu tersebut berdebu dan kotor jadi saat Kavin dan Kalki mau main ke atas perahu, saya tidak kasih. Lalu ada musholla dan ada kantin. Di dekat kantin terdapat kandang ular dan kandang monyet. Nggak tau siapa yang punya, tapi kandang ular dan monyetnya diletakkan berdekatan gitu. Kasian, apa nggak stress ya monyetnya?

Setelah kantin, ada kantor dan juga sebagai loket naik perahu menyusuri hutan bakau melalui sungai hingga ke muara. Lalu kami terus berjalan hingga ke jogging track. Di kawasan jogging track inilah ada jalan jembatan kayu lagi, di sini hutan bakaunya lebih lebat dan lebih teduh. Bahkan kami buka perbekalan di atas jembatan kayu sambil sesekali berfoto-foto. Yeah, jogging track is my favorite place! saya sempat coba jogging kecil disana dan kayu jembatannya agak kurah stabil dan kokoh buat lari karena bergerak-gerak dan bunyi juga hihi…

img_20180622_1407351080180322.jpg

Setelah makan siang ala piknik di hutan mangrove, kami melanjutkan jalan kaki menyusuri jembatan kayu kawasan jogging track. Di setiap beberapa meter disediakan tempat sampah organik dan anorganik. Juga ada papan penjelasan untuk jenis-jenis tanaman bakau yang ada di sana. Kalki setiap melihat papan penjelasan minta dibacain oleh opanya hehehe… Cocok banget kan sebagai wisata edukasi.

 

Di tengah perjalanan menyusuri jogging track, kami melihat orang-orang lainnya heboh karena ada seekor monyet. Ternyata itu monyet yang terlepas, karena di lehernya ada kalung dan tempat rantai. Kami juga nggak tau ini monyet siapa. Tapi monyetnya cukup jinak dan tidak membahayakan. Jadi sepanjang kami menyusuri jogging track hingga berujung di sebuah dermaga kayu pinggir sungai, monyet ini masih mengikuti di sekitar kami.

img_20180622_1338401031433691.jpg

img_20180622_1338581073120114.jpg

Halo saya Kavin! dan saya tertarik dengan monyet, mungkin juga karena arti namanya saya bisa sebagai “raja monyet” makanya saya senang bertemu rakyat saya 😀

 

Setelah sampai ujung jogging track yang mana udah ketemu sungai, kami jalan balik lagi ke arah kantin. Di kantor loket perahu, mama saya membeli karcis buat naik perahu. Harga tiketnya Rp 25.000 per orang. Tapi untuk Kavin yang maish balita gratis. Tapi naik perahu motornya harus menunggu kloter. Sambil menunggu kami duduk-duduk di dermaga. Disana ada beberapa orang sedang asyik mancing. Dan seperti ruang terbuka sebelumnya yang kami kunjungi, disini juga terdapat beberapa ekor kucing! Kayaknya di Surabaya emang banyak kucingnya, ya.

 

 

Saat perahu datang menurunkan penumpang, kami penumpang baru pun naik. Perahu motor ini membawa sekitar 20 penumpang menyusuri sungai sampai ke muara. Selama perjalanan kami bisa melihat beberapa macam burung yang hinggap dan terbang di antara pohon bakau. Kebanyakan sih burung putih seperti bangau. Lalu sampailah kami di hutan bakau dekat muara. Kami diturunkan di dermaga dan diberi waktu 15 menit untuk jalan-jalan.

img_20180622_145013305876993.jpg

Hutan bakau di muara sudah mengarah ke pantai. Ada bagian hutan lebatnya dan ada bagian yang sudah terbuka karena semakin ke pesisir, disana masih sama jalurnya adalah jembatan. Tapi kali ini bukan jembatan kayu saja, tapi juga jembatan anyaman bambu di area pesisir. Kalki dan Kavin melihat banyak sekali hewan ikan berkaki di pesisir pantai dari atas jembatan bambu. Opa bilang itu salamander. Ikan Salamandernya mirip lele tapi kecil-kecil ukurannya dan berkaki, dengan lincah mereka merayap-rayap di permukaan becek dan berlumpur. Gemes deh lihatnya.

 

 

Di kawasan pesisir disediakan musholla, toilet dan gazebo besar untuk bersantai menikmati pemandangan. Setelah menikmati kawasan pesisir, kami kembali menuju dermaga melalui jalur jembatan ke hutan bakau yang lebat, di hutan bakau ini lah saya melihat banyak sampah di permukaan tanahnya. Mungkin karena ini adalah muara jadi segala sampah yang terbawa sungai hanyut dan nyangkut disini diantara tanaman-tanaman bakau di muara. Sayang banget, jadi kotor kawasan ekowisatannya.

 

Kami pun kembali lagi untuk pulang menuju dermaga pertama. Karena hari sudah sore, ini adalah kloter perjalanan dengan perahu yang terakhir. Kalau tidak salah wisata naik perahu tutup pukul 16:00. Saat kami kembali loket tiket perahu saja sudah tutup. Kami berjalan pulang menuju parkiran sebagian besar bersama para pengunjung yang lainnya yang merupakan teman naik perahu kami tadi.

Kalki seneng banget di ajak ke kawasan Ekowisata Mangrove Surabaya sampai-sampai kakak Kalki bilang gini, “Tempatnya bagus oma, terima kasih ya oma, udah ajak Kalki kesini.” Hihihi… Untuk jaga-jaga selama membawa anak ke tempat wisata hutan mangrove sebaiknya bawa lotion anti nyamuk. Karena lumayan banyak nyamuk juga saat di dalam hutan bakau yang rindang. Sekian dulu cerita wisata di Surabaya, lanjut lagi next post, ya….

 

Ekowisata Mangrove Surabaya
Alamat: Jalan Raya Wonorejo No. 1, Wonorejo, Rungkut, Wonorejo, Rungkut, Kota SBY, Jawa Timur 60296
Jam buka: 08.00 – 16.00
Telepon: (031) 8796880

❤️Intan Rastini

Taman Prestasi Ketabang Kali Surabaya

Waktu ke Surabaya bulan Juni lalu, saya dan anak-anak sempat mengunjungi beberapa ruang publik terbuka ramah anak (RPTRA) yang ada di Surabaya. Salah satunya yang pertama kali kami kunjungi setiba di Surabaya adalah Taman Prestasi di pinggir sebuah kali atau sungai kecil Ketabang, Surabaya ini.

Untuk kesana kita perlu ke pusat kota di jalan Pemuda lalu belok kiri ke arah Taman Kotamadya Surabaya, melewati Zangrandi. Nah sebelum Taman Kotamadya nanti ada jembatan belok kiri lagi ke arah jalan kecil yang rindang dengan pohon-pohon besar di pinggir jalan.

Biaya masuknya nggak ada kok. Kami cuma bayar parkir aja untuk kendaraan. Ada tempat parkir sepeda motor dan mobil di pinggir jalan. Letak tamannya ini persis di pinggir jalan dan di bantaran kali Ketabang. Tempatnya nggak panas meski kota Surabaya sangat panas. Banyak pohon rindang di area taman yang memanjang terus sepanjang tepi kali. Jadi kita bisa susuri kali Ketabang dari jembatan jalan raya yang satu ke jembatan jalan raya berikutnya.

Pertama kali datang ke taman kami disambut dengan patung pesawat bomber yang sudah tidak beroperasi lagi. Iya ini adalah pesawat beneran yang dijadikan kenang-kenangan. Rodanya masih bisa diputar lho! Pesawat ini dicat dengan motif seperti ikan hiu. Kalki seneng banget bisa lihat pesawat bergambar ikan hiu! Di sepanjang area taman full dengan wahana bermain anak. Jangan ditanya macemnya apa aja. Pokoknya banyak dan bervariasi. Kalki dan Kavin aja nggak sempat nyobain semua.

Karena saat itu adalah waktu makan siang maka kami buka bekal di taman. Sambil bermain, Kalki dan Kavin pun disuapin oleh omanya. Oh ya, di sana juga tersedia kantin atau kumpulan kios makanan. Tapi kami bawa bekal sendiri dari rumah sehingga berasa piknik di tepi kali. Omong-omong, permainan yang dicoba Kalki dan Kavin ada prosotan, ayunan, tiang-tiang rangka seperti kumpulan segitiga, rangka lingkaran, rumah-rumahan besar dengan jalur jembatan ke prosotan, jungkat-jangkit dan sejenisnya.

Disitu juga disediakan toilet dan mushola tetapi untuk menggunakan fasilitas toilet tidak gratis alias ada tarifnya Rp 2.000. Toiletnya cukup bersih seperti baru dan juga modern karena menggunakan closet duduk. Untuk tempat cuci tangan tidak ada wastafel tapi saya sempat menggunakan keran air di dekat mushola. Karena ini taman ramah anak-anak, ada papan larangan untuk berpacaran di sini. Bisa dilihat di foto di bawah ini…

Lalu selain wahana bermain anak-anak kita bisa menikmati menyusuri kali Ketabang dengan perahu motor rame-rame. Ya! Tiketnya murah aja kok cuma Rp 4.000 per orang. Dan saya sempat mengamati tulisan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya di badan perahu motornya. Lalu saat kami naik perahu saya tanyakan kepada mas penjaga bagian belakang perahu apa benar yang mendesain kapal ini PPNS. Dan diiyakan olehnya bahwa yang buat memang PPNS. Wah kagum saya.. adik saya kan lulusan PPNS. Tapi sayang sesi naik kapal dan kapalnya tidak saya foto.

Selama kami naik perahu motor menyusuri sungai, kami bisa melihat lampion atau hiasan gantung berbentuk buaya di atas sungai yang berwarna-warni. Sambil menikmati pemandangan sekitar sungai, mama saya melihat ada seekor biawak di gorong-gorong tepi sungai yang sempat diam sejenak sebelum nyemplung ke dalam air. Kalki dan Kavin pun sempat melihatnya dan mereka cukup takjub.

Naik perahu berakhir sampai ke jembatan jalan raya berikutnya, lalu perahu berputar balik. Saat di atas perahu itu kami berasa diguncang naik-turun karena perahu berjalan memecah gelombang air. Apalagi pas berbelok putar balik terasa miring dikit perahunya. But that was fine. Kami menikmati dengan santai aja meski ada beberapa orang yang agak heboh dengan sensasi tersebut.

Kira-kira perjalanan menyusuri sungai dengan perahu motor cuma 15-20 menit saja. Di dekat dermaga kecil untuk naik perahu, disitu ada loket tempat membeli karcis perahu motor lengkap dengan keterangan harganya terpampang di atas loket, lalu juga ada auditorium kecil dengan tempat duduk untuk orang duduk-duduk menunggu, buka bekal piknik atau bahkan tidur siang. Letak auditorium semi terbukanya lebih tinggi sehingga kita bisa melihat perahu datang dan pergi dan menikmati pemandangan sungai. Maaf lagi, nggak ada foto auditoriumnya, yah.

Selesai naik perahu kamu masih sempat berjalan-jalan menyusuri taman yang panjaaaang ini dan membiarkan anak-anak mencoba permainan yang berbeda-beda. Sambil jajan pentol juga di pinggir jalan hihi. Di sepanjang taman ini disediakan tempat sampah yang terpisah untuk organik dan anorganik. Juga ada petugas kebersihan yang terjadwal untuk membersihkan area publik tersebut.

Meskipun kawasan taman ini terjaga kebersihannya, tapi disini cukup banyak kucing, lho. Saat kami buka kotak bekal makanan saja ada dua kucing yang menghampiri secara bergantian. Kalau banyak kucing, tau sendiri kan ada apa? Ya hati-hati aja kalau anak main di pasir. Soalnya saya sempat berdiri di kotak area berpasir tempat ujung jatuhnya prosotan dan disitu bau pup kucing. Karena nggak nyaman sama baunya, saya ajak Kavin untuk pindah main permainan yang lain.

Akhirnya hari sudah sore. Setelah notok berjalan-jalan menyusuri tepi kali sampai ujung taman, kami jalan balik lagi ke titik awal dan menuju parkiran untuk pulang.

Sampai jumpa lagi!

❤️Intan Rastini