Having Haircut with Sameeksha from India

There were two volunteers from India, named Sameeksha and Raghav. They were my first Indian volunteers at the learning center. They are students in Singapore and study at a business school. They helped us at the learning center for an internship.

I had the chance to cook Indian food with them. We made ten rotis and heated instant palak paneer to dip the roti in it. I helped Raghav rolling the roti while Raghav and Sameeksha toast the roti on a flat pan.

Kavin was with me to taste the roti and the curry. We ate the Indian roti and palak paneer with the other volunteers from France. The roti was quite hard because of the refined wheat flour. But it was fine. We did the cooking after class, and we ate it right away. I liked the roti and the palak paneer. For Kavin, the palak paneer was a bit spicy and quite strong. We shared the roti together, so we tore one roti for everyone and dip the small pieces to the palak paneer.

Palak is spinach. So it was like mushed spinach and combined with paneer. The paneer itself which is also called as cottage cheese was really similar to tofu. Paneer is made of milk while tofu is made of soy. I have tasted the paneer and I almost couldn’t tell the difference between paneer and tofu.

~

Once Sameeksha asked me where she could have her haircut, and then she would like me to take her to the salon at the town. Because of our limited time due to Galungan and Kuningan ceremony preparation and she was going to leave to Singapore soon, she almost canceled her plan to have a haircut.

However, before Sameeksha left, I insisted to take her to a salon… because I had never been to a salon in Bali before and I wanted to see her having a haircut. She said it’s funny that I wanted to see her having a haircut so she agreed to let me see and we arranged an appointment on her last day at the learning center.

I even collected some pictures of hair style that I wanted to have it 😀 I kept them on my phone in case I would have a haircut or just a hair trim.

I took Kalki from school at the break time and we went to the learning center at 9 AM. Sameeksha is getting ready and then we cooked two Indian instant meal for breakfast, Punjabi Choley and Aloo Choley. Choley is chick peas and aloo is potato. The two were almost tasted the same, with gravy or curry tomato sauce.

img_20180525_0910001

We just reheat them in pans

We ate the Choley curry with rice, and Ibu Ketut tried with bread. I added some sweet soy ketchup on my dish. Kalki also tasted it but he didn’t really like it. Then, instead he grabbed a slice of bread and added sugar on it. Both with rice and bread were really great! Poor Kalki he didn’t enjoy the Indian meal.

After having a quick breakfast, I went to the salon at Bajera with Kalki and Sameeksha. Actually I was planning to have a haircut too, then because I got a bonus from Ibu Ketut, I was thinking to take a cream bath too 😀 hihihi.

We arrived at Salon Dea at Brembeng just after Bejera. The owner and also the hairdresser is a mother who had just given a birth to a baby girl. We were the first customers but she handled the Salon on her own, so she did it one by one, Sameeksha first and then me. But there was another customer coming so she handled the next customer before me because the customer wanted her hair to be colored.

Both of us were having haircuts and cream baths. We spent a lot of time there for doing it in turn. Sameeksha only wanted to trim her hair to be an oval and layered but she still had a long hair. And then I had my haircut very short like Susannah Cahalan’s hair on the back side of her book. Yes I brought the book to the salon and showed to the hairdresser. My hair looked quite like this, but it was cut longer by the shoulders.

img_20180517_173630

taken from instagram.com

After having haircuts we had cream baths with massages on our heads. We weren’t given any warm towel or a steamer. The hairdresser only left the cream on our head after massaging. While I had my hair treatment, Sameeksha was accompanying Kalki. They had a photo selfie together. Kalki even helped me to take our picture while I had a cream bath and Sameeksha had her hair straightened.

Luckily Sameeksha had the after haircut pictures with Kalki, while I didn’t have any 😦

The price for a haircut was Rp 30.000 and cream bath was Rp 50.000. Sameeksha wanted her hair to be straightened so she paid Rp 40.000 more. While I just had a normal blow dry for my hair.

It was my first experience having a haircut and salon treatment in Bali. Before that I had never gone to salon to have any haircut. My husband who always cut my hair. And the cream bath treatmennt was really good although I think still quite expensive. I expected having haircut is about Rp 15.000-Rp 20.000 and cream bath is about Rp 30.000.

img-20180523-wa0006322345050.jpg

Me and Samey before having haircut

img_20180605_173520

Me after the haircut

We were through at the Salon almost at lunch time. We had new looks and our hair felt very smooth and light in the air. At that time Sameeksha was really in hurry to catch her flight! That’s why we don’t have our picture together after having haircuts. She needed to pack her clothes and get ready in time!

photo_2018-05-30_11-40-12

Auntie Sameeksha and Kalki on the farewell day

Bye bye Sameeksha and Raghav thank you for the good times. See you soon!

♡ Intan Rastini

Advertisements

Brotherhood Kalki and Kavin

Saat mama minta tolong kakak untuk membawakan papan tulis kecil dan ia berkata tidak bisa,

Adik Kavin pun datang dan membantunya. Akhirnya mereka berdua mengangkat bersama-sama papan tersebut untuk diberikan kepada mama. Papan tulis kecil itu awalnya mama pinjam dari yayasan untuk belajar menulis dan menggambar Kalki. Akhirnya setelah merasa cukup menggunakannya, mama kembalikan kemarin.

Hari ini selesai upacara mecaru di rumah, kami harus mengembalikan meja dan kursi yang kami pinjam ke Balai Banjar. Mama pun berusaha mengembalikan delapan kursi plastik.

Adik Kavin sudah siap ingin membantu dan standby di depan tumpukan kursi-kursi tersebut. Kakak Kalki juga tak kalah antusias. Karena 8 tumpuk kursi terlalu berat untuk diangkat, mama membagi dua tumpukan kursi.

Mama membawa 6 tumpukan kursi sedangkan kakak dan adik membawa 2 tumpuk kursi. Mereka bekerja sama membawanya sampai ke Balai Banjar. Kalki dan Kavin terlihat senang bisa membantu, mama dan papa juga senang mereka bahu-membahu saling menolong. 😉

♥️ Intan Rastini

Jogging in The Morning with The Kids

Enaknya kalau lari pagi ada teman lari yang sepadan. Sama kecepatan larinya dan sama kemampuan jarak tempuhnya.

Lari pagi bersama anak-anak sungguh menyenangkan karena bisa menikmati cahaya matahari pagi. Apalagi mulai bulan April hingga kini cuaca lagi dingin banget disini. Dengan lari atau jalan bersama-sama mereka bisa cari hawa hangat dari mentari pagi.

Tapi Kalki dan Kavin nggak sama kemampuannya karena kaki adik Kavin masih pendek dan kecil dari pada kakaknya. Sooo, Kalki biasanya semangat lari duluan sampai di depan mama dan Kavin. Mama berada di tengah, Kavin bisa tertinggal di belakang.

Kalau tuh bocah ditinggal di belakang, bisa berabe. Kadang suka lari di tengah jalan nggak tau kalau ada mobil atau motor lewat di belakangnya.

Kalki lagi libur sekolah sejak akhir bulan Mei. Makanya mama bisa lari pagi ngajak Kavin, kadang-kadang Kalki mau ikut. Mungkin aja Kalki mau nerusin jalan pagi ke sekolahnya saat masuk nanti. 🙂

Selain olah raga di luar, mama juga melakukan aktivitas olah raga di rumah. Biasanya adik Kavin membantu mengambilkan dumbbell dan juga ia suka menggulung matras. Baiknya…. Kavin sayang.

Terkadang saat mama sedang olah raga seperti sit up Kalki mau membantu memegangi kaki mama atau duduk di atas kaki mama. Tapi di lain waktu mereka menggerombol dan juga nimpukin mama haha. 😀

Atau malah si adik minta diangkat-angkat dengan kaki mama kayak akrobatik. Minta diayun-ayun di tungkai kaki mama, ya sudah mama pikir sekalian aja pakai beban berat badan adik Kavin untuk latihan perut.

Pernah juga adik Kavin mama gendong di punggung sambil jalan pagi dan buat beban juga saat jogging. Ide awalnya dari Kakak Kalki waktu jalan pagi sama Tante Hannah, dia kecapekan dan akhirnya mama gendong dari pertigaan Angkah Pondok sampai ke yayasan. Untungnya Kalki mau jalan ga terus-menerus minta gendong, soalnya saat nanjak sambil gendong Kalki mama yang kelelahan.

Senyum manis adik Kavin di pagi hari yang hangat. Menghangatkan hati orang tuanya yang melihat.

♥️️ Intan Rastini

Review Kedai Gembul Pizza

Saat ulang tahun Kalki yang ke-5 kemarin, saya sekeluarga merayakannya di kedai Gembul Pizza. Ini ulang tahun pertama anak-anak dengan kami rayakan makan di luar. Sebelumnya selalu buat homemade bakpao oatmeal, kue mochi, donat atau jelly. Pertimbangannya karena anak-anak masih kecil jadi pengen buat makanan sendiri untuk mereka. Sekarang karena Kakak kalki udah meninggalkan masa balitanya, kami pergi makan keluar aja…

Gembul Pizza terletak di Jl. Serma Arda No. 1 Bajera, Selemadeg Barat, Tabanan, Bali. Lokasinya cukup dekat dengan rumah kami, hanya 10 menit perjalanan dengan motor. Tempatnya persis di pinggir jalan, tapi bukan di jalan raya Gilimanuk-Denpasar, melainkan di balik Indomaret Bajera, belok dikit udah deh, ketemu di kiri jalan.

IMG_20180530_164638

Kenapa saya bilang kedai, soalnya tempatnya nggak terlalu besar kayak restoran tapi menempati dua blok ruko jadi satu. Interiornya cukup nyaman dengan dinding bercatkan hitam, merah dan krem dihiasi papan-papan yang menunjukkan menu andalan mereka. Untuk bangku dan meja tersedia 6 meja ukuran sedang untuk 4 orang dan 1 meja panjang untuk rame-rame. Bangkunya dicat dengan warna-warni pastel, lucu deh.

Kami udah dua kali ke Gembul Pizza, pertama untuk beli pizza take away aja sehabis main di Pantai Batu Lumbang dan kemarin untuk makan di tempat. Setiap kesana kami selalu duduk di bangku untuk meja panjang. Kemarin kami pesan Pizza Chicken BBQ n’ Jagung ukuran besar dan Mie Gembul level biasa. Kebetulan saat itu ada promo Galungan jadi kami dapat harga khusus beserta mocktail.

Promo Gembul Pizza Galungan

Jadi pada promonya, pesan pizza ukuran L varian topping apa aja dengan 2 mocktail seharga 55K dan Mie gembul level apa saja beserta 1 mocktail seharga 15K. Kalau non promo, Pizza Chicken BBQ n’ Jagung ukuran L seharga 48K dan Mie Gembul level biasa 9K. Sedangkan mocktailnya seharga 15K.

Sambil nunggu pesanan, disana kami bisa menggunakan free wi-fi yang tersedia. Cocok banget buat nongkrong sambil ngeblog, nih. Lalu pesanan kami yang datang pertama kali adalah mocktail. Mocktailnya itu berupa sirup coco pandan dengan soda dicampur selasih dan daun mint. Anak-anak sih suka minumannya tapi nggak suka daun mint-nya. Kalau saya suka kombinasi mocktailnya.

IMG_20180530_161056

Lalu pesanan kedua yang datang adalah Mie Gembul. Mie ini seperti mie goreng tapi menggunakan mie yang bulat besar. Rasanya agak pedas, buat orang dewasa nggak seberapa tapi buat anak-anak cukup pedas juga sampai Kalki dan Kavin nyobain mie sambil bolak-balik minum. Mie disajikan dengan kulit pangsit goreng, selada, tomat dan sosis goreng lalu ditaburi semacam serbuk apa gitu, bawang goreng dan daun bawang. Sosisnya langsung dicomot duluan sama Kalki sampai ludes. Bagi saya mie-nya enak!

IMG_20180530_162451

Nah, pesanan terakhir adalah Pizza Chicken BBQ Jagung. Pizza-nya udah dipotong jadi 8 bagian, disajikan di atas pan kayu. Lalu kami juga disediakan piring-piring kecil sebanyak 4 buah. Untuk saus sudah ada di meja 1 botol sambal dan 1 botol saus tomat. Anak-anak suka banget sama pizzanya. Kavin lebih suka topping jagungnya. Yang saya suka mereka pakai keju mozzarella yang lumer dan di atas roti pizza diolesi saus BBQ. Lalu ayamnya juga sudah berbumbu tersendiri.

Acara ulang tahun Kalki kemarin sukses bikin kami berempat makan 8 potong pizza dan 1 porsi Mie Gembul. Tentu aja dengan 3 gelas minuman mocktail cocopandannya juga. Dan saya minta supaya minumannya nggak usah diberi sedotan plastik, dong. Karena masih inget komitmen #PantangPlastik #BreakFreeFromPlastic dari Greenpeace. Eh, kebetulan saya menang kampanye minggu pertama yang bertemakan #PantangSedotanPlastik.

Sejak saya pindah menetap di desa, hampir nggak pernah lagi makan pizza. Kini udah ada kedai lokal yang menyajikan pizza dengan tarif yang cukup ramah di kantong. Jadi sekarang saya bisa makan pizza kapan aja. Selain pizza, masih banyak menu makanan western yang disajikan oleh mereka, lho! Mulai dari appetizer, main course hingga dessert.

Menu yang ditawarkan selain pizza cukup banyak. Saya sempat melihat ada garlic bread, french fries, black burger dan beberapa minuman selain mocktail. Beberapa minuman yang ditawarkan ada jus buah-buahan, milkshake dan air mineral. Tapi kalau untuk air mineral, saya cukup bawa tumbler sendiri dong dari rumah.

Menu yang sempat saya ingin pesan juga kemarin adalah Banana Berry Smoothie, semacam mix fruit dan mashed fruit di dalam bowl. Tapi kebetulan saat itu lagi nggak tersedia. Selain pizza yang gurih ada juga Pizza Banana Island, yang sepertinya manis – kelihatannya manis, ya soalnya belum pernah coba, sih. Malah Kalki sempat tanya apa ada pizza strawbery ke mbaknya. Dan tentu aja dijawab nggak ada, hahaha.

Saat lihat-lihat buku menu, Kalki mau Gembul Chicken Steak. Cuma sayang banget, pilihan Kalki lagi nggak available. Untuk pizza, pilihan awal saya jatuh kepada Popeye Pizza dengan bayam, sayang seribu sayang ternyata bayamnya lagi nggak ada, sehingga harus pilih varian topping pizza lainnya.

Meskipun pada saat itu ada menu-menu yang nggak bisa dipesan, tapi overall puas dengan rasa dan pelayanan Gembul Pizza. Pelayanannya ramah dan baik. Bahkan waktu pertama kali kami kesana, pesan pizza untuk dibawa pulang saya minta nggak usah dikasi saus sambal, saus tomat aja, lalu sama mbaknya dilebihin saus tomat beberapa sachet.

Kalau tertarik paket hematnya Gembul Pizza, tunggu aja pas ada harga promo, karena secara berkala mereka mengadakan menu promo, kok! Cek aja di IG-nya di @gembul_pizza. Selain itu, saya amati mereka juga terus menambahkan beberapa menu baru. Dari pertama kali kesana hingga kedatangan kedua, eh ada tambahan beberapa makanan dan minuman berlabel “New” di buku menu. Duh, jadi laper lagi kan, nulis review tempat makan… See you next time!

♡ Intan Rastini

Galungan dan Ulang Tahun Kalki ke-5

Ada yang spesial di Hari Raya Galungan kali ini… Apa itu yang spesial? Yaitu bertepatan dengan hari ulang tahun Kalki yang ke-5. Jadi seluruh umat Hindu merayakan hari raya Galungan dengan bersembahyang ke pura dan bagi kami juga untuk bersyukur kepada Tuhan karena Kalki telah bertambah usianya :).

photo_2018-05-30_11-39-39

Kalki the birthday boy! Happy 5th Birthday Kakak!

Hari Raya Galungan yang kami rayakan memang dihitung melalui kalender Bali jadi jatuhnya bakalan 7 bulan sekali dalam kalender masehi. Hari Galungan tahun ini, juga seperti yang lalu-lalu, kami merayakannya dengan rentetan sebelum hari-H. Salah satunya mempersiapkan segala sesuatu supaya nanti ada pasokan makanan selama sebelum hingga sesudah hari raya.

Pasokan makanan disini tujuannya buat makan orang di rumah sekeluarga juga buat sanak saudara yang datang berkunjung ke rumah. Kan hari raya bakalan sibuk mempersiapkan banten, penjor, hiasan-hiasan seperti gantung-gantungan dan lain-lain… jadi supaya kami nggak perlu repot mikir masak apa ya hari ini, besok, dan seterusnya, toh pasar juga banyak yang tutup lapak.

Kami membeli daging babi 1 kg di pasar Bajera, sampai rumah saya buat jadi pork nugget di-mix dengan wortel dan keju jinten, keju paprika dan Gouda cheese dari Belanda (nanti saya ceritakan lebih lanjut tentang keju ini). Kemudian stok tahu dari belanja di tukang sayur juga saya sikat jadi tofu nugget hihihi… Kali ini dicampur dengan wortel aja dan seledri, nggak pakai keju.

Lumayan ada stok frozen food. Tapi tofu nuggetnya udah abis duluan nih, sebagai gantinya kami juga membeli ikan nila sebanyak 4 kg dan ini dibagi dua dengan mertua. Jadi bagian kami di masukkin ke chiller kalau mau makan tinggal goreng aja potongan-potongan ikannya. Kalau punya mertua sih dikukus jadi pepes ikan.

Galungan kali ini pertama kalinya juga lho, papa nggak dapat ambu di kebun buat bikin penjor. Lagi langka ambu, kali. Ambu itu daunnya pohon jaka atau nira. Sehingga papa harus beli hiasan penjor yang udah jadi di toko. Kebetulan dapat hiasan stok lama seharga Rp 15.000.

Selain itu, pada Galungan kali ini saya lagi haid, jadi tidak bisa sembahyang sekeluarga ke pura. Yang sembahyang hanya papa dan Kalki. Saya di rumah aja sama Kavin. Maka dari itu bisa saya sempatkan menulis di blog hehehe…. Selain itu bisa melakukan exercise juga pagi-pagi (nanti saya tulis exercise buat perut di posting blog selanjutnya). Kalau saya nggak lagi haid, pasti udah sibuk siap-siap sembahyang ke pura, nih.

photo_2018-05-30_11-39-25

Kakak dan adik, ketika baru bangun pagi ini

Terus mau ngerayain ulang tahun Kalki gimana nanti? Yaah, ciri khas keluarga kami dengan merayakannya secara sederhana aja, mungkin bakalan ngajak makan pizza di kedai Pizza terdekat di Bajera., namanya Gembul Pizza. Mumpung ada harga promo Galungan dan Kuningan juga hihihi… Kami juga nggak menyiapkan kado khusus buat Kalki. Ngajak jalan dan makan di luar aja mudah-mudahan udah bikin dia seneng.

Karena Kalki sudah melampaui usia balitanya, ini ada kenang-kenangan kata-kata lucu Kalki waktu masih balita:

“Kodok main hujan,
tidak batuk dia.”

“Adik masih kecil, nanti kalau sudah besar jadi kakak, ya dek.”

“Hujan! Ayo teteskan! Kakak mau cuci tangan! Hujan…, ayo teteskan!” yang ini terjadi saat dia mau cuci tangan sore-sore, lalu Kalki menengadahkan tangannya ke langit 😀

Kalki dapat Taro (merek snack) ukuran jumbo, dia seneng bukan main! Sambil makan snacknya dia berkata, “Wow, nggak habis-habis!”

Haha…. Selamat berulang tahun yang ke-5 tahun ya, nak! Bulan depan udah naik kelas masuk TK, nih. Semoga makin pinter, sehat selalu, berbahagia, sayang papa, mama dan Adik Kavin.

Dan…, selamat hari kemenangan Dharma melawan Adharma! Semoga semua mahkluk ciptaan-Nya berbahagia.

♡ Intan Rastini

Pap Smear Gratis di Prodia Tabanan dan Singaraja

Tau nggak tahun ini Prodia Bali mengadakan Pap smear gratis hingga 30 November 2018 nanti? Saya baru tau pada bulan Februari, lalu saya pun memeriksakan diri pada tanggal 24 Maret 2018. Ya gratis karena bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Kalau punya kartu BPJS silakan datang ke Prodia untuk Pap smear gratis, masih ada waktu selama 6 bulan ke depan selama kuota masih tersedia.

photo_2018-05-26_07-05-14

gambar diambil dari page Facebook Laboratorium Klinik Prodia Tabanan

Prosesnya cukup datang ke Prodia, saya datang ke lab. Prodia Tabanan di Jalan by-pass Tabanan. Lalu menunjukkan KTP dan kartu BPJS kesehatan. Kartu tersebut discan oleh petugas, sehingga saya tidak perlu memberikan fotokopiannya. Lalu ada beberapa formulir mengenai riwayat kesehatan yang perlu diisi, seperti kapan mens terakhir, di usia berapa pertama kali mens, jumlah anak, alat kontrasepsi yang digunakan, pernah pap smear atau tidak sebelumnya, riwayat kanker pada keluarga dan lainnya.

Selain formulir mengenai riwayat kesehatan, juga ada formulir persetujuan untuk dilakukan cek Pap smear. Setelah semua berkas selesai, saya juga diberi lembaran edukasi mengenai “Sadari” untuk memeriksa payudara sendiri secara mandiri. Supaya kita secara proaktif melakukuan deteksi dini adanya benjolan di payudara yang bisa jadi mengarah pada kanker payudara. Lembaran itu deberikan gratis dan boleh dibawa pulang.

photo_2018-05-26_06-54-52

lembaran SADARI Pemeriksaan Payudara Sendiri dari Prodia Tabanan

Setelah itu petugas mempersilakan saya duduk menunggu di ruang belakang front desk, sembari petugas pemeriksa mempersiapkan peralatan cek Pap smear. Tidak lama kemudian saya dipanggil masuk ke ruang periksa. Ruangannya kecil dan hanya ada tempat tidur empuk dekat ke tembok, di ujung tempat tidur ada dudukan kaki di kanan dan kiri. Di bagian ujung tempat tidur akan dialasi semacam paper tissue lebar lalu saya meletakkan bokong disitu dan kedua kaki dibuka lebar diletakkan di atas dudukan kaki.

Petugas memberi tau saya bahwa spekulumnya baru dan masih bersegel. Spekulum tersebut terbuat dari plastik dengan warna transparan. Lalu mulailah dimasukkan spekulumnya dan saya diminta untuk rileks. Setelah spekulum membuat jalan mulut rahim terbuka, maka sikat ditorehkan ke arah dindingnya. Setelah selesai spekulum pun dilepas dan sikat dengan sample dinding sel epitel leher rahim saya disimpan untuk diperiksa di laboratorium.

photo_2018-05-26_07-01-16

Kalki dan Kavin menunggu mama sedang Pap smear

Petugas menginformasikan saya bahwa hasil bisa diambil 1 minggu kemudian yaitu pada tanggal 1 April. Saya pun diberi nota pengambilan hasil yang berisi catatan tanggalnya. Tapi saya baru bisa ambil hasil cek pap smear pada tanggal 20 April. Oh ya, jadwal Prodia Tabanan buka yaitu pada hari Senin-Sabtu dari jam 7 pagi hingga jam 9 malam. Hari Minggu tutup.

photo_2018-05-17_07-57-12

ambil hasil di Prodia Tabanan

Pap smear itu diperlukan untuk deteksi awal kanker serviks. Setelah 2 bulan menikah, saya pertama kali cek Pap smear di Yayasan Kanker Wisnuwardhana Jl. Kayun, Surabaya. Saat itu saya berusia tepat 21 tahun karena saya periksa setelah ulang tahun saya :). Biaya Pap smear pada tahun itu, tahun 2012 adalah sebesar Rp 100.000. Syukur hasilnya tidak apa-apa sehingga disarankan Pap smear ulang 12 bulan kemudian.

Namun setelah Pap smear pertama saya di Surabaya, saya tidak pernah lagi melakukan cek Pap smear karena saya hamil. Tahun 2013 saya melahirkan Kalki, lalu hamil anak kedua tahun 2014 dan melahirkan Kavin di tahun 2015. Selanjutnya saya mengikuti tes IVA secara gratis yang dilaksanakan tiap tahun oleh Tim Penanggulangan Kanker Serviks Kab. Tabanan, Bali. Saya ikut tes IVA mulai tahun 2016 dan 2017. Lalu tahun ini 2018, saya ikut tes Pap smear gratis di Prodia.

photo_2018-05-26_06-54-53

hasil pemeriksaan Pap smear dan IVA saya

Baik tes IVA maupun pap smear sama-sama untuk mendeteksi awal kanker serviks, ya. Cuma beda metode dan keakuratan hasil, tes IVA atau Inspeksi Visual Asam Asetat dilakukan dengan mengoleskan asam asetat pada mulut rahim dan tes ini dilakukan oleh bidan. Sedangkan Pap smear mengambil sample sel di dinding mulut dan leher rahim untuk dilihat dibawah mikroskop dan memerlukan dokter spesialis untuk pelaksanaannya. Hasil tes IVA bisa didapatkan pada hari itu juga sedangkan hasil pap smear menunggu beberapa hari kemudian.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum tes IVA atau Pap smear yaitu:

  1. Tunggu 4 hari setelah menstruasi berakhir.
  2. Tidak melakukan hubungan seksual dalam 24 jam terakhir.
  3. Sudah mulai menstruasi dan sudah aktif secara seksual.
  4. Tidak sedang hamil.
  5. Tidak sedang masa nifas minimal sudah lebih dari 6 bulan pasca melahirkan.
  6. Tidak dalam pengobatan melalui vagina dan tidak menggunakan permbersih vagina atau vaginal douche 2 hari sebelumnya.
  7. Tidak sedang mengalami keputihan parah karena nanti hasil tidak terlihat
photo_2018-05-26_07-05-24

gambar dari page Facebook Laboratorium Klinik Prodia Tabanan

Kalau mau periksa Pap smear di Lab. Prodia tapi tidak punya kartu BPJS bagaimana? Maka akan dikenakan tarif untuk pemeriksaan sebesar Rp330.000. Kalau mau yang lebih terjangkau, silakan tes IVA di puskesmas, biayanya lebih murah tidak sampai puluhan ribu. “Tes IVA sengaja di desain untuk daerah dengan SDM dan fasilitas kesehatan yang terbatas. Sehingga tidak membutuhkan dokter spesialis untuk melakukannya. ” dikutip dari perkataan dr Hari Nugroho, SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk detikHealth.

Selanjutnya dari detikHealth:
“Tak jauh berbeda dengan dr Hari, Dr dr Laila Nuranna, SpOG(K) spesialis obstetri ginekologi dari RSCM mengatakan bahwa sebenarnya keakuratan PAP Smear dan IVA tidak terlalu berbeda. Hanya saja, IVA tidak memiliki rekaman dan informasi pasien sehingga kondisi pasien tidak dapat dipantau dengan baik.

Ia pun mengamini pernyataan dr Hari yang mengatakan bahwa memang IVA ditujukan untuk daerah yang kekurangan SDM dokter spesialis kandungan. Hal itu menurutnya lebih baik daripada tidak melakukan skrining kanker serviks sama sekali.”

Tuh, ada baiknya kan melakukan skrining kanker serviks IVA dari pada tidak sama sekali.

Saya juga memberi tau saudari sepupu saya untuk melakukan pap smear. Sayangnya karena siklus haidnya kurang lancar, yaitu ia belum haid selama 3 bulan terakhir, maka ia tidak bisa melakukan Pap smear melainkan harus berkonsultasi dengan dokter dulu.

Lalu juga ada teman saya yang bertanya apakah perlu Pap smear padahal belum menikah atau aktif berhubungan seksual? Saya jawab tidak perlu karena sasaran utamanya adalah untuk yang sudah aktif secara seksual.

Bagi saya tidak ada rasa takut untuk memeriksakan diri dalam tes IVA atau Pap smear karena prosesnya cepat dan tidak sakit. Tidak sampai berdarah-darah gitu, kok! Saya memang masih menjumpai beberapa orang yang masih ragu atau takut untuk memeriksakan diri. Nah, kebetulan saya copy dan paste dari broadcast Prodia Tabanan:

Sekedar sharing untuk ibu, istri, teman, ataupun saudari yang kita sayangi…

“Di Indonesia, setiap 1 jam, 1 wanita meninggal karena Kanker Servik (Kanker Leher Rahim)“

Kenapa angka kejadiannya tinggi?
Karena: Kesadaran belum ada, Tidak tau bahaya kanker serviks, Tidak bergejala di stadium awal, malu melakukan Pap Smear

Apa penyebab Kanker Servik?
VIRUS Human Papilloma (HPV) High Risk Type

Setiap perempuan tanpa memandang usia dan latar belakang berisiko terkena kanker leher rahim

Apakah kanker Servik bergejala ?
Pada stadium dini gejala tidak khas atau bahkan tidak bergejala, gejala muncul setelah stadium lanjut (perdarahan setelah sanggama, keputihan atau keluar cairan encer dari vagina, perdarahan setelah menopause, keluar cairan kekuningan berbau, bercampur dengan darah

Apakah kanker Servik bisa di Cegah?
Bisa

Caranya?
Melakukan skrining kanker servik
Pap Smear : untuk mengetahui normal/tidaknya sel-sel leher rahim (dari bentuk selnya), dan HPV DNA untuk mengetahui ada/tidaknya virus HPV High Risk

Tingkat kesembuhan lebih tinggi apabila penanganan dilakukan pada stadium awal

Jika hasil HPV DNA dan SSBC secara bersamaan hasilnya normal maka skrining setiap 5 tahun (rekomendasi UPSTF, ACS, ACOG 2012)

Apa yang dilakukan bila hasil Papsmear dan HPV normal ?
Segera berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan Vaksinasi

Info : 0361-4790499 / 085 100464047 Prodia Tabanan

Program Pap smear gratis di laboratorium Prodia bekerja sama dengan BPJS Kesehatan ini sangat bagus, saya berharap diadakan setiap tahun. Lalu kedepannya semoga vaksin kanker serviks digratiskan juga oleh pemerintah untuk seluruh wanita Indonesia. Karena kalau hasil Pap smear kita negatif, biasanya akan disarankan oleh petugas kesehatan untuk melakukan vaksin HPV.

Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Memang vaksin HPV itu mahal, tapi akan lebih banyak ruginya kalau pemerintah mengucurkan dana buat pengobatan penderita kanker serviks (meski melalui program gotong royong BPJS Kesehatan sekalipun). Karena rakyat yang sudah terlanjut sakit itu berkurang produktivitasnya buat negara dan harapan hidupnya pun rendah. Does it make sense? 

Program vaksin HPV untuk pencegahan kanker serviks itu bisa meningkatan kualitas hidup warga Indonesia. Moms setuju tidak jika vaksin HPV diwajibkan dan digratiskan oleh pemerintah untuk setiap wanita yang sudah memenuhi syarat untuk melakukan vaksin?

photo_2018-05-17_07-58-16

Begitulah sharing saya semoga bisa membantu memberikan kesadaran tentang kesehatan serviks dan deteksi dini kanker serviks.

❤️Intan Rastini

Perkembangan Kalki di bulan Mei 2018

Kalki udah lulus Posyandu bulan ini…. Yeaaaay….!!! Udah nggak perlu datang ke posyandu lagi, deh tapi masih bisa timbang badan, dong di fasilitas kesehatan secara teratur, timbangnya ga perlu pakai kain gendongan lagi.

Kalki belum 5 tahun sih, dia baru genap 5 tahun nanti di penghujung Mei, tapi udah selesai ikutan posyandu karena posyandunya kan tiap tanggal 11, jadi bulan ini adalah posyandu terakhir Kalki.

photo_2018-05-21_05-40-16

Salah satu perkembangan Kalki akhir-akhir ini, dia udah mau pakai kaos kaki dan sepatu sendiri. Sebelumnya Kaos kaki masih minta dipakaikan dan dia tinggal pakai sepatu, gitu.

Mandi Pakai Air Dingin di Tempat yang Dingin

Bulan ini dia udah pinter mandi pakai air dingin, padahal bulan ini cuaca lagi dingin banget kan karena sering mendung, berhembus angin dan hujan. Tapi akhirnya dia mau mandi air dingin dengan trik yang diajarin papa yaitu Kalki diminta bernyanyi saat diguyur air dingin supaya perhatiannya konsentrasi ke menyanyinya bukan ke dinginnya air. Selain itu menyanyi itu juga bakar kalori, lho!

Kenapa saya bilang mandi pakai air dingin itu pinter? Ya karena kami tinggal di daerah perbukitan yang sejuk, jadi setiap kali mandi bakalan merasakan air lebih dingin dari pada air di pemukiman pesisir sana yang hawanya panas. Dan Kalki itu udah dari dulu dicobain mandi air dingin di saat harus mandi buru-buru tanpa sempat menunggu masak air panas dulu, dan dia tuh rewel banget masalah mandi dengan air dingin!

Bahkan saat kami menginap di lokasi yang panaaaassss banget seperti di Sidoarjo, dia udah jelas kegerahan tiap hari rambutnya basah karena keringat tapi tetap aja nggak mau mandi air dingin. Kami kudu masak air panas dulu tiap doi mandi. Tapi eh sekarang ditawari mandi air dingin kok mau, malah adiknya yang nolak. Padahal biasanya Kavin mau dimandiin air dingin di saat-saat hawanya gerah.

Senang Mengerjakan Maze

Sejak masuk Paud di usia 4 tahun, Kalki mulai suka mengerjakan lembaran tugas yang berisi mencari jalan dari satu titik ke titik lain. Bahkan mama sempat beberapa kali bikinkan kalki sebuah “maze” atau jalan meliuk-liuk beserta gambar mobil-mobilnya.

Kebetulan pada akhir April lalu saya menerima e-mail dari Cassie Yoshikawa yang bekerja di Education.com dan dia menawarkan worksheets gratis. Salah satu worksheetnya adalah sebuah maze! Seneng dong saya, kok bisa pas banget! Akhirnya saya print dan kasi ke Kalki. Saat dikasi Kalki eeeh adiknya ngeliat dan rebutan kertas worksheet deh, mereka.

Karena pada berantem, papa turun tangan dan menyembunyikan worksheet itu. Kalki pun diberi pengertian supaya mengerjakannya saat adik sudah tidur saja. Setelah adik tidur siang barulah Kalki punya kesempatan mengerjakan maze-nya tanpa diganggu sang adik. Saya temani Kalki saat ia mengerjakan tapi saya biarkan dia menyelesaikan sendiri dalam mencari jalan keluar.

Bahkan saat melihat hanya jalanan yang ruwet dia berkata, “ini cari apa?”

Ooh rupanya Kalki terbiasa mencarikan subjek sebuah objek sebagai goal-nya di tujuan akhir. Maka saya gambarkan sebuah capung di sisi jalan terbuka kiri bawah dan sebuah apel di tujuan sisi kanan atas. Lalu Kalki pun menambahkan gambar buah pir dan juga bunga-bunga hahaha…

Screen Shot 2017-11-21 at 12.13.42 PM

Beberapa saat saja di kemudian bilang, “sudah.”

“Lho, sudah selesai?” Tanya mama.

“Iya.”

Begitu saya cek, ternyata memang benar sudah selesai dan kunci jawaban untuk mencari jalan yang benar itu mudah, toh! Nggak menelusuri jalan yang njelimet tapi hampir lurus dan belok satu kali aja. Hahaha, pantesan! Tapi Kalki sempat tertipu dan mencoba menelusuri jalanan yang rumit tetapi ujung-ujungnya buntu.

photo_2018-05-21_05-05-08

Hasil pengerjaan Kalki

Kalau mom and dad mau cari worksheet yang sesuai untuk anaknya silakan cari di referensi ini. Banyak banget tersedia macam-macam tipe worksheet dengan berbagai tingkatan usia dan kemampuan anak.

Macam-macam worksheet yang bisa dipilih ada:

  • Maze (jaringan jalan yang ruwet)
  • Matching list of words with images (mencocokan kata dengan gambar)
  • Word search (mencari kata)
  • Crossword puzzle (puzzle teka-teki silang)
  • Word scramble (kata acak)
  • Addition (penjumlahan)
  • Subtraction (penguragan)
  • Division (pembagian)
  • Multiplication (perkalian)

Sejauh ini Kalki masih suka dengan worksheet maze. Enak kan saya ga perlu capek-capek menciptakan jalan yang ruwet karena bikin maze itu emang susah, bo! Cukup lihat-lihat aja di resource Education.com dan print! Setiap worksheet dihiasi tema dengan gambar-gambar yang lucu. Seperti little crawlies yang imut yaitu lady bug dan catterpillar di worksheet maze-nya Kalki. Bikin gemes dan anak tertarik kaaaan…

Yang bikin terpesona lagi ternyata di koleksi Maze Education.com ada yang bertemakan eco-friendly, lho! Jadi maze-nya berhubungan dengan mencari jalan untuk mematikan saklar lampu, mecari jalan untuk menutup keran air, dan selain lembar keja maze juga ada ide aktivitas seperti membuat kolase dari potongan kertas kecil membentuk bola dunia. Cocok nih, buat ngajarin anak supaya hemat energi dan sumber daya air bersih.

Dari maze yang paling gampil sampai maze yang terlihat lebih membingungkan lagi pun ada yaitu “Rapunzel Tower Maze” yang banyak dan padat banget jalurnya untuk si pangeran dapat bertemu Rapunzel. Tapi tenaaang semua worksheet dilengkapi kunci jawaban, kok. Jadi mom and dad yang pusing cari jalan keluar dari maze-nya tinggal klik answer key aja.

Next saya mau cetak maze yag pemadam kebakaran nih, buat Kalki, soalnya dia suka banget sama fire trucks. Mengerjakan lembaran maze ini ampuh lho mengurangi screen time Kalki 🙂

Selamat mencoba!

❤️ Kalki

♡ Intan Rastini