Cap Cay Ayam a la Mama Kalvin

Masakan ini termasuk banyak bumbunya. Kalo ngikutin resep asli Chinese food ini bakalan pakai ciu, sejenis bumbu fermentasi berbentuk cair. Jaman saya dulu kuliah sempat praktek bikin Cap Cay, katanya dosen saya aslinya Cap Jay namanya. Artinya lupa, hehehe..

Cap Cay sendiri ada dua macam. Dan ini saya baru tau dari suami saya. Cap Cay kuah putih dan kuah merah. Kuah putih berarti tidak pakai tomat. Kalau merah karena pakai tomat atau saus tomat. Kebetulan kali ini saya pakai saus tomat tapi tidak terlalu banyak jadi kuahnya masih kelihatan putih.

Bahan:

  1. 1 potong dada ayam diblansir
  2. 2 buah ati ayam
  3. 750 ml kaldu ayam
  4. 1 butir telur kocok lepas dan beri sedikt garam
  5. 8 helai sawi hijau
  6. 4 helai sawi putih
  7. 6 lembar kubis
  8. 1 buah wortel kupas kulitnya
  9. 1 batang seledri
  10. 1/4 bagian lobak kupas kulitnya
  11. 2 batang buncis siangi serat kasarnya
  12. 9 siung bawang merah
  13. 7 siung bawang putih
  14. 3 sdm saus tomat/ 1 buah tomat
  15. Merica secukupnya
  16. Ketumbar secukupnya
  17. Garam secukupnya
  18. 1 sdm minyak wijen
  19. minyak goreng untuk menumis
  20. 1 sdm tepung maizena larutkan dengan air secukupnya


Cara Memasak:

  1. Potong-potong sawi hijau, sawi putih, kubis, wortel, lobak, buncis (potog serong) dan seledri
  2. Kupas bawang merah dan bawang putih lalu iris tipis
  3. Potong-potog daging ayam dan ati ayam
  4. Panaskan minyak goreng untuk menumis bawang dan tomat (jika memakai tomat)
  5. Masukkan bawang merah, bawang putih dan tomat (jika pakai), tumis hingga harum dan tomat layu
  6. Masukkan telur ayam, aduk secara acak
  7. Masukkan daging ayam dan ati ayam, aduk
  8. Masukkan wortel, buncis dan lobak, aduk rata
  9. Masukkan seledri, sawi hijau, sawi putih dan kubis, aduk
  10. Jika sayuran sudah layu, tambahkan kaldu ayam
  11. Beri bumbu merica, ketumbar, garam, saus tomat dan mimyak wijen
  12. Untuk kuah yang sedikit kental, tambahkan larutan tepung maizena
  13. Didihkan kurang lebih 5 menit atau hingga sayuran matang tapi tidak sampai berubah warna menjadi lebih gelap
  14. Cicipi apakah rasanya sudah pas
  15. Cap Cay Ayam siap dihidangkan

Jika ingin Cap Cay seafood, daging ayam dan ati ayam bisa diganti dengan udang, cumi-cumi dan daging kepiting. Kaldunya pun bisa pakai kaldu udang.

Sebenarnya Cap Cay nggak pakai seledri, buncis dan lobak, karena bahan-bahan ini lebih cocok untuk sup ayam, ya? Tapi kalau saya pakai karena rasanya tetap enak kok, malah sekali makan dapat bermacam-macam sayur. 🙂

Silakan dicoba veggie lovers…

♡ Intan Rastini

My New Dutch Deep Fry Pan

Kalau biasanya saya menggoreng atau menumis menggunakan wajan besi biasa, nah kali ini saya sudah bisa merasakan enaknya memasak dengan wajan teflon. Oh ya, ini bukan posting sponsor atau dibayar ya… Murni adalah sedikit ulasan dari pengalaman pribadi.

April lalu saya belanja di Alfamart dan mendapatkan tawaran dari mbak kasir, “mau sticker atau tidak?”

Dari situ saya jadi tau bahwa minimarket tersebut sedang mengadakan program pengumpulan sticker untuk bisa ditukar dengan diskon 85% produk teflon merk Royal VKB.

Pas saya menukarkan sticker, saat itu bulan Mei (masa-masa akhir pengumpulan dan penukaran) dan udah sempat kehabisan semua produk Royal VKB mulai dari fry pan 20 cm, fry pan 24 cm, deep fry pan 24 cm dan casserol pan. Tapi akhirnya disarankan cek Alfamart terdekat lainnya dan ternyata disana masih ada stok! Tinggal dua buah deep fry pan 24 cm. Ya udah langsung redeem aja dengan harga setelah diskon Rp 129.900 tukar dengan 15 sticker.

Senangnya minta ampun saat akhirnya saya bisa memiliki wajan teflon dengan merk asal Belanda sono. Mendapatkan wajan ini juga dibantu oleh mama saya, karena setiap mama belanja di Alfamart, saya berpesan, “minta stickernya, ma. Simpan, nanti kasi ke aku, ya!” Hihihi…

Kok, kebetulan ya, abis bertemu dengan orang-orang Belanda, saya akhirnya pakai produknya orang Belanda punya. Cihuy, keren deh wajan teflon abu-abu ini!

Wajan teflon ini serbaguna bisa untuk masak hampir apa aja. Cuma saran saya jangan dibuat masak yang bercangkang seperti kepiting atau kerang. Sayang lapisan teflonnya atuh, mak!

Mie goreng (fried noodle)

Omelet telur

Yang paling ciamik kalau masak nasi goreng, mie atau bihun goreng dan omelet telur, bahan makanannya tidak nempel di permukaan wajan. Kalis! Ya iyalah, kan ada lapisan teflon anti lengketnya!

Nasi goreng (fried rice)

Mari kita lihat resep-resep sederhana yang telah saya masak dengan wajan teflon Royal VKB ini:

  1. Tumis sayuran
  2. Sayur berkuah
  3. Gorengan

♡ Intan Rastini

Tumis Buncis Udang

Di rumah selaluuu ada aja buncis di kulkas karena itu merupakan sayur yang aman dikonsumsi oleh bapak dan ibu mertua. Jadi saya juga bisa akali dengan memasak stok buncis yang selalu bertambah dengan ditumis.


Bahan:

  1. Udang kupas, cuci bersih 250 gr
  2. Buncis 250 gr cuci bersih
  3. Lombok merah 1 buah
  4. Bawang merah 5 siung
  5. Bawang putih 3 siung
  6. Ketumbar secukupnya
  7. Merica secukupnya
  8. Garam
  9. Minyak goreng untuk menumis

Cara Memasak:

  1. Siangi buncis dari serat kasarnya lalu potong-potong miring seperti bambu runcing
  2. Kukus buncis selama 15 menit, angkat lalu tiriskan
  3. Kupas bawang merah dan putih lalu iris-iris tipis
  4. Belah lombok dan buang tengahnya (saya juga tidak mengikutkan bijinya supaya kalau tegigit anak saya, mereka tidak kepedasan)
  5. Tuang sedikit minyak ke wajan teflon lalu tumis bawang merah, bawang putih dan lombok
  6. Jika sudah harum, masukkan udang kupas lalu masukkan buncis
  7. Beri ketumbar dan merica sesuai selera
  8. Tambahkan garam secukupnya, aduk rata
  9. Jika buncis sudah mulai kering kecokelatan, matikan api kompor, silakan dicicipi apa udah pas rasanya
  10. Tumis buncis udang siap disajikan


Mudah dan nikmat~
Kavin paling suka buncis. Buncis rebus dan kukus yang plain nggak pakai bumbu sering digadoin 😀 dasar bocah buncis!

Silakan dicoba…

♡ Intan Rastini

Bening Daun Katuk

Cocok banget ini buat ibu-ibu yang baru bersalin arau ibu yang masih menyusui sebagai ASI booster. Buat menu sekeluarga juga cocok. Suami saya aja suka 😉

Bahan:

  1. Udang kupas, cuci bersih 250 gr
  2. Daun katuk cuci bersih, tiriskan 
  3. Jagung manis 2 buah, dipipil atu diserut bulirnya
  4. Bawang merah 7 siung
  5. Bawang putih 5 siung
  6. Ketumbar secukupnya
  7. Merica secukupnya
  8. Garam
  9. Minyak goreng untuk menumis
  10. Air 750ml-1l

Cara Memasak:

  1. Kupas bawang merah dan putih lalu iris-iris tipis
  2. Tuangkan 2 sdm minyak goreng ke wajan teflon lalu tumis bawang merah dan bawang putih
  3. Jika sudah harum, masukkan udang kupas lalu masukkan jagung pipil, aduk-aduk
  4. Saat jagung mulai matang, masukkan daun katuk
  5. Beri ketumbar dan merica sesuai selera dan garam secukupnya, aduk rata
  6. Saat daun katuk sudah mulai layu, tuangkan air, didihkan hingga 10 menit
  7. Silakan dicicipi apa udah pas rasanya, jika belum pas bisa ditambahkan bumbunya
  8. Jika sudah pas rasanya, sayur bening daun katuk siap disajikan

Sarapan saya dengan sate nyuh (sate kelapa) khas Bali dan sup bening daun katuk. Maaf sate nyuhnya nggak termasuk dalam resep hehe.

Selamat mencoba~
♡ Intan Rastini

Jamur Crispy

Snack ini favorit saya banget! Anak-anak pun suka. Kalau bagi suami sih, dimakan jadi lauk dengan nasi… Orang Bali bilang “anggon darang nasi



Bahan:

  1. Jamur tiram, cuci bersih dan tiriskan
  2. Tepung terigu
  3. Tepung beras
  4. Garam
  5. Merica
  6. Ketumbar
  7. Minyak untuk menggoreng

Cara Memasak:

  1. Sobek-sobek lembaran jamur tiram sesuai arah seratnya menjadi helaian panjang-panjang
  2. Campurkan tepung dengan perbandingan tepung terigu:tepung beras 1:2
  3. Beri campuran tepung dengan garam, merica dan sedikit ketumbar, aduk rata
  4. Bubuhi jamur tiram dengan campuran tepung tadi, aduk-aduk hingga semua permukaan jamur terlumuri oleh tepung
  5. Panaskan minyak goreng di atas wajan teflon
  6. Masukkan satu per satu jamur bertepung ke dalam minyak panas dengan api sedang
  7. Jika sudah mulai kecokelatan jangan lupa untuk membalik jamur goreng
  8. Saat sudah matang merata, angkat dan tiriskan
  9. Jamur crispy siap diasajikan selagi hangat dengan saus tomat

Jamur tiram setelah dibubuhi tepung

deep fryed

Wait until they become “golden brown”

Ready to serve with tomato sauce

Nyammm… kriuk kriuk!
Happy cooking~

♡ Intan Rastini

Berpetualang di Alam Bebas

Seringkali si kecil bosan bermain di rumah saja. Bagaimana jika mengajak anak bermain di luar? Eh tapi yang saya maksud bukan bermain di arena bermain dalam pusat perbelanjaan atau tempat bermain anak-anak di restoran cepat saji. Memang tempat tersebut biasanya merupakan tempat favorit bermain si kecil.

Bermain di luar yang saya maksud adalah bermain di alam bebas. Selain bagus untuk kebugaran dan sistem kekebalan tubuh si kecil, bermain di alam terbuka baik untuk meningkatkan kecerdasan naturalis si kecil, lho! Kecerdasan naturalis ini berkaitan dengan kemampuan merasakan bentuk-bentuk dan menghubungkan elemen-elemen yang ada di alam.

Berjalan diantara semak bunga Seruni di kebun cokelat

​​

Bermain di sawah dan terus aktif bergerak!

Jika kecerdasan naturalis si kecil menonjol, sejak dini ia akan menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap lingkungan alam sekitarnya, termasuk binatang. Mereka akan mudah menyelaraskan diri dengan alam dan tidak gampang jijik atau bahkan takut memegang binatang. Selain itu mereka juga senang memerhatikan fenomena atau benda-benda di angkasa seperti awan, pelangi, bintang dan bulan.

Bermain dengan Riki, anjing tetangga

Udah jelas kan manfaat bermain di alam terbuka? Untuk mengasah kepekaan si kecil terhadap lingkungan, menumbuhkan kepedulian akan kelestarian lingkungan hidup, agar tidak mudah sakit karena paparan lingkungan alam terbuka membuat sistem kekebalan tubuhnya berkembang, mengajak anak untuk aktif bergerak sehingga kebugarannya terjaga dan menyegarkan pikiran agar tidak penat.

Duduk di atas batang pohon yang rebah di atas sungai kecil

Untuk saya yang tinggal di desa, cukup mudah untuk mengajak anak-anak saya berpetualang ke sawah, kebun, sungai air terjun atau pantai. Tapi untuk Anda yang tinggal di perkotaan, biasanya memiliki sedikit akses ke tempat alam terbuka. Tetapi Anda tetap bisa mengajak si kecil ke taman kota, kebun raya, pantai atau tempat lain yang memiliki ragam mahkluk hidup saat berlibur ke rumah kakek dan nenek di desa.

Sebelum berangkat, perhatikan hal-hal berikut:

  1. Pastikan Anda dan si kecil dalam keadaan sehat jasmani serta rohani yaitu bugar dan bahagia supaya petualangan berjalan lancar dan menyenangkan.
  2. Siapkan bekal makanan, kudapan ringan favorit si kecil, air minum yang cukup dan untuk berjaga-jaga bawalah juga obat-obatan si kecil untuk keadaan darurat seperti Tempra Syrup penurun panas.
  3. Jangan lupa bawa topi agar tidak kepanasan dan bawa baju ganti beserta handuk jika berencana bermain air basah-basahan.
  4. Usapkan minyak telon di badan anak agar ia merasa hangat dan nyaman selama berpetualang serta tidak mudah masuk angin. Usapkan juga minyak telon yang mengandung anti nyamuk pada tangan dan kaki anak agar terhindar dari gigitan nyamuk atau serangga selama di alam bebas.
  5. Selalu lakukan pemanasan sebelum memulai kegiatan fisik. Ajak anak melakukan peregangan ringan untuk mengurangi risiko cidera.

Nah, jika sudah sampai di tempat tujuan:

  1. Berjalanlah pelan-pelan dengan si kecil agar ia tidak mudah lelah dan dapat melihat apa yang ada di sekitarnya.
  2. Ambil istirahat yang sering untuk minum dan makan sebab Anda akan punya banyak waktu untuk menikmati pemandangan dan terhindar daei dehidrasi serta lapar.
  3. Perhatikan tanaman liar, peringatkan si kecil terhadap tanaman yang berduri dan yang berpotensi menyebabkan gatal.
  4. Jika bertemu air, pastikan kedalamannya dengan mencelupkan batang kayu ke dalam air. Bila tidak dalam biarkan kaki Anda yang terendam untuk memastikan aman (apalagi jika ada arusnya) sebelum membiarkan si kecil bermain air.

Anda juga dapat membekali si kecil dengan tongkat kayu agar ia dapat memastikan kedalaman air dan membantu keseimbangannya saat berjalan di aliran air

Istirahat makan siang dulu buat isi tenaga

​​

Jangan lupa banyak minum air dan pakai topi rimba

 
Aktivitas-aktivitas edukatif apa saja yang dapat Anda lakukan dengan si kecil di alam bebas?

Bermain perahu dari sabut kelapa di atas aliran air anak sungai

  • Ceritakan tentang lokasi. Sebutkan apa nama tempat yang Anda kunjungi bersama si kecil dan tempat berlangsungnya kehidupan apa disana. Misalkan Anda mengajak si kecil ke sawah, jelaskan bahwa di sawah adalah tempat tumbuhnya tanaman padi dari bibit hingga menguning. Jika sudah menguning biasanya tanaman padi akan merunduk karena sudah berisi bulir-bulir beras yang bisa dipanen yaitu berupa gabah. Gabah yang diolah nantinya akan menjadi beras. Lalu beras dapat kita masak menjadi nasi yang kita makan sehari-hari
  • Ceritakan tentang hasil bumi. Jika Anda mengajak si kecil ke kebun seperti kebun teh, kebun stroberi atau kebun apel, jelaskan produk apa yang dihasilkan oleh kebun tersebut. Contohnya tanaman teh jika sudah cukup umur akan dipetik daunnya sehingga bisa diolah sampai menjadi teh seduh atau minuman teh.
  • Mengenal warna-warni bunga. Saat mengunjungi taman yang banyak dihiasi oleh bunga, kenalkan warna-warna apa saja yang ditunjukkan oleh bunga-bunga tersebut sehingga Anda dapat mengenalkan macam-macam warna pada anak. Ajarkan juga agar anak tidak selalu memetik bunga di tempat umum supaya keindahannya dapat dinikmati bersama-sama.
  • Menyentuh batang dan daun. Anda dapat menyentuhkan aneka tekstur daun dan batang kepada si kecil sambil menjelaskan nama-nama pohonnya. Ada daun yang kecil, ada yang lebar, ada yang bergerigi, ada yang berbentuk lurus dan panjang, ada pula daun yang bergerak menutup jika disentuh seperti daun tanaman Putri Malu. Begitu juga batang pohon ada yang bercabang-cabang, ada juga yang tegak lurus seperti pohon kelapa dan palem.
  • Ceritakan tentang hewan. Anda dapat menunjukkan berbagai jenis hewan yang tedapat di alam terbuka seperti yang ada dalam buku bergambar milik si kecil. Contohnya dalam ekosistem sawah terdapat burung bangau, ular sawah, tikus, katak, belalang, dan belut. Di kebun terdapat tupai, jangkrik, kupu-kupu, belalang, burung dan ayam. Ajak anak bermain menirukan gerak dan suara setiap hewan yang ada disana.
  • Hewan kesukaan. Minta anak menyebutkan hewan kesukaannya dan tanya mengapa ia menyukainya. Jelaskan daerah asal hewan tersebut dan dimana habitat aslinya jika hewan yang disebutkan oleh anak adalah satwa liar. Seperti orang utan berasal dari Kalimantan, gajah dan harimau berasal dari Sumatera. Deskripsikan kepada anak seperti apa habitat mereka dan cara mereka hidup di alam bebas.
  • Menyaksikan proses tumbuh kembang. Jika menemukan ulat atau kepompong, merupakan hal yang menarik untuk diceritakan kepada si kecil bahwa itu adalah tahapan kehidupan dari kupu-kupu. Perlihatkan proses tumbuh kembang hewan lainnya seperti telur menetas menjadi ayam atau berudu menjadi katak. Bisa juga proses kehidupan tanaman atau bunga dari kuncup menjadi mekar dan dari bunga memjadi bakal buah.
  • Bermain aliran air. Saat Anda mengunjungi sawah, Anda akan menjumpai saluran irigasi sawah. Di sana Anda dapat mengajak si kecil bermain perahu-perahuan dengan helai daun kering. Jelaskan juga bahwa air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah seperti pada air terjun. Jika Anda dan si kecil pergi ke sungai atau ke pantai, Anda dapat menjelaskan bahwa sungai mengalirkan air dari dataran tinggi seperti pegunungan hingga ke tempat yang lebih rendah yaitu ke laut sedangkan pantai adalah tempat bertemunya daratan dan laut.
  • Buang sampah pada tempatnya. Ajak anak untuk selalu membuang sampah pada tempatnya. Saat di alam bebas biasanya tidak tersedia tempat sampah, caranya dengan menyediakan kantong khusus tempat sampah yang nantinya akan di buang ke tong sampah selesai berpetualang. Jelaskan akibat yang dapat terjadi di alam jika anak Anda membuang sampah sembarangan. Contohnya, saluran irigasi sawah dapat tersumbat lalu tidak dapat mengalirkan air ke sawah lagi sehingga tanaman padi mati dan petani tidak dapat memanen beras, keindahan alam tidak dapat dinikmati karena kotoran sampah dimana-mana, sungai tercemar sehingga ikan-ikan jadi mati sampai ancaman terjadinya banjir. Cara itu akan membuatnya belajar tentang kebersihan lingkungan.

Belalang yang berwarna indah di tanaman pakis

Panen pisang satu tandan!

Nikmatnya tiduran di atas panen kelapa

Bunga yang bermekaran berwarna-warni

Belajar manjat pohon supaya berani dan tidak takut ketinggian

berdiri di atas aliran air saluran irigasi sawah

​​

Istirahat dengan duduk di atas batang kayu

Bermain air di pantai berbatu dan merasakan deburan ombak di laut

Menyentuh tanaman padi sambil melangkah di atas pematang sawah

​Bagaimana? Asyik dan seru ya, menghabiskan waktu bersama si kecil di alam terbuka? Anak-anak juga pasti akan menambah perbendaharaan kata mereka mengenai istilah-istilah lingkungan hidup. Tuh, yang masih ragu-ragu berpetualang di alam bebas, ada bonus manfaatnya, nih… yaitu secara tidak langsung dapat menambah kecerdasan linguistik anak.

Yuk, tunggu apa lagi? Ayo bersiap-siap untuk segera memulai petualangan dengan si kecil!

♡Intan Rastini

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

How to Keep Your Baby Warm?

I have just received a gift package from Jamu Jago contains Bèbè Roosie telon cream and Buyung Upik sirup anti masuk angin – it is like a syrup for relieving dispepsia symptoms. It was wonderful to have another stock of telon cream for my sons.

Telon Oil, Telon Cream and Baby Balsam

As you know, if you have a baby you will need telon oil a lot for daily use! Because telon oil helps to keep your baby warm, despite the fact that we live in a tropical country.

Commonly babies’ stomach could be gaseous and babies could catch a cold or cough easily, so it’s very good to rub some warm oil to their neck, chest, belly, hands and feet.

Thus, I wonder why it’s very rare that people give telon oil as presents for newborn baby… Because this thing is the most useful and the most needed. Any idea why?

I have three kind of different products that almost have the same purpose, helping baby to stay warm:

1. My Baby telon oil
♥ Composition;
Oleum Citronellae 2.5%
Oleum Chamomillae 2.5%
Oleum Anisi 7.5%
Oleum Cajuputi Compositum 60.35%
Oleum Cocos 27.15%


♥ This kind of product is very common in Indonesia with many various of brands. But I use this telon oil the most for my sons because it’s easy to find it at stores.
♥ This oil is not too hot and doesn’t have strong Cajuputi fragrance.
♥ The dominant fragrance is Citronella.
♥ The more advantage of using this telon oil that it helps preventing mosquito’s bite for 6 hours because of the strong Citronella fragrance.
♥ This telon oil is just oily for a moment because it is easy to be vaporized.
♡ Unfortunately, my sons have ever spilled this oil that much to the floor! It has been fallen down to the floor accidentaly too, until the bottle cracked and leaked.
♥ However, My Baby telon oil is very useful for everyday use.
♥ Variants: Telon Oil Plus anti mosquitos bites for 6 hours and for 8 hours.
♥ Made in Indonesia.
♥ Volume: 60ml, 90ml, 150ml.
♥ Package: bottle with box.
♥ Price: Rp 12.000-36.000

2. Bèbè Roosie telon cream



♥Composition;
Oleum Cajuputi 4g
Oleum Foeniculi 3g
Oleum Olivae 1g
Cream base until 60g
♥I like the fragrance, because it is very telon oil fragrance which is the most familiar Cajuputi fragrance.
♥This telon cream is warm enough for your children.
♥The cream texture is smooth and nonsticky. It is almost like moisturizer – it really moisturises you baby skin.
♥ It helps to prevent mosquitos bites too but I don’t know how long the duration is.
♥  I like this new kind of telon cream because it doesn’t spill out, still be careful from children because they can squish the tube.
♥ Made in Indonesia.
♥ Volume: 60g
♥ Package: tube with box.
♥ Sorry I really don’t know the price because I got it for free. But I checked on Bébé Roosie Instagram is about Rp 25,700

3. VICKS BabyBalsam
♥ Composition;
Petrolatum, Fragrance, Cocos Nucifera (Coconut) Oil, Paraffinum Liquidum (Mineral Oil), Aloe Barbadensis (Aloe Vera) Extract.
Contains Aloe Vera and fragrances of Eucalyptus, Rosemary and Lavender.

​♥ This one has unique fragrance of Eucalyptus, Lavender and Rosemary unlike others. My son always says as “balsem wangi” or as “smells good balsam”.
♥ The balsam texture is like a soft wax or balm and it is a little bit sticky on your skin.
♥ Although it is said as balsam, actually it doesn’t feel hot at all! Because it doesn’t contain any menthol like normal balsam but eucalyptus. So it gives a slight warmth.
♥ It is written that, “Vicks BabyBalsam moisturising & shooting baby care.
Together with your loving touch, Vicks BabyBalsam helps to gently calm, soothe, relax and moisturise your baby.”
I think this balsam is better used for rubbing or massaging your baby and as aromatheraphy because of its pleasant aroma. So it is really really good to shoote and comfort.
♥ I often use it at night so my sons would have a better nice sleep. So it could reduce a baby colic too, I guess.
♡ It has lavender fragrance but it has no claim that this product would prevent your baby from mosquito’s bites.
♥ I really love the jar because it is very compact and the lid has cute pink color.
♥ Made in Germany.
♥ Volume: 50g
♥ Package: jar with box
♥ Price: Rp 80.000

All products are suitable for baby to toddler. Even adult still can use them too.

Anyway, in Indonesia is never as cold as winter in Europe. It is always warm here, but I’ve almost never heard that people in cold climate ever use this kind of telon oil. Yeah, we always call sort of warm oil for baby as telon oil which mostly consists of Cajuputi Oil as the main ingredient.

So, which one do you prefer?
Please share it with me…

Hey, it’s really great to make them as baby presents too!

Intan Rastini