Strong Abs Exercise

Since I was a teenager I’ve always been wanting to have a flat and strong abdomens. It was like since I was in secondary school that my belly start to be not flat anymore. So when I was in high school I send an e-mail to Seventeen Magazine asking them if they could send me the copy of abs exercise from their magazine at certain edition. So they replied me and were very kind to send me a colorful copy of this Strong Abs Exercise via air mail from USA! To keep the digital copy, so I wrote it on my blog. The copy paper is very easy to use while you don’t remember how to do the steps because you can carry it with you while you are exercising. If you want to do this exercise you can memorize it too! As long as you keep exercising you will remember the steps automatically.

Get Strong Abs!

Rock that teeny bikini! All you need are five moves for fifteen minutes, three days a week . . . and a confident Yeah, you know it! Attitude.

Your equipments:
2-pound weights, a ball, a chair and a mat.

STRENGHT MOVES
CROSS KNEE LIFTS
Great for your entire midsection!
A Using a sturdy table or the steps on a staircase, place hands slightly more than shoulder-width apart. Stand on balls of feet (like in a push-up).
B Lift knee across stomach, turning hips (knee should go toward opposite shoulder). Repeat on other side to complete one rep. Do 20 reps.


LEG LIFTS
Flattens your lower abs and shapes your curves.
A Sit on the edge of a chair, with knees bent and a soccer ball or stack of books at your feet. Raise your knees up, bringing your feet off the floor.
B Use your abs to lift legs up and over the ball never letting feet touch the floor. To complete one rep, return feet to position A. Do six reps.

17 TIP: To get six-pack abs in a couple of months, make sure to suck in your stomach and keep abs contracted as you do each exercise. If you feel a deeper strain in your neck, legs, or upper back than in your belly, you’re using the wrong muscles.

KNEE-TO-ELBOW LIFTS
Feel it in your lower abs and sides!
A Lie on a mat or towel, with left hand behind head. Bend knees; place feet flat on floor.
B Use your abs to lift left elbow to right knee (don’t just turn elbow in). Do 15 on each side.


CURL-UPS
Works all the abdominals!
A Sit on the floor, hands flat and slightly behind you. Start with bent knees and feet off the floor.
B Lean back, and extend legs (not all the way) for one count. Return to start. Do 12 reps.


DEAD BUG
Your best total-core move!
A Lie down holding a 2-lb. weight in each hand. Start with left arm overhead and left knee lifted.
B Take five seconds to lower left limbs as you lift right arm and right leg. Do for one minute.

Taken from Seventeen Magazine USA 2008.

Happy exercise!

Translation into Indonesian:

Dapatkan Perut yang Kuat!

Tampil mempesona dengan baju renang layaknya remaja! Semua yang kamu butuhkan adalah lima gerakan sederhana dalam lima belas menit, tiga kali seminggu . . . dan sebuah sikap – yeah, kamu tau itu! – percaya diri!

Peralatan yang dibutuhkan:
sepasang dumbel 1 kg, sebuah bola sepak, sebuah kursi dan matras.

GERAKAN KEKUATAN
MENGANGKAT LUTUT MENYILANG
Bagus untuk seluruh bagian tengah!
A Gunakan meja yang kokoh atau anak tangga, letakkan kedua tangan terpisah sejauh sedikit lebih lebar dari lebar bahu. Berdiri dengan berjinjit (seperti dalam push-up).
B Angkat lutut menyilangi perut, putar pinggul searah dengan arah menyilang lutut (lutut sebaiknya diangkat berlawanan arah dengan bahu). Lakukan 20 pengulangan.


MENGANGKAT KAKI
Meratakan perut bagian bawah dan membentuk lekuk tubuh.
A Duduk di pinggir kursi sisi samping, dengan lutut ditekuk dan sebuah bola sepak atau tumpukan buku di bawah kaki. Angkat lutut ke atas, membuat kaki terangkat semakin jauh dari lantai.
B Gunakan otot perut untuk mengangkat kaki ke atas melintasi bola dan jangan biarkan kaki menyentuh lantai, kembalikan kaki ke posisi A. Lakukan enam pengulangan.

TIP: Untuk mendapatkan perut six-packs dalam dua bulan, pastikan untuk menarik perut ke dalam dan jaga perut tetap terkontraksi selama melakukan masing-masing gerakan latihan. Jika kamu merasakan tegangan yang dalam pada leher, kaki atau punggung atas dari pada di perut, maka kamu menggunakan otot-otot yang salah.

MENGANGKAT LUTUT-KE-SIKU
Rasakan pada perut bagian bawah dan sisi samping perut!
A Berbaring pada sebuah matras atau handuk, dengan tangan kiri di belakang kepala. Tekuk kedua lutut; letakkan kaki rata di atas lantai.
B Gunakan perutmu untuk mengangkat siku kiri ke lutut sebelah kanan (jangan hanya memutar siku ke arah lutut). Lakukan 15 gerakan di masing-masing sisi kiri dan kanan tubuh.


CURL-UPS
Menggerakan semua bagian perut!
A Duduk di atas lantai, tangan diletakkan rata pada lantai dan berada di belakang punggung. Mulai dengan menekuk kedua lutut dan kaki berada di atas lantai.
B Bersandar ke belakang, dan panjangkan kedua kaki ke depan (tapi tidak diluruskan seluruhnya) untuk satu hitungan. Kembali ke awal. Lakukan 12 kali pengulangan.


SERANGGA MATI
Gerakan inti total yang terbaik!
A Berbaring dengan kedua tangan masing-masing menggenggam sebuah dumbel 1 kg. Mulai dengan tangan kiri di atas kepala dan lutut kiri diangkat ke atas.
B Lakukan selama lima detik untuk menurunkan anggota badan sebelah kiri sambil menaikkan tangan kanan ke atas kepala dan kaki kanan dengan lutut ditekuk ke atas.

Diterjemahkan dari Seventeen Magazine USA 2008.

Jadi apakah perut saya kuat dan rata sekarang? Untuk ukuran emak-emak beranak dua, perut post-partum saya sih masih jelly-belly, tapi kalau mau ukuran lingkar pinggang saya, kira-kira tetap di angka 75 cm sedangkan lingkar panggul saya 85 cm. Karena kulit perut pernah melar maksimal waktu mengandung, setelah kempes lapisan kulit perut saya masih bertumpuk, sih. Lumayan lemaknya terkikis sedikit demi sedikit sampai celana ukuran sebelum menikah jadi muat lagi dipakai. Apalagi saya imbangi lari pagi 30-45 menit, ya… Gimana tertarik punya perut kuar dan ramping? Latihan ini juga untuk menguatkan otot perut.

photogridlite_15366170826412094473954.jpg

Selamat berlatih!

💛Intan Rastini

Advertisements

Homemade Spinach Chips!

I love potato chips, but it is difficult to slice the potato very thin to have a crispy homemade potato chips. Instead I have a bunch of spinach given by my relatives, so I made this veggie chips. This recipe I got from Radita Puspa‘s mom. So thank you for the recipe!

I consider the spinach chips as snacks and complements for my meal. As a snack I eat the chip with tomato sauce, and it is delicious!

Scroll down if you want the recipe in English.

Spinach cips with thin flour mixture

Keripik Bayam

Bahan:
1. Daun salam 3 lembar
2. Air 500 ml
3. Minyak goreng 300 ml
4. Daun Bayam yang lebar dan tua
5. Tepung beras 5 sdm
6. Garam 1/4 sdm dan lada 1/4 sdt

Cara membuat:
1. Cuci bersih daun salam dan daun bayam dan petik dari batangnya
2. Rebus daun salam dengan air sampai mendidih, setelah mendidih biarkan dingin
3. Campur tepung beras dengan garam, lada bubuk dan gula secukupnya aduk rata
4. Ambil air rebusan daun salam yang sudah dingin sebanyak 10 sendok makan, campurkan dengan tepung beras, aduk perlahan sampai tercampur rata dengan kekentalan yang cukup
5. Siapkan wajan dan panaskan minyak goreng
6. Celupkan daun bayam ke adonan tepung lalu goreng, angkat jika tepung sudah berwarna kuning kecokelatan
7. Ulangin proses mencelup setiap daun bayam ke adonan tepung dan goreng sampai semua bahan habis atau dirasa jumlah keripik bayam sudah cukup
8. Tiriskan semua keripik bayam yang telah digoreng saat sudah dingin simpan dalam wadah kedap udara supaya tetap renyah
9. Keripik bayam siap disajikan sebagai pelengkap hidangan Anda

Jumlah: 20 keripik bayam dengan ukuran bervariasi. Dominan yang berukuran setelapak tangan saya.

Spinach chips with nutritional yeast

Spinach Chips

Ingredients:
1. 3 pcs of bay leaves
2. 500 ml of water
3. 300 ml of frying oil
4. 20 spinach leaves, choose wide and old ones
5. 5 tbs of rice flour
6. 1/4 of salt, and 1/4 tsp of pepper powder

How to cook:

1. Clean the bay leaves and spinach with water, remove the spinach branch from each leave
2. Boil the bay leaves with water, after it’s boiling, let it be cool by air temperature
3. Mix rhe rice flour with salt and pepper well
4. Take 10 tablespoon of boiled bay leaves water, mix and stir with the flour. Stir until it is well-mixed
5. Prepare the frying pan or wok, pour the frying oil and heat it
6. Dip a spinach leave to the flour mixture then fry it. Take it from the frying pan when its color is already golden brown. Or the leave is felt stiff just like a chip
7. Redo the process until all the spinach is fried or until yoi think you have enough spinach chips
8. Drain all spinach chips until they are not hot anymore then keep in air thight storage to preserve its crispiness
9. Spinach chips are reay to serve as the complements to your meal

I have tried this recipe 4 times. I tried with thick flour mixture, thin flour mixture, I mix the mixture with flaxseeds and then I mix with nutritional yeast. All of them are just fine! If you use thicker mixture the chips will be hard when they are not crispy anymore but if you use very thin flour mixture it will be soft and chewy when it loses ita crispiness.

With my recipe you will have about 20 spinach leaves with various size of the leaves, but mostly they are as big as my palm. My kids really love the spinach chips!

A heap of spinach chips for my sons

💚 Intan Rastini

Membuat Acar Jerman “Sauerkraut” dari Kubis

Suami saya suka banget dengan acar. Biasanya yang saya buat cuma acar mentimun dan wortel dikasi bawang merah pakai cuka dan gula. Kali ini ada acar baru yang enak juga dan bagus untuk saluran pencernaan karena mengandung probiotik dari tanaman. Tanaman apa yang dipakai? Yaitu, kubis! Acar ini saya ketahui dari adik saya, Ryandi. Sekarang dia udah gemar makan makanan sehat dan yang plant-based karena dia udah vegan. Saya jadi ketularan dan akhirnya nyobain sauerkraut bikinan dia dan mama dari kubis merah. Rasanya asyeeeewwmmm bangeetss! Kayaknya karena proses fermentasinya berjalan terus jadi asemnya ga ketulungan apalagi buatnya di Surabaya yang panas.

Sauerkraut kubis merah buatan Ryandi dan mama dari Surabaya

Di rumah, saya coba sendiri bikin sauerkraut pakai kubis putih atau hijau. Saya fermentasi dalam waktu 3 hari aja langsung panen supaya asemnya bisa ditoleransi lidah dan perut. Tapi adik saya bilang kalau baru 3 hari koloni probiotiknya kurang banyak itu. Nggak apa-apa deh dari pada perutku perih. Kenapa ada probiotik? Karena kubis secara alami mengandung asam laktat yang disukai bakteri baik tersebut. Yuk cuss buat… Ryandi bilang “gut is our second brain, so take a good care of your gut!”

Kita coba dengan membuat sedikit dulu, next time saya mau coba bikin dengan 1 kg kubis 😙

Bahan:

1. 250gr kubis putih

2. 1/4 sendok makan garam Himalaya atau pink salt

Alat:

1. Talenan bersih

2. Pisau

3. Mangkok besar buat mencampur

4. Toples kaca ukuran 500ml yang bermulut lebar

5. Kain bersih

6. Karet atau pita buat mengikat kain yang menutup toples

**

Sebelum membuat: Pastikan semua peralatan yang akan digunakan bersih, ya.. dicuci dengan sabun lalu dibilas hingga tidak ada sisa sabunnya. Keringkan hingga tidak lembab. Termasuk tangan, karena akan menggunakan tangan untu meremas kubis.

Cara Membuat:

1. Cuci kubis dengan air matang, lalu tiriskan

2. Buang bagian kubis yang layu atau jelek

3. Iris-iris tipis helai kubis seperti pita, buang bagian tengahnya yang keras

4. Masukkan irisan kubis ke dalam mangkok besar dan taburi garam Himalaya

5. Remas-remas kubis yang sudah ditaburi garam sampai layu dan keluar sari airnya. Saya meremas kira-kira 7 menit.

6. Mulai masukkan irisan kubis yang sudah diremas ke dalam toples dan tuang juga ke toples sari air kubis yang keluar hasil peremasan tadi di mangkok

7. Tekan-tekan kubis di dalam toples agar semua bagian kubis terendam air garam, jangan sampai ada bagian kubis yang tidak terendam air garam, ya!

8. Tutup toples dengan kain dan ikat dengan karet atau pita dengan kencang, letakkan di tempat gelap yang terhindar dari sinar matahari dan biarkan hingga besok untuk memulai proses fermentasi

9. Setelah 24 jam cek lagi apakah semua bagian kubis terendam air garam, jika air garam dirasa kurang merendam seluruh kubis yang ada, bisa tambahkan larutan garam 1/2 sendok teh dengan air 250 ml. Cek tiap hari apakah ada bagian kubis yang tidak terendam, jika ada, tekan-tekan dengan sendok bersih

10. Setelah 3 hari, cicipi apakah rasa sauerkraut sudah sesuai selera. Jika asamnya masih kurang bisa difermentasikan hingga beberapa hari sampai derajat asamnya pas

11. Tidak ada patokan khusus sampai berapa hari sauerkraut yang asamnya pas bisa dipanen, tergantung suhu udara tempat tinggal. Semakin dingin, semakin lambat proses fermentasi berlangsung. Jika dirasa udah pas untuk dipanen, silakan lepas tutup kain dan tutup dengan tutup toples yang sesuai lalu letakkan ke dalam lemari es

12. Sauerkraut bisa dinikmati sebagai tambahan saat makan mie goreng, nasi goreng, mie ayam, dan lainnya sesuai selera!

Rasanya gimana? Asem-asem segeeeer gitu. Ada gurih dari garam ada sedikit manis dari hasil fermentasi kubisnya sendiri. Teksturnya ada renyahnya ada lembutnya. Hihihihi campur aduk, ya rasanya? Cobain sendiri, deh! Pokoknya appetizing banget, menggugah selera makan.

Mudah ya bikinnya? Jangan lupa sauerkraut memgandung bakteri baik untuk saluran pencernaan tapi bakteri baiknya datang dari tanaman bukan susu sapi atau dairy products. 😉😚

Saya tinggal di tenpat yang relatif dingin di daerah perbukitan, maka setelah 3 hari rasa asam sauerkrautnya saya rasa pas langsung aja saya panen. Rasa asamnya bisa berbeda setiap hari apalagi kalau di tempat panas seperti di daerah pesisir yang membuat proses fermentasi berjalan cepat.

Ada tips supaya seluruh bagian kubis terendam air garam semua yaitu dengan memasukkan toples yang lebih kecil berisi batu ke dalam toples berisu sauerkraut agar ada pemberat yang menjaga kubis tetap terendam. Seperti ini, diambil dari thekitchn.com.

Emang kalau ga terendam semua kenapa? Bisa muncul bakteri yang tak baik atau jamur! Air garam bisa mengawetkan dan menjamin proses fermentasi berjalan aman. Saya pernah mendapati noda putih jamur di kubis yang tidak terendam, tapi saya cicipi sih nggak sampai sakit perut (jangan ditiru ya…. Hehehe). Mending dibuang saja bagian yang berjamur, sisanya, kubis yang masih terendam air garam masih aman, kok!

Suami saya suka dong dengan sauerkraut bikinan istrinya, apalagi ini baru baginya. Saya suka juga! Waktu makan mie kuah pakai sauerkraut berasa kayak makan mie ayam pakai acar! Karena asem-asemnya itu menyegarkan, nggak tau kok kombinasinya bikin terasa seperti mie ayam di dagang-dagang pinggir jalan gitu, lho? Nggak percaya, cobain aja!

Selamat mencoba, ya!

💚 Intan Rastini

Acne Edu Class dan Treatment di Larissa Aesthetic Center Denpasar

Sejak nikah saya nggak pernah sekali pun ke salon kecantikan buat perawatan rambut, potong rambut aja dipotongin suami ahahaha… Sampai pada akhirnya datang Sameeksha dan minta dianterin potong rambut ke Salon, ya udah saya ikutan potong rambut dan creambath deh. Baca ceritanya di sini.

Naaaah, apalagi facial buat perawatan wajah. Malahan sama sekali enggak pernah sampai pada akhirnya adik saya yang jerawatan batu parah, udah sembuh jerawatnya. Selain jaga pola makan, ternyata adik saya perawatan ke Larissa. Adik saya juga bilang bahwa perawatan di Larissa nggak bikin ketergantungan. Misalkan, karena udah sembuh jerawatnya lalu dia berhenti pakai produknya trus wajahnya kembali jerawatan gitu, ternyata enggak.

Awalnya sih saya belum tertarik ya… Karena mikir perawatan di aesthetic center itu pasti mahal. Lalu ada juga adik sepupu saya yang wajahnya beruntusan atau berjerawat kecil-kecil udah mulus dan kinclong romannya gara-gara perawatan di Larissa. Dari situ mulailah saya tanya-tanya, perawatan di Larissa biayanya berapa. Langsung deh diperlihatkan nota transaksi selama perawatan di Larissa oleh adik saya. Perawatan awal adik sepupu saya sih 250-300rban, lalu perawatan selanjutnya dibawah 200rb mulu. Sedangkan adik laki-laki saya bilang kalau dia selalu perawatan di Larissa nggak pernah lebih dari 250rb. Dia selalu ambil facial green tea yang harganya 90rban. Jumlah 250rb itu total perawatan dan produk paling mentok, dah! Oh ya, adik saya laki-laki yang jerawatan batu, kalau adik sepupu saya perempuan. Larissa memamg bisa buat perawatan laki-laki dan perempuan.

Karena tergiur ingin juga perawatan dan pakai produk Larissa saya cek di website Larissa. Di sana lengkap ada daftar produk dan daftar treatmentnya tapi yang disertai harga hanya produknya saja. Ada produk untuk wajah, rambut dan badan. Hampir semuanya memakai bahan-bahan dasar dari alam yang organik. Maka dari itu ya nggak bikin ketergantungan. Tapi hasil tidak bisa instan, ada tahapan dan prosesnya. Kalau mau cek coba aja buka di http://www.larissa.co.id. Harga produk-produknya relatif terjangkau, kok!

Agustus ini kebetulan ada program untuk new member atau yang belum pernah perawatan di Larissa. Namanya Acne Edu Class, biayanya Rp 45.000 udah termasuk edukasi tentang acne cara mencegah dan merawatnya, konsultasi dokter, cek kulit wajah, produk gratis dan free quick facial. Saya tau program ini karena saya pantau terus IG Larissa center dan Larissa Denpasar hehehe… Follow aja di @larissacenter sedangkan untuk yang di bali bisa follow @larissadenpasar atau @larissajimbaran. Untuk akun IG Larissa di cabang domisili kamu bisa cek dari @larissacenter dulu. Larissa pusat ini basisnya di Yogyakarta. Untuk beli produknya secara online juga bisa melalui website atau di @larissaonlineshop.

Saat saya ke Larissa untuk ikut Acne Edu Class saya ikut sesi pertama yaitu yang pukul 10.00-12.00. Ada juga sesi kedua yaitu pukul 15.00-17.00 diadakan pada hari Selasa, Rabu dan Kamis di cabang Larissa tertentu. Karena saya di Bali maka saya ke Larissa Denpasar di Jl. Teuku Umar Komplek Pertokoan Graha Mahkota B 18-20. Kebetulan Larissa Denpasar salah satu cabang yang ikut mengadakan Acne Edu Class.

Begitu datang saya langsung dilayani oleh mbak customer service dan didaftarkan menjadi member Larissa dengan kartu member sementara.

Setelah itu saya masuk ke ruang konsultasi dokter dan dipaparkan mengenai jerawat melalui slide show di komputer. Ternyata jika kulit rentan berjerawat kita perlu mengatur pola makan kita dengan menghindari makanan berprotein tinggi seperti ayam dan telur serta yang berlemak seperti goreng-gorengan. Kulit saya pun dicek dan tergolong kulit berminyak. Dengan alat seperti alat USG yang ditempelkan di wajah saya bisa melihat secara jelas di layar komputer bagaimana kondisi kulit saya.

Sambil menunggu baca-baca tentang khasiat buah-buahan. Gambarnya nyegerin mata banget

Setelah konsultasi dengan dokter dan sekaligus kelas tentang acne, selanjutnya saya mendapatkan quick facial gratis. Quick facialnya emang quick memakan waktu 7 menit. Kira-kira tahapannya cleansing, scrubbing, massage, high frequency, aplikasi es mentimun lalu mengoleskan acne lotion. Meski cepet, lumayan wajah terasa bersih, mulus dan segeerrrr…

Di ruang tunggu, ada juga lho snack dan infused water yang disediakan untuk pelanggan Larissa dan free flow. Saya sempat cobain infused water mentimunnya yang dingin dan kue kering roll isi abon. Di sisi samping juga ada kantin Larissa, tapi saya nggak cek di sana jual makanan apa aja. Yang pasti pelanggan bisa makan siang di sini kalau lagi perawatan dan udah waktunya makan siang. Larissa Denpasar buka dari jam 10 pagi sampai 10 malam lho!

Itu lah kunjungan pertama saya saat program Acne Edu Class, selanjutnya saya ditawarkan untuk facial green tea 2 minggu lagi untuk Acne Edu Class tahap dua. Nanti jika saya datang untuk Facial, saya akan mendapatkan dua mini cleanser tea tree. Akhirnya mbak CS membantu mereservasikan kedatangan saya dua minggu lagi yang jatuh pada tanggal 21 Agustus 2018 pukul 10.00.

Maka pada 21 Agustus lalu saya datang lagi ke Larissa untuk facial. Kebetulan selama bulan Agustus tanggal 14-31 ada promo Kemerdekaan yaitu free exclusive pouch jika transaksi Rp150.000 untuk new member dan Rp450.000 untuk exist member. Maka saya ganti facialnya tidak jadi Green Tea tapi Bio Acne Light Therapy dan juga ambil Hair Spa Jasmine and Aloe Vera sekalian nyoba treatment tersebut sekalian biar bisa dapetin pouch exclusive.

Kali kedua ini bukan quick facial lagi ya tapi bener full facial. Makan waktu sekitar 1 jam! Saya diberi loker dengan kunci di ruang atas untuk naruh tas dan diminta ganti baju dulu pakai tube dress. Tahapan facialnya adalah cleansing, scrubbing atau peeling, massage wajah dan dada, steaming, ekstrasi jerawat dan komedo, Bio Acne Light Therapy, masker aloe vera, aplikasi es mentimun, aplikasi acne lotion dan selesai. Bio Acne Light Therapy ini disinari dengan sinar biru yang panjang gelombang sinarnya bisa mengontrol minyak, bakteri penyebab jerawat dan meringkat pori-pori. Masker aloe veranya adem banget dan diaplikasikan tebel sampai kering baru dikelupas, gitu. Setelah Bio acne Light Therapy jerawat langsung kering, ring ,ring… Emang wajah saya nggak banyak jerawatnya tapi selalu muncul beberapa.

Setelah selesai saya ganti baju lalu turun kembali ke ruang tunggu di bawah dan menunggu dipanggil untuk hair spa. Selama menunggu saya sempat minum infused water mentimun dan kue kering tai kucing hihihi… Saat bahan hair spa sudah siap, saya naik lagi ke ruang perawatan di atas. Di ruang atas ganti baju lagi di ruang ganti.

Sebelum hair spa, rambut saya dicuci bersih dulu dengan shampoo L Spa Ginseng. Next mbak capsternya mengoleskan sari lidah buaya ke rambut saya, yang memang dikerok dari batang lidah buaya, lho. Setelah itu jeruk nipis diperas ke krim hair spa wangi jasmine, baru, deh dioleskan ke rambut. Saat pengaplikasian krim hair spa selesai, rambut saya dipijat serta tak luput juga punggung dan lengan tangan. Selama memijat mbak beautician atau capster selalu menanyakan apakah tekanan pijatnya sudah pas, saya selalu merasa cukup, sih.

Setelah dimassage dengan tangan, punggung saya ditaburi bedak karena mau dipijat dengan alat massage punggung. Kata mbaknya supaya nggak gatal hihihi. Emang kalau pakai alat massage pori-pori kulit suka terbuka dan bikin gatal, waktu itu ditaburi bedak dan dimassage pakai alat emang jadi nggak gatal, lho! Setelah dimassage, bedak dan sisa cream dihapus dengan handuk lembab.

Steamer pun disiapkan untuk menguapi rambut yang sudah diberi krim hair spa jasmine dengan campuran sari lidah buaya dan jeruk nipis. Lama proses steam ini kira-kira 15 menit. Setelah uap habis, baru deh cuci rambut lagi dengan L Spa Shampoo Ginseng, lalu diaplikasikan L Spa Conditioner Ginseng dan dibilas. Mbaknya memberi saran kalau pakai conditioner sebaiknya dari batang rambut ke ujung, tidak di kulit kepala supaya tidak berketombe.

Setelah selesai cuci rambut, mbak capster menanyakan apakah mau dikeringkan setengah kering atau kering? Saya bilang kering karena saya kan naik motor nggak enak banget kalau pakai helm agak basah gitu. Saat dikeringkan rambut saya diberi hair tonic ginseng dan hair serum sebelum di-hairdryer. Setelah selesai saya mengucapkan terima kasih kepada mbak capster lalu pergi ganti baju.

Selesai treatment wajah dan rambut, saya ngerasa wangi dan fresh banget. Wajah jadi mulus begitu juga rambut terasa lembut dan ringan, mudah diatur. Berasa paling cantik, deh! Hahaha… Lalu turun ke ruang bawah dan membeli beberapa produk Larissa untuk wajah dan rambut. Saya menghabiskan Rp 125.000 untuk Bio Acne Light Therapy dan Rp 95.000 untuk Hair Spa Jasmine – Aloe Vera di Larissa Denpasar. Selain itu saya membeli produk Tea Tree sebagai rangkaian perawatan wajah untuk kulit berminyak dan berjerawat plus acne lotion sebagai obat jerawatnya. Tidak lupa rangkaian perawatan Ginseng untuk meguatkan rambut dan mengatasi kerontokan beserta L Hair Serum untuk proteksi rambut dari sinar matahari, alat catok atau hairdryer. Hair serum juga bikin rambut jadi sleek and shiny!

Total transaksi saya mencapai juga untuk mendapatkan exclusive pouch! Yeaaah…. Akhirnya saya dapat exclusive pouch. Saya pilih yang warna hitam bergambar bahan-bahan alami perawatan Larisaa yang seger banget yaitu stawberry, lime green tea dan honey. Pokoknya bikin seneng mata untuk ngelihat gambar bahan-bahan organik itu di pouch Larissa. Selain pouch saya juga dapat mini bag berwana imut baby blue dan pink karena udah ikut Acne Edu Class tahap dua. Tetapi sayang free mini cleasernya menyusul karena masih dalam pengiriman. Nanti saya akan dihubungi jika hadiahnya sudah datang.

Untuk mengambil produk saya tunggu di dekat pintu masuk karena di sanalah apotek untuk pengambilan barang. Untuk melakukan transaksi di Larissa kamu bisa ambil nomor antrean yang sudah dipisahkan khusus, masing-masing untuk pembelian produk, konsultasi dokter dan untuk yang sudah reservasi. Oh ya untuk konsultasi dengan dokter tidak bayar ya alias free. Supaya terhindari dari antrean panjang, reservasi dulu saja ke CS Larissa cabang terdekat dari rumahmu melalui WA atau telepon. Setiap hari akun IG cabang Larissa juga memposting slot kosong yang ada di cabang gerai Larissa tersebut sehingga kamu bisa book slot kosong yang ditawarkan di IG.

So far, saya puas dengan perawatan, pelayanan dan harga Larissa, mbak CS, dokter, beautician, capsternya sampai juru parkirnya ramah-ramah. Gerainya pun selalu dibersihkan secara berkala oleh petugas kebersihan. Di gerai Larissa kita juga bisa melihat-lihat menu treatment yang disediakan Larissa di buku menu. Melihat album khasiat buah dan bahan alami lainnya yang bermanfaat sesuai tipe kulit atau rambut. Ada juga ada brosur yang bisa dibawa pulang dengan infografis menarik untuk kebutuhan kulit seperti kulit kusam, berjerawat, penuaan dini dan flek wajah. Cuma satu aja kurangnya, yaitu jarak lokasi cabang terdekat di Bali masih cukup jauh di Denpasar. Rumah saya kan di Tabanan, jadi harus menempuh perjalanan 1,5 jam untuk ke Denpasar hiksss… Semoga besok dibuka cabang Larissa baru di Tabanan, ya. Oh ya wangi rambut saya setelah hair spa semerbak banget wangi melati, bertahan selama 4 hari padahal udah motoran Denpasar-Tabanan rambut dikekep pakai helm dan sempat kena asap truk, masih awet aja wanginya.

I’m Larissa and you?

❤️ Intan Rastini

Organic, Whole and Bulk, Food Stores in Canggu Bali

So let’s do this…. *Stretching my fingers out*

I went to Canggu to have a shops marathon. Okay maybe too exaggerating. It was just three shops in the same area. This is not a sponsored post. This is truly my honest personal opinion based on my experience.

Why am I interested to visit this shop was because my younger brother who consider a lot of his healthy meal has affacted me to find healthy food stores in Bali. So there it went to the three shops in Canggu.

Zero Waste Bali

The first store that I visited was Zero Waste Bali. It was on Jalan Raya Anyar, Kerobokan, Badung – Bali 80361. Zero waste is a small shop contained food in bulk. They sell food and non food products. For food, there are: dried fruits, grains, nuts, pulses/beans, herbs, spices, liquid such as Kombucha, oil, syrup or vinegar, cereals and baking ingredients.

For non food products, I spotted boxes of menstrual cup at the very beginning I entered the shop. I love using menstrual cup, and I already have long lasting one. So, I just studied it deligtfully. Next there are beeswax wraps, glass jars, reusable straws, liquid cleaner or soap for home, soap bars, shampoo bars bamboo toothbrushes, reusable cotton pads, sponges, razors, coconut bowls and canvas bags.

They don’t package their products in plastic wrap, neither provide plastic bags. I went to this store with my own polyester shopping bag and also I brought my former glass bottle, ex-breastmilk container. They put their products in containers whether it is glass bottle, huge glass dispenser or plasroc boxes and they put labels of its product’s name and price.

I grabbed a bottle of chia seeds. I told the staff that I wanted to buy black chia seeds and I wanted to use my own bottle to package it. So she weighed my bottle then poured the chia seeds to my bottle and calculated it until reached 90 grams which was a bottle full of chia seeds. Then I paid for IDR 19,800. The price was included 10% of tax that’s why I got 90 grams.

My sister Ratih was asking about granola bar and the staff gave out us a try. It was scrumptious but unsatisfying because it was only for a bite! Haha. Next she pick rosella tea to buy. She bought for 20 gr. And she paid IDR 8,700. Because we hadn’t prepared any container for the spontaneous purchase of rosella tea, the staff just put in a small paper bag.

We were happy with this store because they provide bulk food so we can buy whatever grams we need or afford to buy. The staff were very friendly and helpful. She also took me and Ratih together there. I really loveeee the concept of this store! Super eco-friendly with its zero waste campaign and implementation!

Unfortunately the nutritional yeast flakes costs pretty pricey there. It was IDR 166,100/100gr. I hardly can’t afford that butbI really want to taste nutritional yeast flakes. So I went to the next store.

The products they sell are listed here: http://www.zerowastebali.com

IG: @zerowastebali

This is just the next store of Zero Waste Bali

Alive Whole Food Store

It was on Thursday that I visited this store. They have a happy hour program for every Thu and Tue from 4pm – 8:30pm. They give 10% off for every product without minimum purchase. I was delighted. It was a perfect time! So me and my sister looked around in the store. The store is wider than the first shop we visited and there were so many food products! Whether it was fresh veggies, fruits or dried berries, cakes, cereals, supplements, dairy products, meat, seeds, grain or juices.

They also seel non food products but not a lot. They were only eco-friendly things like canvas shopping bags, stainless drinking bottle, reusable straws, pouch, batik bento wraps and so on. I took a picture with the vegan labelled stainless bottle. Oh my God stainless bottles are very pricey!

Next I took the nutritional yeast that I needed to the cashier. He calculated the price and the 10% off. Its actual price was IDR 45,000 per 50gr then became IDR 40,500 nett Yippie! Very happy to get that nutrional yeast and the discount. Before we left the store, I spotted irganic avocados. The price was about IDR 4,400/100gr if I am not mistaken. I also intended to buy dried cranberries, the price here was IDR 24,000/gr. The other shop was offering more gram in lower price… So, you know, we carried on to the next shop.

However if you wanna check their products and the prices. Go check it out on their website on: http://www.alivewholestore.com

IG: @alivewholefoodstorebali

Address: Jalan Padang Linjong 12A, Canggu, Bali 80361

Canggu Shop

So this is our final stop of marathon shopping. The shop name is just representing its area where it located. It is not related to any products that they sell. They sell foods, essential oils, cooking oils, and sort of detox elixirs.

Canggu shop was almost the same as the first shop but here they didn’t provide in bulk. They already packaged all the items in plastic wraps. They also provide kitchen sets such as wooden cutting boards, bamboo and stainless straws, stainless mugs, coconut bowls et cetera. There were also various fancy tote bags painted with fuit images. I adored the Mangoosteen painted tote bag, the price was IDR 250,000.

Okay, straight to the seeds and and dried fruits room, I saw some cards containing the nutrition and benefit facts of each seed or dried fuit. The staff said I could take it home freely. There were chia seed, pumpkin seed, goji berry and sumflower seed cards. And then I took wrapped 200gr dried cranberry, plus…. Because I still have sufficient money to purchase more, 200gr of black flax seeds. The dried cranberry costed IDR 35,000 and the flax seeds was IDR 18,000 nett.

I bought dried cranberry because I want to taste cranberry, I never eat cranberry before, and because I want to fight the UTI. I have recently got urinary tract infection simptomps and it was annoying that it felt like will come back again! However the dried cranberries are delicious! Very sweet and a bit sour. My husband and I love it very much. We just eat it right away.

I paid for the IDR 53,000 and just drove to the next destination in Renon to attend a free trial French class at AF Bali. We were running out of time because of spending pretty much time at the stores.

In the end of my marathon shopping, I remembered that Zero Waste Bali offered one third cheaper price of flax seeds. So I regreted that I bought it in more expensive rate. If I had bought flaxseed in Zero Waste Bali I would have had nearly 300gr of flax seeds minus the plastic.

Canggu Shop is located on Jalan Pantai Batu Bolong 23A, Badung, Bali 80361

Website: http://www.canggushop.com

IG: @canggushop

💚🥝💚🥕💚🥑💚🥔💚🍋💚🍎💚🌻

The shops in Canggu are awesome. There were a few other international visitors too when we came to each store. So I think me and mybsister were the ones who were locals hahaha.

I think the price of the products in those store are still reasonable. Not all are cheap but also not all are expensive. Compared to buying online at the online stores the prices are almost the same.

Well, my brother buy his healthy food online. I prefer to buy directly to the offline store for the experience and to avoid broken products during shipping. How ’bout you? Which one do you prefer? Do you have similar shops as above in your city?

💚Intan Rastini