Perkembangan Berat Badan kalki dan Kavin 2018 II

April
Kalki: 18,4 kg (N 0,5kg)
Kavin: 13,2 kg (Tetap dari bulan lalu)
Kavin medapat imunisasi JE tanggal 16 April 2018
Sedangkan kakaknya imunisasi JE di Paud tanggal 22 Maret 2018
Di bulan ini adik berulang tahun yang ke-3. Selamat ya adik!

Mei
Kalki: Posyandu terakhir karena kakak udah 5 tahun usianya. Selamat ya kakak!
BB: 17,6 kg (T 0,8kg) timbang dengan timbangan posyandu tanggal 11 Mei 2018
BB: 19 kg (N 1,4kg) timbang dengan timbangan digital di Puskesmas tanggal 24 Mei 2018
Kavin
BB: 12,7 kg (T 0,5kg)
TB: 94 cm
LK: 50 cm
Bulan Mei ini mama dapat honor sebagai pengurus Posyandu dari kantor desa, nih sebesar Rp 38.000 😀 Astungkara~

Juni
Kavin: 13,8 kg (N 1,1kg)
img_20180612_091320-01-600x800107100240.jpeg

Kalki: 19 kg timbang di Puskesmas dan RS Tabanan
Kalki periksa ke Puskesmas karena ada kotoran di telinganya yang susah untuk dibersihkan, sudah di-spooling di Puskesmas tapi karean kotorannya kering jadi belum keluar juga. Akhirnya diresepkan obat tetes telinga Forumen, tapi karena harganya mahal 30.000-35.000 rupiah, papa nggak mau beli dan akhirnya dirujuklah ke Poli THT di RS Tabanan. Kemarin udah ke RS Tabanan dan kotoran sedimennya udah dibersihkan lalu diberi obat tetes hidung dan antibiotik.
Oh ya hari ini Kakak Kalki udah lulus PAUD, kedepan libur panjang sampai tanggal 16 Juli 2016 di kelas TK. Kami mau liburan ke Surabaya, nih. Ikutan mudik ceritanya padahal nggak ngerayain lebaran hihihihi…. Kangen sama kota kelahiran lah!

screenshot_2018-06-13-19-23-00-248_com-instagram-android-01

Sampai jumpa di trimester ke 3 tahun 2018! Sehat-sehat terus ya, Adik Kavin dan Kakak Kalki! Love you much!

♡ Intan Rastini

Advertisements

Proses Pembuatan Kartu Identitas Anak di Tabanan

8:44 WITA serah berkas

8:49 WITA kartu selesai cetak

Ya cuma lima menit aja! Saya sudah dua kali pergi kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tabanan atau yang disingkat sebagai Disdukcapil saja, ya.

Pertama kali kesana, saya kaget ternyata kantor disdukcapil udah berubah modern dan makin terbuka. Dulu sih tertutup.. Waktu saya dan suami ngurus akte nikah 6 tahun lalu itu pun melalui loket dibalik jendela. Kini sudah terdapat banyak helpdesk dan disediakan mesin nomor antrean.

Disana ramai banget orang antre bikin KTP elektronik sepertinya. Saya pun bertanya kepada petugas jaga di dekat mesin nomor antrean, bagaimana kalau mau buat KIA. Beruntung saya ga pakai nomor antrean segala. Petugas berkata langsung naik ke lantai dua.

Saya awalnya sempat bingung, tangga menuju lantai dua itu dimana…. Ternyata ada di balik ruangan yang berisi banyak helpdesk tersebut, soalnya nggak kelihatan kan ada dibalik tembok. Setelah naik ke lantai dua di sisi kiri tangga ada ruangan dengan pintu terbuka khusus untuk pembuatan KIA.

Saya pun segera memberitahukan maksud saya yaitu membuat KIA untuk kedua anak saya. Berkas-berkas yang saya berikan:

  1. Foto copy akta kelahiran anak
  2. Foto copy KK
  3. Pas foto anak 2×3 (untuk anak usia 5 tahun ke atas)

Kavin yang berusia 3 tahun langsung jadi KIA-nya dalam waktu 5 menit. Sedangkan untuk Kalki yang beberapa hari lagi akan berusia 5 tahun tidak bisa terproses muncul fotonya. Ternyata sistem tidak akan memunculkan foto anak di kartu jika si anak belum genap berusia 5 tahun.

Bu petugas pun memberitau supaya saya datang lagi 1 hari setelah ulang tahun Kalki. Lagipula ulang tahun Kalki pada waktu itu tinggal 2 minggu lagi. Kalau mau dicetak KIA-nya sekarang tanpa foto juga percuma karena setelah Kalki 5 tahun harus ganti KIA Baru.

Jadi KIA ada masa berlakunya, dan jika masa berlakunya habis ya harus diperbarui. Masa berlaku KIA Kavin adalah sampai ulang tahunnya ke-5 nanti. Saat kartu KIA Kavin dicetak dia berusia 3 tahun, jadi nanti setelah 5 tahun perlu memperbarui KIA dengan foto. Diperbaruinya masih 2 tahun lagi.

Sedangkan Kalki dari cetak kartu usia 5 tahun akan berlaku hingga dia berusia 17 tahun nanti. Setelah usia 17 tahun kan bukan KIA lagi namanya tapi diperbarui menjadi KTP ;). Eh, ternyata kini ada paket pengurusan akta kelahiran juga sekaligus dengan KIA jadi satu. Ketika anak lahir dicetaklah Akta kelahirannya beserta KIA supaya nggak perlu bolak-balik ngurus.

Kemudian saya pun datang ke Kantor Disdukcapil yang kedua kalinya tanggal 4 Juni 2018 lalu. Kartu KIA Kalki berhasil dicetak dengan prosedur yang sama. Setiap selesai, saya hanya perlu menandatangani bahwa telah terima kartu di buku daftar. Tidak ada biaya apapun!

Cepat, gampang dan gratis! Hebat pelayanan administrasi pemerintahan sekarang sudah semakin maju dan melayani masyarakat tanpa pungli! Bahkan ada spanduk besar yang menyatakan bahwa semua pelayanan cetak administrasi kependudukan seperti akta kelahiran, KK, akta perkawinan, KTP, KIA, Akta kematian semuanya tidak dipungut biaya, alias gratis!

Parkiran di depan Kantor Disdukcapil emang selalu terlihat cukup penuh, tapi ternyata ketakutan saya akan antre lama tidak terbukti. Sebelum saya pulang sempat melihat ada booth Biz.net. sepertinya di kantor Disdukcapil juga telah tesedia wifi. Tapi saya waktu itu nggak coba, sih. Jadi nggak tau itu gratis untuk umum atau untuk kalangan karyawan Disdukcapil.

Oh ya, Disdukcapil kini bisa diikuti di sosmed bahkan bisa dihubungi melalui WA. Kalau perlu informasi sewaktu-waktu bisa tanya langsung lewat IG, adminnya cukup responsif, lho! Bahkan di IG sering diinfokan kegiatan disdukcapil dan infografis seputar administrasi kependudukan.

Kalau mengurus administrasi kependudukan semakin mudah, nggak akan ragu buat ngurus-ngurus sendiri, deh!

Salam “Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan” #GISA

Kontak Disdukcapil Tabanan

Telepon: 0361813542

WA: 0895800180777

IG: @disdukcapiltabanan

❤️ Intan Rastini

Brotherhood Kalki and Kavin

Saat mama minta tolong kakak untuk membawakan papan tulis kecil dan ia berkata tidak bisa,

Adik Kavin pun datang dan membantunya. Akhirnya mereka berdua mengangkat bersama-sama papan tersebut untuk diberikan kepada mama. Papan tulis kecil itu awalnya mama pinjam dari yayasan untuk belajar menulis dan menggambar Kalki. Akhirnya setelah merasa cukup menggunakannya, mama kembalikan kemarin.

Hari ini selesai upacara mecaru di rumah, kami harus mengembalikan meja dan kursi yang kami pinjam ke Balai Banjar. Mama pun berusaha mengembalikan delapan kursi plastik.

Adik Kavin sudah siap ingin membantu dan standby di depan tumpukan kursi-kursi tersebut. Kakak Kalki juga tak kalah antusias. Karena 8 tumpuk kursi terlalu berat untuk diangkat, mama membagi dua tumpukan kursi.

Mama membawa 6 tumpukan kursi sedangkan kakak dan adik membawa 2 tumpuk kursi. Mereka bekerja sama membawanya sampai ke Balai Banjar. Kalki dan Kavin terlihat senang bisa membantu, mama dan papa juga senang mereka bahu-membahu saling menolong. 😉

♥️ Intan Rastini

Jogging in The Morning with The Kids

Enaknya kalau lari pagi ada teman lari yang sepadan. Sama kecepatan larinya dan sama kemampuan jarak tempuhnya.

Lari pagi bersama anak-anak sungguh menyenangkan karena bisa menikmati cahaya matahari pagi. Apalagi mulai bulan April hingga kini cuaca lagi dingin banget disini. Dengan lari atau jalan bersama-sama mereka bisa cari hawa hangat dari mentari pagi.

Tapi Kalki dan Kavin nggak sama kemampuannya karena kaki adik Kavin masih pendek dan kecil dari pada kakaknya. Sooo, Kalki biasanya semangat lari duluan sampai di depan mama dan Kavin. Mama berada di tengah, Kavin bisa tertinggal di belakang.

Kalau tuh bocah ditinggal di belakang, bisa berabe. Kadang suka lari di tengah jalan nggak tau kalau ada mobil atau motor lewat di belakangnya.

Kalki lagi libur sekolah sejak akhir bulan Mei. Makanya mama bisa lari pagi ngajak Kavin, kadang-kadang Kalki mau ikut. Mungkin aja Kalki mau nerusin jalan pagi ke sekolahnya saat masuk nanti. 🙂

Selain olah raga di luar, mama juga melakukan aktivitas olah raga di rumah. Biasanya adik Kavin membantu mengambilkan dumbbell dan juga ia suka menggulung matras. Baiknya…. Kavin sayang.

Terkadang saat mama sedang olah raga seperti sit up Kalki mau membantu memegangi kaki mama atau duduk di atas kaki mama. Tapi di lain waktu mereka menggerombol dan juga nimpukin mama haha. 😀

Atau malah si adik minta diangkat-angkat dengan kaki mama kayak akrobatik. Minta diayun-ayun di tungkai kaki mama, ya sudah mama pikir sekalian aja pakai beban berat badan adik Kavin untuk latihan perut.

Pernah juga adik Kavin mama gendong di punggung sambil jalan pagi dan buat beban juga saat jogging. Ide awalnya dari Kakak Kalki waktu jalan pagi sama Tante Hannah, dia kecapekan dan akhirnya mama gendong dari pertigaan Angkah Pondok sampai ke yayasan. Untungnya Kalki mau jalan ga terus-menerus minta gendong, soalnya saat nanjak sambil gendong Kalki mama yang kelelahan.

Senyum manis adik Kavin di pagi hari yang hangat. Menghangatkan hati orang tuanya yang melihat.

♥️️ Intan Rastini

Perkembangan Berat Badan Kalki dan Kavin 2018 I

Perkembangan Berat Badan Kalki dan Kavin Tahun 2018 untuk trimester pertama Januari – Maret.

Januari 2018
Kalki: 18,1 kg
Kavin: 13,3 kg

Februari 2018
Bulan ini karena sakit flu sekeluarga, jadi pada absen posyandu. Dan sebagai gantinya, anak-anak ditimbang di Puskesmas Suraberata dengan timbangan digital. Mama seneng deh kalo Kalki dan Kavin ditimbang pakai timbangan digital, soalnya kan lebih akurat, mana di timbangannya ada gambar ikan-ikan pausnya, jadi lucu dan nggak susah untuk membujuk anak-anak naik ke atas timbangan hihihi.

Tenaaang, meski absen posyandu, ibu ketua posyandu datang ke rumah membawakan obat cacing dan kapsul merah vitamin A buat Kalki dan Kavin. Terima kasih bu ketua. Oh ya, mama mulai jadi kader posyandu di bulan Februari 2017. Jadi mama sudah satu tahun, nih bekerja jadi kader posyandu. Sama seperti di Yayasan Eka Chita Pradnyan, mama juga sudah satu tahun bekerja di sana.
Kalki: 18,2 kg (N 0,1kg)
Kavin: 12,8 kg (T 0,5kg)

Maret 2018
Mama masuk sebagai kader posyandu seperti biasa, dan ini udah seminggu lebih mama pasca operasi amandel, jadi suara udah mulai lancar meski kadang timbul serak dikit. Mama pakai seragam kader posyandu lengkap, dong.

Awalnya Kavin ogah ditimbang lagi, tapi setelah pelan-pelan dibujuk papa, dan mama bujuk lagi dengan iming-iming ntar beli es krim, akhirnya dia mau ditimbang. Setelah itu? Lupa deh kalo dijanjiin beli es krim, lagian emang masih batuk tuh bocah-bocah.

Bulan ini di posyandu ada poslansia juga, ada senamnya. Dan karena sudah tutup buku, mama dikasi uang upah kader posyandu sebesar Rp 30.000 karena sudah tutup buku. Katanya, sih karena masih baru dapat upah segitu, padahal mama sudah satu tahun lho jadi kader. Kalau sudah lama bekerja sebagai kader emang dapat berapa, bu? 😀

 

 

Perkembangan berat badan anak-anak di bulan Maret 2018….
Kalki: 17,9 kg (T 0,3kg)
Kavin: 13,2 kg (N 0,4kg)
Kalki dapat imunisasi JE di sekolahnya tanggal 22 Maret 2018

Yeah dua bulan lagi Kakak Kalki lulus Posyandu. Sekalian lulus PAUD. Semoga naik kelas ke TK ya, kakak…. Bulan depan, Kavin akan berulang tahun yang ke-3 dan Kakak Kalki satu bulan kemudian setelah adik Kalki, estafet ya ultahnya, nak.

Sekian dulu update perkembangan berat badan Kalki dan Kavin. Sehat terus ya, nak. Dan kembangkan berat badanmu yang ideal.

Besok udah Nyepi, jadi mau tutup laptop dulu. Selamat hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940~

♡ Intan Rastini