Taman Prestasi Ketabang Kali Surabaya

Waktu ke Surabaya bulan Juni lalu, saya dan anak-anak sempat mengunjungi beberapa ruang publik terbuka ramah anak (RPTRA) yang ada di Surabaya. Salah satunya yang pertama kali kami kunjungi setiba di Surabaya adalah Taman Prestasi di pinggir sebuah kali atau sungai kecil Ketabang, Surabaya ini.

Untuk kesana kita perlu ke pusat kota di jalan Pemuda lalu belok kiri ke arah Taman Kotamadya Surabaya, melewati Zangrandi. Nah sebelum Taman Kotamadya nanti ada jembatan belok kiri lagi ke arah jalan kecil yang rindang dengan pohon-pohon besar di pinggir jalan.

Biaya masuknya nggak ada kok. Kami cuma bayar parkir aja untuk kendaraan. Ada tempat parkir sepeda motor dan mobil di pinggir jalan. Letak tamannya ini persis di pinggir jalan dan di bantaran kali Ketabang. Tempatnya nggak panas meski kota Surabaya sangat panas. Banyak pohon rindang di area taman yang memanjang terus sepanjang tepi kali. Jadi kita bisa susuri kali Ketabang dari jembatan jalan raya yang satu ke jembatan jalan raya berikutnya.

Pertama kali datang ke taman kami disambut dengan patung pesawat bomber yang sudah tidak beroperasi lagi. Iya ini adalah pesawat beneran yang dijadikan kenang-kenangan. Rodanya masih bisa diputar lho! Pesawat ini dicat dengan motif seperti ikan hiu. Kalki seneng banget bisa lihat pesawat bergambar ikan hiu! Di sepanjang area taman full dengan wahana bermain anak. Jangan ditanya macemnya apa aja. Pokoknya banyak dan bervariasi. Kalki dan Kavin aja nggak sempat nyobain semua.

Karena saat itu adalah waktu makan siang maka kami buka bekal di taman. Sambil bermain, Kalki dan Kavin pun disuapin oleh omanya. Oh ya, di sana juga tersedia kantin atau kumpulan kios makanan. Tapi kami bawa bekal sendiri dari rumah sehingga berasa piknik di tepi kali. Omong-omong, permainan yang dicoba Kalki dan Kavin ada prosotan, ayunan, tiang-tiang rangka seperti kumpulan segitiga, rangka lingkaran, rumah-rumahan besar dengan jalur jembatan ke prosotan, jungkat-jangkit dan sejenisnya.

Disitu juga disediakan toilet dan mushola tetapi untuk menggunakan fasilitas toilet tidak gratis alias ada tarifnya Rp 2.000. Toiletnya cukup bersih seperti baru dan juga modern karena menggunakan closet duduk. Untuk tempat cuci tangan tidak ada wastafel tapi saya sempat menggunakan keran air di dekat mushola. Karena ini taman ramah anak-anak, ada papan larangan untuk berpacaran di sini. Bisa dilihat di foto di bawah ini…

Lalu selain wahana bermain anak-anak kita bisa menikmati menyusuri kali Ketabang dengan perahu motor rame-rame. Ya! Tiketnya murah aja kok cuma Rp 4.000 per orang. Dan saya sempat mengamati tulisan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya di badan perahu motornya. Lalu saat kami naik perahu saya tanyakan kepada mas penjaga bagian belakang perahu apa benar yang mendesain kapal ini PPNS. Dan diiyakan olehnya bahwa yang buat memang PPNS. Wah kagum saya.. adik saya kan lulusan PPNS. Tapi sayang sesi naik kapal dan kapalnya tidak saya foto.

Selama kami naik perahu motor menyusuri sungai, kami bisa melihat lampion atau hiasan gantung berbentuk buaya di atas sungai yang berwarna-warni. Sambil menikmati pemandangan sekitar sungai, mama saya melihat ada seekor biawak di gorong-gorong tepi sungai yang sempat diam sejenak sebelum nyemplung ke dalam air. Kalki dan Kavin pun sempat melihatnya dan mereka cukup takjub.

Naik perahu berakhir sampai ke jembatan jalan raya berikutnya, lalu perahu berputar balik. Saat di atas perahu itu kami berasa diguncang naik-turun karena perahu berjalan memecah gelombang air. Apalagi pas berbelok putar balik terasa miring dikit perahunya. But that was fine. Kami menikmati dengan santai aja meski ada beberapa orang yang agak heboh dengan sensasi tersebut.

Kira-kira perjalanan menyusuri sungai dengan perahu motor cuma 15-20 menit saja. Di dekat dermaga kecil untuk naik perahu, disitu ada loket tempat membeli karcis perahu motor lengkap dengan keterangan harganya terpampang di atas loket, lalu juga ada auditorium kecil dengan tempat duduk untuk orang duduk-duduk menunggu, buka bekal piknik atau bahkan tidur siang. Letak auditorium semi terbukanya lebih tinggi sehingga kita bisa melihat perahu datang dan pergi dan menikmati pemandangan sungai. Maaf lagi, nggak ada foto auditoriumnya, yah.

Selesai naik perahu kamu masih sempat berjalan-jalan menyusuri taman yang panjaaaang ini dan membiarkan anak-anak mencoba permainan yang berbeda-beda. Sambil jajan pentol juga di pinggir jalan hihi. Di sepanjang taman ini disediakan tempat sampah yang terpisah untuk organik dan anorganik. Juga ada petugas kebersihan yang terjadwal untuk membersihkan area publik tersebut.

Meskipun kawasan taman ini terjaga kebersihannya, tapi disini cukup banyak kucing, lho. Saat kami buka kotak bekal makanan saja ada dua kucing yang menghampiri secara bergantian. Kalau banyak kucing, tau sendiri kan ada apa? Ya hati-hati aja kalau anak main di pasir. Soalnya saya sempat berdiri di kotak area berpasir tempat ujung jatuhnya prosotan dan disitu bau pup kucing. Karena nggak nyaman sama baunya, saya ajak Kavin untuk pindah main permainan yang lain.

Akhirnya hari sudah sore. Setelah notok berjalan-jalan menyusuri tepi kali sampai ujung taman, kami jalan balik lagi ke titik awal dan menuju parkiran untuk pulang.

Sampai jumpa lagi!

❤️Intan Rastini

Advertisements

Review “Warung Ketapang” Banyuwangi

Bulan Juni lalu tepatnya Minggu tanggal 17, saya melakukan road trip bersama orang tua, adik saya, Kalki dan Kavin dari Bali ke Surabaya. Setelah berhasil menyeberang ke daratan Jawa, kami segera mencari tempat makan terdekat untuk isi perut. Maklum udah jam makan siang di Jawa, nih.

Nggak jauh dari pelabuhan Ketapang kami langsung menyoroti tempat makan di bagian kiri jalan. Langsung dapatlah tempat bernama Warung Ketapang. Lokasinya tepat di pinggir jalan raya. Tempat parkirnya pun mepet banget sama jalan raya, lho! Tapi space parkirnya untuk mobil masih aman.

Segera kami disodorkan buku menu setelah memilih meja no. 4. Disana meja dan kursinya semuanya terbuat dari kayu dan ukuran mejanya besar-besar seperti meja piknik di taman gitu. Ternyata emang di situ juga menawarkan atau menjual meja dan kursi dari kayu.

Langsung aja gak pakai lama saya pesan nasi goreng seafood 2 piring, buat saya satu dan anak-anak satu porsi berdua. Next saya pesan minuman jus jeruk dan jus alpukat. Ayah saya pesan soto dan nasi putih, mama pesan lele penyet dan adik saya, Ryandi pesan capcay plus sate kambing. Kagak makan nasi die.

Pesanan datang diantar dengan troley. Nasi goreng seafoodnya ada udang, cumi-cumi dan telur. Disajikan dengan acar dan garnish selada plus tomat. Krupuknya nggak ada? Tenaaang… krupuk bisa diambil sesuka hati, disediakan setoples besar di setiap meja dan free of charge! Sebelumnya, sembari nunggu makanan pesanan kami datang, mama saya dan adik saya asyik tuh ngunyah kerupuk hihi… Nasi gorengnya enak dong. Saya abis satu porsi sedangkan anak-anak lihat omanya makan lele goreng eeeh pengen juga.

Akhirnya oma pesan lagi lele goreng aja, dapatnya dua ekor dengan ukuran yang ga terlalu besar. Kalki seneng banget sama lele, dia emang bener-bener lahap makan lele goreng. Saya sempat nyobain sotonya, kuahnya berasa banget rempahnya tapi menurut saya cenderung asin, sih. Untuk pesanan adik saya yaitu capcay juga enak. Kalau sate kambing disajikan di atas hot plate. Rasa satenya enak, sih enak, tapi dagingnya itu lho, alot!

Untuk minuman, kami cuma pesan jus jeruk dan jus alpukat itu diminum rame-rame karena selebihnya kami minum air putih yang dibawa sendiri. Jusnya agak kemanisan ya menurut lidah saya, lupa ih buat minta supaya nggak usah ditambahin gula lagi. Baik jus jeruk dan jus alpukat sama-sama dicampur susu kental manis putih. Jadi namanya kayak smoothies gitu buka murni jus buah. Jus jeruk dicampur susu kental manis rasanya enak juga. Mama saya aja suka dan sempat nawarin adik saya sambil berkata, “coba ini jus jeruknya, enak, le!”

Tempat makannya cukup luas, dipenuhi dengan meja-meja kayu yang besar dan berat. Disana disediakan tempat untuk nge-charge hp dengan banyak colokan listrik dan tempat untuk naruh hpnya. Tempat makan ini emang pengertian ya, dengan pengunjung yang sebagian besar melakukan perjalanan jauh. Ada lagi yang unik di belakang meja kasir, yaitu ada sebuah lemari yang ditempel ke tembok berisi tulisan menu makanan yang lucu berupa macam-macam dessert, keju, dan tentang kopi plus kue. Lalu saat selesai bayar makanan di kasir, saya ijin foto ke mbaknya.

Gara-gara anak-anak maunya makan lele goreng, akhirnya nasi goreng seafood pun minta dibungkus bawa pulang. Lumayan, di tengah perjalanan bisa dikasi ke Kavin dan Kalki lagi buat makan sore. Bahkan kemudian saya, Ryandi dan mama pun ikut nimbrung makan nasi gorengnya karena tergoda akan kelezatan rasanya. Mereka membungkus nasi gorengnya dengan kotak dus yang rapi. Total makanan dan minuman yang kami pesan semua adalah Rp 240.000 nett. Setelah perut kenyang, kami melanjutkan. Lagi perjalanan kami ke Surabaya….

P.S. Selamat ulang tahun Oma Kalki dan Kavin, semoga panjang umur, sehat selalu, berbahagia dan sayang keluarga selamanya. Terima kasih udah ngajak Kalki, Kavin dan mamanya liburan ke Surabaya selama liburan sekolah ini. Sayang saya dan Kavin udah balik duluan ke Bali jadi nggak bisa ngucapin selamat ulang tahun secara langsung.

Warung Ketapang

Jl. Raya Situbondo No. 41 Ketapang, Banyuwangi

Hp. 081232983939 Telp. (0333) 510555

❤️ Intan Rastini

Warung Mogan Vegetarian

Sebenarnya ini restoran yang dilengkapi playground anak-anak. Plang Warung Mogan juga diikuti tulisan “Mogan Kids Fun Center”. Di restorannya disediakan makanan khas Bali seperti lak-lak, nasi campur vegetarian, nasi sela, nasi jinggo, bulung (rumput laut), rujak kuah pindang dan lainnya. Bahkan selain makanan khas Bali, nasi goreng, bakso sampai gado-gado pun juga ada. Dessert yang unik adalah es krim goreng 12k. Di buku menu dilengkapi gambar makanan dan harganya. Terlihat di buku menu, es krim Goreng itu seperti roti bakar yang diatasnya diberi es krim dan topping keju, selai dan wafer stick. Tapi saya nggak nyobain.

Kisaran harga makanannya Rp6.000-Rp23.000; Sedangkan minuman berkisar antara Rp6.000-Rp30.000. Yang paling murah adalah es teh tawar dan yang paling mahal adalah juice durian. Untuk minuman ada minuman dingin seperti es Mogan 13k, lalu minuman panas seperti kopi Bali 10k, aneka jus seperti juice buah naga 15k dan bermacam Shake contohnya Milkshake Cokelat, Strawberry, Vanilla, Oreo, Milk Tea, Grean Tea, Taro Vanilla, Frave Base Vanilla dan Frave Base Hazelnut. Semua shake dibandrol dengan harga 20k. Harga dalam menu tersebut belum termasuk service charge 10%.

Kami pesan Jamur Crispy 13k, Es Daluman 10k, Tipat Cantok 12k. Tipat cantoknya enak dilengkapi tahu dan sayur-mayur. Sedangkan jamur crispy agak terlalu berminyak, diatas piring disajikan dengan saus tomat dan sambal terpisah. Untuk es daluman kami pilih dengan gula Bali dan rasanya pas dengan santan, tidak terlalu manis. Tapi tidak saya foto makanan yang kami pesan. Saya fokus foto ke Playground anak-anak saja hehe. Saya kesini bersama budhe, saudara sepupu saya dan ponakan-ponakan. Jadi sambil nemenin Khanza dan Iqbal bermain, kami bisa makan tepat di pinggir playground yang hanya dibatasi jaring-jaring tali.

Untuk masuk playground dikenakan tarif 15k per anak. Main trampolin 10k untuk 15 menit. Setiap anak yang bermain harus pakai kaos kaki, jika tidak bawa bisa membeli kaos kaki seharga 10k. Orang tua boleh ikut menemani ke dalam playground. khanza dan Iqbal main di playground saja dengan membayar 30k. Kami pun orang tuanya bisa ikut menjaga mereka. Di dalam playground ada prosotan, kolam mandi bola, kitchen set untuk main masak-masakan, sepeda anak-anak yang nggak ada genjotannya, otoped, mobil-mobilan dan bola-bola besar yang bisa didudukin.

Warung ini terletak di pinggir sawah. Angin berhembus cukup kencang, lho disini! Terdengar suara baling-baling kayu yang dihembus angin dari sawah. Untuk parkir, tersedia parkir motor di depan playground dan ada lapangan parkir mobil yang luas di seberang jalan. Oh ya tersedia free WiFi juga disini. Trus kalau mau makan bisa pilih tempat di gazebo-gazebo dengan duduk lesehan atau duduk di kursi-kursi depan counter pemesanan, di pinggir playground pun disediakan meja sepanjang batas jaring-jaring untuk orang tua yang menunggui anak-anaknya main sambil jajan atau makan. Mau makan di lantai atas juga bisa, siapa tau mau lihat pemandangan dari atas.

Warung Mogan

Jl. Mudu Taki No. 99X, Br. Tegaljaya – Dalung

Telp. 0361-8947665

❤️ Intan Rastini

Review The Cashew Tree

Tempat kedua yang kami datangi untuk makan, ditraktir adik saya yang datang dari Bekasi, adalah The Cashew Tree. Adik saya, Ryandi kerja di Bekasi, di Bali hanya sebentar dan dia mau ngajak keluarganya makan-makan di tempat makan organik dan menyehatkan. Pola makannya memang udah berubah, dia jadi lebih sadar makan sehat dengan pilihan makanan utuh kayak buah-buahan, sayiran, kacang-kacangan. Untuk daging pihannya juga maunya yang organik, lho! Tapi kadang kalau nggak ada daging ayam organik, daging kambing juga dia suka.

Langsung aja ya… Begitu datang kami pilih tempat duduk. Ada beberapa macam tempat duduk sih, seperti bar dengan kurai tinggi, lesehan dengan bean bag atau bantalan duduk, kurai kayu dan meja panjanga, juga spot ala gubuk-gubuk. Kami pilih tempat di sudut yang biasa aja sih, kursi dan kayunya kayak anyaman rotan.

Pelayanannya ramah, dan masnya juga mau bantuin kami mengatur ulang tempat duduk dan meja. Kami duduk di bawah pohon. Jadi kursinya agak terhimpit pohon dan meja gitu. Buku menu diedarkan.. makanan dan minuman terpisah.

Minuman kami pilih…

  1. Summertime
  2. Divine Coconut
  3. Green Dream
  4. Banana Boost
  5. Pitaya Power
  6. Cappucino

Dari semua minuman, Summertime termasuk “juices”, sedangkan no. 2 hingga 5 termasuk “smoothies”.

Kami kira pesan makanan sampai 4 menu ternyata nomor 5 itu smoothies yang disajikan di atas bowl. Minumannjus dan smoothies disajikan dengan sedotan. Tapi…. Sedotan yang mereka pakai sedotan kertas! Iya sedotannya bakalan layu lama-lama karena terendam minuman.

Semua smoothies enak. Sudah saya cobain satu-satu dan semuanya berkesan. Summertime pilihan saya, jus tersebut memyegarkan terdiri dari: pitaya, pisang, air kelapa dan bee pollen. Tapi pisang memang bikin mengenyangkan dan kental ya.

Divine Coconut paling enak, perpaduan creamy dari santan dan saya pikir juga ada air kelapanya yang menyegarkan berpadu unik. Rasanya enak banget, I like it very much. Isinya lebih kanyak milk shake vegan gitu. Ada vegan coconut ice cream (es krim kelapa vegan), parutan kelapa, santan dan minyak kelapa organik. Ternyata di daftar menu tidak tercantum air kelapa, malah minyak kelapa, eh.

Green Dream ada asem-asem segarnya karena ada jeruknya. Campurannya banyak banget, ada spirulina, kale, chia seed, pisang, nanas, mangga dan jus jeruk segar. Sehat banget ya.

Banana Boost ini smoothie pisang yang lembut dan krimi. Terdiri dari campuran susu almond, oat, selai kacang, kurma, cokelat kakao dan kayu manis.

Nah, Pitaya power ini disajikan di atas bowl. Isi bawahnya smoothies. Di atasnya disusun buah dan grain. Isinya maca, bayam, nanas, pisang, protein powder, pitaya dan air kelapa. Disusun pisang, kiwi, pepaya, parutan kelapa dan kacang-kacang yang bikin kalau nyendok smoothie bakalan ada yang digigit kriuk-kriuk. Sempat bingung juga lho, bener ga pesan smoothie kok di dalam bowl? Tapi karena bukan saya yang mesan melaunkan adik saya. Ya udah saya tulis aja seperti kata dia hehehe.

Terakhir, cappucino ini minuman pilihan adik saya yang paling alit atau bungsu. Disajikan dengan banana cake yang katanya homemade dan gula terpisah. Saya nggak nyobain minum, tapi coba banana cakenya aja. Dan enak, kok berasa pisangnya. Kopinya dihiasi gambar krim angsa.

Makanan yang kami pesan adalah…

1. Teriyaki Bowl

Pesanan mama ini disajika. Pakai nasi cokelat organik, ayam, saus teriyaki, sayur panggang, micro green, wortel, alpukat, organic greens, hummus, tahini dan mix seeds. Bahan-bahannya agak unfamiliar seperti tahini, hummus. Saya baru tau nama-namanya tapi ini cukup padat dan berisi. Kami bisa makan rame-rami karena porsinya cukup melimpah dan dengan nasi. Ayamnya juga empuk.

2. Tempeh Rolls Vegan

Ini pesanan ayah saya, awalnya saya juga udah melirik ini, lho. Tapi karena udah dipesan ayah, saya coba pesan menu lainnya supaya yang lain juga bisa mencoba. Isinya: rice paper, mix lettuce, kyuri, wortel, tempe, coriander, sesame, tahini. Disajikan dengan saus kacang. Rice papernya atau lapisan kulit pangsit dari nasi cukup tipus dan transparan sampai kami bisa melihat isi yang ada di dalamnnya. Rasanya enak juga, kata ayah seperti gado-gado. Diberi dua gulungan dan tetap bisa dicoba makan bersama dengan saus kacangnya.

3. Chicken Burger

Nah ini pesanan saya, terdiri dari ayam dipanggang, selada, tomat, bawang bombai dikaramelisasi, keju, acar, bit, alpukat dan sweet chili mayo. Agak tinggi tumpukan burgernya tapi burger bun atau roti burgernya tidak lebar. Jadi tau kan ramping ke atas dan agak.susah dipotong. Saya pegang mau gigit, eh isinya licin juga sampai keluar dari rotinya. Hiiihiiihiiiii…. Akhirnya dibagi-bagi untuk bersama. Ayamnya empuk tapi bukan patty. Enak banget bahkan campuran kombinasinya dengan alpukat dan bit untuk burger bikin semakin meriah. Bitnya manis. Alpukatnya krimi cenderung hambar dan nggak pahit, kayaknya ini nih yang bikin licin buat digigit dan dipotong.

Nah sesi makan bersama usai, saatnya melihat lokasi. Disini ada wifi gratis. Lalu juga untuk anak-anak ada kursi anak atau high chair. Di dinding banyak ditemui mural, di lantainya pun ada gambar permainan engkle yang dilengkapi angka.

Ada wahana bermain anak-anak disana sayang banget kami nggak ngajak anak-anak. Padahal tempatnya bersih dan disekat dengan pagar. Permainannya cukup lengkap dan lucu. Ada rumah-rumahan kecil dan besar, ayunan, patung, patung cicak atau kadal warna-warni, dan prosotan.

Di sebelah tempat bermain anak ada toilet dan tempat cuci tangan. Kami pun senang dan puas makan disana meski biayanya lumayan. Karena bahannya organik dan sehat jadi mahal mungkin, ya? Lalu harga di menu tidak termasuk servis, biaya servis terserah customer begitu katanya. Adik saya yang bayar, dia bayar harga tiap menu net trus tambah biaya servis sendiri.

Tempatnya masuk ke dalam jalan-jalan kecil berkapur di Pecatu, agak tricky carinya kalau pertama kali. Lalu akan ketemu di sudut belokan jalan, tempat makannya agak masuk ke dalam. Kalau dari luar kelihatan plang nama tempatnya dan tempat parkirnya. Di tempat parkir ada pohon mente besar. Mungkin karena itulah namanya The Cashew Tree.

Alamat: Jl. Pantai Bingin 80364, Pecatu, Bali

❤️ Intan Rastini

Review Sacred Ground Bali

It is a rare time that I have the chance to meet my brother. In this holiday season in June, he came home from West Java and went to Bali with my parents. I am excited to meet him because I have never seen him since 4 years ago, I guess. Wow it has been ages!

In Bali we went to Legian, and he wanted to try a resto near Double Six Beach. Its name is Sacred Ground. In that afternoon when we arrived, there were many international tourist sitting in the semi-open front room. While the parking lot is behind the resto. The resto space is parted into two sides. In the middle was the way to enter the Parking lot.

We took a seat in a room specialized without chairs, only pillows and cushion seats. And the room is a little bit higher from the ground, we had to go up with the stairs about less than 1 m. And from there we could see a better view to the kitchen, to the semi-open front room and to the waiters who ran here and there.

They have separated menu for meal and for beverage. For beverage not only regular drink like tea or smoothies, they also provide special brewed coffee and also liqour. We came at lunch time then we ordered:

  1. Yunani Salad / Greek Salad (my brother’s choice)
  2. Wayan Pizza (my brother’s choice)
  3. Croissant with ham and cheese (my choice)
  4. Spaghetti Ayam / Chicken Spaghetti (my mom’s choice)
  5. Lumpia / Spring Rolls (my sister’s choice)

We didn’t ordered sweet things because we don’t like sweet thing very much :P. So sorry, we didn’t captured the dessert page.

For the drink, we ordered:

  1. Green smothies (for my brother and me)
  2. Fat Shredder Smoothie (for my sister)
  3. Green Mint Tea (for my mom)

At first, Ratih, my sister chose Green Mint Tea but when I looked and read more on the menu card I told her that there was one drink to reduce fat, she became interested and changed her mind. Next she asked the waiter to change her drink. Hahaha… Actually I was the one who was interested to change the beverage first. Because Ratih had changed her beverage so I didn’t change mine too. I could just taste Ratih’s.

On the table there were sugar in a jar and there was no sauce or other condiments. There was also no tissue at all. They would provide a box of tissue if you asked for it.

Our beverages came first. And they were great. Mine and my brother’s drinks are very light, sour and refreshing. While my mom drink was served with a stick of cinnamon. I didn’t know how it tasted, I didn’t try it. Ratih’s Fat Shredder Smoothie was so yummy and thick! Very different from mine.

The Fat Shredder Smoothie was made from banana, strawberry, orange and yoghurt. My Green Smoothy was made from pineapple, kale and lime, it was also added with chia seed.

So what were our food composed from?

Yunani Salad

Romaine and radicchio, roasted cherry tomatoes, crumbled feta, black olives, cucumber and fresh oregano.

The taste of the salad was good. I liked it. Good as an appetizer.

Wayan Pizza

Fresh mozzarella, basil and cherry tomatoes.

All the pizza was made by wood fire. And I could see their chimney on the kitchen roof. Each pizza name was named after Balinese common name, like Wayan, Made, Nyoman, Ketut, Kadek and so on. They also provide dessert pizza or sweet pizza.

The pizza was quite thin and crispy. My brother asked for additional topping which were broccoly florets and mushroom. The extra topping cost 15K each. And there were another extra topping with different costs. It was medium-sized and consisted of 8 slices. That was enough for 4 persons. Everyone should have got two slices each, but poor me, I only got half of the slice!

Croissant with Ham and Cheese

It was a big enough croissant that was filled with ham and cheese. It was an easy meal. Only a pastry, meat and cheese. No vegetable at all. I enjoyed it very much. The lamination of the pastry was crispy and great combined with melted cheese and half-done ham.

Lumpia

There were only three spring rolls served in the plate and a small bowl of sour and sweet sauce. We all loved the spring rolls. They were tasty and crispy and just delicious! They were filled only with vegetables. No meat.

I can say those were vegetarian spring rolls because in Indonesia is very common for spring rolls with chicken meat. Don’t forget the sour and sweet sauce, it was so delicious too! My mom even added her spaghetti with that sauce.

Spaghetti Ayam

Chicken breast, broccoli-cream pesto and parmesan.

I love the pasta because it was green and very creamy. It was served with the healthy broccoli and parmesan which tasted very gooood! I want more, more, more!

Total that we spent for the luch Rp519K. And the price on the menu card wes excluded from tax and service charge. Before we left, my brother bought a mixed grain sour bread for 50K. Yes, they also sell bakery, and the bakery price is nett.

The place was nice but they don’t put a free wi-fi sign in the room that we chose. So we didn’t know whether they provided free wi-fi or not. The wall was painted yellow and there were wayang shadows drawn there too. We could listen to the pop western music while had a dining there.

If you take a seat in the semi-open front room you can see the busy road that is almost always full of tourists walking on the street and the neighbor shops and also the vehicles. It is located on a small street and I think the street is always almost crowded.

Ok that’s all for my review. If you visit Legian don’t be hesitate to stop by the Sacred Ground. Their food is really nice and delicious. Besides of western food (Italian and French) they also serve Balinese food ;). And don’t be confused, the name of their dishes are mixed between Indonesian and English 😀

Score 0/5

Food: ♥️♥️♥️♥️♥️

Place: ♥️♥️♥️♥️

Service: ♥️♥️♥️♥️

Price: ♥️

Address: Jl. Arjuna, Legian, Bali

Phone: 0361 730961

Instagram: @sacredgroundbali

♥️ Intan Rastini

Proses Pembuatan Kartu Identitas Anak di Tabanan

8:44 WITA serah berkas

8:49 WITA kartu selesai cetak

Ya cuma lima menit aja! Saya sudah dua kali pergi kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tabanan atau yang disingkat sebagai Disdukcapil saja, ya.

Pertama kali kesana, saya kaget ternyata kantor disdukcapil udah berubah modern dan makin terbuka. Dulu sih tertutup.. Waktu saya dan suami ngurus akte nikah 6 tahun lalu itu pun melalui loket dibalik jendela. Kini sudah terdapat banyak helpdesk dan disediakan mesin nomor antrean.

Disana ramai banget orang antre bikin KTP elektronik sepertinya. Saya pun bertanya kepada petugas jaga di dekat mesin nomor antrean, bagaimana kalau mau buat KIA. Beruntung saya ga pakai nomor antrean segala. Petugas berkata langsung naik ke lantai dua.

Saya awalnya sempat bingung, tangga menuju lantai dua itu dimana…. Ternyata ada di balik ruangan yang berisi banyak helpdesk tersebut, soalnya nggak kelihatan kan ada dibalik tembok. Setelah naik ke lantai dua di sisi kiri tangga ada ruangan dengan pintu terbuka khusus untuk pembuatan KIA.

Saya pun segera memberitahukan maksud saya yaitu membuat KIA untuk kedua anak saya. Berkas-berkas yang saya berikan:

  1. Foto copy akta kelahiran anak
  2. Foto copy KK
  3. Pas foto anak 2×3 (untuk anak usia 5 tahun ke atas)

Kavin yang berusia 3 tahun langsung jadi KIA-nya dalam waktu 5 menit. Sedangkan untuk Kalki yang beberapa hari lagi akan berusia 5 tahun tidak bisa terproses muncul fotonya. Ternyata sistem tidak akan memunculkan foto anak di kartu jika si anak belum genap berusia 5 tahun.

Bu petugas pun memberitau supaya saya datang lagi 1 hari setelah ulang tahun Kalki. Lagipula ulang tahun Kalki pada waktu itu tinggal 2 minggu lagi. Kalau mau dicetak KIA-nya sekarang tanpa foto juga percuma karena setelah Kalki 5 tahun harus ganti KIA Baru.

Jadi KIA ada masa berlakunya, dan jika masa berlakunya habis ya harus diperbarui. Masa berlaku KIA Kavin adalah sampai ulang tahunnya ke-5 nanti. Saat kartu KIA Kavin dicetak dia berusia 3 tahun, jadi nanti setelah 5 tahun perlu memperbarui KIA dengan foto. Diperbaruinya masih 2 tahun lagi.

Sedangkan Kalki dari cetak kartu usia 5 tahun akan berlaku hingga dia berusia 17 tahun nanti. Setelah usia 17 tahun kan bukan KIA lagi namanya tapi diperbarui menjadi KTP ;). Eh, ternyata kini ada paket pengurusan akta kelahiran juga sekaligus dengan KIA jadi satu. Ketika anak lahir dicetaklah Akta kelahirannya beserta KIA supaya nggak perlu bolak-balik ngurus.

Kemudian saya pun datang ke Kantor Disdukcapil yang kedua kalinya tanggal 4 Juni 2018 lalu. Kartu KIA Kalki berhasil dicetak dengan prosedur yang sama. Setiap selesai, saya hanya perlu menandatangani bahwa telah terima kartu di buku daftar. Tidak ada biaya apapun!

Cepat, gampang dan gratis! Hebat pelayanan administrasi pemerintahan sekarang sudah semakin maju dan melayani masyarakat tanpa pungli! Bahkan ada spanduk besar yang menyatakan bahwa semua pelayanan cetak administrasi kependudukan seperti akta kelahiran, KK, akta perkawinan, KTP, KIA, Akta kematian semuanya tidak dipungut biaya, alias gratis!

Parkiran di depan Kantor Disdukcapil emang selalu terlihat cukup penuh, tapi ternyata ketakutan saya akan antre lama tidak terbukti. Sebelum saya pulang sempat melihat ada booth Biz.net. sepertinya di kantor Disdukcapil juga telah tesedia wifi. Tapi saya waktu itu nggak coba, sih. Jadi nggak tau itu gratis untuk umum atau untuk kalangan karyawan Disdukcapil.

Oh ya, Disdukcapil kini bisa diikuti di sosmed bahkan bisa dihubungi melalui WA. Kalau perlu informasi sewaktu-waktu bisa tanya langsung lewat IG, adminnya cukup responsif, lho! Bahkan di IG sering diinfokan kegiatan disdukcapil dan infografis seputar administrasi kependudukan.

Kalau mengurus administrasi kependudukan semakin mudah, nggak akan ragu buat ngurus-ngurus sendiri, deh!

Salam “Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan” #GISA

Kontak Disdukcapil Tabanan

Telepon: 0361813542

WA: 0895800180777

IG: @disdukcapiltabanan

❤️ Intan Rastini

Review Kedai Gembul Pizza

Saat ulang tahun Kalki yang ke-5 kemarin, saya sekeluarga merayakannya di kedai Gembul Pizza. Ini ulang tahun pertama anak-anak dengan kami rayakan makan di luar. Sebelumnya selalu buat homemade bakpao oatmeal, kue mochi, donat atau jelly. Pertimbangannya karena anak-anak masih kecil jadi pengen buat makanan sendiri untuk mereka. Sekarang karena Kakak kalki udah meninggalkan masa balitanya, kami pergi makan keluar aja…

Gembul Pizza terletak di Jl. Serma Arda No. 1 Bajera, Selemadeg Barat, Tabanan, Bali. Lokasinya cukup dekat dengan rumah kami, hanya 10 menit perjalanan dengan motor. Tempatnya persis di pinggir jalan, tapi bukan di jalan raya Gilimanuk-Denpasar, melainkan di balik Indomaret Bajera, belok dikit udah deh, ketemu di kiri jalan.

IMG_20180530_164638

Kenapa saya bilang kedai, soalnya tempatnya nggak terlalu besar kayak restoran tapi menempati dua blok ruko jadi satu. Interiornya cukup nyaman dengan dinding bercatkan hitam, merah dan krem dihiasi papan-papan yang menunjukkan menu andalan mereka. Untuk bangku dan meja tersedia 6 meja ukuran sedang untuk 4 orang dan 1 meja panjang untuk rame-rame. Bangkunya dicat dengan warna-warni pastel, lucu deh.

Kami udah dua kali ke Gembul Pizza, pertama untuk beli pizza take away aja sehabis main di Pantai Batu Lumbang dan kemarin untuk makan di tempat. Setiap kesana kami selalu duduk di bangku untuk meja panjang. Kemarin kami pesan Pizza Chicken BBQ n’ Jagung ukuran besar dan Mie Gembul level biasa. Kebetulan saat itu ada promo Galungan jadi kami dapat harga khusus beserta mocktail.

Promo Gembul Pizza Galungan

Jadi pada promonya, pesan pizza ukuran L varian topping apa aja dengan 2 mocktail seharga 55K dan Mie gembul level apa saja beserta 1 mocktail seharga 15K. Kalau non promo, Pizza Chicken BBQ n’ Jagung ukuran L seharga 48K dan Mie Gembul level biasa 9K. Sedangkan mocktailnya seharga 15K.

Sambil nunggu pesanan, disana kami bisa menggunakan free wi-fi yang tersedia. Cocok banget buat nongkrong sambil ngeblog, nih. Lalu pesanan kami yang datang pertama kali adalah mocktail. Mocktailnya itu berupa sirup coco pandan dengan soda dicampur selasih dan daun mint. Anak-anak sih suka minumannya tapi nggak suka daun mint-nya. Kalau saya suka kombinasi mocktailnya.

IMG_20180530_161056

Lalu pesanan kedua yang datang adalah Mie Gembul. Mie ini seperti mie goreng tapi menggunakan mie yang bulat besar. Rasanya agak pedas, buat orang dewasa nggak seberapa tapi buat anak-anak cukup pedas juga sampai Kalki dan Kavin nyobain mie sambil bolak-balik minum. Mie disajikan dengan kulit pangsit goreng, selada, tomat dan sosis goreng lalu ditaburi semacam serbuk apa gitu, bawang goreng dan daun bawang. Sosisnya langsung dicomot duluan sama Kalki sampai ludes. Bagi saya mie-nya enak!

IMG_20180530_162451

Nah, pesanan terakhir adalah Pizza Chicken BBQ Jagung. Pizza-nya udah dipotong jadi 8 bagian, disajikan di atas pan kayu. Lalu kami juga disediakan piring-piring kecil sebanyak 4 buah. Untuk saus sudah ada di meja 1 botol sambal dan 1 botol saus tomat. Anak-anak suka banget sama pizzanya. Kavin lebih suka topping jagungnya. Yang saya suka mereka pakai keju mozzarella yang lumer dan di atas roti pizza diolesi saus BBQ. Lalu ayamnya juga sudah berbumbu tersendiri.

Acara ulang tahun Kalki kemarin sukses bikin kami berempat makan 8 potong pizza dan 1 porsi Mie Gembul. Tentu aja dengan 3 gelas minuman mocktail cocopandannya juga. Dan saya minta supaya minumannya nggak usah diberi sedotan plastik, dong. Karena masih inget komitmen #PantangPlastik #BreakFreeFromPlastic dari Greenpeace. Eh, kebetulan saya menang kampanye minggu pertama yang bertemakan #PantangSedotanPlastik.

Sejak saya pindah menetap di desa, hampir nggak pernah lagi makan pizza. Kini udah ada kedai lokal yang menyajikan pizza dengan tarif yang cukup ramah di kantong. Jadi sekarang saya bisa makan pizza kapan aja. Selain pizza, masih banyak menu makanan western yang disajikan oleh mereka, lho! Mulai dari appetizer, main course hingga dessert.

Menu yang ditawarkan selain pizza cukup banyak. Saya sempat melihat ada garlic bread, french fries, black burger dan beberapa minuman selain mocktail. Beberapa minuman yang ditawarkan ada jus buah-buahan, milkshake dan air mineral. Tapi kalau untuk air mineral, saya cukup bawa tumbler sendiri dong dari rumah.

Menu yang sempat saya ingin pesan juga kemarin adalah Banana Berry Smoothie, semacam mix fruit dan mashed fruit di dalam bowl. Tapi kebetulan saat itu lagi nggak tersedia. Selain pizza yang gurih ada juga Pizza Banana Island, yang sepertinya manis – kelihatannya manis, ya soalnya belum pernah coba, sih. Malah Kalki sempat tanya apa ada pizza strawbery ke mbaknya. Dan tentu aja dijawab nggak ada, hahaha.

Saat lihat-lihat buku menu, Kalki mau Gembul Chicken Steak. Cuma sayang banget, pilihan Kalki lagi nggak available. Untuk pizza, pilihan awal saya jatuh kepada Popeye Pizza dengan bayam, sayang seribu sayang ternyata bayamnya lagi nggak ada, sehingga harus pilih varian topping pizza lainnya.

Meskipun pada saat itu ada menu-menu yang nggak bisa dipesan, tapi overall puas dengan rasa dan pelayanan Gembul Pizza. Pelayanannya ramah dan baik. Bahkan waktu pertama kali kami kesana, pesan pizza untuk dibawa pulang saya minta nggak usah dikasi saus sambal, saus tomat aja, lalu sama mbaknya dilebihin saus tomat beberapa sachet.

Kalau tertarik paket hematnya Gembul Pizza, tunggu aja pas ada harga promo, karena secara berkala mereka mengadakan menu promo, kok! Cek aja di IG-nya di @gembul_pizza. Selain itu, saya amati mereka juga terus menambahkan beberapa menu baru. Dari pertama kali kesana hingga kedatangan kedua, eh ada tambahan beberapa makanan dan minuman berlabel “New” di buku menu. Duh, jadi laper lagi kan, nulis review tempat makan… See you next time!

♡ Intan Rastini