Taman Prestasi Ketabang Kali Surabaya

Waktu ke Surabaya bulan Juni lalu, saya dan anak-anak sempat mengunjungi beberapa ruang publik terbuka ramah anak (RPTRA) yang ada di Surabaya. Salah satunya yang pertama kali kami kunjungi setiba di Surabaya adalah Taman Prestasi di pinggir sebuah kali atau sungai kecil Ketabang, Surabaya ini.

Untuk kesana kita perlu ke pusat kota di jalan Pemuda lalu belok kiri ke arah Taman Kotamadya Surabaya, melewati Zangrandi. Nah sebelum Taman Kotamadya nanti ada jembatan belok kiri lagi ke arah jalan kecil yang rindang dengan pohon-pohon besar di pinggir jalan.

Biaya masuknya nggak ada kok. Kami cuma bayar parkir aja untuk kendaraan. Ada tempat parkir sepeda motor dan mobil di pinggir jalan. Letak tamannya ini persis di pinggir jalan dan di bantaran kali Ketabang. Tempatnya nggak panas meski kota Surabaya sangat panas. Banyak pohon rindang di area taman yang memanjang terus sepanjang tepi kali. Jadi kita bisa susuri kali Ketabang dari jembatan jalan raya yang satu ke jembatan jalan raya berikutnya.

Pertama kali datang ke taman kami disambut dengan patung pesawat bomber yang sudah tidak beroperasi lagi. Iya ini adalah pesawat beneran yang dijadikan kenang-kenangan. Rodanya masih bisa diputar lho! Pesawat ini dicat dengan motif seperti ikan hiu. Kalki seneng banget bisa lihat pesawat bergambar ikan hiu! Di sepanjang area taman full dengan wahana bermain anak. Jangan ditanya macemnya apa aja. Pokoknya banyak dan bervariasi. Kalki dan Kavin aja nggak sempat nyobain semua.

Karena saat itu adalah waktu makan siang maka kami buka bekal di taman. Sambil bermain, Kalki dan Kavin pun disuapin oleh omanya. Oh ya, di sana juga tersedia kantin atau kumpulan kios makanan. Tapi kami bawa bekal sendiri dari rumah sehingga berasa piknik di tepi kali. Omong-omong, permainan yang dicoba Kalki dan Kavin ada prosotan, ayunan, tiang-tiang rangka seperti kumpulan segitiga, rangka lingkaran, rumah-rumahan besar dengan jalur jembatan ke prosotan, jungkat-jangkit dan sejenisnya.

Disitu juga disediakan toilet dan mushola tetapi untuk menggunakan fasilitas toilet tidak gratis alias ada tarifnya Rp 2.000. Toiletnya cukup bersih seperti baru dan juga modern karena menggunakan closet duduk. Untuk tempat cuci tangan tidak ada wastafel tapi saya sempat menggunakan keran air di dekat mushola. Karena ini taman ramah anak-anak, ada papan larangan untuk berpacaran di sini. Bisa dilihat di foto di bawah ini…

Lalu selain wahana bermain anak-anak kita bisa menikmati menyusuri kali Ketabang dengan perahu motor rame-rame. Ya! Tiketnya murah aja kok cuma Rp 4.000 per orang. Dan saya sempat mengamati tulisan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya di badan perahu motornya. Lalu saat kami naik perahu saya tanyakan kepada mas penjaga bagian belakang perahu apa benar yang mendesain kapal ini PPNS. Dan diiyakan olehnya bahwa yang buat memang PPNS. Wah kagum saya.. adik saya kan lulusan PPNS. Tapi sayang sesi naik kapal dan kapalnya tidak saya foto.

Selama kami naik perahu motor menyusuri sungai, kami bisa melihat lampion atau hiasan gantung berbentuk buaya di atas sungai yang berwarna-warni. Sambil menikmati pemandangan sekitar sungai, mama saya melihat ada seekor biawak di gorong-gorong tepi sungai yang sempat diam sejenak sebelum nyemplung ke dalam air. Kalki dan Kavin pun sempat melihatnya dan mereka cukup takjub.

Naik perahu berakhir sampai ke jembatan jalan raya berikutnya, lalu perahu berputar balik. Saat di atas perahu itu kami berasa diguncang naik-turun karena perahu berjalan memecah gelombang air. Apalagi pas berbelok putar balik terasa miring dikit perahunya. But that was fine. Kami menikmati dengan santai aja meski ada beberapa orang yang agak heboh dengan sensasi tersebut.

Kira-kira perjalanan menyusuri sungai dengan perahu motor cuma 15-20 menit saja. Di dekat dermaga kecil untuk naik perahu, disitu ada loket tempat membeli karcis perahu motor lengkap dengan keterangan harganya terpampang di atas loket, lalu juga ada auditorium kecil dengan tempat duduk untuk orang duduk-duduk menunggu, buka bekal piknik atau bahkan tidur siang. Letak auditorium semi terbukanya lebih tinggi sehingga kita bisa melihat perahu datang dan pergi dan menikmati pemandangan sungai. Maaf lagi, nggak ada foto auditoriumnya, yah.

Selesai naik perahu kamu masih sempat berjalan-jalan menyusuri taman yang panjaaaang ini dan membiarkan anak-anak mencoba permainan yang berbeda-beda. Sambil jajan pentol juga di pinggir jalan hihi. Di sepanjang taman ini disediakan tempat sampah yang terpisah untuk organik dan anorganik. Juga ada petugas kebersihan yang terjadwal untuk membersihkan area publik tersebut.

Meskipun kawasan taman ini terjaga kebersihannya, tapi disini cukup banyak kucing, lho. Saat kami buka kotak bekal makanan saja ada dua kucing yang menghampiri secara bergantian. Kalau banyak kucing, tau sendiri kan ada apa? Ya hati-hati aja kalau anak main di pasir. Soalnya saya sempat berdiri di kotak area berpasir tempat ujung jatuhnya prosotan dan disitu bau pup kucing. Karena nggak nyaman sama baunya, saya ajak Kavin untuk pindah main permainan yang lain.

Akhirnya hari sudah sore. Setelah notok berjalan-jalan menyusuri tepi kali sampai ujung taman, kami jalan balik lagi ke titik awal dan menuju parkiran untuk pulang.

Sampai jumpa lagi!

❤️Intan Rastini

Advertisements

13 thoughts on “Taman Prestasi Ketabang Kali Surabaya

    • Oh ya kalau kami menjaga kebersihan dong. Tapi ada anak-anak yang makan mie instant cup di tempat ayunan meninggalkan sisa tutup kemasan mie instant cupnya di ayunan, tapi kami buangkan ke tempat sampah. Mungkin dia lupa karena masih mau makan lalu kami datang untuk nyoba main ayunan tersebut sehingga anak itu mengalah untuk minggir dan makan di bangku taman 😃

  1. Anak anak mah selalu bahagia ya diajak ke taman aja seneng bgt. Hehehe tamannya asri dan permainannya lumayan banyak untuk anak. Mdh mudahan ruang terbuka hijau seperti di surabaya ini terus diperbanyak supaya anak anak gak ngegame mulu hehe

    • Iya betul semoga di kota-kota besar semakin banyak ruang terbuka hijau dan ruang publik terbuka ramah anak ya. Thanks to Ibu Risma yang sudah mengelola kota Surabaya dengan baik 😀🤗💕

  2. di jakarta banyak RPTRA dan sebagian aku cobain termasuk RPTRA Kalijodo yg jauhnyaaaa ampun2 dari rumahku di Depok XD anakku paling bahagia lho diajak ke outdoor playground begini, bisa dua jam main sampe bosen hehehe

    itu pesawat bombernya yg pernah dipakai perang jaman penjajahan Belanda di Surabaya ya ?

    • Wah asyik kalau di Jakarta banyak RPTRA soalnya kan Jakarta udah padat penduduk dan padat bangunan bisa sesak dan penat kalau nggak ada ruang terbuka publik/hijau.
      Kayaknya iya mbak. Di sebelah pesawat ada monumen penjelesan mengenai sejarah pesawat tersebut tapi saya lupa foto hehehe.

  3. Pingback: Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya | Intan Rastini

  4. Pingback: Kebun Binatang Surabaya (KBS) | Intan Rastini

  5. Pingback: Kebun Bibit Surabaya | Intan Rastini

Thank you for reading my post, hope you enjoy it. Please... don't type an active link in the comment, because it will be marked as a spam automatically. I'd love to visit your blog if you fill the "website" form :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s