Trip to the Secret Waterfalls

We love to be in the nature. I have been living in a natural village in Bali for about 6 years. This village is not the center of tourist attraction like Penglipuran Village, so it is quiet and quite remote. Our village is Angkah Village which is surrounded with paddy fields and the woods.

 

Before I got pregnant I had explored the Balian river and dam in our village. It has a long and wide stream with several big rocks. After I have Kalki and Kavin, I work as an English teacher in Samsaman Village. I got an information from my students at the learning center that there are waterfalls in the village we can visit I guess there are two different waterfalls, one in Angkah village and the other one is in Samsaman Village. Angkah and Samsaman are closed to each other.

 

My first time visiting the waterfalls in Samsaman, it was with my students and a volunteer from the USA. The access to the waterfalls was still new. Probably the residents had just opened a new road through the forest to the waterfalls with an excavator. However the road to the waterfall is only for the beginning. Next we still need to hike on the path down the hill in the woods.

That’s why I call it as secret waterfalls because before they opened the road, just certain villagers who had known or accessed the waterfalls. It is located behind the villagers’ residence. Almost hidden, I could say. We can go there by motorcycle or car first until flat road ends. On the new road is just bare land without asphalt or cement. We can park our vehicles on the new road, because the slopes begin there, so we have to go on foot.

After the new road ends, we will walk in the woods with small path. The road and the path are really steep sometimes. We need to keep hiking downward to go to the waterfalls. Until we arrive at the cliff edge and we have to climb the cliff down about 1.5-2 meter height. It is very dangerous if the cliff is wet because of the rain. So, we always make sure to go to the waterfalls on a sunny day.

 

There are two waterfalls there. The first is very wide and we can walk on the top of it. The first waterfall is near from the start point but we need to climb down the cliff  a little bit to get there. It’s more narrow and there is a stream with rocks just like a pool where we can play splashing water or soak our body. The depth is only 1 meter. From the first waterfall we can see the view from a high hill because there will be still the second waterfall which is the highest and it flows down the hill straightly to the Balian River below.

IMG_20170702_144633

The top of the first waterfall, my husband walked across to be on the top of it

 

IMG_20170702_145435

Touch down the first waterfall

IMG_20170702_145346

There are many rocks

20170702_150607

I could see rainbow below the waterfall

20170702_150409

It was beautiful

 

20170702_150915

The view from the top of the second waterfall, we can see the Balian river down there

20170702_161036_tgzzkp

The last waterfall

Both of the waterfalls are connected to each other. The last waterfall is very massive, it is about 20 m height. To go to the last one we need to hike further to the forest downhill with more dangerous and difficult path. At the bottom of the waterfall there is a pool surrounded by the natural rocks and the water of the pool keep flowing straightly to the Balian River. The pool depth is about 1.5-4 meters.

IMG_20170702_145441

we need to climb down the cliff a little bit to get to the first waterfall

I have been to the waterfalls twice. At first with my students and a volunteer was only until the first waterfall. We played in the pool and took some photos. We could stand up on the big rock on the top of the second waterfall and we could see the magnificent view of green hills and the stream of Balian River from above the highest waterfall.

This slideshow requires JavaScript.

The second time I went there with Kalki and my husband. We didn’t take Kavin with us because it is quite dangerous and tiring to a smaller kid. We went down until the second waterfall. If we kept walking down the hill we would have arrived on the Balian River. At the second waterfall, we had to leap over rocks until we arrived at the pool as the bottom of the waterfall. Me and Kalki ate some snacks on a giant rock while my husband was swimming on the pool.

20170702_161847

My husband couldn’t stand not to swim there

20170702_161546

Swimming in the cold cold water

20170702_161005

Massive waterfall

20170702_160125

We went down hill to the second waterfall where the water falls from 20 m height

It was cold to be at the waterfall, moreover to swim there. My husband was shivering just after swimming. It became colder as it was getting dark in the afternoon. We decided to went back before it was too late, in the dark we would see nothing in the forest. We had to hike the hill upward on our way home. It was very tiring for us espescially Kalki. My husband carried Kalki on his back whenever he said that he was tired to walk. We also stopped to take a rest or drink for several times.

20170702_170919

My husband carried Kalki when he was tired to walk

After all it was always a fantastic journey to explore the new waterfalls near our home. We really enjoyed the natural scenery and the challenging adventure. Me and Kalki was using wood sticks as walking cane to help us hike the hill down and up during the trip. It just wasn’t really help when we needed to climb some rocks. I’ve heard that some international volunteers from my work place also visited the waterfalls. The Portuguese boys even did cliff jumping at the last waterfall. Wow! Do you have the gut to try?

 

Intan Rastini.

Advertisements

Berpetualang di Alam Bebas

Seringkali si kecil bosan bermain di rumah saja. Bagaimana jika mengajak anak bermain di luar? Eh tapi yang saya maksud bukan bermain di arena bermain dalam pusat perbelanjaan atau tempat bermain anak-anak di restoran cepat saji. Memang tempat tersebut biasanya merupakan tempat favorit bermain si kecil.

Bermain di luar yang saya maksud adalah bermain di alam bebas. Selain bagus untuk kebugaran dan sistem kekebalan tubuh si kecil, bermain di alam terbuka baik untuk meningkatkan kecerdasan naturalis si kecil, lho! Kecerdasan naturalis ini berkaitan dengan kemampuan merasakan bentuk-bentuk dan menghubungkan elemen-elemen yang ada di alam.

Berjalan diantara semak bunga Seruni di kebun cokelat

​​

Bermain di sawah dan terus aktif bergerak!

Jika kecerdasan naturalis si kecil menonjol, sejak dini ia akan menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap lingkungan alam sekitarnya, termasuk binatang. Mereka akan mudah menyelaraskan diri dengan alam dan tidak gampang jijik atau bahkan takut memegang binatang. Selain itu mereka juga senang memerhatikan fenomena atau benda-benda di angkasa seperti awan, pelangi, bintang dan bulan.

Bermain dengan Riki, anjing tetangga

Udah jelas kan manfaat bermain di alam terbuka? Untuk mengasah kepekaan si kecil terhadap lingkungan, menumbuhkan kepedulian akan kelestarian lingkungan hidup, agar tidak mudah sakit karena paparan lingkungan alam terbuka membuat sistem kekebalan tubuhnya berkembang, mengajak anak untuk aktif bergerak sehingga kebugarannya terjaga dan menyegarkan pikiran agar tidak penat.

Duduk di atas batang pohon yang rebah di atas sungai kecil

Untuk saya yang tinggal di desa, cukup mudah untuk mengajak anak-anak saya berpetualang ke sawah, kebun, sungai air terjun atau pantai. Tapi untuk Anda yang tinggal di perkotaan, biasanya memiliki sedikit akses ke tempat alam terbuka. Tetapi Anda tetap bisa mengajak si kecil ke taman kota, kebun raya, pantai atau tempat lain yang memiliki ragam mahkluk hidup saat berlibur ke rumah kakek dan nenek di desa.

Sebelum berangkat, perhatikan hal-hal berikut:

  1. Pastikan Anda dan si kecil dalam keadaan sehat jasmani serta rohani yaitu bugar dan bahagia supaya petualangan berjalan lancar dan menyenangkan.
  2. Siapkan bekal makanan, kudapan ringan favorit si kecil, air minum yang cukup dan untuk berjaga-jaga bawalah juga obat-obatan si kecil untuk keadaan darurat seperti Tempra Syrup penurun panas.
  3. Jangan lupa bawa topi agar tidak kepanasan dan bawa baju ganti beserta handuk jika berencana bermain air basah-basahan.
  4. Usapkan minyak telon di badan anak agar ia merasa hangat dan nyaman selama berpetualang serta tidak mudah masuk angin. Usapkan juga minyak telon yang mengandung anti nyamuk pada tangan dan kaki anak agar terhindar dari gigitan nyamuk atau serangga selama di alam bebas.
  5. Selalu lakukan pemanasan sebelum memulai kegiatan fisik. Ajak anak melakukan peregangan ringan untuk mengurangi risiko cidera.

Nah, jika sudah sampai di tempat tujuan:

  1. Berjalanlah pelan-pelan dengan si kecil agar ia tidak mudah lelah dan dapat melihat apa yang ada di sekitarnya.
  2. Ambil istirahat yang sering untuk minum dan makan sebab Anda akan punya banyak waktu untuk menikmati pemandangan dan terhindar daei dehidrasi serta lapar.
  3. Perhatikan tanaman liar, peringatkan si kecil terhadap tanaman yang berduri dan yang berpotensi menyebabkan gatal.
  4. Jika bertemu air, pastikan kedalamannya dengan mencelupkan batang kayu ke dalam air. Bila tidak dalam biarkan kaki Anda yang terendam untuk memastikan aman (apalagi jika ada arusnya) sebelum membiarkan si kecil bermain air.

Anda juga dapat membekali si kecil dengan tongkat kayu agar ia dapat memastikan kedalaman air dan membantu keseimbangannya saat berjalan di aliran air

Istirahat makan siang dulu buat isi tenaga

​​

Jangan lupa banyak minum air dan pakai topi rimba

 
Aktivitas-aktivitas edukatif apa saja yang dapat Anda lakukan dengan si kecil di alam bebas?

Bermain perahu dari sabut kelapa di atas aliran air anak sungai

  • Ceritakan tentang lokasi. Sebutkan apa nama tempat yang Anda kunjungi bersama si kecil dan tempat berlangsungnya kehidupan apa disana. Misalkan Anda mengajak si kecil ke sawah, jelaskan bahwa di sawah adalah tempat tumbuhnya tanaman padi dari bibit hingga menguning. Jika sudah menguning biasanya tanaman padi akan merunduk karena sudah berisi bulir-bulir beras yang bisa dipanen yaitu berupa gabah. Gabah yang diolah nantinya akan menjadi beras. Lalu beras dapat kita masak menjadi nasi yang kita makan sehari-hari
  • Ceritakan tentang hasil bumi. Jika Anda mengajak si kecil ke kebun seperti kebun teh, kebun stroberi atau kebun apel, jelaskan produk apa yang dihasilkan oleh kebun tersebut. Contohnya tanaman teh jika sudah cukup umur akan dipetik daunnya sehingga bisa diolah sampai menjadi teh seduh atau minuman teh.
  • Mengenal warna-warni bunga. Saat mengunjungi taman yang banyak dihiasi oleh bunga, kenalkan warna-warna apa saja yang ditunjukkan oleh bunga-bunga tersebut sehingga Anda dapat mengenalkan macam-macam warna pada anak. Ajarkan juga agar anak tidak selalu memetik bunga di tempat umum supaya keindahannya dapat dinikmati bersama-sama.
  • Menyentuh batang dan daun. Anda dapat menyentuhkan aneka tekstur daun dan batang kepada si kecil sambil menjelaskan nama-nama pohonnya. Ada daun yang kecil, ada yang lebar, ada yang bergerigi, ada yang berbentuk lurus dan panjang, ada pula daun yang bergerak menutup jika disentuh seperti daun tanaman Putri Malu. Begitu juga batang pohon ada yang bercabang-cabang, ada juga yang tegak lurus seperti pohon kelapa dan palem.
  • Ceritakan tentang hewan. Anda dapat menunjukkan berbagai jenis hewan yang tedapat di alam terbuka seperti yang ada dalam buku bergambar milik si kecil. Contohnya dalam ekosistem sawah terdapat burung bangau, ular sawah, tikus, katak, belalang, dan belut. Di kebun terdapat tupai, jangkrik, kupu-kupu, belalang, burung dan ayam. Ajak anak bermain menirukan gerak dan suara setiap hewan yang ada disana.
  • Hewan kesukaan. Minta anak menyebutkan hewan kesukaannya dan tanya mengapa ia menyukainya. Jelaskan daerah asal hewan tersebut dan dimana habitat aslinya jika hewan yang disebutkan oleh anak adalah satwa liar. Seperti orang utan berasal dari Kalimantan, gajah dan harimau berasal dari Sumatera. Deskripsikan kepada anak seperti apa habitat mereka dan cara mereka hidup di alam bebas.
  • Menyaksikan proses tumbuh kembang. Jika menemukan ulat atau kepompong, merupakan hal yang menarik untuk diceritakan kepada si kecil bahwa itu adalah tahapan kehidupan dari kupu-kupu. Perlihatkan proses tumbuh kembang hewan lainnya seperti telur menetas menjadi ayam atau berudu menjadi katak. Bisa juga proses kehidupan tanaman atau bunga dari kuncup menjadi mekar dan dari bunga memjadi bakal buah.
  • Bermain aliran air. Saat Anda mengunjungi sawah, Anda akan menjumpai saluran irigasi sawah. Di sana Anda dapat mengajak si kecil bermain perahu-perahuan dengan helai daun kering. Jelaskan juga bahwa air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah seperti pada air terjun. Jika Anda dan si kecil pergi ke sungai atau ke pantai, Anda dapat menjelaskan bahwa sungai mengalirkan air dari dataran tinggi seperti pegunungan hingga ke tempat yang lebih rendah yaitu ke laut sedangkan pantai adalah tempat bertemunya daratan dan laut.
  • Buang sampah pada tempatnya. Ajak anak untuk selalu membuang sampah pada tempatnya. Saat di alam bebas biasanya tidak tersedia tempat sampah, caranya dengan menyediakan kantong khusus tempat sampah yang nantinya akan di buang ke tong sampah selesai berpetualang. Jelaskan akibat yang dapat terjadi di alam jika anak Anda membuang sampah sembarangan. Contohnya, saluran irigasi sawah dapat tersumbat lalu tidak dapat mengalirkan air ke sawah lagi sehingga tanaman padi mati dan petani tidak dapat memanen beras, keindahan alam tidak dapat dinikmati karena kotoran sampah dimana-mana, sungai tercemar sehingga ikan-ikan jadi mati sampai ancaman terjadinya banjir. Cara itu akan membuatnya belajar tentang kebersihan lingkungan.

Belalang yang berwarna indah di tanaman pakis

Panen pisang satu tandan!

Nikmatnya tiduran di atas panen kelapa

Bunga yang bermekaran berwarna-warni

Belajar manjat pohon supaya berani dan tidak takut ketinggian

berdiri di atas aliran air saluran irigasi sawah

​​

Istirahat dengan duduk di atas batang kayu

Bermain air di pantai berbatu dan merasakan deburan ombak di laut

Menyentuh tanaman padi sambil melangkah di atas pematang sawah

​Bagaimana? Asyik dan seru ya, menghabiskan waktu bersama si kecil di alam terbuka? Anak-anak juga pasti akan menambah perbendaharaan kata mereka mengenai istilah-istilah lingkungan hidup. Tuh, yang masih ragu-ragu berpetualang di alam bebas, ada bonus manfaatnya, nih… yaitu secara tidak langsung dapat menambah kecerdasan linguistik anak.

Yuk, tunggu apa lagi? Ayo bersiap-siap untuk segera memulai petualangan dengan si kecil!

♡Intan Rastini

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.