Review Menstrual Pad si Pembalut Kain

Sejak hamil Kalki, saya udah nyicil beli menstrual pad atau singkatnya menspad. Memang saat hamil belum bisa pakai untuk haid tapi masih bisa dipakai saat keputihan dan nifas lho…

Saya punya menspad dari satu merk aja yaitu GG (Gee Gallery). GG Punya 3 ukuran menspad yaitu:
♥ pantyliner 22x18cm
♡ day 22x28cm
♥ night 22x35cm
Saya punya panty 8, day 10, dan night cuma 1. Karena GG ini produk lokal harganya lebih murah dari produk impor. Dulu waktu beli harganya panty Rp18.000, day Rp29.000 dan night Rp36.000.

Bahan menspad ini terdiri dari:
♥ lapisan luar polyester/cotton PUL anti air namun tetap breathable
♡ lapisan permukaan dalam microfleece yang lembut bersifat tetap kering, antipiling dan non repellent (tidak menolak air atau meneruskan cairan)
♥ lapisan penyerap microfibre terry FBZ dan hantex untuk panty. Memiliki daya serap tinggi, hypoallergenic dan antibacterial.
Bahan PUL bagian luarnya ada yang warna polos (merah, pink pastel, ungu pastel, salem, biru, biru pastel, tosca, hijau, kuning) dan motif denim atau perca seperti koran.

image

Saya udah pakai kira-kira dua tahun. Kadang memang masih dibarengi pakai pembalut sekali pakai sih saat punya menspadnya masih sedikit.. juga saat lagi males repot nyuci menspadnya yaitu pas bepergian dan saat masih disibukkan punya newborn baby. Secara umum dalam satu periode haid saya bisa menggunakan menspad saja secara full tanpa beli pembalut sekali pakai lagi. Itu kira-kira butuh 6 menspad size day dengan pemakaian 2 menspad sehari dan periode haid 5 hari. Nyuci menspadnya pun 2 hari sekali. Saat terik bisa cepat keringnya.

Setelah pakai sebenernya mudah dicuci… cukup bilas darah diatas WC/closet, setelah luruh… tuangkan 1 sendok teh sabun cuci piring ke dalam 1 ember air. Kucek-kucek dengan lembut menspadnya lalu bilas 2-3x hingga air bilasan tidak berbusa atau menspad tidak berbau wangi sabun supaya residu sabun tidak menempel dan memblok lapisan penyerap. Lalu jemur di bawah terik matahari dengan bagian lapisan dalam menghadap atas. Nodanya gampang bersih, kok! Jadi ga perlu pemutih. Justru tidak dianjurkan menggunakan pemutih dan pelembut agar bahan awet.

Ini dia kesan-kesannya dalam menggunakan menspad…
Plus:
♣ nyaman digunakan saat beraktivitas dan berolahraga seperti lari dan bersepeda
♣ ramah lingkungan, nggak nyumbang limbah plastik yang susah diurai bertahun-tahun dan tidak menghabiskan pulp yang berasal dari kayu pohon
♣ yang paling saya sukai itu ga perlu pusing mesti buang pembalut kotor dimana soalnya kan ini bersifat pribadi banget
♣ bahan yang bersentuhan dengan kulit area intim lembut sehingga nggak pernah bikin kulit saya iritasi atau lecet
♣ cara pemakaiannya seperti memakai pembalut bersayap tapi ini dengan kancing di sayapnya dan  dikancingkan dibawah celana dalam sehingga nggak muda bergeser
♣ bisa dipakai semalaman karena daya tampung banyak… jarang bocor deh. Saya biasa ganti sehari 2x aja pas mandi meski lagi heavy flow. Pas malam lebih nyaman pakai menspad daripada pembalut sekali pakai yang sering bocor. Meski begtu kalo lagi banyak-banyaknya dan ga nyaman, bisa sering ganti menspad 3-4x sehari cukup
♣ bisa digunakan saat nifas yang size night. Untuk yang night saya punya cuma 1 dan pernah dipakai saat nifas saja. Soalnya saat haid bulanan pakai ukuran day aja udah cocok, daya tampungnya udah pas bagi saya
♣ mudah dicuci tidak meninggalkan noda yang signifikan. Menjemur di bawah sinar matahari bisa membantu memudarkan noda
♣ bisa tetap menemani saat tidak lagi haid, lho! Saya biasa pakai juga saat pergi karena ingin bagian intim tetap kering sehabis BAK di tempat umum. Jadi no worry ga ada tisu
♣ posisi menspad saat dipakai dapat diatur ulang berkali-kali tanpa takut nggak nempel lagi karena menggunakan kancing bukan lem
♣ bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama jika perawatannya baik

Minus:
♧ kadang saat males atau repot saya ga sempat nyuci. Tapi saya akali dengan bilas dulu darahnya sampai bersih trus taruh aja sementara di ember berisi air, setelah terkumpul 3 menspad baru saya cuci bersamaan dengan sabun. Biasanya sih langsung bilas lalu kucek saat mandi dengan sabun cuci piring yang sudah dilarutkan air
♧ agak ribet kalo perlu ganti di perjalanan atau tempat umum saat bepergian, kan ga enak bawa-bawa menspad yang kotor saat jalan-jalan
♧ saat perlu BAK dan tidak melepas celana dalam, ujung belakang menspad bisa jatuh menjuntai ke bawah karena tidak semua bagian menspad merekat ke celana dalam seperti pembalut sekali pakai yang menggunakan lem.. jadi bagian belakang yang jatuh bisa basah kecipratan air saat cebok. Hati-hati aja memperhatikan bagian belakang menspad

image

Nah, jika sedang tidak dipakai saya biasa lipat-lipat rapi menspad seperti amplop lalu saya masukkan dalam tas khusus menspad seperti di foto… atau tumpuk saja di dalam lemari pakaian dalam.

Soal hemat atau enggak itu relatif ya? Hehehe soalnya beli awal menspad itu lumayan mahal. Meskipun dulu saya belinya nyicil tapi diakumulasikan habis bisa Rp500.000 termasuk ongkir belanja online. Kedepannya memang butuh biaya sabun cuci meski hanya sedikit dan biaya air. Nah untuk jangka pendek mungkin ga berasa hematnya karena pemakaiannya butuh kira-kira 2 tahun baru kerasa save money dari beli pembalut sekali pakai. Bisa dihitung misal kita setiap bulan menghabiskan uang 30ribu untuk beli pembalut maka setahun kita habiskan 360ribu, dalam 1,5 tahun 540ribu (udah balik modal deh saya). Kalau mau nyisihkan 30ribu setiap bulan, dalam setahun terkumpul 360ribu itu udah cukup untuk beli menspad, kok. So, untuk jadi ramah lingkungan memang tetap cost money, ya.. butuh modal yang lumayan dan dibayar dimuka hehehe…

Secara garis besar penggunaan menspad ini memuaskan 🙂
Saya senang bisa ikut mengurangi  sampah juga berpartisipasi dalam pengurangan deforestation.

Ada lagi nih “Mooncup” tapi belum bisa review karena belum punya produknya… katanya sih enak dipakai dan kayak ga berasa lagi haid karena cara kerjanya adalah cup silikon lunak yang menampung darah di dalam liang organ intim. Hmmm… pengen deh dapet sponsor buat ngereview produk-produk keren dan mutakhir seperti Mooncup.

♡ Intan Rastini

Advertisements

8 thoughts on “Review Menstrual Pad si Pembalut Kain

  1. yg bagian akhir setuju banget, sering basah bagian ujungnya kalau pas BAK secara jongkok. Tapi sih ya, jadi jarang gatal-gatal lagi sejak pake mamacloth ini. Saya malah bikin sendiri mak 😉 bisa sesuai kebutuhan kita kalau buat sendiri

    • Hebat euy mak Rani bikin sendiri… iya enak dong jadi desainnya sesuai keinginan. Bisa dipasarkan tuh mak mamaclothnya. Soalnya akhir-akhir ini lihat berita kok pembalut sekali pakai di pasaran banyak yang tidak aman lagi karena mengandung zat kimia berbahaya bagi kesehatan wanita.

    • Iya mak sebenernya pembalut kain adalag produk lama dari jaman nenek kita ya… sekarang dipasarkan lagi untuk melawan pembalut sekali pakai yang udah ga sehat bagi organ kewanitaan

Thank you for reading my post, hope you enjoy it. Please... don't type an active link in the comment, because it will be marked as a spam automatically. I'd love to visit your blog if you fill the "website" form :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s