Membuat Acar Jerman “Sauerkraut” dari Kubis

Suami saya suka banget dengan acar. Biasanya yang saya buat cuma acar mentimun dan wortel dikasi bawang merah pakai cuka dan gula. Kali ini ada acar baru yang enak juga dan bagus untuk saluran pencernaan karena mengandung probiotik dari tanaman. Tanaman apa yang dipakai? Yaitu, kubis! Acar ini saya ketahui dari adik saya, Ryandi. Sekarang dia udah gemar makan makanan sehat dan yang plant-based karena dia udah vegan. Saya jadi ketularan dan akhirnya nyobain sauerkraut bikinan dia dan mama dari kubis merah. Rasanya asyeeeewwmmm bangeetss! Kayaknya karena proses fermentasinya berjalan terus jadi asemnya ga ketulungan apalagi buatnya di Surabaya yang panas.

Sauerkraut kubis merah buatan Ryandi dan mama dari Surabaya

Di rumah, saya coba sendiri bikin sauerkraut pakai kubis putih atau hijau. Saya fermentasi dalam waktu 3 hari aja langsung panen supaya asemnya bisa ditoleransi lidah dan perut. Tapi adik saya bilang kalau baru 3 hari koloni probiotiknya kurang banyak itu. Nggak apa-apa deh dari pada perutku perih. Kenapa ada probiotik? Karena kubis secara alami mengandung asam laktat yang disukai bakteri baik tersebut. Yuk cuss buat… Ryandi bilang “gut is our second brain, so take a good care of your gut!”

Kita coba dengan membuat sedikit dulu, next time saya mau coba bikin dengan 1 kg kubis 😙

Bahan:

1. 250gr kubis putih

2. 1/4 sendok makan garam Himalaya atau pink salt

Alat:

1. Talenan bersih

2. Pisau

3. Mangkok besar buat mencampur

4. Toples kaca ukuran 500ml yang bermulut lebar

5. Kain bersih

6. Karet atau pita buat mengikat kain yang menutup toples

**

Sebelum membuat: Pastikan semua peralatan yang akan digunakan bersih, ya.. dicuci dengan sabun lalu dibilas hingga tidak ada sisa sabunnya. Keringkan hingga tidak lembab. Termasuk tangan, karena akan menggunakan tangan untu meremas kubis.

Cara Membuat:

1. Cuci kubis dengan air matang, lalu tiriskan

2. Buang bagian kubis yang layu atau jelek

3. Iris-iris tipis helai kubis seperti pita, buang bagian tengahnya yang keras

4. Masukkan irisan kubis ke dalam mangkok besar dan taburi garam Himalaya

5. Remas-remas kubis yang sudah ditaburi garam sampai layu dan keluar sari airnya. Saya meremas kira-kira 7 menit.

6. Mulai masukkan irisan kubis yang sudah diremas ke dalam toples dan tuang juga ke toples sari air kubis yang keluar hasil peremasan tadi di mangkok

7. Tekan-tekan kubis di dalam toples agar semua bagian kubis terendam air garam, jangan sampai ada bagian kubis yang tidak terendam air garam, ya!

8. Tutup toples dengan kain dan ikat dengan karet atau pita dengan kencang, letakkan di tempat gelap yang terhindar dari sinar matahari dan biarkan hingga besok untuk memulai proses fermentasi

9. Setelah 24 jam cek lagi apakah semua bagian kubis terendam air garam, jika air garam dirasa kurang merendam seluruh kubis yang ada, bisa tambahkan larutan garam 1/2 sendok teh dengan air 250 ml. Cek tiap hari apakah ada bagian kubis yang tidak terendam, jika ada, tekan-tekan dengan sendok bersih

10. Setelah 3 hari, cicipi apakah rasa sauerkraut sudah sesuai selera. Jika asamnya masih kurang bisa difermentasikan hingga beberapa hari sampai derajat asamnya pas

11. Tidak ada patokan khusus sampai berapa hari sauerkraut yang asamnya pas bisa dipanen, tergantung suhu udara tempat tinggal. Semakin dingin, semakin lambat proses fermentasi berlangsung. Jika dirasa udah pas untuk dipanen, silakan lepas tutup kain dan tutup dengan tutup toples yang sesuai lalu letakkan ke dalam lemari es

12. Sauerkraut bisa dinikmati sebagai tambahan saat makan mie goreng, nasi goreng, mie ayam, dan lainnya sesuai selera!

Rasanya gimana? Asem-asem segeeeer gitu. Ada gurih dari garam ada sedikit manis dari hasil fermentasi kubisnya sendiri. Teksturnya ada renyahnya ada lembutnya. Hihihihi campur aduk, ya rasanya? Cobain sendiri, deh! Pokoknya appetizing banget, menggugah selera makan.

Mudah ya bikinnya? Jangan lupa sauerkraut memgandung bakteri baik untuk saluran pencernaan tapi bakteri baiknya datang dari tanaman bukan susu sapi atau dairy products. 😉😚

Saya tinggal di tenpat yang relatif dingin di daerah perbukitan, maka setelah 3 hari rasa asam sauerkrautnya saya rasa pas langsung aja saya panen. Rasa asamnya bisa berbeda setiap hari apalagi kalau di tempat panas seperti di daerah pesisir yang membuat proses fermentasi berjalan cepat.

Ada tips supaya seluruh bagian kubis terendam air garam semua yaitu dengan memasukkan toples yang lebih kecil berisi batu ke dalam toples berisu sauerkraut agar ada pemberat yang menjaga kubis tetap terendam. Seperti ini, diambil dari thekitchn.com.

Emang kalau ga terendam semua kenapa? Bisa muncul bakteri yang tak baik atau jamur! Air garam bisa mengawetkan dan menjamin proses fermentasi berjalan aman. Saya pernah mendapati noda putih jamur di kubis yang tidak terendam, tapi saya cicipi sih nggak sampai sakit perut (jangan ditiru ya…. Hehehe). Mending dibuang saja bagian yang berjamur, sisanya, kubis yang masih terendam air garam masih aman, kok!

Suami saya suka dong dengan sauerkraut bikinan istrinya, apalagi ini baru baginya. Saya suka juga! Waktu makan mie kuah pakai sauerkraut berasa kayak makan mie ayam pakai acar! Karena asem-asemnya itu menyegarkan, nggak tau kok kombinasinya bikin terasa seperti mie ayam di dagang-dagang pinggir jalan gitu, lho? Nggak percaya, cobain aja!

Selamat mencoba, ya!

💚 Intan Rastini

Advertisements

16 thoughts on “Membuat Acar Jerman “Sauerkraut” dari Kubis

    • Makasih mbak… Saya juga pengennya beli, tapi katanya kalo udah disegel atau dikalengkan banyak bakterinya yang mati, jadi mending bikin sendiri aja karena bakteri baiknya masih hidup dan kita bisa mendapat manfaat darinya 🤗

  1. Suami saya kurang suka acar. Apalagi yang pakai cuka gitu.
    Tapi saya mau cobain ahh bikin acar yang ini, Kayaknya seger ya mbak Intan. Sehat pula..

    Sayurnya apakah harus pakai kubis Mbak?
    Atau bisa ganti dengan sayuran lain?

    • Sayurnya harus kubis mbak karena kubis yang mengandung asam laktat yang disukai bakteri baik. Adik saya bikinnya sih kubis dicampur kembang kol. Tapi tetap komposisi utama yang dominan adalah kubis. Kembang kolnya hanya sekelumit aja, hihihi. Selamat mencoba ya..

    • Harus rajin di cek juga supaya seluruh kubis terendam dalam brine. Kalau ada yang ga terendam bisa timbul jamur tuh… Tapi cukup buang aja bagian yang berjamur. Kubis yang terendam brine tetap aman kok. Saya udah pengalaman dua kali ada jamurnya begitu, tetap saya makan bagian yang terendam. 😳😙

Thank you for reading my post, hope you enjoy it. Please... don't type an active link in the comment, because it will be marked as a spam automatically. I'd love to visit your blog if you fill the "website" form :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s