How to Make a Cartoon Wayang

Hello, weekend is coming and we will have more spare time with the kids. Here is one of my idea to make a creative activity with Kalki and Kavin. My sons need figures to play instead of dolls, so I tried to make them cartoon wayangs with their own characters, Kalki and Kavin. With wayang Kalki learns about storytelling and confidence 🙂

Let’s go, I’ll show you how to make some…

Tools and Materials

24112017(009)

  1. Piece of carton
  2. Palm sticks
  3. Tape
  4. Pencil
  5. Coloring Pencils
  6. Scissors
  7. Needle
  8. Thread
20171124_090338

I use the carton from my toddlers’ milk boxes to recycle them too

How to make

  1. Draw a character on a piece of carton. What I drew was my sons, Kalki and Kavin figures. You can draw your children figures or any animation characters.
  2. Color the character or let your children do the coloring.
  3. Cut out the character and then also cut off the joints: the arms, elbows and knees.
  4. Join each arm to the shouldres and join the elbows together as well as the knees by sewing them with the thread and needle. I just need to make two holes to sew the joints.
  5. Attach the palm stick to the character’s center body on the backside of the carton. Use the tape to stick it.
  6. Attach a palm stick to each hands and fix it with the tape.
  7. A cartoon wayang made on carton is done! Ready to play…!
13122017(002)

The backside of the carton, I use transparent tape to attach the palm sticks

 

Just after I have finished making the Kalki and Kavin cartoon wayang, Kalki asked me for Oma and Opa cartoon wayang. And then Maybe he would ask for more characters…

So I made him two cars cartoon wayang instead. Because they are easier, I didn’t need to sew the carton. I just draw, color, cut out and then attach the stick and it’s done.

 

Kalki played the cartoon wayang in the dark with a white screen and a shooting lamp behind the screen. So there were the shadows of the wayang on the screen. He made up a story while playing the characters. But you don’t need to play with the screen and lamp. You can make a scenery background instead.

 

Happy playing cartoon wayang 🙂

Intan Rastini.

Advertisements

Quick updating Kalki in November

Hari ini hujan di siang hari, sore dan malam…

Kalki pergi ke posyandu pagi ini dan nimbang berat badannya: 9,7kg; panjang badan: 70 cm

Pulang dari posyandu, Kalki mama taruh di kasur yang udah mama siapin mainan gantungan di atasnya. Baru bisa eksekusi hari ini padahal udah kepikiran sebelumnya untuk gantung boneka dan kerincingan di tiang yang termasuk dari set tempat tidur bayi Baby Scot’s hadiah dari Ratih. Take a look at Kalki…

pertama kali lihat hanging toys dia antusias sampai berguling-guling dengan pandangan tetap ke arah mainan :D

pertama kali lihat hanging toys dia antusias sampai berguling-guling dengan pandangan tetap ke arah mainan 😀

dari terlentang, tengkurep sampai ngedomprok terlentang lagi hihihihi

dari terlentang, tengkurep sampai ngedomprok terlentang lagi hihihihi

Kalki pun jadi sibuk sendiri seperti mau menggapai hadiah di lomba panjat pinang wkwkwkwkwk… dan bagusnya dia pun jadi terkonsentrasi ke titik dekat hanging toy-nya, meminimalisir berguling-guling ke tepian kasur deh! Tapi tetep pinggiran kasur mama ganjal tumpukan selimut, bantal, guling lalu diganjal dengan sandarannya kursi, istilahnya papa adalah: “barikade”.

Mama seneng bisa memanfaatkan barang yang semula nganggur atau bekas jadi berguna lagi dengan sedikit inovasi dan kreasi baru. Papa bilang ide mama hebaaaaat ^^ Makasih papa…

Trus Mama latihan bikin MPASI lagi deh dari kacang hijau 🙂 tenaaang, kali ini berhasil kok!

DIY Alas Ganti Popok (seperti) Mothercare

Awalnya aku lihat alas ganti popok Mothercare di majalah Ayahbunda edisi ultah ke-36. Majalah itu bagi-bagi hadiah buat ayah, bunda dan si kecil. Salah satu hadiahnya yang menarik buat baby adalah alas ganti popok Mothercare yang harganya 229rebu.. mahal amat! Emang bagus sih, ada bantalan pembatas di kanan, kiri dan bagian atas dari alas persegi panjang tersebut. Tapi aku nggak tau itu kainnya waterproof atau enggak. Aku sih pengennya yang waterproof. Lagian kalo Kalki ntar diajak jalan-jalan ke public places kan aku bakalan butuh alas ganti popok yang waterproof (biar bersihinnya tinggal lap aja pake tisu basah) dan empuk (jadi kalo ga ada tempat empuk buat ganti popok Kalki seperti di atas kasur, bisa di atas semacam meja aja tapi di alasin alas ganti popok ini). Syukur-syukur kalo ada nursing room beserta tatakan khusus ganti popok bayi, tapi di tempat umum ga semua nyediain fasilitas ini kan, trus mau gimana? Terisnpirasi dari situ makanya aku bikin aja memanfaatkan resource yang ada, lebih hemat, dan bisa sesuai selera pula! Do it yourself!

Bahan-bahan:

  1. Perlak meteran, aku udah punya dulu udah lama banget karena aku pakai buat latihan yoga, setelah beli sticky mat khusus yoga perlaknya nggak kepake deeh
  2. selimut bayi, ada selimut bayi yang udah buluk bisa dipake
  3. peralatan jahit:meteran, benang, jarum, gunting

    ukur perlak sesuai panjang bayi ya, biar ga kekecilan dan ga kebesaran buat dibawa traveling alias jadi alas ganti popok portable hihihihi

    ukur perlak sesuai panjang bayi ya, biar ga kekecilan dan ga kebesaran buat dibawa traveling alias jadi alas ganti popok portable hihihihi

Step-by-step uuh baby…

  • Step 1: Gunting perlak meteran sesuai kebutuhan, gunting dua persegi panjang yang sama.2 perlak ini udah aku gunting sejak Kalki baru-baru lahir saat kekurangan perlak, makanya salah satu lebih panjang dan aku biarin aja
  • 2 perlak ini udah aku gunting sejak Kalki baru-baru lahir saat kekurangan perlak, makanya salah satu lebih panjang dan aku biarin aja
  • Step 2: Jahit 3 sisi pinggiran 2 perlak tadi menjadi satu, dengan bagian yang untuk atas sebagai bagian luar semua. Perlakku kan warna biru untuk atas, dan bagian bawah warna abu-abu, jadi pas dijahit jadi satu bagian yang warna abu-abu disisi bagian dalam. Jahitnya bisa pakai model jahitan apa aja, garis-garis, zig-zag dll yang penting dijahit seperti jahit sarung bantal. Sisakan 1 sisi tidak terjahit dulu ya… buat diisi selimut bayinya!
  • Step 3: Ukur selimut bayi yang akan dimasukkan di antara 2 perlak yang udah dijahit tadi. Kalo selimut bayinya kebesaran bisa digunting mengikuti ukuran perlak, bisa juga seperti caraku: aku lipat pinggir-pinggirnya,
    ngepasin selimut dengan dilipat-lipat

    ngepasin selimut dengan dilipat-lipat

    untuk bagian atas aku buat lebih tinggi dengan dilipat dan diberi tambahan kain, bagian pinggir kanan-kiri aku lipat buat pembatas, sedangkan bagian bawahnya nggak aku lipat karena pertimbanganku, kalo ada basah-basah di alas ini air akan ngalir ke arah kaki nggak sampai ke badan apalagi kepala 😉 pinter-pinter memodif aja sesuai kreativitas kita.

  • Step 4: Kalo ukurannya udah dirasa pas untuk dimasukkan, masukkanlah selimut bayi tersebut buat isi alas ganti popok supaya empuk, kalo belum pas ukurannya diadjust lagi ya… setelah pas, jahit bagian tengah alas ganti popok supaya selimut di dalamnya tidak bergeser-geser, boleh dijahit vertikal, horizontal atau diagonal, terserah yaa… kembangkan kreativitas sendiri. Lalu baru jahit sisi yang terbuka.
  • Jadi deeeh! Kalo mau di-finishing, boleh digunting yang rata sisi tepian perlaknya supaya lebih rapi 🙂
    empuk, waterproof, portable :D

    empuk, waterproof, portable, made with love 😀

    test drive, baby... kurang gedheee!!! wkwkwkwkwk

    test drive, baby… kurang gedheee!!! wkwkwkwkwk