Ganti Kacamata Baru dengan BPJS Kesehatan

Posting lalu kan sudah saya tulis mengenai pengalaman odontectomy atau operasi cabut gigi bungsu menggunakan BPJS Kesehatan, kali ini saya mau cerita tentang prosedur pelayanan untuk mendapatkan kacamata bagi peserta BPJS Kesehatan sesuai pengalaman saya.

 

By the way, mata saya emang udah ketahuan minus sejak mau masuk SMP, jadi saya udah cek kesehatan berkala dan menggunakan kacamata dari dulu. Tapi setelah saya menikah, saya nggak pernah cek kesehatan mata lagi, kacamata yang saya pakai pun masih dengan ukuran lensa waktu terakhir periksa di masa kuliah. Akhirnya saya memutuskan untuk periksa mata saat sudah punya BPJS Kesehatan. Sebenernya banyak optik yang menawarkan periksa mata gratis, tapi kan saya juga perlu ganti lensa kalau ukurannya berubah.

 

Kok, kebetulan gagang kacamata lama saya sempat patah, trus udah dilem jadinya longgar, nggak megang gitu. Kan nggak nyaman banget dipakai. Eh trus, Jon, anak Bu Yuli pengelola yayasan tempat saya bekerja, nawarin frame kacamata biru punya volunteer yang ketinggalan. Awalnya saya nolak karena udah punya kacamata, tapi segera berubah pikiran karena langsung inget kalau gagang kacamata lama saya udah longgar. Karena butuh frame kacamata baru, akhirnya saya ambil, deh.

20171219_110732

Kacamata saya yang lama framenya berwarna hitam dan gagangnya berwarna cokelat, kalau kepala nunduk suka hampir jatuh gitu karena gagangya udah longgar abis patah engselnya

Tanggal 20 Oktober 2017 lalu saya ke puskesmas Suraberata bilang mau periksa mata karena mata saya minus dan udah lama nggak cek mata lagi. Lalu diberi surat rujukan untuk periksa ke dokter spesialis mata di BRSU Tabanan. Setelah itu saya pun mencoba ambil antrean online di web BRSU Tabanan yang sudah mulai diberlakukan sejak Agustus 2017. Ambil antrean online ini berlaku untuk kunjungan ke BRSU Tabanan 2 hari kemudian. Saya langsung dapat nomor antrean 1 untuk ke poli mata.

 

Saat ke BRSU Tabanan, saya langsung mengkonfirmasi antrean online saya di loket pendaftaran beserta menunjukkan surat rujukan dan kartu BPJS Kesehatan. Nggak lama kemudian langsung disuruh ke poli mata. Di poli mata saya perlu menunggu sampai dokter spesialis mata datang. Saat diperiksa ternyata kedua mata saya minus 1,75 dan mata kanan saya silinder 0,25.

 

Saya juga sempat mengeluhkan mata kanan saya yang sering sakit jika tiba-tiba dibuka saat terbangun tengah malam atau terlalu pagi. Kata dokter, sih, sebabnya karena mata saya lelah, maka saya diresepkan obat tetes mata dan resep untuk ukuran lensa mata kacamata yang baru. Saya pun masih perlu melengkapi resep kacamata dengan legalisir dan SEP (Surat Elegibilitas Peserta) dari BPJS center yang ada di area BRSU Tabanan.

 

Di kantor BPJS Center, saya diberi daftar alamat optik di Tabanan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Nilai pertangungan pembelian kacamata baru yang saya dapat adalah Rp 150.000 karena saya peserta BPJS Kesehatan kelas III. Dan sebagai info tambahan, pembelian kacamata baru yang ditanggung adalah untuk lensa spheris minimal 0,5 Dioptri dan untuk lensa silindris minimal 0,25 Dioptri. Kacamata dapat diberikan paling cepat dua tahun sekali sesuai dengan indikasi medis. Oh ya, untuk nilai pertanggunagan kelas II Rp 200.000 dan kelas I Rp 300.000.

 

Setelah pegang resep dokter spesialis mata yang dilegalisir dan SEP, saya tinggal pilih mau beli kacamata di optik mana. Saya sempat tanya-tanya ke tiga optik yang berbeda di Tabanan yang masih bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Saya cuma tanya harga lensa plastik untuk minus 1,75 dan silinder 0,25 karena saya udah punya frame kacamatanya.

 

  1. Optik Arie cabang Bajera Jl Rajawali No. 9, harga lensa plastik yang ditawarkan Rp350.000.
  2. Optik Internasional di dekat pasar senggol Tabanan Jl. Gajah Mada No. 13, harga lensa plastik biasa Rp350.000. yang ada anti UV Rp 500.000an.
  3. Optik Erlangga di Jl. Pahlawan No. 25 Tabanan, harga lensa plastik Rp250.000, lensa plastik biasa Rp200.000

 

Saya dapat best price di optik Erlangga dan saya ambil lensa plastik dengan harga Rp 200.000, maka saya perlu nambah bayar Rp50.000 secara cash. Dan setelah sempat ngobrol sama tante saya yang juga punya kacamata baru, ternyata Optik Erlangga emang terkenal lebih murah karena beliau beli kacamata barunya disana, periksa mata pun gratis.

Selain Optik yang tersebut di atas yang telah saya kunjungi ada pula optik lainnya yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di Tabanan, yaitu:

  1. Optik Indra di Jl. A. Yani No. 50 Kediri
  2. Optik Arie cabang Tabanan di Apotek Restu Farma

Di Optik Erlangga saya serahkan resep ukuran lensa dari dokter spesialis mata, SEP, fotokopi kartu BPJS Kesehatan dan tidak lupa frame kacamata yang saya bawa untuk dibuatkan lensa dengan ukuran baru dan dipasangkan ke frame kacamata saya. Katanya sih, seminggu selesai dan akan dihubungu ke nomor HP saya. Tapi ternyata baru 2 hari saja saya sudah terima sms yang memberitahukan bahwa kacamata saya sudah selesai.

 

Untuk ambil kacamata saya perlu menunjukkan nota pembayaran saja. Udah deh… saya jadi punya kacamata baru! Next kalau mau periksa mata lagi bisa Oktober 2019. 🙂

 

Ini dia kacamata baru saya, warnanya biru bening dengan gambar sulur-sulur tanaman di gagangnya tapi nggak terlalu kelihatan di foto ini. Matching kan dengan kebaya dan tasnya? 😀

Bagus nggak menurut kalian? Saya sebenernya kurang suka dan kurang PD dengan frame kacamata warna-warni, maunya sih yang warnanya tidak terlalu mencolok seperti hitam, tapi namanya juga frame kacamata dikasi, ya kan? Ternyata framenya cukup kuat dan megang, kok. Worth it.

Intan Rastini.

Advertisements

Pengalaman Daftar JKN-KIS di BPJS Kesehatan Tabanan

Di Bali, Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) yang diregulasi oleh Gubernur Mangku Pastika sudah tidak berlaku lagi dan mulai diintegrasikan secara nasional ke Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS Kesehatan.

Dulu kalau kami ke Pustu atau ke Puskesmas cukup tunjukkan fotocopy KTP atau fotocopy KK bagi anak-anak lalu bisa berobat tanpa bayar. Tapi awal Januari 2017 ini saya pulang dari Surabaya dan berobat ke Puskesmas karena sakit gigi, ternyata jika tidak memiliki KIS (Kartu Indonesia Sehat) bayar biaya pemeriksaan dan pengobatan sesuai dari tindakan pemeriksaan yang dilakukan dokter.

Akhirnya tanggal 16 Januari lalu kami berangkat sekeluarga ke kantor BPJS di Tabanan di Jl. Pahlawan No. 1 yang persis bersebelahan dengan kantor JNE. Tepatnya di seberang Kantor Pos Tabanan. Sebelumnya udah cari tau dulu dong, apa-apa yang perlu dipersiapkan buat daftar ke BPJS Kesehatan:

  1. Fotocopy KK
  2. Fotocopy KTP setiap anggota keluarga yang akan didaftarkan
  3. Pas foto berwarna 3 x 4 setiap anggota keluarga yang didaftarkan kecuali anak-anak di bawah 5 tahun
  4. Fotocopy halaman depan buku tabungan calon pendaftar (ini bagi yang ingin mendaftar layanan kelas I dan II)

Karena kami mau mendaftar layanan kelas III jadi ga perlu bawa poin no. 4.

Sesampainya di kantor BPJS pukul 9 pagi ternyaya cukup ramai, padahal baru buka. Ternyata ramai karena banyak orang minta nomor antrean ke satpam. Saya sendiri sampai kehabisan nomor antrean. Untung ada orang yang pulang karena tidak jadi ngurus BPJS dan nomor antreannya boleh saya minta. Maka saya dapat nomor… 59.
Selagi menunggu antrean, saya mengisi form pendaftaran. Berupa data-data diri calon peserta JKN dan menentukan fasilitas kesehatan pertama. Nah, disini saya bingung pilihnya karena faskes terdekat dari rumah adalah Puskesmas Bajera tetapi area pelayanan kesehatan kami masuk ke Puskesmas Surabrata yang aksesnya lebih jauh dari Bajera. Bisa juga pilih praktek dokter swasta tapi kan tidak selengkap fasilitas puskesmas yang langsung jadi satu ada poli umum, poli gigi, UGD dan laboratorium. Akhirnya saya pilih Puskesmas Surabrata.

Setelah sempat ngobrol dengan bidan di Pustu saat kontrol KB, jika saya pilih Puskesmas Surabrata maka bisa periksa di Pustu juga dengan KIS. Tapi kalau pilih Puskesmas Bajera sebagai faskes I JKN maka saya sekeluarga perlu bayar jika periksa di Pustu nantinya. Maka pilihan faskes yang agak meresahkan ini saya pikir sudah tepat.

Lalu untuk pilihan kelas layanan rawat inap saya pilih kelas III dan iurannya Rp 25.500 /orang. Untuk satu keluarga yang didaftarkan kelasnya harus sama semua. Anggota keluarga saya yang berjumlah 4 orang kena total iuran Rp 102.000 perbulannya. Nah, setelah selesai mengisi form, tanda tangan dan tempelkan foto-foto pendaftar di kertas formulirnya dan gabungkan dengan fotocopy KTP, fotocopy KK, dll.

Saat nomor antrean saya dipanggil itu sudah sekitar jam 3 sore dan saya serahkan berkas pendaftaran kepada petugas BPJS Kesehatan. Sempat ditanya apa tujuannya untuk mendaftar baru lalu konfirmasi faskes yang dipilih. Nggak lama kemudian akan diberi cetakan kertas nomor Virtual Account (VA) untuk membayar iuran pertama paling cepat 2 minggu lagi dan paling lambat 30 hari. Setelah bayar bisa bawa bukti pembayaran ke kantor untuk dicetakkan kartunya. Untuk cetak kartu tidak perlu antre lagi langsung masuk saja ke dalam kantor dan bilang ke petugas.

Saat mendaftar tanggal 16 maka tanggal 30 Januari kemarin saya sudah bisa bayar iuran BPJS pertama. Tapi saya bayarkan tanggal 1 Februari di ATM BRI. Caranya cukup mudah:

  1. Masukkan kartu ATM
  2. Pilih Bahasa
  3. Masukkan PIN
  4. Pilih menu “Pembayaran”
  5. Cari menu “BPJS kesehatan”, jika belum ketemu tekan pilihan “Lainnya” hingga ke halaman selanjutnya, tekan “Lainnya” lagi jika belum ada
  6. Tekan menu “BPJS Kesehatan”
  7. Masukkan no. VA 888880xxxxxx
  8. Maka akan muncul nama peserta dan jumlah tagihan yang sudah terakumulasi untuk satu keluarga, jika sudah benar tekan “Ya”
  9. Jika tidak ada transaksi lagi, ambil kartu ATM dan bukti pembayaran

Kalau kurang jelas, tips saya pilih ATM di dekat lokasi bank sehingga bisa tanya ke satpam.

Abis dari ATM cusss bablas ke kantor BPJS Kesehatan di Tabanan. Saya langsung sodorkan ke petugas berkas pendaftaran dan bukti pembayaran iuran pertama bahwa mau cetak kartu. Kira-kira 10 menit kemudian nama kepala keluarga saya dipanggil lalu saya sudah pegang 4 kartu BPJS Kesehatan. Sebelumnya disuruh cek dulu data yang tercetak di kartu apakah sudah benar semua. Setiap kartu berisi nomor kartu, nama, alamat, tanggal lahir, NIK dan faskes tingkat I yang dipilih. Yap, udah bener semua langsung pulang, deh.


Nah sekarang udah pada punya KIS bisa periksa ke Puskesmas Surabrata dan Pustu Angkah.
Untuk catatan aja, waktu periksa gigi yang lalu di Puskesmas Surabrata bayar Rp 15.000 dan mau cabut akar gigi yang kemungkinan masih tertinggal bayar Rp 65.000. Selain itu saya cek golongan darahnya Kavin bayar Rp 10.000.

Sempat juga bikin surat keterangan sehat dari dokter di Puskesmas Bajera untuk pembuatan SIM C bayar Rp 21.000. Tapi saya belum tau juga sih, bisa nggak pakai KIS untuk buat surat keterangan dokter.

Selebihnya pelayanan di kantor BPJS Kesehatan Tabanan mulai dari satpam, petugas di luar kantor dan yang di dalam kantor ramah-ramah. ANTREAN DIBATASI setiap harinya sampai 70 atau 100 nomor saja. Jadi penting untuk ambil nomor antrean saat kantor buka pukul 9 pagi. Kalau mau cepet dan nggak antre, daftar online saja dulu lalu dapat VA dan bayar iuran pertama pada tanggal yang ditentukan, jadi ke kantor untuk cetak kartu saja.

Sayang banget BPJS Kesehatan ini tidak memfasilitasi peserta untuk dapat periksa ke fasilitas kesehatan dimana saja yang sudah terdaftar oleh BPJS Kesehatan. Karena harus periksa ke faskes pertama yang sudah dipilih dan ditentukan itulah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan jadi kurang fleksibel dan membatasi akses peserta jika bepergian.

Semoga kedepannya pelayanan BPJS Kesehatan semakin maju lagi dengan memberikan keleluasaan bagi pesertanya supaya dapat berobat di fasilitas kesehatan dimana saja.

Alamat web BPJS Kesehatan: 

https://www.bpjs-kesehatan.go.id/

Twitter: @BPJSKesehatanRI

IG: @bpjskesehatan_ri
♡ Intan Rastini