Update Kalki & Kavin Bulan Maret ’16

Bulan Maret bertepatan dengan hari raya Nyepi Tahun Baru Saka bagi umat Hindu.. maka dari itu saya sempat berpartisipasi dalam lomba blog #BloggerPeduliMasaDepan yang diadakan oleh salah satu teman blogger, Mak Rinda Gusvita. Ulasannya bisa dibaca disini.

Tulisan saya mengambil tema no. 27 yaitu Hemat Listrik 🙂 dan ditayangkan juga pada tanggal 27 Maret. Kok ya pas banget bulan Maret ada Earth Hour, mematikan lampu selama 1 jam secara serentak setiap hari Sabtu di minggu ke-3 bulan Maret dan hari raya Nyepi yang tidak menyalakan lampu atau peralatan listrik untuk bersuka ria selama 1 hari. Itu sebagian kecil dari perayaan Tahun Baru Saka ya.. Karena kalau dijelaskan lebih panjang ada dalam catur brata penyepian.

Nah, kalau sempat bisa mampir untuk baca tulisan saya di blog Mak Rinda Gusvita, dan ada tulisan peserta lain juga dengan tema berbeda yang bisa dibaca 🙂 silakan…

Saya dulu juga sempat menulis perayaan Nyepi pertama Kalki tahun 2014. Kini adalah perayaan Nyepi pertama bagi adik Kavin.

Kavin yang udah mulai belajar berdiri sambil berpegangan dan sudah suka merangkak keluar setiap melihat pintu terbuka 😀
Eh, adikjuga udah bisa buka pintu sendiri lho! Juga sudah bisa naik kasur yang tinggi dengan cara ambil dingklik plastik buat pijakan manjat kasur yang mana merupakan inisiatif akalnya Kavin sendiri 😀

image

Karena ada rangkaian perayaan Nyepi dengan diawali tawur agung kesanga dengan melasti, mecaru, ngerupuk lalu setelah Nyepi pun juga ada Ngembak Geni… Posyandu di desa saya yang rutin setiap bulan tanggal 11 mundur jadi tanggal 17 Maret dan PIN (Pekan Imunisasi Nasional) di Bali pun mundur jadi tanggal 15-22 Maret 2016.

Ini Pekan Imunisasi Nasional pertama yang diikuti oleh Kakak Kalki (34 bulan) dan Adik Kavin (11 bulan). Meskipun imunisasi dasar Kalki dan Kavin udah hampir lengkap ya yang wajib dan disubsidi oleh pemerintah, kami tetap datang ke pos PIN yang berada di bale banjar Angkah Pondok waktu itu 🙂 daaaan tentu saja gratis. Hanya membawa buku KIA yang berisi catatan tabel imunisasi anak. Jika sudah mendapatkan vaksin polio (tetes oral) di Pos PIN, nanti kolom imunisasi tambahan akan diisi oleh petugas kesehatan dan anak kita yang sudah ditetesi vaksin diberi tanda tinta pada jari kelingkingnya. Sama seperti habis nyoblos gitu, hehehe…

image

Kalki dan Kavin setelah imunisasi syukur ya tidak ada demam. Dan untungnya kakak Kalki dan adik Kavin saat vaksin dalam keadaan sehat, sudah sembuh dari batuk pilek sebelumnya saat sempat main ke Dalung lihat adik Khanza dan datang ke ulang tahun Abang Iqbal di Denpasar hingga pulangnya malam hari naik motor. Saat Posyandu pun timbangan mereka turun, deh..
Anyway, ini nih, foto adik Khanza yang udah berusia 5 bulan kemarin ♥,♥

image

POSYANDU KENANGA 17 MARET 2016

image

KAKAK KALKI
BB: 14kg (tetap)
TB: 95cm
LK: 50,5cm

ADIK KAVIN
BB: 9,1kg (turun 2 ons)
TB: 73cm
LK: 47,5cm

Pas Posyandu masih sehat-sehat aja tuh dua bocah, tapi setelah posyandu kakak Kalki ke Denpasar lagi nih nganterin nini berobat dan mampir nengok kakak Kinara dan Rania. Ya tentu kakak Kalki maunya naik motor sama papa dan duduknya di depan saat nini sudah naik bis. Pulang dari Denpasar agak petang. Setelah itu Kakak Kalki mulai batuk lagi. Eh… adiknya pun ketularan.. duh! Sampai sekarang nih dua bocah masih batuk pilek meski udah mendingan karena udah periksa ke Pustu dan minum obat. Tapi yaaa… mama dan papa kan kepikiran, soalnya si adik kalo udah batuk, ASI yang udah diminum dimuntahin. Dan kalo tengah malam mama begadang jagain supaya nggak demam dan mengupayakan menyusuinya tidak berbaring sejajar agar adik tidak mudah memuntahkan kembali ASI mama.

image

Oh ya, saat Posyandu juga kebetulan bersamaan dengan Puskemas Keliling. Saya yang awalnya mau pulang setelah selesai timbang berat badan anak-anak, makan kacang ijo dan nabung di tabungan balita.. dianjurkan periksa tensi dulu oleh ibu ketua PKK. Ya sudah saya nurut. Ternyata tensi saya agak rendah sehingga diberi vitamin. Dan saya pun berinisiatif konsultasi gigi dengan pak dokter gigi yang hadir saat itu juga. Tapi yang saya konsultasikan adalah giginya Kavin yang suka dibunyikan seperti menggerus begitu. Kata pak dokter gigi, itu nggak apa-apa. Ibunya diwanti-wanti supaya rajin bersihkan saja dengan kapas dan air hangat. Lalu beri makanan yang agak keras untuk stimulasi giginya bisa berupa apel :). Saya lalu bertanya tentang hubungan gigi-gigi susunya yang suka digemeletukkan dengan tumbuh beberapa gigi seri bawahnya yang miring. Kata pak dokter, itu tidak berhubungan dan sekali lagi tidak apa-apa… Ok baiklah pak dokter, maka saya ucapkan terima kasih.

Nah, sudah itu dulu ya update perkembangan Kalki dan Kavin. Maaf nak, mama udah ga sempat lagi nulis detail perkembangan motorik atau sensorik Kavin seperti KPSP begitu. Mungkin nanti kalau ada waktu senggang ya, sayang. Saat ini kakak dan adik masih sedikit batuk & pilek dan masih dalan proses pemulihan, nih. Semoga ke depannya Kalki dan Kavin sehat terus dan tambah kuat daya tahan tubuhnya. Tambah menter, tahan banting… mau di ajak pergi atau jalan-jalan lebih jauh bisa tahan dan kuat ya, nak ^^

Love love love… ♥♡♥♡ Mama Kalvin.

♡ Intan Rastini

Advertisements

Resep Gravy Ayam (saus daging ayam) untuk MPasi dan Balita

Nah resep Gravy Hati Ayam udah diposting sebelumnya untuk bayi 7 bulan+ ya… Kali ini masih sama nih Gravy atau saus daging tapi pakai daging ayamnya, ya! Bikin gravy bisa juga dengan red meat seperti daging sapi tapi perlu digiling atau cincang dulu sendiri biar empuk. Paling mudah pakai hati ayam, pokoknya asli gampang lumat dan sumber zat besi yang baik bagi anak! Meski begitu pakai daging ayam juga gampil kok moms 😉

image

Bahan
1. Daging ayam potong bisa dada 2 potong + paha bagian atas 2 potong karena bagian itu yang empuk diblansir dulu dengan celupkan ke air mendidih 5 menit lalu segera tiriskan.
2. Air 250ml
3. Bawang bombai cincang 2 sdm
4. Seledri 1 batang cuci bersih ambil daun dan batangnya cincang kasar
5. Daun bawang 1 batang iris tipis
6. 1 siung bawang putih cincang
7. Minyak kelapa 3 sdm
8. Larutan 1 sdm tepung maizena dengan air secukupnya
9. Wortel 1 batang cuci bersih lalu diparut
10. Kentang 3 buah cuci-kupas-potong dadu

11. Siapkan juga alat dan wadah penyimpanan yang bersih agar saat penyimpanan higienis dan tahan lama

Cara memasak
Pre-treat daging ayamnya yang sudah diblansir dengan difillet. Pisahkan dagingnya saja lalu tulangnya bisa dikeprek dan rebus dengan daun salam+bawang putih keprek+wortel kupas potong jadi 4+kentang kupas potong jadi 4. Kaldu bisa disimpan di lemari es untuk buat bubur besok.

Daging ayam yang sudah boneless alias tanpa tulang bisa dipotong dadu Ok!

1. Siapkan panci masukkan minyak kelapa lalu tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum
2. Masukkan air ke panci lalu daging ayam, kentang, parutan wortel, seledri dan daun bawang. Rebus hingga matang dan air berkurang dengan api kecil. Sabar ya mom… kira-kira matang 30 menit. Pakai hati ayam bisa 15-20 menit. Cek apakah kentang sudah cukup empuk untuk anak juga ya…
3. Masukkan larutan maizena aduk rata. Dan tetap masak dengan api kecil. Jika sudah cukup kental matikan api. Biarkan dingin.
4. Bisa untuk disajikan dengan bubur beras hangat sebagian porsi dan porsi sisanya… Kalau sudah dingin gravy bisa dihaluskan dengan blender atau good grinder untuk MPasi baby kita.

♥Untuk bayi buburnya dihaluskan dulu dengan diblender lalu disaring ke saringan kawat supaya halus. Atau tanpa disaring kalau sudah bisa makan serat ayamnya yang udah lumayan lumat diblender.
Untuk tekstur lebih kasar bisa digiling pakai baby food grinder sudah cukup.

♥Untuk anak balita seperti Kakak Kalki 2,5 tahun bisa tanpa diblender, langsung sajikan di atas nasi hangat buat sarapan… sedapnya….. kakak Kalki udah boleh pakai garam jadi tambahin garam beryodium dan sedikit merica boleh.

image

Resep Gravy Hati Ayam mudah dan sama aja. Cuma hati ayam kan ga pakai tulang. Dan ga perlu dipotong dadu atau cincang kan.. sama gampilnya dan sama sehatnya

Sekali lagi, saya sudah ngumpulin toples kaca kecil-kecil + tutupnya bekas selai dan mayonaise yang udah disterilin dengan direbus sehingga bisa dipakai untuk menyimpan gravy di lemari es atau di freezer. Hemat kan.. hihihi dari pada beli freezer pods atau baby cubes yang mahal ya syukur masih bisa upaya penghematan dan penggunaan ulang ramah lingkungan juga ini.

Selamat mencoba ya smart moms!

♥healthy baby n’ kids♥

Catatan kecil; Simpan puree buah mangga atau kabocha juga bisa pakai stoples kaca lho. Tapi isinya untuk satu porsi makan 1 hari ya. Kalau sudah dibuka tutup berkurang tahan lamanya.

*Referensi resep dari buku ‘MPASI Traveling Cihuy’ by Dian Prima dan Yudith Mangiri.

**Photo pribadi ya.. dari pengalaman masak “chicken in gravy” hari ini.
Yang ngos-ngosan baru selesai hihihi. Maaf kalau kurang rapi. Tapi saya sangat mengharagai jika minta izin atau cantumkan sumber foto jika perlu menggunakan foto pribadi saya untuk disebarkan. Terima kasih.

♡ Intan Rastini

Review Menstrual Pad si Pembalut Kain

Sejak hamil Kalki, saya udah nyicil beli menstrual pad atau singkatnya menspad. Memang saat hamil belum bisa pakai untuk haid tapi masih bisa dipakai saat keputihan dan nifas lho…

Saya punya menspad dari satu merk aja yaitu GG (Gee Gallery). GG Punya 3 ukuran menspad yaitu:
♥ pantyliner 22x18cm
♡ day 22x28cm
♥ night 22x35cm
Saya punya panty 8, day 10, dan night cuma 1. Karena GG ini produk lokal harganya lebih murah dari produk impor. Dulu waktu beli harganya panty Rp18.000, day Rp29.000 dan night Rp36.000.

Bahan menspad ini terdiri dari:
♥ lapisan luar polyester/cotton PUL anti air namun tetap breathable
♡ lapisan permukaan dalam microfleece yang lembut bersifat tetap kering, antipiling dan non repellent (tidak menolak air atau meneruskan cairan)
♥ lapisan penyerap microfibre terry FBZ dan hantex untuk panty. Memiliki daya serap tinggi, hypoallergenic dan antibacterial.
Bahan PUL bagian luarnya ada yang warna polos (merah, pink pastel, ungu pastel, salem, biru, biru pastel, tosca, hijau, kuning) dan motif denim atau perca seperti koran.

image

Saya udah pakai kira-kira dua tahun. Kadang memang masih dibarengi pakai pembalut sekali pakai sih saat punya menspadnya masih sedikit.. juga saat lagi males repot nyuci menspadnya yaitu pas bepergian dan saat masih disibukkan punya newborn baby. Secara umum dalam satu periode haid saya bisa menggunakan menspad saja secara full tanpa beli pembalut sekali pakai lagi. Itu kira-kira butuh 6 menspad size day dengan pemakaian 2 menspad sehari dan periode haid 5 hari. Nyuci menspadnya pun 2 hari sekali. Saat terik bisa cepat keringnya.

Setelah pakai sebenernya mudah dicuci… cukup bilas darah diatas WC/closet, setelah luruh… tuangkan 1 sendok teh sabun cuci piring ke dalam 1 ember air. Kucek-kucek dengan lembut menspadnya lalu bilas 2-3x hingga air bilasan tidak berbusa atau menspad tidak berbau wangi sabun supaya residu sabun tidak menempel dan memblok lapisan penyerap. Lalu jemur di bawah terik matahari dengan bagian lapisan dalam menghadap atas. Nodanya gampang bersih, kok! Jadi ga perlu pemutih. Justru tidak dianjurkan menggunakan pemutih dan pelembut agar bahan awet.

Ini dia kesan-kesannya dalam menggunakan menspad…
Plus:
♣ nyaman digunakan saat beraktivitas dan berolahraga seperti lari dan bersepeda
♣ ramah lingkungan, nggak nyumbang limbah plastik yang susah diurai bertahun-tahun dan tidak menghabiskan pulp yang berasal dari kayu pohon
♣ yang paling saya sukai itu ga perlu pusing mesti buang pembalut kotor dimana soalnya kan ini bersifat pribadi banget
♣ bahan yang bersentuhan dengan kulit area intim lembut sehingga nggak pernah bikin kulit saya iritasi atau lecet
♣ cara pemakaiannya seperti memakai pembalut bersayap tapi ini dengan kancing di sayapnya dan  dikancingkan dibawah celana dalam sehingga nggak muda bergeser
♣ bisa dipakai semalaman karena daya tampung banyak… jarang bocor deh. Saya biasa ganti sehari 2x aja pas mandi meski lagi heavy flow. Pas malam lebih nyaman pakai menspad daripada pembalut sekali pakai yang sering bocor. Meski begtu kalo lagi banyak-banyaknya dan ga nyaman, bisa sering ganti menspad 3-4x sehari cukup
♣ bisa digunakan saat nifas yang size night. Untuk yang night saya punya cuma 1 dan pernah dipakai saat nifas saja. Soalnya saat haid bulanan pakai ukuran day aja udah cocok, daya tampungnya udah pas bagi saya
♣ mudah dicuci tidak meninggalkan noda yang signifikan. Menjemur di bawah sinar matahari bisa membantu memudarkan noda
♣ bisa tetap menemani saat tidak lagi haid, lho! Saya biasa pakai juga saat pergi karena ingin bagian intim tetap kering sehabis BAK di tempat umum. Jadi no worry ga ada tisu
♣ posisi menspad saat dipakai dapat diatur ulang berkali-kali tanpa takut nggak nempel lagi karena menggunakan kancing bukan lem
♣ bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama jika perawatannya baik

Minus:
♧ kadang saat males atau repot saya ga sempat nyuci. Tapi saya akali dengan bilas dulu darahnya sampai bersih trus taruh aja sementara di ember berisi air, setelah terkumpul 3 menspad baru saya cuci bersamaan dengan sabun. Biasanya sih langsung bilas lalu kucek saat mandi dengan sabun cuci piring yang sudah dilarutkan air
♧ agak ribet kalo perlu ganti di perjalanan atau tempat umum saat bepergian, kan ga enak bawa-bawa menspad yang kotor saat jalan-jalan
♧ saat perlu BAK dan tidak melepas celana dalam, ujung belakang menspad bisa jatuh menjuntai ke bawah karena tidak semua bagian menspad merekat ke celana dalam seperti pembalut sekali pakai yang menggunakan lem.. jadi bagian belakang yang jatuh bisa basah kecipratan air saat cebok. Hati-hati aja memperhatikan bagian belakang menspad

image

Nah, jika sedang tidak dipakai saya biasa lipat-lipat rapi menspad seperti amplop lalu saya masukkan dalam tas khusus menspad seperti di foto… atau tumpuk saja di dalam lemari pakaian dalam.

Soal hemat atau enggak itu relatif ya? Hehehe soalnya beli awal menspad itu lumayan mahal. Meskipun dulu saya belinya nyicil tapi diakumulasikan habis bisa Rp500.000 termasuk ongkir belanja online. Kedepannya memang butuh biaya sabun cuci meski hanya sedikit dan biaya air. Nah untuk jangka pendek mungkin ga berasa hematnya karena pemakaiannya butuh kira-kira 2 tahun baru kerasa save money dari beli pembalut sekali pakai. Bisa dihitung misal kita setiap bulan menghabiskan uang 30ribu untuk beli pembalut maka setahun kita habiskan 360ribu, dalam 1,5 tahun 540ribu (udah balik modal deh saya). Kalau mau nyisihkan 30ribu setiap bulan, dalam setahun terkumpul 360ribu itu udah cukup untuk beli menspad, kok. So, untuk jadi ramah lingkungan memang tetap cost money, ya.. butuh modal yang lumayan dan dibayar dimuka hehehe…

Secara garis besar penggunaan menspad ini memuaskan 🙂
Saya senang bisa ikut mengurangi  sampah juga berpartisipasi dalam pengurangan deforestation.

Ada lagi nih “Mooncup” tapi belum bisa review karena belum punya produknya… katanya sih enak dipakai dan kayak ga berasa lagi haid karena cara kerjanya adalah cup silikon lunak yang menampung darah di dalam liang organ intim. Hmmm… pengen deh dapet sponsor buat ngereview produk-produk keren dan mutakhir seperti Mooncup.

♡ Intan Rastini

Review Beberapa Merk Clodi Kalki dan Pernak-perniknya

IMG00130-20130325-1632Kalki punya 36 clodi yang terdiri dari 2 macam, pocket dan cover. Untuk model pocket ada 28 biji, 1 yang bahan outernya minky, 2 katun dan sisanya polyester. Untuk model cover ada 2 yang sizenya mini khusus nb dan ada yang one-size (malah dengan rentang size yang besar). Untuk kancing, yang pocket lebih banyak didominasi yang velcro daripada snap. Sedangkan kancing clodi model cover sepertinya memang tidak diproduksi dengan snap, jadi yang dipunyai Kalki velcro semua. Aku sendiri lebih prefer velcro karena lebih mudah dan praktis jadi bisa lebih cepat memakaikannya. Dari jumlah memang lebih banyak clodi pocket dari pada cover, tapi sebenernya aku suka dua-duanya karena kekurangan dan kelebihan masing-masing imbang. Karena beli clodinya nyicil sejak hamil, dan lebih dulu tau clodi model pocket, makanya yang dicicil dari awal itu pocket. Nggak heran juga koleksi model pocketnya lebih banyak karena yang dijual di pasaran model pocket lebih bervariasi motif dan warnanya, sedangkan cover lebih sedikit pilihanya. Kalo aku sih ogah beli clodi yang sama warna atau motifnya hihihi.

Dari 36 clodi yang ada… yang terpakai efektif sampai sekarang adalah 32 clodi. Yang 2 karena size nb jadi ga bisa kepakai lagi sama sekali. Trus 2 lagi nggak aku pakaikan ke Kalki karena kualitasnya kurang bagus. Selama sebulan lebih kalki udah pakai popok kain terus, ya popok kain modern alias clodi juga dibantu popok talinya (back to basic) sampai pakai kain bedong yang dilipat-lipat kayak prefold pun pernah – seperti tarzan kalo kami liat Kalki pakai ini hehehee. Jumlah 32 clodi kan ga langsung terkumpul 32, awalnya aku beli 6 biji dengan merk yang berbeda, lalu nambah 2 (dibarengi beli menspad untuk mamanya Kalki), nambah 1 (dibarengi beli menspad lagi), nambah 5… dan akhirnya karena mikir belanja online tuh lebih hemat kalo beli langsung sekaligus banyak maka aku ngumpulin budget sampai 500.000 baru beli langsung 11 biji covernya aja (karena udah beli alas ompol 3 lusin sebelumnya), trus beli lagi 10 biji, dan lagi yang (kayaknya) terakhir ini beli 4 biji (dibarengi lagi-lagi.. menspad).

Sehari Kalki bisa pakai 6 sampai 9 clodi. Jadi jumlah 32 itu cukup banget. Apalagi karena papa nyuci hampir tiap hari, jadi di lemari bisa numpuk 20-an lebih clodi siap pakai. Lain cerita pas musim hujan seperti saat ini… widih bisa kejar tayang cuci-jemur-pakai banget deh. Bahkan karena lama keringnya tanpa sinar matahari, nyuci pun tertunda karena harus nunggu jemurannya kosong dulu.

Daftar inventori dan reviewnya…

Cover Diaper Paling praktis perawatannya dibanding pocket karena ga ada lapisan inner yang meneruskan air. Inner itulah yang butuh perawatan stripping kalo udah water repell. Jadi cover bisa dicuci pakai deterjen apa aja asal tetep jumlahnya sedikit agar tidak merusak PUL dan bisa kering cepat, sangat cocok di musim hujan. Kalo udah kena ompol/pup tapi ga sampai kena covernya bisa ganti soakernya aja.

1. Lil’G (red, yellow) + 3 soaker: Ukurannya mini, untuk Kalki dari nb cuma bisa dipakai sampai usia 1,5 bulan karena dia udah berbobot 5,5kg dan bagian pahanya udah sempit banget sampai nyeplak karet elastiknya. Bahan PUL-nya bagus, seperti campuran karet (lebih tebal), bisa dilap kalo kena rembesan air kencing aja. Ada leg gussetnya. Ada snap untuk menempelkan soaker dan ada celah di sisi depan dan belakang untuk menyisipkan soaker dari kain tetra atau alas ompol agar tidak mudah bergeser. Soakernya cepet jadi kaku, di kedua ujungnya tidak dijahit. Soaker dilengkapi brand tag. Pernah bocor karena udah kebanyakan nampung pipis.

IMG00621-20130629-1007 IMG00464-20130614-1419 IMG00594-20130627-0912 IMG00501-20130618-1321

2. Bebibum (letters, baseball, yellow, green, blue, choco) + 6 soaker: Ukurannya jumbo, jadi rangenya pemakaiannya bisa lama. Tertulis 4,5-18kg sih, tapi mari kita buktikan apa bisa sampai 18kg.. soalnya yang Lil’G aja tertulis sampai 8kg kalo ga salah, nyatanya ga sesuai tuh. Bagian PUL-nya tertutup dengan lapisan polyester, jadi nggak bisa dilap kalo kena rembesan air kencing, terpaksa ganti se-covernya deh. Tapi keuntungan didobeli polyester bagian dalamnya ini membuat lapisan PUL-nya tidak terpapar sinar matahari langsung kalo dijemur, bisa bikin awet, ga pecah-pecah. Ada leg gusset dan ceruk lekukan untuk bokong cukup dalam. Tidak ada celah untuk menyisipkan soaker, hanya snap. Soakernya bagus dan lebih panjang, dilengkapi brand tag. Belum pernah bocor.

vScreenshot_1377464740447 IMG00975-20130920-0816 25092013390 IMG00921-20130825-1214

Pocket diaper memiliki kecanggihan teknologi inner yang meneruskan air tapi mempertahankan permukaan bahan kain inner tetap kering atau stay dry. Ini yang aku suka dari pocket, karena inner tidak bikin kulit bayi yang bersentuhan dengan popok dalam kondisi basah atau terlalu lembap (hampir persis seperti teknologi pospak.)

3. Pempem (pohon, macan, rumah, kelap-kelip, lebah, baseball, apel malang, A-I-U-E-O, daun, helikopter, daun, helikopter, kenari, rock, perca, akuarium, mobil, jeruk, hutan, batik, awan) + 2 insert bamboo dan 1 insert microfiber: bahan inner dari suede yang super stay dry! Outer kaku tapi membuat inner dari alas ompol ga gampang kelipet. Cepat kering kalo dijemur. Ada yang full motif ada yang motifnya cuma di ban pinggang. Elastik paha lebih cepat kendor. Lubang memasukkan insert lebar, memudahkan memasukkan insert yang lemes-lemes seperti alas ompol. Insert bambunya 3 lapis tapi tipis, meski begitu lebih lama kering karena daya serap airnya yang bagus. Insert bamboo ada snapnya untuk dipakai dengan booster (bisa dipakai terpisah ataupun bersamaan). Insert microfibernya 3 lapis, lebih nyaman aku pakai karena ga mudah kelipet seperti insert bamboo. Setiap insert dilengkapi brand tag. Pernah bocor karena insert kelipet-lipet, karena posisi Kalki miring dan bahkan saat Kalki menyusui, air kencingnya mengalir keluar dari celah di bagian perut yang longgar. Ada lifetime warranty untuk membetulkan kancing, elastik, dll.

IMG00931-20130825-1631 04092013340 IMG00778-20130720-1121 06102013474 IMG00899-20130823-1810 IMG00912-20130824-1259

4. Pumpkins Baby (minky brown cow, blue owl, elephant) + 4 insert microfiber: bahan inner suede yang lebih tebal dari Pempem tapi kurang stay dry. Tidak tersedia kancing velcro. Outer pas, tidak terlalu lemes dan tidak kaku. Elastik paha masih kencang. Lubang insert di bagian belakang dilengkapi elastik. Insert microfibernya bagus, 3 lapis mf. Hampir sama seperti kualitas insert mf pempem, tapi tidak ada brand tag. Pernah bocor. Ada warranty untuk membetulkan snap.

IMG00788-20130724-0859 30082013294 IMG00771-20130719-1331 25082013285

5. Cluebebe (crab) + 1 insert microfiber-fleece: Bahan inner fleece yang kurang stay dry meski lembut banget. Outer lemes. Lubang memasukkan insert dibuat celah dengan kain inner bertumpuk di bagian depan yang aku kurang suka. Insertnya bagus dilengkapi dengan fleece 1 lapis dan mf 3 lapis, ukurannya lebih panjang dan tebal dari standar. Di salah satu ujung insert ada yang tidak dijahit, jadi seperti pocket, bisa jadi untuk mempercepat kering saat dijemur. Insert dilengkapi brand tag. Pernah bocor dan rembes.

02102013445 02102013447

6. Pokado (solid blue) + 2 insert microfiber: mirip-mirip dengan Cluebebe, innernya fleece, laminasi PUL-nya tipis dan outernya lemes seperti lycra, mudah melar bagiku nggak masalah karena bikin lebih mudah meng-adjust. Lubang memasukkan insert dibuat celah dengan kain inner bertumpuk di bagian depan, nggak enaknya lubangnya di depan adalah karena sempat ada serpihan pup yang sampai masuk ke dalam dan susah bersihinnya kalo udah masuk gitu. Insert 3 lapis, lebih kaku dari pada insert mf yang lain dan tanpa brand tag. Pernah bocor.

IMG00710-20130716-1752 IMG00714-20130716-1753

7. Niol (spongebob, angry birds) + 4 insert terry: bahan outer dan inner dari katun biasa, ditengahnya ada jas baby sebagai waterproof. Bahan jas ini tidak berpori jadi membuat sirkulasi udara nappy area kurang bagus. Lubang insert di belakang dan berkaret seperti Pumpkins Baby. Insert dari bahan handuk biasa yang berbentuk persegi dilapisi bahan seperti suede-nya inner pempem, jika akan digunakan, insert dilipat jadi persegi panjang. Model insert seperti ini memudahkan saat penjemuran cepat kering. Sayangnya insert ini kurang bagus, daya serapnya kurang, pernah luntur zat warnanya saat disiram air panas, dan karena petunjuk dari produsen sekali pakai langsung 2 insert jadi bikin bulky banget. Bocor kalau kelamaan nggak diganti.

Pernak-pernik clodi

Liner

1. Nathabam: fleecenya bolak-balik, jadi kedua sisi permukaan liner ini sama-sama lembut bisa dipakai buat bersentuhan ke kulit bayi dua-duanya. Daya meneruskan airnya bagus. Setiap ujung liner ini tumpul yang menjadikan jahitan pinggiran kainnya kuat dan rapi.

2. GG: fleecenya lebih ngerempel beda dengan fleece Nathabam yang seperti tersisir halus dan hanya ada pada satu sisi. Jahitannya pinggiran kainnya kurang bagus, udah ada yang mulai lepas. Ukurannya lebih besar dari liner Nathabam.

Alas Ompol

3. Cilipopo: Dipakai selama 3 bulan udah mbrodol jahitan pinggiran kainnya. Harga lebih mahal, tapi kualitas sama aja dengan Baby Oz. Kain tenun putih polos ga ada embel-embel merk, hanya jahitan pinggiran kainnya yang berwarna, ada tiga warna: merah marun, kuning dan biru.

4. Baby Oz: Jahitan rapat, kuat dan bagus, ujung-ujung tepi kain tumpul dan ini membuat jahitan pinggiran kain nggak gampang brodol. Warna tenunnya cantik, lorek warna-warni pastel dilengkapi dengan printing merk. Daya serap bagus dan kecepatan kering saat di jemur medium.

5. Nathabam: Bahan kaos putih polos 2 lapis dengan daya serap yang lebih oke, karena bisa nampung lebih banyak cairan, meski ukurannya lebih kecil dari pada AO Cilipopo dan Baby Oz. Jahitan pinggiran kainnya bagus, dengan benang bergradasi warna-warni. Karena bahannya kaos, gampang melar kemana-mana. Lebih lama kering saat dijemur karena tebal dan daya serapnya yang maksimal.

Cloth wipes

6. Cilipopo: Kain fleece 2 lapis yang satu ada motifnya, yang satu putih polos. Cocok banget buat ngelap pantat bayi karena bahannya lembut dan bisa dipakai bolak-balik. Kalo aku pakai bagian yang bermotif dulu, lalu baru pakai bagian yang putih, kalo masih ada warna kuning-kuning, berarti belum bersih jadi aku bisa mengulang ngelap dengan bagian kain yang masih bersih atau dengan lap lainnya. Bahan fleece ini bagus banget, karena bisa disesuaikan dengan kebutuhan pas nyebokin: mau basah banget atau cuma lembap aja dengan diperas airnya sampai keluar.

Perawatan clodi dan pernak-perniknya Kalki memakai deterjen Sleek untuk bayi, lalu kami beralih ke eco ball supaya benar-benar tidak ada residu deterjen yang bisa mengurangi daya serap clodi. Selain baik untuk clodi, eco ball juga baik untuk lingkungan karena tidak menyisakan limbah bahan kimia seperti sabun dan deterjen.

P.S Review ini ditulis bukan bermaksud untuk menonjolkan atau menjatuhkan suatu produk atau merk tertentu ya. Tapi untuk memberikan komentar terhadap produk clodi setelah memakaikannya kepada Kalki.

Guscil and his cloth diapers

Popok tali kain dan diaper cover modern. ~,^ we just need tropical bright sunshine everyday!