Bali Dreams Shampoo Bar Review

Setelah menulis tentang shampoo batangan atau shampoo bar Blue Ocean dari Segara Naturals di posting blog sebelumnya, yaitu produk ramah lingkungan berbahan alami pertama yang saya coba, kali ini saya akan menuliskan ulasan shampoo bar kedua buatan Bali Dreams. Shampoo bar ini saya beli di Love Anchor market di Canggu dengan harga Rp 50.000, netto 80 gram dengan wadah tin container bentuk kotak model tempat pensil tapi seukuran shampoo bar. Shampoo bar ini juga dijual refill bar-nya saja, dengan harga yang sama Rp 50.000 tapi ukuran lebih besar, yaitu berat 100 gr.

Bahan yang terkandung dalam shampoo ini adalah:
coconut oil, hibiscus extract, mentha piperita oil, mentha piperita extract, elaeis guinesis oil, cocos nucifera oil, aqua, sodium hydroxide. Yang berarti coconut oil dan cocos nucifera oil itu sama-sama minyak kelapa. Hibiscus extract itu ekstrak kembang sepatu, mentha piperita oil adalah minyak peppermint, dan mentha piperita extract adalah ekstraknya. Lalu elaeis guinesis oil adalah palm oil yang berarti minyak sawit, aqua adalah air dan sodium hydroxide adalah soda api.

Bahan-bahannya tidak banyak dan sederhana, namun mengandung minyak kelapa sawit. Di kemasannya tertulis 100% vegan, handmade & natural. Saat membuka kemasan aluminium saya bisa mencium aroma shampoo yang segar dari peppermint. Warna batang shampoonya putih dengan bercak-bercak samar berwarna kuning. Saya suka banget aromanya yang enak dan menyegarkan ini.

Saat dicoba keramas, pas keadaan basah, shampoonya memberikan busa yang cukup, terasa lembut namun agak keset. Karena agak keset jadi yang rontok pas lagi shampoo-an lumayan, tuh. Yang menyenangkan adalah aroma dan efek sejuk dan dingin di kulit kepala karena peppermint oil dan ekstrak peppermint. Karena agak keset, saya siasatin sebelum keramas pakai virgin coconut oil dulu sambil dipijit-pijit bentar jadi pas keramas rambut udah licin dan lemes karena VCO.

Setelah keramas rambut jadi bersih, enteng dan ngembang. Terbantu juga dengan VCO sebagai conditioner sebelum keramas. Tapi ketahanan kulit kepala bersih itu nggak lama, di kulit kepala saya 2 hari setelah keramas udah terasa gatal-gatal. Selain itu ketombe juga nggak makin berkurang. Hiks…. Sedihnya. Oh ya, shampoo ini bertahan selama sekitar 2 bulan untuk dipakai saya sendiri dengan kondisi rambut panjang sebahu. Dan semakin kecil shampoo ini nggak akan retak atau patah, tapi semakin menciut aja.

Saya sempat jalan-jalan dengan teman relawan mengajar dari Amerika Serikat, dan saat kami mengunjungi Love Anchor Canggu weekend market, kami berhenti di stand Bali Dreams. Saya bilang ke Laura bahwa saya pakai menstrual cup seperti ini (saya tunjuk menstrual cup Bali Dreams) dan juga shampoo bar ini (saya tunjuk shampoo bar Bali Dreams). Eh, Laura tertarik dengan shampoo bar tersebut dan beli lah dia. Saya perlu tanya lagi, nih ke dia, udah dipakai belum shampoo barnya. Cocok atau enggak.

Kalau saya, sih, kurang puas dengan performa shampoonya. Lebih cocok pakai shampoo Blue Ocean dari Segara Naturals. Jadi saya cuma beli shampoo bar dari Bali Dreams satu kali aja pas 17 Agustus tahun 2019 lalu. Setelah itu saya juga coba Sunshine 2-in-1 Shampoo and Conditioner Bar dari Segara Naturals kemasan travel pack yang kecil banget dan pakai itu juga kurang cocok. Mungkin karakteristik rambut saya yang cenderung oily lebih cocok pakai Blue Ocean dari Segara Naturals.

Shampoo bar Bali Dreams ini bisa didapatkan secara online di Tokopedia, Instagram @balidreams4 atau ke weekend market di Love Anchor Canggu dan Tamora Gallery, atau secara bulanan setiap Sabtu di Old Man’s Market, Canggu dan setiap Minggu di Sunday Market Sanur.

Kalau kamu udah pernah coba shampoo batangan untuk mengurangi timbulan sampah plastik? Mari berbagi pengalaman, yuk!

❤️

 Intan Rastini.