Book Review: The Mystery of the Blue Train

Penulis: Agatha Christie
Genre: Fiksi Inggris
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 1985
Alih Bahasa: Ny. Suwarni A.S.
ISBN: 979 – 655 – 588 – 3
Tebal: 352 halaman

Photo11967

Novel Agatha Christie yang satu ini mengisahkan tokoh dektektif dari Belgia yang berperawakan kecil dengan bentuk kepala khas bulat telur. Kali ini Hercule Poirot tidak ditemani oleh teman setianya Hastings. Ia sedang bepergian ke Prancis dengan menaiki kerata api mewah dan tercepat, yaitu Kereta Api Biru. Kereta yang juga disebut sebagai ‘Kereta Api para Jutawan’ itu melaju dari Inggris ke Prancis. Selama perjalanan terjadilah suatu pembunuhan yang misterius terhadap wanita pemilik permata indah yang konon juga terkutuk bernama “Heart of Fire”.

Sungguh suatu kebetulan yang menarik bahwa Hercule Poirot juga berada di dalam Kereta Api Biru dan siap sedia membantu kepolisian Prancis untuk mengungkap kasus yang diduga pembunuhan dan perampokan. Seperti banyak karya-karya Agatha Christie lainnya yang berkisar antara pembunuhan dan pencurian atau bahkan kasus orang hilang, kali ini ada sisi menarik disamping pembunuhan yang menjadi fokus utama alur cerita ini.

Bukanlah permata delima yang hilang, yang menghiasi cerita detektif ini menjadi semakin menarik dan romantis, melainkan hadirnya sesosok karakter wanita Inggris yang berwatak kuat. Sebagian besar tokoh lainnya dalam novel  sungguh mengagumi dan menyukai karakter wanita ini yang bernama Katherine Grey. Ia digambarkan bermata abu-abu yang mencuri perhatian semua pria, meski tidak begitu cantik, kulitnya halus dan pribadinya yang sekelas dengan seorang ‘wanita utama’.

Terlahir dari keluarga yang tidak kaya membuat ia harus mencari nafkah sebagai pendamping dari seorang wanita tua yang sakit. Katherine telah menghabiskan sepuluh tahun hidupnya bekerja merawat Nyonya Harfield dan tinggal di sebuah desa terpencil di St. Mary Mead. Setelah majikannya meninggal, Katherine menjadi ahli waris dari seluruh harta milik Ny. Harfield yang tebrilang tidak sedikit. Akhirnya ia yang masih lajang memiliki kesempatan keluar dari desa kecil untuk melihat dunia di umurnya yang telah 33 tahun.

Akibat dari menerima warisan yang cukup banyak dari seorang wanita tua bekas majikannya, Katherine mendapat undangan dari sepupunya yang sudah lama tidak berjumpa dan berkirim kabar dengannya. Katherine pun memutuskan untuk mengunjungi sepupunya di Riviera dengan menaiki Kereta Api Biru. Di situlah petualangan Katherine dimulai, bermula dari petualangan yang mengerikan ia pun menemukan petualangan cinta antara dua pria yang mendekatinya dengan setulus hati namun mereka berdua juga merupakan orang yang berkaitan dengan pembunuhan seorang wanita anak jutawan Amerika yang kaya raya.

Setelah membaca beberapa judul novel Agatha Christie yang berkutat pada upaya-upaya tokoh utama Christie, baik detektif maupun bukan, dalam mengungkap misteri pembunuhan, saya hampir tidak pernah bisa menebak siapa pelaku kejahatannya. Alurnya selalu tidak bisa saya duga. Tapi judul kali ini yang diterjemahkan sebagai “Misteri Kereta Api Biru” terasa begitu manis, karena indahnya laut Mediterania, persahabatan Hercule Poirot dan Ketherine Grey yang menghidupi roman kriminal mereka sendiri, serta kisah asmara Katherine. Saya sungguh menikmati kisah cinta Katherine dan mengagumi karakternya yang kuat. Tak khayal jika saya jadi ikut terhanyut jika dalam sosok  Katherine yang sudah berusia kepala tiga tetapi masih lajang, bebas bepergian dan secara finansial berkecukupan karena baru saja mendapat warisan berkat kesetiaan dan ketelatenannya merawat wanita tua yang butuh didampingi. Rasanya menyenangkan juga!

Photo11968

Ini merupakan salah satu buku novel Agatha Christie dari koleksi suami saya, dan judul-judul lainnya masih menanti untuk dibaca 🙂

♡ Intan Rastini

Advertisements

10 thoughts on “Book Review: The Mystery of the Blue Train

    • Saking banyaknya judul novel Agatha Christie, kadang saya lupa judul yang ini jalan ceritanya gimana juga hehehe 😀 Makanya saya coba tulis reviewnya di blog

  1. Ya ampun mba, itu tebel banget ya.
    Saya gak sanggup kalo baca novel yang tebalnya lebih dari 150-200 halaman, hahaha.
    Maklum, bukan orang yang hobi baca juga sih, wkwkwwk 😆
    Tapi kalo soal bukunya Agtha Christie, kayaknya emang banyak peminatnya sih.

  2. Pertama kali lihat blog ini, langsung jatuh hati di header-nya. Lope2 beratttt, mbaaakkkk. Tadinya mikir ini blog isinya english semua. Jadi pengen bs bhs inggris ginian juga. Keceee gituh! Eh, iseng nyobs sekrol2 nemu review buku yg sempet bikin penssaran. Abis baca, makin penisiriiiiinnn. 🙂

    • Aaaaah makasih ya, seneng dengernya kalau ada yang suka sama doodle header saya ;-*
      Nggak English semua kok, karena saya ingin berlatih menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar juga keep practicing writing in English jadinya blog ini isinya dua bahasa. Thank you for stopping by on my blog 🙂 I hope you enjoy being here.
      Hihihi penisiriiin 😀 selamat baca buku ya, mbak Itha!

Thank you for reading my post, hope you enjoy it. Please... don't type an active link in the comment, because it will be marked as a spam automatically. I'd love to visit your blog if you fill the "website" form :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s