TB Bisa Dicegah dan Disembuhkan #AyoTOSSTB

November tahun lalu saya sebagai kader Posyandu sempat diundang oleh Ibu Ketua Posyandu untuk mengikuti penyuluhan seputar kesehatan di Balai Banjar Angkah Pondok. Saat itu saya tidak kepikiran untuk menuliskannya di blog sehingga tidak ambil foto sama sekali. Ternyata undangan tersebut berasal dari PPTI cabang Tabanan dan acaranya cukup resmi. Mereka, tim PPTI, memasang spanduk mengenai Tuberkulosis sebagai backdrop begitu datang, saya pun akhirnya jadi tau ternyata penyuluhan ini tentang Tuberkulosis. Sebelumnya, sih, hanya diberi informasi penyuluhan kesehatan saja. Karena materinya cukup penting, maka saya coba rangkumkan di sini supaya ilmunya nggak terbang begitu saja dengan berakhirnya punyuluhan tersebut.

balipostcom_ketuk-1.000-rumah-untuk-penanganan-tbc_01-696x464

diambil dari Balipost

PPTI adalah Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia. Merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bersifat sosial kemasyarakatan untuk mewujudkan masyarakat sehat sejahtera dan Tuberkulosis tidak lagi menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat. Tugas dan fungsi PPTI adalah melaksanakan penyuluhan, penanggulangan dan pemberantasan Tuberkulosis serta mengupayakan santunan kepada penderita. Penyelenggaraannya melalui: penyuluhan, pendidikan, pelatihan dan upaya lain, baik bersama pemerintah (sesuai dengan program-programnya) maupun melakukannya sendiri.

82229542b7862cfaa69b6bd44cf1df33

Logo PPTI diambil dari blog PPTI Tabanan

Dewasa ini peringkat “global” Indonesia dalam hal TB memang ada “penurunan” dari rangking 4 ke 5 (setelah Cina, India, Afrika Selatan dan Ghana) tetapi jumlah penderitanya tetap banyak. Di Tabanan, Bali sendiri hasil penjaringan di BRSU Tabanan yang dihimpun oleh Petugas PPTI, setiap bulan ditemukan penderita dengan BTA Positif sebanyak 5-8 orang penderita dari puluhan suspect yang diperiksa atau memeriksakan diri. Yang tidak dapat kita ketahui secara pasti (karena tidak adanya petugas PPTI secara khusus) adalah di:

  1. Unit Pelaksana Kesehatan / Puskesmas-puskesmas sekabupaten Tabanan
  2. Berbagai Rumah Sakit Swasta
  3. DPS (Dokter Praktek Swasta)

Apa itu TB?

TB atau dulu dikenal dengan TBC adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium tuberculosis). TB dapat menyerang siapa saja terutama usia produktif/masih aktif bekerja (15-50 tahun) dan anak-anak. Apabila tidak diobati 50% dari pasien meninggal setelah 5 tahun.

Apa gejala TB?

Gejala utama berupa batuk terus-menerus dan berdahak selama 2 minggu atau lebih

Gejala lainnya:

  • Batuk bercampur darah
  • Sesak napas dan nyeri dada
  • Badan lemah
  • Nafsu makan berkurang
  • Berat badan turun
  • Rasa kurang enak badan (lemas)
  • Demam meriang berkepanjangan
  • Berkeringat dingin di malam hari walaupun tidak melakukan kegiatan

Ingat ya, tidak semua batuk itu suspect TB, hanya batuk berdahak saja. Tetapi untuk batuk berdahak pun perlu dipastikan dengan sample dahak supaya pasti apakah TB atau bukan.

Bagaimana penularan TB?

Sumber penularan adalah pasien yang dahaknya mengandung kuman TB, pada waktu batuk atau bersin menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan dahak. Sekali batuk dapat menyebarkan sekitar 3.500 kuman dan ketika bersin 4.500-1.000.000 kuman yang terkandung dalam percikan dahaknya.

Penularan terjadi melalui percikan dahak yang dapat bertahan selama beberapa jam dalam ruangan yang tidak terkena sinar matahari dan lembab.

Semakin banyak kuman yang ditemukan dalam tubuh pasien berarti semakin besar kemungkinan penularan kepada orang lain.

Bagaimana risiko penularan TB?

Pasien TB dengan BTA (Basil Tahan Asam) positif memberikan risiko penularan lebih besar dari pasien TB dengan BTA negarif.

Risiko seseorang terpapar kuman TB ditentukan oleh jumlah percikan dahak dalam udara dan lamanya menghirup udara tersebut.

Apa Jenis TB?

TB Paru: Tuberkulosis Paru adalah tuberkulosis yang menyerang jaringan paru

TB Ekstra Paru: Tuberkulosis yang menyerang organ lain selain paru, yaitu selaput otak, selaput jantung, kelenjar getah bening, tulang, persendian, kulit, usus, ginjal, saluran kencing, alat kelamin, dll.

Iiih ngeri ya? Khusus dalam penyuluhan yang saya hadiri yang dibahasa adalah TB Paru.

Bagaimana cara mengetahui seseorang terkena TB?

Untuk Pasien TB Paru Dewasa dilakukan pemeriksaan dahak secara 3 kali, yaitu Sewaktu-Pagi-Sewaktu (SPS) dalam 2 hari berturut-turut.

Hari pertama: dahak diambil sewaktu (S) kunjungan pertama ke rumah sakit/Puskesmas

Hari kedua: dahak diambil saat bangun tidur pagi (P) sebelum makan dan minum. Sewaktu (S) mengantar dahak pagi ke Puskesmas/rumah sakit, dahak diambil lagi.

Pengobatan TB

Pengobatan berlangsung 6-8 bulan yang terbagi dalam 2 tahap, tahap awal dan tahap lanjutan.

Apa akibat tidak minum obat secara tuntas?

Pengobatan TB harus lengkap dan teratur, bila pasien berhenti minum obat sebelum selesai pengobatan akan berisiko:

  1. Penyakit tidak sembuh dan tetap menular ke orang lain
  2. Penyakit bertambah parah dan bisa berakibat kematian
  3. Obat Anti TB (OAT) yang tersedia saat ini tidak dapat membunuh kuman sehingga pasien tidak tuntas pengobatan harus disembuhkan dengan penanganan lebih mahal dan lebih lama.

Untuk itulah diperlukan PMO. Kata bapak narasumber, pasien yang tidak tuntas pengobatan TB bisa menimbulkan bakteri TB  yang resisten dengan obat TB yang disebut TB kebal obat. Kalau sampai kebal, pengobatannya lebih lama tidak sekedar 6-8 bulan tetapi 9 bulan hingga 2 tahun dengan biaya per pasien mencapai Rp 335.300.000.

Apa itu PMO?

Pengawas Menelan Obat untuk menjamin keteraturan pengobatan TB hingga tuntas. PMO dapat berupa seseorang yang secara sukarela membantu pasien TB dalam masa pengobatan hingga dinyatakan sembuh.

Apa syarat menjadi PMO

  • Sehat jasmani dan rohani serta bisa baca tulis
  • Bersedia membantu pasien dengan sukarela
  • Tinggal dekat dengan pasien
  • Dikenal, dipercaya, dan disegani oleh pasien
  • Disetujui oleh pasien dan petugas kesehatan
  • Bersedia dilatih dan atau mendapat penyuluhan bersama-sama dengan pasien

Apa tugas PMO?

  1. Memastikan pasien menelan obat sesuai aturan sejak awal pengobatan sampai sembuh
  2. Mendampingi dan memberikan dukungan moral kepada pasien agar dapat menjalani pengobatan secara lengkap dan teratur
  3. Mengingatkan pasien TB untuk mengambil obat dan periksa ulang dahak sesuai jadwal
  4. Menemukan dan mengenali gejala efek samping OAT dan merujuk ke Unit Pelayanan Kesehatan
  5. Mengisi kartu kontrol pengobatan pasien TB
  6. Memberikan penyuluhan tentang TB kepada keluarga pasien atau orang yang tinggal serumah

Pencegahan Penularan TB

Upaya pencegahan penularan TB yang terbaik adalah menemukan dan mengobati pasien TB.

Maka dari itu bapak narasumber berpesan, jika Anda memerhatikan masyarakat sekitar Anda lalu menjumpai ada tetangga atau sanak saudara yang memiliki gejala-gejala TB, sebaiknya Anda sarankan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Semakin cepat diketahui semakin cepat pengobatannya. Penularan ke lebih banyak orang pun dapat dihindari . Ini juga merupakan kepedulian terhadap kesehatan komunitas atau kesehatan masyarakat.

Kesadaran diri sendiri pun diperlukan supaya mau memeriksakan diri ke Puskesmas apabila diduga menderita TB. Sebagai anggota masyarakat Anda dapat pula memberitahukan kader TB atau petugas kesehatan terdekat jika ada pasien yang diduga menderita TB di wilayah tempat tinggal Anda.

  1. Bagi pasien TB, minumlah obat TB secara lengkap dan teratur sampai sembuh
  2. Pasien TB harus menutup mulutnya pada waktu bersin dan batuk atau mengenakan masker

Kuman TB yang dikeluarkan pasien TB saat

  • Bicara: 1-200 kuman
  • Batuk: 0-3.500 kuman
  • Bersin: 4.500-1.000.000 kuman
  1. Tidak meludah dan membuang dahak di sembarang tempat, tetapi buang di tempat khusus dan tertutup diberi cairan anti bakteri seperti Lisol.
  2. Menjalankan hidup bersih dan sehat (PHBS) antara lain:
    1. Menjemur peralatan tidur secara rutin
    2. Mencuci sprei dan selimut secara berkala
    3. Membuka jendela dan pintu setiap pagi agar udara dan sinar matahari masuk
    4. Aliran udara (ventilasi) yang baik dalam ruangan dapat mengurangi jumlah kuman di udara. Sinar matahari langsung dapat mematikan kuman
    5. Makan makanan bergizi
    6. Tidak merokok dan tidak minum minuman keras
    7. Lakukan aktivitas fisik atau olah raga secara teratur
    8. Mencuci peralatan makan dan minum dengan air bersih mengalir memakai sabun
    9. Mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan menggunakan sabun

Bagaimana cara batuk yang benar?

  1. Palingkan muka dari orang lain dan makanan
  2. Tutup hidung dan mulut dengan tisu atau saputangan ketika batuk dan bersin
  3. Jangan bertukar saputangan atau masker dengan orang lain
  4. Hindari menyentuh muka, hidung atau mulut, jika menutup mulut dengan tangan segeralah mencuci tangan
  5. Hindari batuk di tempat keramaian
  6. Pasien TB memakai masker sebagai penutup mulut dan hidung di tempat umum
PKRS Etika batuk

Gambar diambil dari sini

PPTI merupakan mitra kerja pemerintah dalam menanggulangi TB, sesungguhnya banyak hal yang dilakukan PPTI, namun karena masalah ketersediaan pembiayaan, sedikit hal yang bisa dilakukan. Untuk itu bapak-bapak narasumber penyuluhan yang merupakan pengurus PPTI dengan tangan terbuka menerima ajakan untuk memberikan penyuluhan mengenai TB di komunitas atau kelompok-kelompok sosial seperti PKK, kelompok pengurus Posyandu, dll. Biayanya pun gratis. Bagi saya dengan menyebarluaskan ilmu yang telah saya dapat ini merupakan bentuk kontribusi saya untuk menyehatkan masyarakat Indonesia dengan memberikan informasi yang benar.

TB adalah penyakit pembunuh terbesar no. 3 di Dunia dan bisa disembuhkan asal mau berobat tepat waktu dan tepat dosis selama 6-8 bulan.  Obatnya pun diberikan secara gratis di Puskesmas terdekat. Cara penularan TB gampang, lewat udara dan saluran pernapasan. Cara mencegahnya dengan PHBS, membiasakan menjemur tikar, bantal, kasur dan guling karena kuman TB mati terkena sinar matahari langsung, mencuci sprei dan selimut secara berkala, memelihara sanitasi – lingkungan yang sehat, serta mengatur ventilasi rumah yang baik.

Kalau Anda mendapati informasi ini berguna dan bermanfaat, silakan share ke media sosial Anda dengan klik tombol ikon media sosial di akhir tulisan ini. Terima kasih telah membaca dan berkontribusi, ayo dukung Indonesia bebas TB dengan TOSS TB! Temukan Obati Sampai Sembuh TB.

#AyoTOSSTB

Silakan cek web http://www.ayotosstb.com

Anda bisa ikut kompetisi Vlog sebagai proyek yang sedang dilakukan untuk kampanye “Ayo Temukan Obati Sampai Sembuh TB” atau #AyoTOSSTB dan juga bisa mengecek risiko terkena TB.

Sumber rangkuman: materi yang dibagikan secara tertulis oleh pengurus PPTI Cabang Denpasar.

Intan Rastini.

Advertisements

19 thoughts on “TB Bisa Dicegah dan Disembuhkan #AyoTOSSTB

    • Iya kasian mbak. Harus tiap hari minumnya sesuai anjuran petugas medis, makanya perlu diingatkan dari keluarga atau orang terdekatnya supaya tidak lupa minum obat. Semoga cepet sembuh ya anak tersebut.

  1. Aku paling takut sama penyakit ini..salah satu penyakit yang mengerikan karena menular ke yang lain. penyakit ini mengenai pencegahannya dan pengobatannya seharusnya harus digencarkan sosialisasinya ke masyarakat. berobatnya aja lama sekali kalo berhenti ditengah jalan ngulang lagi dari awal.

    • Memang sedang digencarkan sosialisasinya, mbak… betul kalau udah terkena TB harus tuntas pengobatannya supaya bener-bener sembuh. Kalo nggak tuntas mulai pengobatan dari awal lagi dengan rentang waktu yang lebih panjang.
      Yuk ikut share informasi seputar TB. Ada lomba Vlog juga yang diadakan oleh http://www.ayotosstb.com 🙂
      Semoga tercapai ya Indonesia bebas TB. Amin.

  2. biaya TB ini mahal juga ya bisa ratusan juta, pernah beberapa kali datang ke puskesmas pas hari senin dan penuh pasien TB

    bulan kemarin mada kan batuk, spontan di depan suster eh trus diajarin klo batuk itu nutupinnya pake siku lengan bukan pake tangan, mirip poster di atas

    • Haha Mada kepergok suster, sekarang jadi mulai membiasakan dengan menutup pakai siku lengan, ya…
      Saya juga kebiasaan tutup pakai baju di bagian dada buat nutup mulut daat bersin atau batuk.

      Iya mbak, biaya pengobatan mahal karena makan waktu lama. Menurut saya lebih baik mengeluarkan biaya lebih untuk pencegahan tetapi masyarakat banyak yang sehat dan menjaga kesehatannya.
      Wah, kok penuh pasien TB? banyak ya. Semoga cepat tuntas pengobatannya.

    • Oh begitu. Syukurlah udah hilang. Semoga terus menjaga kondisi kesehatan ya mbak. Hidup PHBS seperti makan makanan bergizi, rutin olahraga, menjaga kebersihan lingkungan rumah, ventilasi yang baik, menjemur kasur, bantal dan guling secara berkala mampu membuat kita terhindar dari TB. Karena kuman TB mati terkena sinar matahari langsung.
      Semoga tetap sehat semua ya…

  3. Sayangnya banyak dokter yang sembarangan memfonis anak yang sering batuk sebagai pasien TB, padahal nggak semudah itu tiba-tiba lakukan tes mantoux. Termasuk kedua anak saya..hehe. Ini informasi yang sangat penting, masih banyak yang belum paham..terima kasih sharingnya, Mbak.. 🙂

    • Dokter perlu juga menanyakan apakah imunisasi dasar anak mbak sudah lengkap? Seperti BCG dan DPT yang ada petrusisnya. Memang harusnya lebih hati-hati mendiagnosa dan lebih cermat lagi memeriksanya.
      Semoga si kecil sehat-sehat ya mbak. Terima kasih juga udah berkunjung 🙂

  4. Ciri utama dari TB lebih ke batuk berdahaknya ya. Memang baiknya begitu udah kena batuk berdahak, harus langsung cek kesehatan, sebelum menular ke anggota rumah. Bahkan bagi pasien pun bisa menular ke organ tubuh yg lain.

    • Kata narasumber PPTI Tabanan memang cenderung batuk yang berdahak, tapi saya sempat baca info tentang TB di referensi lain juga bisa batuk tanpa dahak. Tapi tidak semua batuk itu merupakan suspect TB 🙂
      Iya sebaiknya kalau batuk sudah menganggu aktivitas, cek kesehatan saja.

  5. Bagaimana cara batuk yang benar?
    1. Palingkan muka dari orang lain dan makanan
    2. Tutup hidung dan mulut dengan tisu atau saputangan ketika batuk dan bersin
    3. Jangan bertukar saputangan atau masker dengan orang lain
    4.dll

    nah.. keren nih… bukan hanya mencegah dan mengobati saja yg perlu di tekankan.. mengingat penyakit ini menular. jadi sebisa mungkin qt potong rangkaian penularannya dengan memperhatikan hal-macam ini.

  6. Bapak mertua sama adik Mama juga pernah kena TB m, Mbak. Bapak mertua udah sembuh. Kalau adik Mama kasihan. Mungkin karena perhatian dari anak istrinya kurang, Om jadi gak sembuh sembuh. Padahal udah diingatkan terus sama kakak adiknya. Tapi mungkin karena yang terdekat gak peduli , ya jadinya begitu kan. Kambuh terus

    • Aduh miris dengernya mbak, keluarga inti harusnya yang lebih giat mensupport, kalau tidak baru keluarga besarnya. Semoga Omnya dapat dukungan untuk kembali sehat dari isti dan anaknya ya… Dan bener-bener sembuh dari TB.

Thank you for reading my post, hope you enjoy it. Please... don't type an active link in the comment, because it will be marked as a spam automatically. I'd love to visit your blog if you fill the "website" form :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s