On Air di d’Oz Radio Bali

Pada hari Ibu kemarin saya diundang ke Radio d’Oz Bali dalam rangka merayakan 3 tahun program kesayangan saya yaitu Oz Mata Sapi. Kesempatan emas yang nggak boleh dilewatkan, nih, soalnya saya ngefans banget sama ponggawa kocak yang bawain Oz Mata Sapi. Jadi pengen berjumpa dan menyapa, gitu, kenal lebih jauh gimana sih orang yang sering saya dengerin suaranya di radio.

Dulu saat saya kebetulan pas nyari-nyari frekuensi, ada program Sport Spot yang membahas olah raga dan penyiarnya banyak cowok-cowok ngobrol santai sambil bercanda-canda. Saya suka dengan topik olahraga yang mereka bawakan, makanya stay tune di frekuensi itu. Program radio itu terdengar berbeda karena seperti siaran oleh orang Jakarta bukan seperti radio daerah Bali karena tidak terdengar sekali aksen Bali. Belakangan saya jadi tau kalau itu radio d’Oz Bali.

Sejak saat itu saya jadi pendengar setia radio d’Oz Bali, saya dengerin sambil mengasuh Kalki yang masih bayi. Suara radio itu relaxing juga saat menyusui Kalki, jadi saya bisa dengerin sambil tiduran. Karena saya cukup rutin mendengarkan radio, saya jadi tau program Oz Mata Sapi dan saya pun jadi suka program tersebut karena penyiarnya ngobrol sambil ngocol. Dulu penyiarnya Maesya Sjaendy dan Elsya Soraya Prosa, kini sudah tiga tahun program Mata Sapi dibawakan oleh Maesya Sjaendy dan Giri Teja Setiadi. Karena programnya yang lucu dan unik, Radio d’Oz Bali jadi stasiun radio favorit saya.

Meskipun ini radio Oz Bali tapi dibawakan dengan  Bahasa Indonesia dan saya merasa cocok mendengarkan karena mereka tidak berlogat Bali dan memperdengarkan lagu-lagu Indonesia dan Internasional bukan lagu Bali. Salah satu kelucuan-kelucuan yang dihadirkan di Oz Mata Sapi berupa Esya dan Giri berusaha berbicara dengan logat Bali. Menurut saya ini sangat lucu karena saya tidak besar di Bali, saya tidak biasa menggunakan Bahasa Bali sehari-hari. Saya bisa merasakan kelucuan tersebut sebagai orang Bali yang tinggal di Bali tapi saya tidak terlalu mahir berbahasa Bali.

Saya sempat merasa kesulitan untuk bergaul di Bali terutama di desa karena sebagian besar penduduk disini berbicara Bahasa Bali. Bayangkan saja untuk ngobrol panjang lebar dengan penduduk disini, kami terkendala kosa kata. Mereka berusaha berbicara Bahasa Indonesia dengan saya sedangkan mereka sendiri tidak terbiasa berbicara Bahasa Indonesia. Maka dari itu mendengarkan obrolan ponggawa-ponggawa d’Oz Radio Bali menjadi hiburan tersendiri bagi hati saya yang kadang kangen dengan suasana di Surabaya.

Oke, lanjut kenapa saya sampai diundang d’Oz Radio Bali ke Oz Island di Sunset Road, Kuta? Karena saya sempat iseng-iseng membuat doodle gambar kartun Giri dan Esya sedang siaran, lalu gambarnya saya pakai untuk ngucapin happy 3rd anniversary ke Instagram d’Oz. Suami saya tau-tau bilang kalau mereka komen di posting gambar saya bahwa saya menang tantangan Giri dan Esya untuk 3rd anniversary program mereka. Saya diminta untuk ambil hadiahnya di Oz Island yang mana adalah lokasi stasiun radio mereka.

Seneng dong, dapat hadiah sekalian diundang ngopi-ngopi cantik dari Black Eye coffee Maka saya pun bangun pagi jam setengah 5 pagi buat siap-siap dan berangkat jam 6 pagi ke Kuta. Awalnya udah janjian sama Ratih, sepupu saya, tapi karena pas disamperin dia masih tidur zz.z. ya udah tinggal aja dari pada terlambat. Sampai di Oz Island jam 7.41 pagi dan itu masih sepi. Cuma ada barista-barista Black Eye Coffee dan mbak-mbak (maaf lupa kenalan) dari Radio Oz yang menyambut saya dan menawarkan kopi tapi saat itu kopinya belum siap.

wp-image--1643862217

Lalu ada Mbak Wina yang juga menyambut saya dan dia yang menyerahkan hadiahnya. Kalau nggak salah, Mbak Wina itu tim kreatif dari program Oz Mata Sapi. Setelah menerima hadiah saya dipersilakan duduk dulu di sana sambil ngopi dan menyaksikan Esya dan Giri sedang siaran Mata Sapi. Saya sempat melambaikan tangan kepada mereka yang terlihat di seberang kaca studio. Mereka menyapa saya balik dan langsung nyerocos di siaran radio bahwa ada saya datang. Kebetulan kan saya tamu yang pertama sampai, jadi mereka kayaknya seneng deh, ada pendengar yang datang dan menyapa pagi-pagi.

Untuk sampai ke Oz Island saya harus menempuh perjalanan hampir dua jam naik motor, sampai sana berasa pegel kelamaan duduk. Surprisenya, pihak d’Oz menyediakan massage dan menicure bagi tamu-tamu yang hadir di perayaan Oz Mata Sapi ke-3 tahun. Asyik Akhirnya sambil pesan susu, karena saya nggak ngopi, saya pun mau untuk dimassage oleh mbak GoGlam. Oh ya tim GoGlam ini datangnya cuma selang beberapa menit setelah saya, lho. Dan saya nggak nyangka kalau mereka dihadirkan untuk menjamu tamu-tamu yang datang ke Oz Island. Habis saya nggak dengar hal ini disebut-sebut di siaran radio.

wp-image-1244634920

Yang saya dengar cuma undangan untuk ngopi-ngopi dan sarapan. Nah, sarapan! Bayangan saya ditraktir makan-makan kan, ekspektasi saya tentang sarapan itu ya makan bubur ayam atau nasi goreng, nyatanya di sana disuguhkan pastel ayam dan kue sus aja he he he. Meski begitu saya tetep makasih banyak karena mereka menyambut saya dan menjamu dengan ramah dan baik banget. Saya pun bisa ngemil pastel dan kue sus sesukanya sambil nonton Giri dan Esya siaran.

Lalu saya diminta masuk ke studio siaran buat diajak ngobrol on air. Senengnya mereka mau ajak saya mengudara di stasiun radio Bali, tapi saya juga merasa nervous. Mereka masih inget saya, lho sebagai Intan yang bikin gambar kartun buat mereka dan intan yang punya blog intanrastini.wordpress.com hihihi. Giri sampai bilang, “intanrastini.wordpress.com…” saat saya masuk ke studio siaran. Wah rasanya tersanjung sekali. Saat diajak ngobrol, mereka tanya apa pekerjaan saya dan tertarik dengan yayasan tempat saya bekerja.

Emang kurang lebih obrolan mereka seling diselipi bercandaan, jadi selama on air di radio saya banyak ketawanya dari pada ngomong panjang lebar. Tentu percakapan didominasi oleh mereka dan saking kocaknya mereka mengocok perut saya terus. Akhirnya saya disuruh ikutan “Tanda”, salah satu segmen dari Mata Sapi, yaitu “Tanya Dadakan” kuis dengan lima pertanyaan yang kadang serius kadang ngawur. Karena mereka sudah tau bahwa pekerjaan saya sebagai guru Bahasa Inggris, mereka pun tanya pertanyaan berbau Bahasa Inggris, beberapa pertanyaannya adalah:

1. “Apa Bahasa Inggrisnya pintu?”

2.” Apa Bahasa Inggrisnya kebelet?”

3. “What thing is long, black, hit by car it is okay?” Mereka sempat menjelaskan dalam Bahasa Inggris yang sedikit campur aduk hehehe

Pertanyaan sisanya saya agak lupa karena ditujukan kepada tamu di samping saya yang juga ikut diajak siaran. Dan saya berkolaborasi dengan dia untuk menjawab pertanyaan di segmen Tanda, tapi sebagian besar ya saya yang jawab kaaaan

Saat saya jawab pertanyaan pertama, “door”. Eh, nggak taunya Esya dan Giri langsung jawab, “aaaah, kaget…” dengan syadu dan kompaknya. Duh. Begitu mereka selesai Tanya Dadakan, dan mengkonfirmasi apa jawaban saya atas pertanyaan pertama, eh reaksi mereka dengan jawaban saya “aaaah, kaget” lagi! Pertanyaan kedua saya jawab “in hurry”, lalu pertanyaan ketiga saya jawab “chocolatos” abis kehabisan akal dan diburu waktu untuk menjawab. Eh nggak taunya jawabannya adalah tiang listrik (itu, tuh, yang ditabrak oleh papa minta saham). Masa saya sempat dikatain si duo kocak kalo nggak pernah lihat berita gara-gara salah jawab pertanyaan ketiga?! Hehehe.

Meski jawaban ada yang salah, mereka berbaik hati untuk tetap membenarkan karena ini hari spesial ulang tahun program mereka, jadi saya tetap dapet hadiah, deh. Iya dapet hadiah lagi untuk yang kedua hihihi. Di sela-sela program saya sempat minta tanda tangan Giri dan Esya dilengkapi dengan kata-kata spesial buat saya. Lalu tidak lupa untuk foto bareng dengan ponggawa-ponggawa favorit.

Giri sempat bilang bahwa dia juga tertarik bikin blog karena seneng nulis, tapi dia males baca lagi tulisannya. Saya bilang supaya dibacanya beberapa tahun lagi aja, dijadikan time capsule, gitu. Sedangkan Esya sempat nawarin saya kue tart yang dibawakan oleh tamu-tamu, saya bilang nggak mau heeheee karena saya nggak terlalu suka manis-manis, sih. Akhirnya Esya sibuk sendiri nyabutin lilin yang menancap di atas kue tart. Duuuh, jadi menyesal saya nolak kue tart dari Esya waktu itu.

Keluar dari studio saya pun mengambil treatment menicure, dan nggak tanggung-tanggung, setiap tangan saya dihandle oleh satu mbak GoGlam. Selesai dimanja menicure, kebetulan udah jam 10 yaitu udah akhir program Mata Sapi. saya sempatkan makan kue tart (supaya nggak tambah menyesal udah ditawarin mbak baik hati) lalu ngobrol-ngobrol dengan Giri dan Esya. Mereka sempat tanya sejak kapan denger Mata Sapi dan saya jawab sejak awal-awal Esya duet dengan Ealsya Soraya Prosa. Lha, kebetulan Ealsya ada disana untuk menicure tepat setelah saya selesai sehingga Esya langsung bilang, “Nah itu orangnya ada di sana!”

Ealsya menyapa saya dan langsung berkata dengan standar penyiar radio berkecepatan 1000 kata per menit, “Halo maaf, ya mbak tangannya lagi nggak bisa salaman (lagi dipegang mbak GoGlam).. iya nih, mbak ajarin Esya Bahasa Inggris, nggak bisa bahasa Inggris dia. Bisanya cuma one, two, three, four…” sampai Esya nggak ada kesempatan berkata apa-apa. Hahaha. Trus saya bilang kan ada EF, kebetulan lokasinya tetanggaan. Eh, Esya malah bilang malah takut karena ada bulenya cantik-cantik sehingga takut terpikat, selain karena biayanya mahal. Saya bilang aja supaya kantor yang biayain. Ealsya yang denger malah tertawa karena minta dibayarin kantor.

Dengan Giri saya sempat bertanya udah punya anak berapa, ternyata anaknya udah dua cewek dan cowok. Saya timpalin bahwa sama dengan saya, cuma anak saya cowok-cowok. Lalu dia bilang wah pinter buatnya soalnya buat anak cowok biasanya susah. Hehehe Akhirnya saya pamit ke mbak Wina, dan dia bilang supaya saya main lagi ke Oz Island. Wah, terima kasih banyak atas keramah-tamahannya, hadiah dan jamuannya. Sampai jumpa lagi dalam kesempatan berikutnya.

Radio d’Oz Bali ada di frekuensi 101,2 FM

Kalau mau streaming radio bisa ke websitenya ozradiobali.co.id

Program Oz Mata Sapi setiap Senin-Jumat pukul 06.00-10.00

Oh ya, dan terutama Selamat Hari Ibu buat mamoth, mama tersayang. Gambar ini spesial buat mama… Smeoga tulusnya cinta dan kasih sayang mama tidak pernah pudar.
Intan Rastini.

Advertisements

11 thoughts on “On Air di d’Oz Radio Bali

Thank you for reading my post, hope you enjoy it. Please... don't type an active link in the comment, because it will be marked as a spam automatically. I'd love to visit your blog if you fill the "website" form :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s