Pembuatan SIM C Baru di Tabanan

Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui… maunya seperti peribahasa begitu, sih, meskipun alhasil dayungnya berkali-kali juga untuk sampai ke tujuan. Saat cetak kartu kepesertaan BPJS Kesehatan di Tabanan, saya juga sekalian ngurus pembuatan SIM baru di Polres. Kan Polres Tabanan cukup dekat tuh, ada di seberang jalan dari kantor BPJS Kesehatan. Jadi sekalinya ke pusat kota Tabanan saya rencanakan bikin SIM C baru juga, toh cetak kartu JKN-KIS nggak lama cuma 15 menit.

Pertama-tama terima kasih kepada Polri karena sekarang sudah bergerak Saber Pungli (sapu bersih pungutan liar). Di Polres ngurus SIM jadi bersih dan nggak perlu calo. Saya aja datang sendirian ke Polres bisa dengan mudah mengikuti alur proses pembuatan SIM dengan baik dan lumayan lancar.

Yang perlu dipersiapkan saat akan mengurus SIM C baru yaitu untuk kendaraan bermotor roda dua:

  1. Foto copy KTP
  2. Surat keterangan sehat dari dokter
  3. Surat keterangan hasil tes psikolog
  4. Stopmap untuk tempat berkas di atas
  5. Bawa uang tunai

Sebelum saya berangkat ke Tabanan, saya sudah mampir dulu ke Puskesmas Selemadeg buat bikin surat keterangan sehat dari dokter. Pembuatan surat keterangan sehat dari dokter relatif cepat. Cuma antre bentar lalu cek tensi dan dituliskan hasil cek kesehatan dan keperluan suratnya untuk apa. Bayar di Puskesmas Rp 21.000. Sebenarnya ada juga praktek dokter swasta di area dekat Polres dan kata suami saya pemohon SIM bisa minta surat dokter disana dengan biaya Rp 25.000 karena kalau udah on the spot tapi belum siap surat dokter ya disarankan kesana dulu.

Nah, saya udah bawa tuh foto copy KTP dan surat keterangan dokter. Pas sampai di depan loket 1, ternyata dibutuhkan juga hasil tes psikologi. Akhirnya petugas di loket memberi tahu supaya tes psikologi dulu di luar. Pas saya tanya pak polisi dimana tempat tes psikologi… Aah ternyata ada di gang sebelah kompleks polres. Ya udah jalan kaki lah saya kesana, ada juga orang yang kesana sepertinya juga sebagai pemohon SIM butuh melengkapi berkas pemohon.

Ada biaya lagi yang perlu dikeluarkan yaitu tes psikologi Rp 60.000 pas ditawari beli stopmap di tempat registrasi psikolog untuk bawa surat hasil tesnya, saya bilang sudah bawa map  (dan itu map EF bagus dari mika lagi). Surat-surat kelengkapan sudah semua lalu saya serahkan ke Loket 1 kan, eh tapi petugasnya nanya map.. ya saya kasi map mika beningnya EF. Bapaknya sempat bingung juga ngeliat mapnya, akhirnya diminta beli stopmap polio dulu yang dari karton biasa itu supaya bisa ditulisin gitu deh kayaknya di depannya kode bikin SIM apa. Disaranin belinya di koperasi ada di belakang. Tapi pas saya kesana stopmap lagi habis. Duh, balik lagi deh saya jalan kaki ke tempat psikolog cuma buat beli map Rp 2.000.

Setelah selesai berkas lengkap beserta stopmap. Petugas loket akan memberikan formulir untuk diisi sesuai contoh yang ada di atas bangku seperti meja. Setelah selesai mengisi, diberikan lagi ke petugas loket lalu kita diminta bawa berkasnya ke ruang AVIS untuk tes teori. Ruangannya ada di lantai dua sebelah bangunan loket. Kelihatan jelas karena ada namanya Gedung AVIS. Sayangnya saat itu langsung turun hujan jadi saya bingung mau nunggu hujan reda atau lanjut. Akhirnya saya terobos aja hujannya kan cuma nyeberang jalan kurang lebih 5 meter.

Masuk di ruang AVIS nanti kita akan mengisi daftar hadir seperti absen kuliah gitu. Lalu dipersilakan duduk di depan komputer dan diberi penjelasan mengenai aturan ujian teori SIM menggunakan komputer. Untuk SIM C akan ada 30 soal dan jawabannya hanya benar atau salah dengan mengklik mouse tombol kiri atau kanan. Dari 30 soal akan lulus jika minimal salah jawab 9 soal. Setiap soal ada waktu untuk menjawab selama 10 detik saja. Jawabnya pas di antara 1 hingga 10 detik, jangan lebih awal saat perhitungan waktu belum mulai maupun pas waktunya sudah habis.

Saya langsung lulus dengan hasil benar 23 soal, yeeaaah. Hahaha sempat deg-deg juga lho karena kesempatan buat kesalahan tinggal 2 aja. Hasil ujian pun dicetak dan masuk ke stopmap. Setelah ujian teori lulus kita bisa langsung ujian praktek ke lapangan. Cuman hujannya masih awet jadi saya duduk-duduk bentar disitu. Pas peserta ujian lainnya yang cuma 2 orang remaja laki-laki menerobos hujan ke lapangan, saya pun ikut juga.

Di lapangan sebenernya kita bisa langsung ujian praktek naik motor untuk pemohon SIM C tapi karena hujannya lamaaa banget ga berhenti-berhenti sampai jam 1 siang.. kami pun disuruh pulang dulu dan lanjut besok jam 8 pagi langsung aja ke lapangan. hmm.. akibat hujan, sebelumnya saya sempat nunggu di pinggir lapangan lama dari jam 11 siang dengan 4 orang lain yang akan ujian juga lalu sempat saya tinggal makan siang di kantin jam setengah 12, tuh. Pas disuruh pulang itu pun masih dalam kondisi hujan sampai rumah.

Besoknya hari juga hujan dari pagi. Begitu agak terang meski masih hujan ringan, saya berangkat dari rumah ke polres pukul 10 pagi. Sesampainya di Polres pukul 11 dan ternyata ada briefing kepada para peserta ujian praktek SIM di lapangan meski gerimis. Saya seneng banget akhirnya bisa ujian praktek juga meski masih gerimis. Pas isi daftar hadir, petugasnya bilang, “ibu pakai celana pendek ya?”

Saya jawab, “iya. Karena hujan pak.”

Petugasnya menjelaskan bahwa nanti bisa nggak dikasi foto kalau pakai celana pendek… Ya ampun… untung di dekat sana ada rumah saudara sepupu saya sehingga saya ijin pulang dulu ganti celana. Pas balik lagi ke polres dengan bercelana panjang, hujan udah reda dan lapangan udah sepi. Petugas udah ganti orang dan itu petugas yang sama saat kemarin nyuruh pulang aja karena hujan. Akhirnya sesi ujian praktek diluluskan dan saya diminta membawa berkasnya kembali ke loket 1.

Di loket satu berkasnya dicek-cek lalu diberi sehelai kertas slip untuk bayar ke bank BRI di sudut belakang loket. Letaknya di sebelah deretan kantin. Tinggal memutar sedikit ke belakang loket arah ke parkiran dan lapangan. Di bank BRI cuma ada satu petugas teller dan ngga ada antrean. Pembuatan SIM C baru kena biaya Rp 100.000 dan saya bayar dengan uang tunai. Lalu dapat bukti pembayaran. Nah, kembali lagi le Loket 1 dan akhirnya berkas 1 stopmap + bukti pembayarannya bisa diberikan ke loket pendaftaran untuk foto SIM.

Nggak lama kemudian dipanggil dua nama untuk masuk le ruang foto tapi proses fotonya satu per satu. Saat giliran saya, dimintai tempel ibu jari kiri lalu kanan, tanda tangan, difoto dan selesai. Tunggu di luar lagi buat ambil SIM. Saat menunggu itu udah tepat jam 12 siang. Ada ibu-ibu nganter anaknya mau daftar pembuatan SIM baru di loket 1 tapi ditolak karena loketnya sudah tutup. Ada ketentuan tertulis di papan bahwa tutupnya loket pendaftaran pukul 10.00 WITA. Sambil nunggu, sambil baca-baca…eh emang ada banner besar yang ditempel di tembok bahwa dilarang menggunakan celana pendek, tank top dan rok mini.

Nah, saat dipanggil akhirnya SIM saya sudah dicetak dan tinggal tulis di buku bahwa sudah mengambil SIM. Saya duduk-duduk dulu di kursi tunggu untuk mengamati SIM baru saya dan merasa puas udah ngurus sendirian kesini. Wuah lega rasanya berkendara nggak perlu was-was si razia lageeee….! Hehehehe..

Penting banget tuh baca-baca ketentuan di Polres Tabanan dan belajar dari pengalaman saya… Seperti:

  • Datang untuk medaftar pagi sebelum pukul 10 WITA
  • Rencanakan pas hari cerah untuk membuat SIM baru. Kalau perpanjangan SIM kan tidak perlu tes jadi nggak terlalu masalah.
  • Pakai celana panjang dan baju rapi yang bagus untuk difoto SIM apalagi buat dilihat-lihat selama 5 tahun ke depan, ya kaan…
  • Siapkan fotocopy KTP karena dibutuhkan di loket 1 lembar
  • Buat surat keterangan sehat dulu dari dokter di Puskesmas/klinik terdekat supaya tidak antre di tempat praktek dokter dekat polres yang belum tentu cepat. Ini untuk antisipasi nunggu kelamaan dan di polres kayaknya udah nggak menerima ujian praktek lagi tuh jam 1 siang alias tutup seloket di depannya juga.
  • Untuk tes psikologi relatif cepat waktu saya ke sana, jadi masih nggak masalah
  • Bawa stopmap sendiri juga boleh tapi stopmap folio polos biasa yang dari karton itu lho
  • Bawa minum dari rumah. Saya selalu bawa botol minum sendiri, sih. Biar kalau grogi saat ujian bisa minum dulu dan tenggorokan nggak seret karena nervous.

Jadi saya menghabiskan biaya sebesar:

  1. Surat keterangan dokter di Puskesmas Selemadeg sebenernya 21ribu tapi nggak ada kembalian bayarnya Rp 22.000
  2. Tes psikologi oleh psikolog praktek swasta dekat Polres Tabanan Rp 60.000
  3. Beli stopmap Rp 2.000
  4. Biaya pembuatan SIM bayar di Bank BRI Rp 100.000
  5. Fotocopy KTP udah punya banyak duluan jadi ga masuk perhitungan

TOTAL Rp 184.000

Biaya lain-lainnya:

  1. Makan siang di kantin, nasi dadar jagung dan cap cay Rp 7.000
  2. Kerupuk dan snack kentang Rp 3.000
  3. Bensin Rp. 20.000

Total pengeluaran tambahan Rp 30.000

Grand Total Rp 214.000

Bisa diperkirakan segitu cost-nya untuk bikin SIM baru di Tabanan. Biaya pembuatan SIM hanya Rp 100.000 tapi biaya lain-lainnya mengikuti. Pelayanan para petugas selama saya buat SIM sudah bagus apalagi jika hari cerah sebenernya SIM saya bisa 1 hari langsung jadi. Sehingga bagi saya yang rumahnya jauh ga perlu bolak-balik ke Polres… Hmmm, seandainya saja pilih buat SIM di musim kemarau 😀

P.S. SIM-nya berlaku sampai 5 tahun lagi dan habis pada tanggal yang sama dengan hari ini. Sebaiknya jika masih perlu untuk mengemudi kendaraan bermotor, diurus perpanjangannya satu bulan sebelum habis masa berlakunya 😉

♡ Intan Rastini

Advertisements

2 thoughts on “Pembuatan SIM C Baru di Tabanan

    • Tes tulisnya seperti kuis. Kita tinggal pilih benar/salah. Jadi cuma 2 pilihan. Tentang berkendara di jalan yang benar, rambu jalan yang umum, dan kelengkapan kendaraan atau si pengendara. Soalnya itu pakai gambar dan video simulasi seperti animasi. Good luck ya!

Thank you for reading my post, hope you enjoy it. Please... don't type an active link in the comment, because it will be marked as a spam automatically. I'd love to visit your blog if you fill the "website" form :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s