Kalki Doyan Ngemil Kacang Panjang

Beberapa hari lalu dapat sayur mayur dari mbah di Sekartaji, kumpinya Kalki. Ada bayam dan kacang panjang banyak banget! Nah sayur bayamnya udah cepet habis duluan karena mama masak sup bening dikasi jagung manis, wortel dan udang. Kacang panjangnya ada dua ikat besar dan bedanya dengan bayam.. setelah direbus kacang panjangnya ga nyusut, jadi ya kalau mau dimakan tetap banyak kan…

Trus gimana biar cepet habis kacang panjangnya? Sama papa dilalap mentah-mentah pake nasi. Tentu setelah mama cuci bersih dulu. Beberapa kacang panjangnya udah berlubang-lubang ada ulatnya kayak udah lama bikin bungalow sarang disitu hmmm…. Seneng sih liat sayur ada ulatnya yang berarti lebih aman dikonsumsi, tapi mama geli juga. Kalo mama lebih suka kacang panjang yang di-blanch. Itu diblansir, direbus sebentar aja. Begitu air mendidih cemplungin kacang panjang yang udah dipotong-potong sepanjang kelingking biarkan 1 menit lalu tiriskan. Teksturnya jadi lebih empuk tapi nggak lembek dan lebih higienis dong..!

Otomatis setiap pagi mama nyempetin ngeblanch kacang panjang sambil masak sayur bayam ketika Kavindra masih tidur. Kamis pagi yang lalu tanggal 3 September… saat mama masih nyiapin sarapan sup bening, Kalki pergi menuju meja makan nyomotin kacang panjang yang udah mama blanch. Eh ternyata dia suka, akhirnya papa ambilin beberapa potong ditaruh di wadah kecil sambil dikasi nasi dikiiit.. papa dan mama sempat kaget karena kacang panjangnya abis dicemilin Kalki seperti finger food!

image

Stik hijau ini enak banget!

Hmmm… nyam nyam… stik hijau ini enak banget!

Hari Jumat lalu juga masih mau nyemil kacang panjang. Lalu hari Sabtunya disuapin oleh papa sarapan nasi dengan sup ayam jagung wortel malah ga mau. Begitu papa nawarin sepotong kacang panjang yang diblansir langsung mau! Akhirnya dia mau makan sup ayamnya dengan diselingi nggadoin kacang panjang hihihi.

image

image

.. ini baru makanan enak bergizi!

Hari Minggu kemarin mama masak omelet bayam seledri dengan bawang merah. Rasanya udah enak banget di lidah mama.. tapi Kalki pas disuapi oleh papanya malah nolak. Akhirnya papa ambilin kacang panjang blansir, dan Kalki ga bisa nolak yang satu ini. Makannya aja udah ngunyah sepotong, masih dimasukkan lagi potongan lain hingga mulutnya penuh kacang panjang. Duh! Susah bedain ini doyan atau kelaparan atau rakus?

Sejak kacang panjangnya tinggal 1 ikat, mama udah cuci bersih semua lalu sambil ditiriskan hingga kering mama pilihin yang udah berlubang-lubang agar dibuang. Setelah nggak basah baru mama potong-potong trus simpan di kulkas. Jadi setiap pagi tinggal dicemplungin ke air mendidih sebagian-sebagian. Senin pagi ini adalah stok terakhir dan papa yang memblansir potongan-potongan kacang panjangnya. Selagi menunggu mama masakin sarapan omelet udang untuk Kalki, papa menawarkan cemilan wafer 2 bungkus kecil dan kacang panjang yang udah diblansir. Ternyata Kalki lebih pilih makan kacang panjangnya, lho! Wafernya dibiarin aja ga minta dibukain, malah sempat dilempar ke lantai. Papa takjub karena Kalki sama seperti papa suka sayur kacang panjang. Hebat, ada jagoan cilik yang doyan gadoin sayur 😀
Ntar adik Kavin menyusul ya! Kebetulan Senin ini adik baru 21 minggu :* ♡♥

image

Nih, cobain makan kacang panjang yuk!

Intan Rastini

Advertisements

2 thoughts on “Kalki Doyan Ngemil Kacang Panjang

Thank you for reading my post, hope you enjoy it. Please... don't type an active link in the comment, because it will be marked as a spam automatically. I'd love to visit your blog if you fill the "website" form :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s