Berbagi Susu untuk Adik

Kalki bayi dulu mendapat ASI walau sempat minum PASI (pengganti air susu ibu) selama kira-kira 3 hari setelah kelahirannya. Karena permasalahan ASI belum keluar di hari pertama dan setelah terus disodorkan untuk dihisap Kalki perlahan mulai muncul kolostrum. Mama juga sempat perah payudara sampai air susunya keluar. Setelah pede air susunya udah mau keluar PASI pun mama stop agar payudara terus terstimulasi memproduksi susu. Kan prinsip ASI itu supply meets demand. Kalau dirangsang terus oleh hisapan bayi maka ada permintaan, maka produksi pun akan ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan si bayi.

Tetap memberi PASI atau Sufor akan menghambat permintaan ASI.

Sayang Kalki sempat intoleransi laktosa karena setelah minum PASI, ada darah pada fesesnya. Lalu digantilah dengan PASI khusus dan untung nggak lama kemudian bisa full ASIX alias memberi ASI eksklusif secara penuh langsung dari payudara mama.

Selama berapa lama nyusunya? 6 bulan pertama sukses ngaASI, berarti lulus S1 ASIX ya… lalu sampai usia 1 tahun masih mimik ASI bersama dengan udah lulus MPASI. Berarti S2 ASI pun terlampaui. Nah, setelah itu mama hamil kedua… sehingga Kalki mulai disapih pada usia 1 tahun 4 bulan. Hingga benar-benar berhenti nyusu karena mama merasa nggak nyaman atau ngilu setiap nyusui saat hamil muda dan kehamilan mama saat itu berisiko sering ngeflek. Yah, gelar S3 ASI untuk Kalki tidak bisa didapat karena Kalki akan menjadi kakak :’).

Saat behenti menyusui kakak Kalki mulailah ditawari susu sapi instan. Awalnya 1 hari sekali lalu sampai sekarang sudah rutin 2 kali sehari pagi setelah bangun tidur dan sore. Kadang juga minum susu UHT, lho. Kakak Kalki minum susu pakai botol sedotan jadi bisa dibawa kemana-mana tanpa takut tumpah.

image

Suatu sore mama membuatkan susu untuk Kalki minum sambil nonton kartun kesayangannya. Saat jeda iklan, mama menghampiri adik di kamar diikuti oleh Kalki yang membawa serta susunya. Kakak Kalki naik ke kasur dan memberikan botol minum susunya ke tangan adik. Mama sudah bilang pada Kalki, “kakak…. adik nggak minum susu itu, adik minumnya susu mama ini (mama sambil menunjukkan nipple)”.

image

Tapi Kalki geleng-geleng dan menepis tangan mama sambil bilang, “ndaaaak” atau “aaaaahhh” ngasi tau mama supaya minggir sana! Dia tetap menyuruh adik memegang botol sedotan susunya. Dan merasa senang karena berhasil memberi susu untuk adiknya… lalu akhirnya dia mencopot kaos kaki adik Kavin dan berusaha untuk memakainya hihihihi. Terima kasih ya kakak sudah mau berbagi susu untuk adik Kavindra sejak adik masih dalam kandungan.

Intan Rastini

Advertisements

Thank you for reading my post, hope you enjoy it. Please... don't type an active link in the comment, because it will be marked as a spam automatically. I'd love to visit your blog if you fill the "website" form :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s