Aksi Kakak Kalki (mama in between our baby and the toddler one)

Lihat apa yang dilakukan Kalki di rumah dengan sekumpulan mainannya… Keranjang besar yang awalnya buat tempat simpan mainan-mainannya, ditumpahkan isinya sehingga berceceran di lantai, dan gantian Kalki yang masuk mengisi keranjang yang sudah rebah itu.

Mama pusiiiiiiiiiing, mesti jaga adik Vin, rumah berantakan karena kakak Kalki ada aja ide dan kreasinya dalam mengacak-acak mainan bahkan perabotan. Belum lagi memikirkan diri sendiri yang masih proses pemulihan pasca persalinan. Kami bertiga sampai sama-sama batuk pilek. Papa yang sibuk menjaga kami bertiga, sangat suportif dengan membantu mama beresin kekacauan yang dibuat Kalki sehingga mama lebih bisa fokus merawat adik Vin yang masih bayi.

Ya Tuhan, semoga anak-anakku cepet sembuh, juga diriku. Karena pakaian kakak dan adik yang udah dicuci papa menumpuk butuh dilipat masuk ke lemari. Dan itu tugas mama, untuk merapikan pakaian-pakaian kakak dan adik (udah mending nggak pakai disetrika karena ngga punya). Mama harus menunggu adik tidur untuk mengerjakan itu, kadang mama juga ikut tidur siang kalo adik tidur karena mama butuh istirahat untuk persiapan begadang dan karena sakit batuk pilek. Tapi sayang kalo kakak Kalki lagi ngga ikutan bobok lalu udah mulai berceloteh dan sedikit memekik teriak antusias… Buyar semua. Adik bangun dan mama jadi kesal!

Karena mama nggak fit, jaga adik jadi lemes. Tidur juga terganggu karena batuk-batuk. Apalagi meng-handle kakak Kalki yang aksinya udah ngga terbendung? Makin besar, kakak Kalki makin ngerti membantu orang tuanya untuk bersihin lantai yang sedikit kotor/basah dengan tisu atau lap, sampai papa terharu karena dia meniru kebiasaan bersih-bersih papanya. Tapi namanya juga masih anak balita, dia tetap beraksi dengan asyiknya kalo lagi main-main atau tertarik sesuatu. Kalo udah tertarik sama barang, dia ingin ambil trus dieksplorasi sama dia.

Seperti njungkir-balikin keranjang wadah mainannya, lalu didudukin atau dia berdiri di bagian bawah (alas) keranjang yang terbalik. Dan itu bahaya karena kan keranjang plastik berongga jika patah dan dia kena bagian patahannya bisa luka. Dilarang udah ngga dihiraukan, dimarahin juga ngga mempan. Akhirnya papa sembunyikan keranjangnya di atas bufet yang tinggi sehingga dia ngga bisa njangkau.

Nah trus isinya keranjang wadah mainan itu gimana? Ya berserakan di lantai dan kakak Kalki nyaman-nyaman aja begitu. Padahal risiko mainannya terinjak kaki besar sekali dan bisa menciderai tidak hanya dia juga orang tuanya. Ya ampun, pokoknya si balita satu ini udah aktif jadi butuh pengawasan orang tua. Terkadang kakek dan neneknya ikut mengawasi tapi ngga bisa 100% karena usia. Apalagi kalau kakak Kalki udah ke dapur, bisa memainkan perabotan yang berbahaya! Tapi dia nggak bisa disuruh duduk manis terus kan? Karena keingin-tahuannya yang besar.

Mama nggak sanggup megang kakak terus karena adik lebih butuh perhatian. Sama aja, kakak Kalki meski udah mau 2 tahun tetep butuh dan cari perhatian dengan orang tuanya, terlebih saat adiknya datang. Kakak kalki udah beberapa kali menangis saat lihat mama menggendong adik terus karena menyusui. Si kakak jadi nangis seperti tantrum dan berguling-guling di kasur (saat di kamar) bahkan berguling-guling di lantai jika di ruang keluarga atau dapur! Kalo udah lihat kakaknya begitu, mama antara sedih dan jengkel karena ngga bisa mengatasi keadaan.

Bikin dilema, mama sayang kakak dan adik, tapi mama perlu sering menyusui adik jadi mama gendong-gendong adik terus di mata kakak. Padahal cinta mama untuk kakak Kalki dan Adik Vin sama besarnya. Kakak Kalki saat dulu masih bayi mendapatkan kasih sayang dan care yang belum terbagi dari papa dan mama. Saat ini adik Kavindra butuh papa dan mama juga meski tidak bisa full karena masih perlu memerhatikan kak Kalki. Jadi bersabar ya sayang, supaya kakak nanti ada teman yang kompak untuk berbagi bersama, bermain, belajar, bercerita, yang membantu, mendukung dan saling menjaga, yaitu adik Kavindra sayang.

Love you our sons, Kalki and Kavindra. Be strong and be patient, you two will grow up together and share moments of happiness. ♥♡ Papa & Mama.

Advertisements

Thank you for reading my post, hope you enjoy it. Please... don't type an active link in the comment, because it will be marked as a spam automatically. I'd love to visit your blog if you fill the "website" form :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s