get over his baby fever attack

sementara kemarin sempat happy karena Kalki bisa main ke Sidoarjo-Surabaya…

malam lalu tiba-tiba Kiboy jadi anget badannya, trus pas mau aku ukur pakai termometer digital yang dibeliin papa di deket BRSU Tabanan, ternyata udah ngga bisa nyala lagi! Ya kaget, kan seingatku ini termometer masih bagus aja kok kemarin malam ngga bisa dipakai?! Apa karena sempat dibanting Kalkidoi??? Akhirnya Opa kalkipo menganjurkan pakai termometer biasa saja…

Kemarin sore.. rencana mama adalah beli keperluannya kalki seperti pospak (ngga siap bawa clodi-clodi) susu menyusui mama dan biskuit bayi… tapi badannya diraba oleh oma dan opa rasanya agak-agak sumer (istilah jawa kali ya..) gitu. pas diukur oleh opa pakai termometer raksa, suhu badannya  37,1 derajat celcius. Diluar sempat hujan seharian dari pagi tapi sempat berhenti, ujan lagi, berhenti, dan malam pun sempat juga hujan… saat hujan reda di sore hari, Kiboy kami ajak ke minimarket untuk beli barang keperluan. Udah pakai topi safari, jaket, kaus kaki, trus digendong pakai gendongan monyet (ransel).

malam harinya saat selesai ngasi makan kalki yang udah 2-3 hari enggan makan dengan lahap – padahal pada hari-hari pertama datang di Sidoarjo dimasakin omanya sup sayuran lengkap dengan makaroni, wortel, brokoli, tahu, tempe… makannya antusias kok – dia udah ngantuk. sekitar pukul 9-10 mama coba ukur suhu tubuhnya… jadi 37,8 derajat celcius! Sontak mama jadi cemas, dan upayakan Kalki banyak nyusui dan sambil mama skin-to-skin.

Setelah beberapa saat kemudian, mama coba ukur lagi suhu tubuhnya… jadinya kok malah 38 derajat celcius. Ya udah, mama langsung turun kasur dan ambil paracetamol tablet di baby bag kalki untuk ditumbuk dengan cobek.setelah itu aku masukkan ke zip-lock bag, dan aku bagi 1/4 nya dilarutkan ke air hangat. Lalu kalki yang kebetulan terbangun karena aku tinggal dari kasur tadi… aku coba kasi larutan paracetamol tersebut dan dia langsung mengernyit kepahitan dan menolak sendokan selanjutnya dari larutan obat tsb. aku akali dengan campur ASI supaya dia mau… eh tapi dia tetap emoh, dan kalo udah begitu mama cuma bisa selang-selingin dengan nyusu terus nawari larutan obat+ASI dan sambil nangis Kalki pun terpaksa mama cekokin juga obatnya sampai terminum habis. Trus mama neneni sambil skin-to-skin dan dia ngucur keringet banyak banget, langsung ganti baju 2 kali malam itu, mama pun negloni dia sambil stand-by nyodorin susu supaya dia banyak minum ASI.

Setelah itu bangun pagi Kalki aktif dan riang meski udah berkurang antusiasmenya ngga selincah sebelumnya, mama pun ukur juga suhu tubuhnya berkali-kali dan hasilnya 37,2 derajat celcius.. Tapi pagi ini kami bawa Kalki ke RS mitra Keluarga Waru, di depan perumahan. Mama yang baru pertama kali bawa kalki ke RS ini, langsung diturunkan oma didepan entrance dan nanya ke sekuriti tentang bagaimana daftar ke dokter spesialis anak, alhasil diantarkanlah mama sambil nggendong kalki ke komputer. Dan didaftarkan oleh sekuriti ke Spesialis Anak yang direkomendasikan oleh bapak sekuriti yang baik. Setelah daftar via komputer, next kami ke konter spesialis untuk meneruskan registrasi dengan nulis form dan bayar biaya admin Rp20,000 + biaya jasa dokter Rp115,00 total Rp135,000 kami akhirnya dapat nomor antrean masuk ke ruang dokter no. 102 oleh Dr Ahmad fauzin.

Di RS Mitra Keluarga Waru itu ada arena bermain anak-anak dan ada nursing room. Sempat lihat pintu tertutup yang ada tandanya “ibu menyusui”. kami pun menunggu di tempat duduk ruang tunggu dan ngga lama setelah itu langsung dipanggil oleh pengeras suara dan perawat pun memanggil masuk. Di dalam, Kalki di rebahkan di atas kasur dan diperiksa oleh dokter. Setelah menyampaikan bahwa kalki kemarin malam sempat panas sampai 38 derajat celcius dan agak enggan makan.. mama juga sempat menanyakan mengenai benjolan di belakang kepala kalki dekat leher. katanya itu normal dan biasanya kalau terkena radang tenggorokan itu akan sedikit membesar dan nanti akan kembali lagi mengecil. Selama tidak mengeras tidak apa-apa. Dipegang tengkuknya Kalki oleh dokternya katanya masih tidak apa-apa.

Setelah itu ditanya berapa berat terakhirnya kalkipo, aku bilang 11,2 kg… kayaknya tadi ngga sempat ditimbang deh. Ya sudah, setelah examination dokter dan perawat yang ramah-ramah itu selesai dan diagnosis serta resep dokter selesai, kami diminta untuk ke konter farmasi. Kami nebus obat berupa puyer penurun panas untuk kalki yang ada isi komposisinya Dumin 500mg tab 4.00, Ponstan 500mg tab 2.00, Pronicy 4mg tab 3.00, Ketricin 4mg tab 3.00, kertas puyer 15.00. diminum 4x 1 bks sehari saat demam. Dan ada antibiotiknya pula, Dexacef syrup 1.00. diminum 2x 5cc untuk 7 hari. Biaya nebus obatnya sebesar Rp67,500. Hummm! Duh biuuh, bingung… mama RUM (Rational Use of Medicine – penggunaan obat khususnya antibiotik secara rasional) aja atau patuh dengan resep anjuran dokter anaknya ya… 😦 Bagaimana pun juga Mama berdoa semoga kamu segera sehat kembali ya, sayang… Amin.

Meski sempat lihat ada ruang khusus yang disediakan untuk ibu-ibu menyusui ataupun mungkin ganti popok adik bayi.. aku belum sempat masuk kesana untuk just take a look maupun untuk menggunakan fasilitas tersebut. hanya saja selama menunggu di ruang tunggu farmasi yang dekat dengan entrance, aku lihat ada ibu-ibu berjilbab yang duduk nungguin nebus resep obat sambil nyusui anaknya, lho. Wah hebat! ngga sedikit kok keluarga yang bawa anak-anak dan juga bayi saat itu… tapi ada dua bayi yang sedang di nursing saat aku nungguin resep obatnya Kalkipo selesai, yang satu disusui dengan dot, yang satu dengan nenen langsung ke payudara ibunya :).

Mama sendiri ngga sempat nyusui Kalki di sana, karena kalki asik lihat-lihat sekitarnya, dan sempat mama gendong-gendong lihat bunga anggrek ungu dan putih dalam pot yang notabene artifisial sebagai penghias meja saja. Di RS Mitra Keluarga juga ada layanan pijat bayi, tapi aku sendiri ngga sempat cari tau atau nanya di meja informasi karena sibuk menyamankan Kalki. Ngasi kalki banyak minum air putih supaya suhunya turun dan snack biskuit bayi yang dibawa dari rumah. lalu pulang dari RS, mampir bentar beli semanggi di dekat ruko untuk sekalian ke Indomaret beli Koolfever dan Bye Bye Fever!!!

Advertisements

4 thoughts on “get over his baby fever attack

Thank you for reading my post, hope you enjoy it. Please... don't type an active link in the comment, because it will be marked as a spam automatically. I'd love to visit your blog if you fill the "website" form :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s