First Kalki’s Day Out

Senin, 20 Januari lalu kami sempat pergi jalan-jalan karena ada kesempatan mamoth ke Bali jadi bisa naik mobil pergi sama Kalki. Ini baru acara jalan-jalannya Kalki yang resmi setelah otonnya. Sebelum dia oton sempat keluar tapi bukan untuk hang out atau jalan-jalan, cuma untuk yang penting-penting aja kayak ke RS, trus juga sempat mengunjungi rumah sanak saudara sebentar. Nah kali ini Kalki beneran jalan-jalan nih, ke Dalung dulu untuk ketemu Iqbal sepupunya, lalu ke Clandy’s untuk beli keperluan bayi trus terakhir ke Burger King buat emaknya makan hehehe… Lumayan pas ke Burger King jam setengah empatan dapet Big Break Time dengan buy 1 get 1 burger gitu. Entah ini berlaku di seluruh BK atau di BK Sunset Road aja.

Ya, jadi hang out pertama Kalki di tempat umum bersama Mama (so pasti) Oma, Om Ryandi, dan Bunda Ratih adalah ke Clandy’s – semacam supermarket khusus perlengkapan bayi di Bali – lalu ke resto Burger King. Ke BK ini gara-gara Om Ryandi yang ngidam burger. Pas ke Clandy’s dan BK si Kalki mah udah tidur. Jadi aku ga bisa lihat reaksinya dia di kedua tempat yang baru bagi dia itu. Yah sayang sekali, kamu ga tau kalo udah diajak jalan-jalan ke sana dong, nak. Karena kamu asik jalan-jalan duluan di mimpi. Di Clandy’s Buluh Indah merupakan cabang Clandy’s yang lebih besar dari pada yang di Tabanan, karena di denpasar kali ya.. Jadi disana ada buncis baby, labu kuning, brokoli, dan sayur serta buah-buahan lainnya… Wah bisa untuk MPASI, nih! Jadi mama ambil aja buncis baby dan brokoli ke keranjang. Abis cari buncis baby, brokoli dan beberapa bahan pangan yang baby friendly lainnya seperti kabocha, zuccini, labu kuning itu untuk MPASI agak susah sih di pasar desa, jadi ini kesempatan emas.. Labu kuningnya ga beli, soalnya kurang seger. Dan labu kuning itu dijual udah dipotong jadi karena udah kebuka keliatan udah ga fresh, emang enak sih beli porsi kecil begitu. Kan biar sesuai kebutuhan makan bayi yang ga seberapa banyak.

Ga tau ya, menurut tradisi dan kepercayaan yang dianut ibu mertuaku, baiknya bayi nggak jalan-jalan dulu sebelum upacara oton. Sempat bentrok juga mengenai keyakinan ini antara aku dan mertuaku. Tapi kalo diambil dari sisi logisnya, memang bayi itu lebih rentan kena penyakit kalo dibawa keluar ya? Karena kalo keluar kena asap kendaraan, asap rokok, asap bakar-bakaran sampah. Belum lagi ketemu banyak orang, dan kita ga tau orang itu lagi sakit apa deketan sama anak kita atau bahkan pegang anak kita ntar bisa ketularan, trus masalah di tempat umum yang higienitasnya berbeda dengan di rumah. Tapi kalo nggak keluar juga bisa-bisa nggak menter kan ya? Alias nggak tahan banting. Juga biar membiasakan suasana luar dan sedikit hiruk pikuk boleh kan?

Jalan-jalan sama bayi itu melelahkan lho, yang menghandle bayi itu yang lelah. Nah, kalo bayinya sendiri ngerasa lelah nggak ya? Apalagi aku menyusui Kalki, nggendong dia juga (untung dapet bala bantuan dari mamoth), trus bawa-bawa baby bag dan thermal bag untuk keperluan bayi… Wuuuuuh experience banget. Kebetulan perginya nggak sama papa jadi nggak bisa tandem deh.

Next time must go with papa! Biar ada tenaga kuda yang bisa diandalkan hihihihi..

Advertisements

Thank you for reading my post, hope you enjoy it. Please... don't type an active link in the comment, because it will be marked as a spam automatically. I'd love to visit your blog if you fill the "website" form :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s