GIVEAWAY: Antologi Mereka Bicara Fakta “Bikin T-shirt, yuk!”

Maaf mak gesi, waktu itu aku lagi agak repot ngurusin kalki n papanya sakit flu, sama belum ada ide juga sih…. Sekarang aku udah ada! Aha! hehehehe 😀 tolong dimaafkan ya mak…. :-*
Terinspirasi dari logo RRR yang apik dan juga karena adikku sempat jual t-shirt gitu, makanya aku punya ide ini. Harap maklum ya, kalo idenya sederhana ajah.

Logo Rumah Ramah Rubella itu bagus lho, mak. Aku suka. Jadi kenapa nggak dipamerin aja dengan t-shirt? *wink*

Nah, jadi t-shirtnya bisa dipakai oleh seluruh anggota RRR dan bisa dijual juga bagi yang berminat 🙂

Udah, gitu aja sih, maaf ya sederhana banget hehehehehe 😛

Semoga bermanfaat 🙂

P.S. Tulisan ini turut serta dalam pengembangan Rumah Ramah Rubella

Resep MPASI Bayam

cara mutakhir ngukus bayem

cara mutakhir ngukus bayem

Haloooo, maaf para bunda, postingku kurang lengkap ya? jadi aku lengkapin disini. Terima kasih feedbacknya 🙂 Always welcome…

Bahan:

  • Daun bayam secukupnya disesuaikan porsi makan si kecil
  • Tomat 1 buah
  • Air
  • Tepung beras/beras yang direbus hingga lembek (disesuaikan kemampuan dan usia makan bayi)
  • Minyak kelapa

Jadi begini, ini resep yang aku ciptakan buat Kalki, Bayam kaya nutrisi zat besi nonheme jadi harus dipadukan dengan tomat yang kaya vitamin C. Kalo pas aku latihan, tomat diganti jeruk juga sah-sah aja, itu kan selera ya, kalo bayinya mau maem, syukurlah. Kalo enggak, don’t give up! Masih banyak kombinasi lainnya, bun. Minyak kelapa itu aku suka tambahin karena Kalki suka. Lagipula tomat mengandung betakaroten wich means ada vitamin A. Vitamin A itu akan mudah diserap jika dibarengi dengan pelarutnya yaitu lemak! Sekian dan terima kasih.

Cara membuat:

  1. Siapkan kukusan, isi air sekiranya air itu nggak bakalan sad selama mengukus bayam. Biarkan air mendidih
  2. Masukkan bayam dan tomat yang sudah dicuci bersih ke wadah stainless steel (terutama besi agar zat besinya kaya bangetsss), lalu kukus
  3. Sekiranya udah lembek dan layu, angkat lalu siap diblender, kalo aku aku cacah dengan pisau di atas talenan. Kalo mau bikin pure puree bayam dengan jumlah banyak bakalan butuh penggiling, yah. Kecuali Anda emang suka “neteg” itu bahasa Bali “chop” “chop” 😀
  4. Kalo tomatnya setelah dikukus bakal nyonyot alias lembik dan itu mudah dikupas moms… silakan mash atau hancurkan dengan ditumbuk diatas saringan, supaya bijinya nggak ikutan
  5. Nah, sekarang masak tepung beras atau nasi tim atau nasi lembeknya. Kalo aku masih pakai tepung beras sampai saat ini jadi tepung beras ambil 2 sendok makan, dilarutkan ke air 2 gelas belimbing, aduk-aduk sampai matang min 10 menit, sampai kekentalan yang diinginkan. Bisa dimasak dengan panci yang langsung di atas api, atau dengan kukusan.
  6. Karena aku masaknya terpisah, menyajikannya pun terpisah dan bisa tahan sampai sore makanannya, cukup disimpan di dalam kukusan aja, karena aku punya bowl stainless dengan diameter dan kedalaman berbeda, bowl-bowl itu cukup ditumpuk aja di atas kukusan.

Selamat mencoba 🙂

Oh ya, resep ini untuk usia:
7m+ (bayamnya sedikit aja dan yang organik, ya… untung aku petik di halaman)
puree bayam 8m+ (karena tinggi kandungan nitratnya, pencernaan bayi sudah toleran di usia ini)

Hari Minggu Masak Apa?

Jadi masakan hari ini adalah…
Kangkung! Belinya 1 ikat banyak seharga 2ribu rupiah saja. Tapi pas udah dipetik-petik dan ditumis… Nyusut cuma dapet buat 4 porsi makan sama nasi aja kayaknya yaah..

Lagi-lagi mengandalkan sambal goreng jadi dari mamoth… He he he kayaknya pakai tumis sayur apa aja dan untuk kering tempe jadi enak! Sempat meraba-raba dengan indra penciuman, kira-kira bahan dari bumbu jadi buatan Sidoarjo ini terdiri dari bumbu dan rempah apa aja ya? Soalnya pengen menyaingi nikmatnya sambel tersebut dengan buat sendiri gitchuu… Kayaknya bawang merah, bawang putih, sedikit laos, cabe merah, merica, garam… Apalagi ya? Penyedap MSG kali. Hehehehe *summoning kemampuan anjing dalam diriku dulu*

Jadi cara memasaknya… Kangkung dicuci di bawah air mengalir, disiangi, atau dipetik-petik daunnya beserta batang-batang yang lunaknya (yang sekiranya bisa dimakanlah), sisihkan. Trus udang dicuci bersih lalu dipotek-potek kepalanya, kalo mau pake kepalanya ya silakan, tapi aku kasi kaldu kepala udang buat anjing-anjingku hihihihi. Lalu tumis sambel jadinya sampai harum dan masukkan udang, masak sampai kemerahan, lalu masukkan kangkungnya, aduk-aduk sampai kangkung layu dan menyusut. Udah deh. Gampang kan? Apalagi kalo ada sambel jadi. Hidup kita serasa lebih mudah hahahahaha.

Kalo aku masak kadang pake resep kadang trust my instinct… Tenaaaang kedua anjingku kadang suka makanan nyeleneh kok, jadi kalo rasa masakanku kurang acceptable bisa dihibahkan ke mereka hahaha. Kalo ada yang meragukan instinct-ku taksuruh ngunyah sendal jepit lalu rasain masakanku, enakan mana?

Btw, itu kangkung rencananya mau dibuat MPASI-nya Kalki, lha tapi kok mamanya lupa buat misahin yang abis dicuci bersih sedikit. Alamat dah Kalki nggak kebagian! Besok kita coba ya nak, apa tukang sayurnya bawa kangkung lagi. Mumpung kangkung lagi murah. Akhirnya Kalki makan beras, tempe dan bayem aja yang tinggal metik di halaman rumah. Tidak lupa minya kelapanya!

First Kalki’s Day Out

Senin, 20 Januari lalu kami sempat pergi jalan-jalan karena ada kesempatan mamoth ke Bali jadi bisa naik mobil pergi sama Kalki. Ini baru acara jalan-jalannya Kalki yang resmi setelah otonnya. Sebelum dia oton sempat keluar tapi bukan untuk hang out atau jalan-jalan, cuma untuk yang penting-penting aja kayak ke RS, trus juga sempat mengunjungi rumah sanak saudara sebentar. Nah kali ini Kalki beneran jalan-jalan nih, ke Dalung dulu untuk ketemu Iqbal sepupunya, lalu ke Clandy’s untuk beli keperluan bayi trus terakhir ke Burger King buat emaknya makan hehehe… Lumayan pas ke Burger King jam setengah empatan dapet Big Break Time dengan buy 1 get 1 burger gitu. Entah ini berlaku di seluruh BK atau di BK Sunset Road aja.

Ya, jadi hang out pertama Kalki di tempat umum bersama Mama (so pasti) Oma, Om Ryandi, dan Bunda Ratih adalah ke Clandy’s – semacam supermarket khusus perlengkapan bayi di Bali – lalu ke resto Burger King. Ke BK ini gara-gara Om Ryandi yang ngidam burger. Pas ke Clandy’s dan BK si Kalki mah udah tidur. Jadi aku ga bisa lihat reaksinya dia di kedua tempat yang baru bagi dia itu. Yah sayang sekali, kamu ga tau kalo udah diajak jalan-jalan ke sana dong, nak. Karena kamu asik jalan-jalan duluan di mimpi. Di Clandy’s Buluh Indah merupakan cabang Clandy’s yang lebih besar dari pada yang di Tabanan, karena di denpasar kali ya.. Jadi disana ada buncis baby, labu kuning, brokoli, dan sayur serta buah-buahan lainnya… Wah bisa untuk MPASI, nih! Jadi mama ambil aja buncis baby dan brokoli ke keranjang. Abis cari buncis baby, brokoli dan beberapa bahan pangan yang baby friendly lainnya seperti kabocha, zuccini, labu kuning itu untuk MPASI agak susah sih di pasar desa, jadi ini kesempatan emas.. Labu kuningnya ga beli, soalnya kurang seger. Dan labu kuning itu dijual udah dipotong jadi karena udah kebuka keliatan udah ga fresh, emang enak sih beli porsi kecil begitu. Kan biar sesuai kebutuhan makan bayi yang ga seberapa banyak.

Ga tau ya, menurut tradisi dan kepercayaan yang dianut ibu mertuaku, baiknya bayi nggak jalan-jalan dulu sebelum upacara oton. Sempat bentrok juga mengenai keyakinan ini antara aku dan mertuaku. Tapi kalo diambil dari sisi logisnya, memang bayi itu lebih rentan kena penyakit kalo dibawa keluar ya? Karena kalo keluar kena asap kendaraan, asap rokok, asap bakar-bakaran sampah. Belum lagi ketemu banyak orang, dan kita ga tau orang itu lagi sakit apa deketan sama anak kita atau bahkan pegang anak kita ntar bisa ketularan, trus masalah di tempat umum yang higienitasnya berbeda dengan di rumah. Tapi kalo nggak keluar juga bisa-bisa nggak menter kan ya? Alias nggak tahan banting. Juga biar membiasakan suasana luar dan sedikit hiruk pikuk boleh kan?

Jalan-jalan sama bayi itu melelahkan lho, yang menghandle bayi itu yang lelah. Nah, kalo bayinya sendiri ngerasa lelah nggak ya? Apalagi aku menyusui Kalki, nggendong dia juga (untung dapet bala bantuan dari mamoth), trus bawa-bawa baby bag dan thermal bag untuk keperluan bayi… Wuuuuuh experience banget. Kebetulan perginya nggak sama papa jadi nggak bisa tandem deh.

Next time must go with papa! Biar ada tenaga kuda yang bisa diandalkan hihihihi..

After Cooking: Jukut Paku jak Oong

This is after I finished the postponed cooking activity. Rasanya dapat dipertanggungjawabkan 😀

Jadi cara memasaknya, jamur putih itu atau oong direbus sampai empuk lalu tiriskan, sedangkan kentang dipotong-potong kecil lalu digoreng (tidak dikupas kulitnya, karena lebih baik begitu) sampai kecokelatan. Bumbu sambal goreng ati itu ditumis sampai harum, lalu masukkan sayur paku, jamur dan kentang gorengnya, aduk sampai matang pakunya jadi lunak. Udah… Jadilah hidangan untuk makan malam hari ini.

Untuk Kalki apa ya? Mama udah buatkan pure kacang hijau kupas dan tempe kukus, tapi dia ga mau makan. Gantinya mama juskan apel red washington ukuran kecil aja 2 biji dapet 120 ml jus apel yang keluar dari juicer atau juice extractor. Yang diminum 60ml aja, sisanya disimpan di kulkas buat besok. Karena apel mudah teroksidasi jadi mama teteskan jerus nipis sedikit sebelum disimpan.

Back to jukut paku… Rasa paku itu lebih crispy daripada kangkung. Enak dah pokoknya! Dimana cari daun paku? Ada di kebon, kebetulan itu tanaman liar ya seperti rumput. Dia tumbuh tanpa kita menanamnya atau bahkan tanpa kita inginkan (karena bikin kebun jadi “bed” atau rimbun dan ini membuat nutrisi di tanah atau pupuk yang kita sebar untuk kelapa, manggis, cokelat atau cengkeh juga dimakan oleh si tanaman paku) maklum sporadis, sih.

Kalo ada yang mau nyobain sayuran paku ini, boleh ambil di kebon suami, hehehe itung-itung bantuin bersihin kebun dari tanaman liar.

Nah, sekarang aku lagi cari yang namanya daun torbangun atau daun bangun-bangun. Itu katanya adalah sayur khas orang batak. Setelah diteliti daun torbangun bagus untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ASI. Ada yang tau nggak bisa mendapatkannya dimana di Bali?