Tips Memerangi Ruam Popok

Pas hamil aku pede banget yakin anakku ga bakalan kena ruam popok jadi nggak belajar tentang penanganan dan tindakan preventifnya. Akhirnya pas Kalki lahir usia kira-kira lebih seminggu kena deh yang namanya ruam popok sampe berbulan-bulan dan beberapa kiat udah ditempuh sampai akhirnya kami pasrah aja dan violaa…. tidak terasa ruamnya pun hilang. Sesekali masih muncul sih sedikit hikssss tapi udah nggak berlarut-larut dan meradang.

PREVENTION Tindakan preventif jauuuuuh lebih penting daripada tindakan pengobatan. Kasian juga kalo bayi udah kadung kena ruam dia bakalan merintih dan rewel banget pas changing nappy.

  1. Segera ganti popok begitu kotor karena pipis apalagi pup
  2. Gunakan waslap yang dicelup ke air hangat untuk membersihkan genital dan pantat bayi. Kalo kena pup bisa dibersihkan dengan tisu kering dulu lalu setelah pup yang menempel di kulit terangkat oleh tisu, baru diseka dengan waslap lembap hangat. Bisa juga mengakali dengan tisu kering di celup air hangat sedikit. Kandungan tisu basah kadang tidak friendly untuk bayi, sih. Tisu basah digunakan sesekali aja, bisa saat malam atau pas berpergian dan situasi emergency lainnya: saat belum ada waslap bersih untuk cebok!
  3. Keringkan area popok dengan kain kering yang bersih setelah dilap. Jika sisa-sisa kelembapan itu masih ada di kulit itu bisa menimbulkan ruam. Aku pakai popok tali kain untuk mengeringkan lalu baru deh dipakein clodi. Kalo abis mandi ya dikeringin pakai handuk.
  4. Saat mandi gunakan sabun lembut yang cocok untuk kulit bayi, lalu bilas sisa sabun yang menempel dengan air bersih bukan dengan air yang ada sisa sabunnya. Lapisan film sisa-sisa sabun yang menempel pada kulit bisa menutup pori dan membuat kulit tidak bisa bernapas, penumpukan lapisan sisa sabun bisa bikin ruam.
  5. Sesekali angin-anginkan area popok bayi dengan membiarkannya terbuka alias telanjang. Bisa dilakukan saat si bayi jemur pagi dan saat memassage bayi sehabis mandi. Supaya kulitnya bisa benapas dan nggak sumpek tertutup popok melulu.
  6. Besihkan alas popok setiap terkena urin atau feses dengan mencucinya pakai sabun lembut seperti sabun cair bayi lalu bilas dengan air dan keringkan atau jemur di bawah terik matahari.
  7. Gunakan popok kain! Kalki pakai disposable pas keadaan darurat, pas hujan, pas berpergian, sisanya pakai popok tali, pakai kain bedong yang dilipet-lipet prefold dan pakai clodi.

    tarzaaaaan!

    tarzaaaaan!

TREATMENT

  1. Tetap jaga kebersihan area popok bayi dan upayakan cara prevention.
  2. Saat mengelap pantat bayi lakukan dengan menepuk lembut, jika menggosok kulit yang ruam itu akan menimbulkan lecet, lho!
  3. Olesi minyak kelapa murni atau VCO setelah area popok bersih. Kalki udah coba salep bedak Cussons yang ada zinc oxide dan calaminenya, bedak jamur resep bu bidan, Bepanthen, Myco-Z semua pada nggak mempan, euy! Tapi begitu dikasi minyak kelapa buatan budhe mangku di Sekartaji, manjur juga hehehehe… karena buatan sendiri jadi nggak ada zat-zat tambahan seperti pengawet dll. akhirnya sampai sekarang kami terus mengoleskan minyak klenthik tersebut saat ganti popok dan setelah mandi.
  4. Bawa ke dokter anak terutama jika ruam sudah berlarut-larut dan mengganggu kenyamanan bayi. Sempat Kalki berobat ke dokter anak karena ruamnya meradang, tapi dokter anaknya memberi saran ya itu jaga kebersihan, jangan pakai popok sekali pakai, dan selanjutnya di poin berikut.. Dokternya nggak meresepkan obat minum maupun obat luar. Tapi karena kami desak, akhirnya dokternya mengeluarkan anjuran Caladine cair. Pas nyari Caladine cair nggak dapet jadi yang dicoba.
  5. Cuci popok kain beserta pakaian dengan deterjen yang baby friendly dengan takaran yang sedikit tapi cukup, lalu bilas sampai di rasa nggak berbau wangi deterjen karena residu deterjen yang menempel di kain bisa jadi menyebabkan ruam. So, nggak usah juga pakai pelembut atau pewangi lagi meskipun juga yang produk baby friendly. Kalo bisa nggak pakai deterjen malah lebih bagus lagi, seperti aku pakai eco-ball
  6. Setrika popok kain biar kuman-kumannya mati.
  7. Jika menyusui, pantau apa yang dimakan ibu, siapa tau ruam popok itu juga tanda alergi. Berlaku juga jika bayi udah MPASI

Semakin bertambah usia bayi, aku yakin kulitnya semakin kuat sehingga bisa memerangi ruam popok dengan sendirinya. Apalagi semakin besar bayi frekuensi pup dan pipisnya juga berkurang. Ssaat ini Kalki udah pup sehari sekali, jadi kontak feses dengan kulit udah 1 kali aja sehari. Yang paling jelek itu ya kontak feses campur urin ke kulit. Kalo bisa kita harus menghindarkan hal itu supaya tidak terjadi, ya cepet diganti popoknya sehingga nggak terlambat nyampur.

Saat tau bahwa Kalki kena ruam popok, orang-orang terdekat bilang pantat anak bayi merah itu biasaaaaa…. Hmm, kalo menurutku kok enggak biasa ya? Mungkin juga karena kulitnya Kalki sensitif dan dia ada sedikit alergi. Mungkin juga kalo emaknya udah lebih dulu belajar bahwa area popok itu penanganannya yang baik begini begitu, ruam popok itu bisa dicegah dan ga bakalan terjadi 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Tips Memerangi Ruam Popok

Thank you for reading my post, hope you enjoy it. Please... don't type an active link in the comment, because it will be marked as a spam automatically. I'd love to visit your blog if you fill the "website" form :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s