Latihan MPASI Terakhir: Puree Wortel dan Pepaya

Ini gunanya latihan… bisa tau mana yang berhasil dan mana yang enggak. Maksudnya, I just found out that it wasn’t easy to blend the carrot with a quarter of glass of water! Seingetku waktu bikin jus wortel pake juicer kok mudah aja ya padahal nggak ditambahin air sama sekali? Hasil yang keluar pun sari-sari wortelnya aja yang berupa air, jadi encer. Ampasnya left behind dah! Makanya nama lainnya juice extractor ya 😀 Mama…. need your juicer… pinjemin doooong!

Wortel emang dagingnya keras jadi kalo diblender kurang air ya susah ngeblend, choppernya stuck! Kebetulan pake blender kecil yang biasanya buat bumbu, jadi kayak keseretan dia. Nah, berkebalikan dengan pepaya yang dagingnya lembuuuut, nggak usah diblender, langsung aja dibejek di atas saringan keluar deh sari-sarinya.. serat ampas pepayanya pun dikit. Hampir semua seratnya lolos dari saringan 🙂

pure pepaya saring, hasil sari pepayanya encer, seratnya yang lolos saringan nempel dibawah saringankawat

pure pepaya saring, hasil sari pepayanya encer, seratnya yang lolos saringan nempel dibawah saringankawat

Ini latihan terakhir, karena 3 hari lagi Kalki mulai MPASInya, jadi besok dan lusa adalah hari-hari tenangnya U,U
Hari ini sekaligus bikin 2 kayak belajar kebut sehari hehehe ya mumpung ada pepaya gratis! Dari pu’un sendiri fufufufu..

Karena pure wortelnya kurang berhasil, akhirnya diblender lagi dengan blender yang wadahnya besar trus ikut nyemplung 3 buah tomat dan ditambah air merendam potongan-potongan buah itu sekitar 3/4-nya lebih. Pas dinyalain blendernya… smoothly blended n’ chopped~

ice cubes as the topping

ice cubes as the topping

Daah ah, mama istirahat dulu belajar prakteknya ya, Ki… Mudah-mudahan perjalanan pemberian MPASI Kalki (praktek sesungguhnya, nih) berjalan dengan lancar. Tad Astu Swaha.

Advertisements