Dear Son, You Need To Know This As a Bedtime Story

…that we needed to wait for God giving us the chance…

Mama dan papa tidak bisa mendapatkanmu dengan mudah. Kami harus menunggumu dengan terus berusaha selama 8 bulan sebelum akhirnya dinyatakan positif terjadi pembuahan. Lalu menunggu selama 270 hari untuk melihatmu setelah sekian lama mama dan papa hanya bisa mereka-reka bagaimana wajahmu di dalam rahim mama. Selama 270 hari itu lah mama harus membawamu di dalam perut mama dengan hati-hati. Di bulan-bulan awal mengandungmu juga adalah perjuangan karena mama harus memasok nutrisi untuk badan kita berdua meski mama merasakan mual dan muntah hingga berat badan mama sempat turun 1 kilogram.

…mama needed to bear the pain..

Saat tiba waktumu ingin melihat alam semesta, tubuh mama merasakan sakitnya desakanmu yang ingin keluar. Merasakan sensasi sengatan hebat yang timbul tenggelam di punggung mama selama 8 jam lebih. Mama sempat ingin menyerah saja, pokonya ingin segera mengatasi bagaimanapun caranya supaya sesuatu yang menyakitkan ini bisa berakhir! Mama sungguh merasa letih menahan sakitnya kontraksi dan merasakan kantuk tapi tidak bisa tidur dari dini hari hingga pagi menjelang.

…we needed to feel upset first then happiness…

Saat menyambut pagi, mama dan papa pun menyambut kedatanganmu. Proses persalinanmu berjalan dengan lancar dan secara normal. Tidak ada kendala yang berarti, hanya saja saat badan mungilmu sudah keluar seluruhnya, tidak langsung terdenngar suara tangis yang kencang. Hanya suara rintihan atau rengekan. Kenapa sayang? Apakah kau kesakitan? Mama tidak tahu kenapa kau tidak langsung menangis, dan itu membuat papa dan mama cukup cemas saat itu. Setelah bidan menanganimu, barulah terdengar isak tangis. Dan kami pun sedikit lega.

…we needed to give you a gift…

Setelah terlahir ke dunia ini, mama dan papa yang sebelumnya selalu memanggilmu Guscil lalu memberikan hadiah I Gede Kalki Ambara sebagai nama untukmu. Nama itu memiliki arti, I sebagai anak laki-laki dalam bahasa Bali dan tradisi penamaan Bali, Gede sebagai anak pertama dalam tradisi penamaan Bali, Kalki dari Bahasa Sansekerta merupakan penjelmaan Dewa Wisnu yang menegakkan Darma di jaman kali yuga dan Ambara di ambil dari nama belakang Papamu karena papa terlahir di kota Singaraja dengan lambang singa Ambararaja yang gagah dan pemberani.

…before that, we had needed to argue first about the best gift…

Awalnya mama ingin memberikanmu nama Kalki Ambara tanpa awalan I Gede, tetapi papamu keberatan karena papa ingin menunjukkan identitas sebagai orang Bali dari nama Kalki. Papamu sendiri sedikitnya merasa bangga menjadi orang Bali, nak! Sedangkan mama? Mama diberi nama tanpa awalan Ni Luh, Ni Putu, Luh Gede atau Ni Wayan dengan pertimbangan supaya mama menjadi anak Indonesia tanpa tercermin ciri khas Bali dari namanya, begitulah pertimbangan opamu. Opa sempat khawatir kalau-kalau nanti mama dideskriminasi orang dari nama. Bagi mama, nama adalah hadiah dari orang tua yang akan atau bisa kita pakai seumur hidup.

…we need to give you space between us…

Kami yang terbiasa berduaan harus membagi ruang, waktu dan curahan perhatian dengan orang ketiga, yaitu kau, Kalki. Kami pun berkerja sama untuk terus memberikan pelayanan kelas satu bagimu. Atau paling tidak, untuk terus menjaga kelangsungan hidupmu sampai dewasa nanti dan bisa mandiri. Walau bagaimanapun jeleknya suasana hati kami, seberapapun lelahnya kami, kami terus dituntut untuk mengutamakanmu dan mengesampingkan ego kami masing-masing. Bagi papa, Kalki lah raja kami.

…mama needs to cope with her mixed emotions and tiresomeness…

Sempat mama merasa kesal dan frustasi atas perubahan aktivitas yang cukup drastis dalam hidup mama. Karena merawat malaikat kecil yang rapuh membutuhkan energi dan konsentrasi padahal mama sendiri baru sedikit mencicipi istirahat di masa pemulihan. Mama pun merasakan campur aduknya emosi mama atas perubahan fisik dan ketidakstabilan hormon pascapersalinan. Sempat mama sedih, marah, putus asa dan menangis, ingin menyerah.. lagi. Mama pun jadi menyadari bahwa mencintai diri mama sendiri adalah bagian dari mencintaimu dan mencintai papa.

…papa needs to work hard helping mama and taking care of you…

Selama 4 bulan setelah kelahiran Kalki, papa hampir selalu di rumah untuk menjagamu dan membantu mama. Di saat kepercayadirian mama turun, papa selalu meyakinkan mama bahwa mama pasti bisa merawatmu dengan baik, bahwa mama memiliki papa dan tidak seharusnya mama merasa sendirian. Papa membantu mencucikan pakaian dan popok yang Kalki gunakan hampir setiap hari. Papa juga mencucikan pakaian mama, menyapu, mengepel, mencuci piring dan beberapa kali memasak untuk mama. Papa secara alami memiliki sikap optimis dan menekankan bahwa mama perlu melihat sisi positif dari kehidupan.

Dear son, you need to know this,
that we keep trying to raise you up well in our limitations. Mama is still quite young while papa is mature enough. And while you are growing, you will learn two different thoughts and emotions from your parents. We need to let you grow up in a true and humble circumstance. In nurturing you, we believe nature gives the best supply. We’re not either poor or rich. However, we need to give you all the best that we can afford.

Dear son, soon you’ll figure out that your parents are not perfect and our life itself has ups and downs. It’s you who strengthen us to live. It’s you who make us see the world differently. To us, it’s you who make us perfect, son. Because God has given us the chance, we need to bring out the best in us for you as our gratitude to God.

Dear our son, Kalki, you need to know this cliché, that we can’t stop loving you. Over all, we need to thank you for coming into our life.

-IPR-

Advertisements

4 thoughts on “Dear Son, You Need To Know This As a Bedtime Story

  1. senangnya yang sudah punya keturunan, saya sudah menunggu 8 tahun, entah sampai berapa lama lagi saya harus menunggu kehadiran si mungil, yang pasti saya akan selalu menunggu hingga nafas berhenti

  2. Ohhh,,, your article make me cry,, so adorable,, saya seperti merasakan apa yang mama sampaikan, dan memang seperti itulah yang saya rasakan, bahasa yang bagus, menenangkan, pemilihan kata yang luar biasa,, anda sudah sangat profesional,, dengan artikel mama ini, saya sangat terinspirasi, saya pernah membuat tentang seperti ini,, tapi tak seindah kata-kata yang mama tuliskan, saya perlu belajar lebih banyak, untuk bisa menyampaikan seperti apa yang mama tuliskan ini,, terimakasih

Thank you for reading my post, hope you enjoy it. Please... don't type an active link in the comment, because it will be marked as a spam automatically. I'd love to visit your blog if you fill the "website" form :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s