Hari Raya Galungan Pertama Kalki

mama dan Kalki ngeliatin papa bikin penjor

mama dan Kalki ngeliatin papa bikin penjor: “AYO PAPA PASTI BISA! Besok Kalki gede, Kalki bantuin bikinnya ya, pa!”

"cepetan pa, Kalki silau nih!"

“cepetan pa fotonya, Kalki silau nih!”

Hari sebelum galungan, papa bikin penjor seharian dan dipasang hari itu juga. Nah itu foto mama dan Kalki menyemangati papa supaya cepat selesai bikinnya. Hebatnya papa selalu berinovasi dalam kreatifitasnya saat bikin penjor meskipun penjornya sederhana hihihihi. Sayang ya foto penjornya papa nggak kena foto, maybe next time ya, pa… Oh ya, hari raya Galungan ini banyak rangkaian rahinannya. Beberapa hari sebelum Galungan ada Sugihan Jawa (penyucian bhuwana agung atau alam semesta), Sugihan Bali (penyucian bhuwana alit atau diri sendiri), Penyekeban (mengurung hawa nafsu), Penyajaan (mengarahkan diri ke arah lebih baik), Penampahan (memusnahkan sifat-sifat hewani atau yang tidak baik pada diri) lalu setelah Galungan ada Manis Galungan (masih kurang tau tepatnya makna hari Manis Galungan itu apa)… sampai hari raya Kuningan (mengantarkan para dewata dan leluhur ke kahyangan setelah turun ke bumi mengunjungi umat atau keturunannya). Ini ada foto papa dan Kalki saat Sugihan Bali dan Galungan..

morning pose

morning pose on the day of Sugihan Bali on Friday,18th October

Selamat Hari Raya Galungan Umat Sedharma~

Selamat Hari Raya Galungan Umat Sedharma~

Papa dan Kalki di depan pura keluarga atau sanggah gede

Papa dan Kalki di depan pura keluarga atau sanggah gede

Hari ini, papa yang pergi ke pura untuk sembahyang sehingga papa yang pakai pakaian sembahyang lengkap, sedangkan mama dan Kalki di rumah dulu karena Kalki masih butuh nursing. Nah momen papa pakai pakaian sembahyang mama foto bersama kalki yang mengenakan udeng. Tujuh bulan lagi, Kalki, mama dan papa bisa sembahyang bersama untuk Galungan, kebetulan Galungan selanjutnya jatuh di bulan Mei tahun depan jadi Kalki udah hampir setahun! Wah bakalan seru tuh sembahyang sekeluarga. Kasian tadi papa curhat karena sembahyang sendiri, duduknya di dalam pura pun nggak ada temennya, katanya lebih enak bawa koloni hehehe. Sabar ya, pa… Setelah papa selesai sembahyang, mama dan Kalki yang udah mandi dikitisin air tirta dari berbagai pura di desa ini yang mengadakan persembahyangan galungan, juga ditambah air tirta dari pura keluarga atau sanggah gede (termasuk pura dadia ya ini?).  Setelah metirta, mebija atau pakai bija, itu beras yang direndam di air, simbol menanamkan benih-benih kebaikan setelah disirami air suci dari pura yaitu tirta tadi. Kalki juga ditempelkan bija oleh papa di keningnya, lucu ya 🙂

Abis mandi dan metirta, siap-siap menyambut sanak keluarga yang mau datang di hari kemenangan dharma. Sama-sama pakai batik, Kalki pakai batik dari bunda Ratih lho!

Abis mandi dan metirta, siap-siap menyambut sanak keluarga yang mau datang di hari kemenangan dharma. Sama-sama pakai batik, Kalki pakai batik dari bunda Ratih lho!

Tamu yang pertama datang adalah mbah Nengah Rustika dengan 2 putranya, mantu dari anak pertamanya, dan cucunya Esa yang berusia 1 tahun 9 bulan. Kalki dan Esa sempat berinteraksi dengan posisi Kalki digendong oleh mbah Nengah dan Esa yang udah bisa jalan, menghampiri Kalki. Kalki disentuh-sentuh badannya, tangannya, kakinya, diajakin salaman, diciumin. Hihihihih proses bersosialisasi ya. Mbah nengah sempat bilang Kalki ganteng dan mereka hampir kaget karena Kalki ndut cuma minum ASI. Trus istrinya mas Wayan bilang bahwa aku kurus, bolak-balik dia bilang gitu terus. Mereka ngasi kado buat Kalki berupa singlet dan celana pop serta ada camilan juga. Terima kasih banyak kunjungannya mbah sekeluarga, ini kunjungan pertama ke rumah keluarga baru Intan ya… Sayang papanya Kalki lagi ke kebun untuk cari selepahan atau daunnya pohon kelapa yang hijau tua sekalian untuk nganterin pekak ngerainin galungan di kebun.

Opa dan Kalki mirip ya?

Opa dan Kalki mirip ya?

Tamu kedua adalah opa dan omaaaaaa yang penampilannya kayak bule (oma rambutnya dicat cokelat terang tuh). Trus selama ada opa dan oma, datanglah om Kadek Arma, Tante Lina, Adit dan Gita. Trus suasana yang sudah rame itu ketambahan lagi tamu kloter keempat yaitu pekak brewok bersama mbah Maria yang abis pulang kerja. Wuiiih semakin meriah aja.

Opa sempat tanya apa aku makan daging babi, aku jawab makan. Ternyata dibalik pertanyaan itu, opa ngecek apa aku masih vegetarian. Aku bilang udah jelas nggak vegetarian lagi. Waduh aku nggak mbayangin deh kalo vegetarian selama hamil dan nyusui karena aku aja sekaran udah kurus nih. Tadi pagi aja sempat nyoba pakai beberapa long torso atau bustier daleman kebaya pada agak longgar semua padahal dulu aku pakai cukup sesak. Trus long torso pemberian ayah pas ngelamar mama (jebot banget yeee) yang diwariskan ke aku aja jadi pas body dan rasanya nyaman dipakai. Kebaya-kebayaku juga aku coba 2 potong… yah sesuai dugaan, longgar juga sedikit di daerah pinggang! Huhuhu aku nggak tau ya harus seneng atau sedih, soalnya menjadi kurus itu memang idaman kebanyakan wanita tapi kekurusan ya memprihatinkan lah! Lagian kalau kebaya sampai longgar, jatohnya jadi kurang apik.

Ya trus, mbah Maria yang terpesona oleh Kalki bolak-balik bilang bahwa Kalki ganteng. “Anakmu cakep, Tan” begitu katanya ke aku berulang kali, trus ke papa “Anakmu ganteng, Gus” Papa yang kegirangan langsung berhenti melangkah dan bilang “eitss, makasih” sambil mesam-mesem.  Trus mbah Maria mencoba mencari tau lebih mirip siapa si Kalki, dan katanya lebih mirip aku, “manis seperti mamanya” gitu katanya hihihihihi jadi malu. Trus pas diliat-liat lagi jadi kurang yakin karena matanya Kalki kan belok, akhirnya dikoreksi sama mbah bahwa matanya mirip papa hehehe. Mbah Maria sempat bilang juga bahwa anak yang lama dapet ASI dan yang nggak beda lho daya pikirnya. Begitu dikatakan mbah Maria karena berdasarkan pengalamannya, anak pertamnya mbah, tante Kristi dapet ASI sampai 2 tahun, sedangkan tante Tania cuma sampai 4 bulan. Trus mbah bilang supaya aku menyusui Kalki terus sampai 2 tahun. Aku iyakan dengan sangat berharap semoga breastfeeding Kalki berjalan lancar sampai 2 tahun. Sementara yang lanang-lanang sibuk ngobrol sendiri di teras, yang istri-istri ngumpul di ruang tamu. Oma dan tante Lina rumpi berdua, aku ngobrol sama mbah Maria. Adit dan Gita sibuk colek-colekan saling ngisengin. Dan Kalki ada pada gendongan seseorang, saat itu nggak tetap sih siapa yang nggendong.

Tamu kloter terakhir yang datang adalah tante Uti, pekak dan mbah Sumeyeni

Tamu kloter terakhir yang datang adalah tante Uti, pekak dan mbah Sumeyeni

Digendong tante Uti

Digendong tante Uti

suasana rumpi tante Lina dan oma, Gita asyik makan tape ketan

suasana rumpi tante Lina dan oma, Gita asyik makan tape ketan

Menjelang pukul 17.00 WITA, mbah Sumeyeni datang bersama pekak dan tante Uti. Nah ini adalah tamu penutup karena setelah itu udah nggak ada yang dateng lagi. Karena udah sore, Kalki mau dimandiin. Mama sempat susuin bentar sebelum mandi. Selama ada banyak orang gitu, Kalki keringetan terus! Sumuk kali ya karena banyak panas tubuh dari orang-orang yang berkumpul itu, padahal jendela ruang tamu udah dibuka 2 tuh, dan kadang Kalki digendong di teras. Di tengah banyak orang asyik ngobrol, tiba-tiba mbah Maria tanya apa Kalki nggak nangis ketemu banyak orang. Nah, baru ngeh aku! Iya ya, buktinya dia fine aja dan mengamati orang-orang jadi aku jawab enggak (lah, mbah kan bisa lihat sendiri tuh bocah nggak nangis). Trus mbah Maria bilang, “pinter”. Beberapa orang juga berkali-kali nanya apa orang tuaku nggak pulang ke Bali pas galungan ini, trus aku jelaskan bahwa kemarin udah pulang pas odalan Pura Dadia Agung Pasek Tohjiwa dan ayah udah nggak dapet cuti. Bodohnya, aku karena selalu jawab pas odalan sanggah gede di Sekartaji padahal yang bener odalan pura kawitan! Duh!

Pas rombongannya tante Uti dateng, kebetulan kan mama lagi nyusuin Kalki trus sempat disendawain bentar sama papa baru digendong oleh tante Uti. Abis gitu Kalki kan harus kami mandiin jadi kami nggak lama-lama ngobrol sama mereka lagi. Kayaknya saat itu mereka tau bahwa kami sibuk ngurusin bayi sehingga dijadikan momen yang tepat untuk mepamit. Yang pertama pulang pekak brewok dan mbah Maria, trus  opa dan oma, disusul oleh keluarga om Kadek Arma dan yang terakhir pulang akhirnya adalah yang terakhir datang 🙂 Terima kasih ya semua… Selamat merayakan kemenangan Dharma bersama keluarga.

Advertisements

2 thoughts on “Hari Raya Galungan Pertama Kalki

  1. Pingback: Kenapa Sih Harus Bikin Blog Bayi? | isnuansa.com

  2. Pingback: Selamat Hari Raya Galungan | Intan Rastini

Thank you for reading my post, hope you enjoy it. Please... don't type an active link in the comment, because it will be marked as a spam automatically. I'd love to visit your blog if you fill the "website" form :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s