dari “kalkiul” jadi “kalkija”

kumpi eka pake t-shirt bumi sehat

pekak gio pake t-shirt bumi sehat

Hari ini kumpi keri, tante keri dan gede jaya dateng ke rumah, trus nggak lama kemudian dateng deh tante hera dan rombongannya yang terdiri dari gio, pekak gio dan mbah gio.

Kalki bertemu dengan saudara-saudaranya yang tinggal nggak jauh dari angkah gede. Gio rumahnya di lumbung (rumah pekak dan mbahnya) tapi dia tinggal di dalung bersama orang tuanya sedangkan gede jaya rumahnya di lumbung. Gio dan gede jaya usianya nggak jauh beda, mereka hampir sama 1,5 tahunan.

Beberapa hari sebelumnya kumpi keri sempat main ke rumah dan pertama kali nanya siapa nama anakku. Saat denger namanya “kalki”, mbah keri trus nyeletuk “kal kiul“. Aku pas bikin teh saat itu jadi ketawa dengernya, eeh trus kumpi keri ikutan ketawa.

Dalam bahasa bali, ‘kal‘ artinya bakal, sedangkan ‘kiul’ artinya nakal. Jadi kal kiul ya bakal nakal… hehehehe. Waktu itu aku ketawa bukan karena artinya, tapi pengucapannya itu lho lucu…

Lalu kali ini tante hera nanya tentang namanya kalki… eh sekarang yang nyeletuk pekak gio, “kal kija.” Yang artinya bakal/mau kemana. So, aku yang lagi-lagi pas bikin teh di dapur ketawa lagi deh, beberapa orang disitu juga ikutan ketawa seperti papa, pekak gio sendiri dan tante hera 😀

Tante hera bilang panggil kalki dengan bara aja atau ara (diambil dari ambara)… lah ara kan kayak cewek? Katanya bara atau ara bagus. Kami (aku dan papa) sendiri juga pada heran, napa sih orang-orang ga panggil kalki aja? Itu kan namanya juga udah gampang dan pendek buat panggilan *mulai sewot*

kumpi keri, tante keri, gede jaya

kumpi keri, tante keri, gede jaya

Orang bali itu ngomong kalki agak susah, dan mereka kadang terdengar menyebutkan “kaki“. Untung di bali artinya kaki itu kakek wekekekekekekek. Mertuaku sendiri aja ngomong kalki susah! Nah, ibu mertuaku punya banyak panggilan buat kalki: deka, dekal, atau de al, gede alki (kadang ngomong alki terdengar aki). Sedangkan bapak mertuaku panggilnya gung de.

Karena kumpi keri bilang “kalkiul”, papa jadi bilang gini, “kamu ntar ganti nama aja, ki… biar pinter… jadi kaldu.” Nah aku jadi heran dengernya. Trus papa lanjutin, “biar orang bilang jadi kalduek, hehehehehe.” Ternyata duek itu artinya pintaaaaar!

meet the boys

meet the boys

Advertisements

Thank you for reading my post, hope you enjoy it. Please... don't type an active link in the comment, because it will be marked as a spam automatically. I'd love to visit your blog if you fill the "website" form :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s